• Tidak ada hasil yang ditemukan

Usus Halus

HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2) Desain Album Media Pembelajaran

Album media pembelajaran merupakan buku panduan atau petunjuk penggunaan media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia berbasis metode Montessori. Album media pembelajaran berisi pengenalan komponen media pembelajaran, materi pembelajaran, tema pembelajaran dan pedoman penggunaan media pembelajaran serta foto atau dokumentasi cara menggunakan media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia berbasis metode Montessori. Album media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia dibuat untuk guru atau para pembimbing/direktris (istilah guru dalam pembelajaran Montessori). Album ini berisi tahapan atau langkah-langkah dalam menggunakan media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia. Dalam

101 setiap langkah pembelajaran terdapat beberapa gambar yang digunakan untuk memudahkan para pembimbing/direktris untuk mendalami langkah pembelajaran. Album media pembelajaran dicetak spiral menggunakan kertas ivory sebagai

cover dan kertas art paper sebagai isi.

Setelah merancang desain media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia berbasis metode Montessori serta album petunjuk penggunaan media yang dikembangkan oleh peneliti. Selanjutnya, peneliti membuat media pembelajaran dan album petunjuk pengunaan media pembelajaran berdasarkan rancangan yang telah dibuat. Tahap ini terdiri dari pengumpulan bahan, pembuatan media pembelajaran dan penyusunan album media pembelajaran.

a) Pengumpulan Bahan

Beberapa bahan yang digunakan oleh peneliti dalam pembuatan media pembelajaran adalah kayu dan kertas. Kedua bahan tersebut digunakan oleh peneliti dalam pembuatan papan sistem pencernaan sapi, kayu penunjuk proses pencernaan sapi serta bentuk hasil pencernaan sapi pada setiap organ, kotak penyimpanan media pembelajaran, kotak penyimpanan kartu soal dan hasil pencernaan sapi, kartu soal dan kartu materi serta kartu control of error. Jenis kayu yang digunakan untuk pembuatan papan sistem pencernaan sapi adalah triplek. Pemilihan triplek sebagai bahan pembuatan dengan alasan triplek ringan dibawa. Kayu triplek dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan papan sistem pencernaan sapi, kotak penyimpanan media pembelajaran dan kotak penyimpanan kartu soal. Peneliti juga menggunakan serbuk kayu sebagai bahan pemb uatan bentuk hasil pencernaan sapi pada setiap organ.

102 Peneliti juga menggunakan bahan kertas untuk pembuatan kartu soal dan kartu materi serta kartu pengendali kesalahan (Control of error). Jenis kertas yang digunakan sebagai bahan pembuatan kartu oleh peneliti adalah ivory 260. Kertas

ivory 260 dipilih karena kertas memiliki tingkat ketebalan yang tinggi dan tidak

mudah rusak serta hasil cetakan gambar bagus. Selain itu, peneliti juga menggunakan bahan plastik jenis mika untuk melapisi (laminating) semua kartu-kartu yang terdapat pada media pembelajaran. Pelapisan dengan plastic mika tersebut bertujuan agar kartu tidak gampang sobek, terlipat dan mudah dibersihkan apabila terkena cairan/noda.

b) Pembuatan Media Pembelajaran

Dalam proses pembuatan media pembelajaran peneliti bekerja sama dengan tukang kayu yang biasa dalam pembuatan media pembelajaran. Hal ini dikarenakan peneliti memiliki keterbatasan peralatan serta kemampuan dalam pembuatan media pembelajaran. Tukang kayu yang diajak bekerjasama oleh peneliti berlokasi di Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron sekitar Pojok Benteng Kulon Yogyakarta. Media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia dibuat selama 5 minggu. Sebelum proses pembuatan media pembelajaran oleh tukang kayu, peneliti terlebih dahulu mempersiapkan desain media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia serta peneliti juga mendiskusikan desain tersebut dengan tukang kayu. Kemudian tukang kayu melakukan proses pembuatan media pembelajaran sesuai dengan desain dari peneliti. Gambar 4.1 adalah gambar papan sistem pencernaan sapi yang dikembangkan.

103 Papan sistem pencernaan sapi berbentuk persegi panjang dengan ukuran 36 x 25 cm. Papan ini berisi gambar sapi lengkap dengan organ pencernaan serta jalur pencernaan makanan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan organ-organ pencernaan sapi adalah kayu pinus. Tahap pertama yang dilakukan adalah pemotongan kayu dengan tinggi 0,5–1,5 cm menyesuaikan dengan ukuran organ serta tempat peletakan organ. Kayu tersebut dibentuk sesuai dengan gambar organ-organ pencernaan sapi yang telah didesain oleh peneliti. Selanjutnya kayu dibentuk timbul sesuai bentuk organ pencernaan sapi yang telah didesain oleh peneliti. Pada organ-organ pencernaan tersebut diberikan pewarnaan yang bergradasi agar siswa mudah membedakan nama organ-organ tersebut. Rongga mulut sapi pada papan pencernaan peneliti membuatnya berwarna putih tidak diperlihatkan gambar rongga mulut karena terlihat tidak bagus. Rongga mulut sapi akan dilihat lebih jelas pada kartu gambar. Pada bagian belakang papan diberikan warna putih.

Selanjutnya tukang kayu membuat kotak penyimpanan seluruh komponen media pembelajaran. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengukur triplek sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh peneliti, kemudian memotongnya

104 sesuai dengan ukuran. Kotak penyimpanan dibuat 5 sekat utuk penyimpanan papan sistem pencernaan, kartu gambar, kartu materi, kartu nama organ dan kartu

control of eror. Setelah selesai, kotak penyimpanan diberikan warna coklat.

Berikut gambar kotak penyimpanan media disajikan pada gambar 4.2

Selanjutnya tukang kayu juga membuat kotak penyimpanan kartu soal dan bentuk hasil pencernaan pada setiap organ. Kotak penyimpanan dibuat dengan mengukur triplek sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh peneliti, kemudian memotongnya. Kotak penyimpanan diberikan 1 sekat pembatas, lalu diberikan warna coklat. Berikut gambar kotak penyimpanan kartu soal dan bentuk hasil pencernaan pada setiap organ disajikan pada gambar 4.3

Selanjutnya tukang kayu juga membuat bentuk hasil pencernaan sapi berupa potongan-potongan kayu yang didesain seperti rumput, tiga bolus atau gumpalan

Gambar 4.2 Kotak Penyimpanan

105 rumput yang masih kasar dan feses sapi serta kayu petunjuk. Langkah pertama tukang kayu membuat rumput sesuai desain yang telah dibuat peneliti, selanjutnya tukang kayu membuat tiga bolus atau gumpalan rumput yang masih kasar dengan menggunakan irisan kayu yang tipis yang direkatkan menjadi gumpalan. Bolus yang pertama dibuat kasar, yang kedua dibuat agak kasar dan yang ketiga sedikit kasar. Untuk feses sapi tukang kayu membuat dari serbuk kayu yang direkatkan. Setelah selesai tukang kayu memberikan pewarnaan kepada masing-masing bentuk hasil pencernaan. Tukang kayu menambahkan besi tipis pada bagian bawah bentuk hasil pencernaan tersebut agar mudah menempel pada magnet yang terletak pada kayu petunjuk. Tukang kayu membuat kayu petunjuk dengan menggunakan kayu kecil memanjang. Pada bagian bawah kayu terdapat jarum pentul yang dimodifikasi sehingga bisa digunakan untuk menjalakan proses pencernaan selain itu pada bagian atas tukang kayu memberikan magnet yang berguna untuk menempelkan hasil pencernaan sapi. Kayu petunjuk diberikan warna hitam. Untuk mengetahui alur pencernaan yang benar peneliti menambahkan kartu control of error bentuk hasil makanan. Berikut gambar bentuk hasil pencernaan pada setiap organ dan kayu petunjuk disajikan pada gambar 4.4

106 Peneliti membuat kartu nama organ pencernaan sapi, kartu gambar organ pencernaan sapi, kartu penjelasan fungsi organ pencernaan sapi dan kartu control

of error serta kartu soal. Semua kartu terbuat dari kertas ivory 260. Dalam

pembuatan semua kartu peneliti membuat desain, mencetak desain dan memotong sebanyak 56 kartu. Kartu nama organ, kartu gambar organ, kartu penjelasan fungsi organ dan kartu control of error masing-masing terdiri atas 9 kartu. Selanjutnya kartu soal berisi 20 kartu. Agar kartu tahan lama dan tidak mudah rusak peneliti melapisi semua kartu menggunakan mika kartu bening (laminating). Berikut gambar kartu-kartu yang disajikan pada gambar 4.5

(b) (a)

(c)

Gambar 4.5 (a) kartu nama organ, (b) kartu gambar organ, dan (c) kartu fungsi organ

107 c) Pembuatan Album Media Pembelajaran

Pada pembuatan album media pembelajaran langkah pertama peneliti memberikan informasi terkait media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia. Selanjutnya, peneliti merumuskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia. Setelah itu peneliti mengambil gambar dan dimasukkan pada setiap langkah kegiatan. Peneliti menggunakan program aplikasi Microsoft Office Word 2013 dalam pembuatan desain sampul album dan isi album media pembelajaran sistem

(a)

Gambar 4.6 (a) kartu pengendali kesalahan (Control of Error) dan (b) kartu soal dan kunci jawaban yang ada di belakang kartu soal.

108 pencernaan hewan ruminansia. Sebelum dilakukan uji coba, album media pembelajaran divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Setelah selesai divalidasi album di cetak spiral menggunakan kertas ivory 260.

d) Instrumen Tes dan Validasi Produk

Sebelum melakukan uji coba produk, peneliti mempersiapkan instrumen. Instrumen sangat diperlukan dalam uji coba media pembelajaran. Instrumen tersebut berupa instrument tes dan kuesioner validasi produk.

1. Tes

Instrumen tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek (Widoyoko, 2015: 50). Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan siswa untuk menilai produk dengan memberikan soal tes berupa pretest dan posttest. Selain itu instrumen tes digunakan peneliti untuk mengukur keberhasilan media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia yang dikembangkan pada uji coba terbatas. Instrumen tes dikembangkan berdasarkan kisi-kisi yang dapat dilihat pada tabel 3.8 halaman 57. Sebelum digunakan, semua instrumen tes diujikan tingkat validitas instrument tes oleh ahli, diuji secara empiris dan diuji keterbacaannya.

Instrumen tes divalidasi oleh ahli IPA dan guru SD setara. Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas isi dan validitas konstruk. Aspek yang dinilai pada uji validitas isi dapat dilihat pada tabel 3.9 hal 61. Hasil uji validitas isi oleh ahli disajikan pada tabel 4.17

109 Tabel 4.17 Hasil Uji Validasi Isi oleh Ahli

Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7

IPA 4 3 4 3 4 4 4 26 3,71

Guru 4 3 4 4 4 4 4 27 3,85

Rerata 26,5 3,78

Berdasarkan hasil validasi isi oleh ahli pada tabel 4.17 didapatkan rerata skor sebesar 3,78. Jika di bandingkan dengan tabel 3.17 halaman 66, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 2,50 dan termasuk dalam kategori sangat baik. Sehingga instrumen layak untuk digunakan pada penelitian.

Selain validitas isi, ahli juga melakukan validitas konstruk. Validitas konstruk dilakukan untuk mengetahui konstruksi soal yang dibuat terkait dengan kesesuaian materi pembelajaran, tata bahasa dan penulisan soal. Berikut adalah hasil validasi konstruk oleh ahli dapat dilihat pada tabel 4.18.

Tabel 4.18 Hasil Validasi Konstruk Instrumen Tes oleh Ahli

No.Item Ahli Total Rerata Kategori IPA Guru 1 4 4 8 4 Sangat Baik 2 4 4 8 4 Sangat Baik 3 4 4 8 4 Sangat Baik 4 3 3 6 3 Baik 5 4 4 8 4 Sangat Baik 6 4 4 8 4 Sangat Baik 7 4 4 8 4 Sangat Baik 8 4 4 8 4 Sangat Baik 9 4 4 8 4 Sangat Baik 10 4 4 8 4 Sangat Baik 11 4 4 8 4 Sangat Baik 12 4 4 8 4 Sangat Baik 13 4 4 8 4 Sangat Baik 14 4 4 8 4 Sangat Baik 15 4 3 7 3,5 Sangat Baik 16 4 4 8 4 Sangat Baik 17 4 4 8 4 Sangat Baik 18 4 4 8 4 Sangat Baik 19 4 4 8 4 Sangat Baik

110

20 4 3 7 3,5 Sangat Baik

Rerata 7,8 3,90 Sangat Baik

Berdasarkan hasil validasi konstruk instrumen tes oleh ahli yang disajikan pada tabel 4.18. Diperoleh rerata skor sebesar 3,90. Berdasarkan tabel 3.17 halaman 66, nilai rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 2,50 dan seluruh soal termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, instrumen dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Pada validitas konstruk soal tes oleh ahli, sehingga soal tes tidak perlu perbaikan.

Setelah soal tes di validasi, pengujian empiris instrumen tes dilakukan kepada siswa kelas V SD Negeri Rendeng sebanyak 15 siswa. Pemilihan SD Negeri Rendeng sebagai SD Setara karena perizinan yang mudah mengingat keterbatasannya waktu penelitian.

Jumlah siswa yang mengikuti uji empiris sebanyak 15 siswa kelas V. Uji empiris tersebut dilakukan pada tanggal 11 Maret 2019, soal tes berjumlah 20 soal isian singkat berdasarkan kisi-kisi yang dapat dilihat pada tabel 3.8 halaman 57. Uji empiris dilakukan untuk mengetahui hasil validitas dan realibilitas instrument tes sebelum digunakan dalam pretest dan posttest.

Perhitungan validitas dan realiabilitas tersebut menggunakan SPSS (Statistics Package For Social Studies) 22 for Windows dengan teknik korelasi

product moment dari Carl Pearson. Hal tersebut dilakukan untuk melihat valid

atau tidaknya item pretest dan posttest dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel product moment dengan kriteria apabila nilai r hitung lebih besar dari r tabel (r hitung > r tabel) maka item soal tersebut dinyatakan valid,

111 sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel (r hitung < r tabel) maka item soal tersebut dinyatakan tidak valid (Widoyoko, 2009: 139). Selain itu, untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu soal juga dapat dilihat pada harga sig.(2-tailed) pada program SPSS (Statistics Package For Social Studies) 22 for

Windows. Jika nilai sig. (2-tailed) < dari 0,05, maka item soal dinyatakan valid,

sebaliknya jika nilai sig. (2-tailed) > dari 0,05, maka item soal dinyatakan tidak valid (Widoyoko, 2009: 139). Hasil perhitungan validitas dengan SPSS disajikan pada tabel 4.19.

Tabel 4.19 Rekapitulasi Hasil Validitas Instrumen Tes dengan SPSS

Nomor Soal r tabel r hitung Sig (2-tailed) Keputusan

1 0,514 0,591 0,020 Valid 2 0,514 0,544 0,036 Valid 3 0,514 0,702 0,004 Valid 4 0,514 0,591 0,020 Valid 5 0,514 0,040 0,886 Tidak Valid 6 0,514 0,085 0,763 Tidak Valid 7 0,514 0,172 0,539 Tidak Valid 8 0,514 0,544 0,036 Valid 9 0,514 0,591 0,020 Valid 10 0,514 0,592 0,020 Valid 11 0,514 0,769 0,001 Valid 12 0,514 0,441 0,100 Tidak Valid 13 0,514 0,637 0,011 Valid 14 0,514 0,592 0,020 Valid 15 0,514 0,040 0,887 Tidak Valid 16 0,514 0,769 0,001 Valid 17 0,514 0,872 0,000 Valid 18 0,514 0,107 0,704 Tidak Valid 19 0,514 0,528 0,043 Valid 20 0,514 0,637 0,011 Valid

Berdasarkan tabel 4.19 didapatkan sebanyak 14 soal valid dan 6 soal tidak valid. Selanjutnya keempat belas soal yang valid diuji realibilitasnya. Pengujian realibilitas dilakukan dengan menggunakan perhitungan SPSS (Statistics Package

112

For Social Studies) 22 for Windows dengan menghitung nilai koefisien Alpha.

Hasil perhitungan nilai koefisien Alpha menggunakan SPSS 22 disajikan pada tabel 4.20

Tabel 4.20 Hasil Reliabilitas Instrumen Tes dengan SPSS

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.919 14

Berdasarkan tabel 4.20 didapatkan hasil perhitungan koefisien Alpha sebesar 0,919. Kaplan (dalam Widoyoko, 2015: 165) menjelaskan bahwa instrumen dikatakan reliabel apabila mempunyai nilai koefisien Alpha sekurang-kurangnya 0,7. Maka, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes tersebut dikatakan reliabel dan layak digunakan.

Intrumen tes yang telah valid dan reliabel digunakan untuk soal pretest dan posttest. Didapatkan 14 soal yang valid dan reliabel yang digunakan untuk soal pretest dan posttest. Soal pretest dan posttest dibuat sama untuk memudahkan dalam melihat peningkatan nilai siswa. Soal tersebut telah mewakili semua indikator. Kisi-kisi pretest dan posttest disajikan pada tabel 4.21

Tabel 4.21 Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest Siswa

No. Indikator Nomor Soal

1 Menyebutkan organ-organ dari sistem pencernaan

hewan ruminansia. 1, 5, 8 dan 11

2 Menyebutkan fungsi organ pencernaan hewan

ruminansia. 2, 4, 7, 9, 12 dan 13

113 Sebelum soal digunakan pada uji coba produk, soal pretest dan posttest diuji keterbacaannya. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada kalimat pertanyaan yang tertera di soal. Uji keterbacaan dilakukan kepada lima siswa SD setara. Hasil uji keterbacaan disajikan pada tabel 4.22.

Tabel 4.22 Hasil Uji Keterbacaan Soal Pretest dan Posttest Siswa

Siswa No.Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 52 3,71 2 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 53 3,78 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 51 3,64 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 52 3,71 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 54 3,85 Rerata 52,4 3,73

Dari hasil uji keterbacaan soal pretest dan posttest oleh siswa SD setara pada tabel 4.22. Diperoleh rerata skor sebesar 3,73. Berdasarkan tabel 3.17 halaman 66, nilai rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 2,50 serta seluruh soal termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, soal pretest dan posttest dinyatakan valid dan layak untuk digunakan.