• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Data

4.2.1 Analisis Scene Pertama Iklan Bukalapak

Pahlawan memeriksa kebutuhan dan barang-barangnya.

Gambar 4.1 :

Ilustrasi Scene Pertama (Detik 1-15) :

Seorang laki-laki memasuki suatu ruangan kosong yang gelap gulita. Laki-laki tersebut memeriksa sebuah lampu di tengah ruangan. Dia menarik tali lampu tersebut tetapi tidak hidup. Lalu laki-laki tersebut memandang ke kiri dan diiringi suara narator yang mengatakan “disini kisahnya dimulai”. Seketika sebuah laptop mengeluarkan asap dari bawah keyboard. Setelah itu, laki-laki tersebut berdiri di depan wastafel sambil melihat ke kamera seolah-olah dia melihat ke cermin wastafel tersebut. Laki-laki itu memeriksa kumisnya yang hanya tumbuh di ujung.

Ketika laki-laki itu melihat kumisnya, narator berkata “Kisah yang membangkitkan jutaan harapan bagi mereka yang membutuhkan”.

Gambar Detik ke-4

Tabel 4.3 Ikon scene pertama

Penanda (Signifier) Petanda (Signified) Manusia dengan tinggi badan

ukuran dewasa, rambut pendek, kumis, pakaian; kaus berwarna putih, celana jeans biru panjang, dan memakai jam tangan.

Laki-laki (Pahlawan)

Lampu dengan empat wadah berwarna putih.

Lampu Gantung

Alat elektronik berwarna abu-abu, untuk mengetik, mengerjakan

Pada scene pembuka, teknik pengambilan gambar yang digunakan adalah medium shot dan close up. Medium shot digunakan pada gambar detik ke-3 dan ke-11, menimbulkan kesan hubungan yang personal dengan subjek dalam scene.

Untuk teknik pengambilan gambar close up pada detik ke-7, ke-8 dan ke-15 memiliki kesan intim dan mengajak penonton untuk memperhatikan subjek yang ada di dalam scene tersebut.

Sudut pandang pengambilan gambar menggunakan eye level shot, menandakan gambar yang terlihat sejajar antara subjek dan penonton. Tipe lensa yang digunakan pada detik ke-3 adalah lensa wide, gambar yang dihasilkan menimbulkan kesan dramatis pada gambar. Tipe lensa yang digunakan pada detik ke-11 adalah lensa normal, gambar yang dihasilkan terkesan natural tanpa ada tekanan. Tipe lensa yang digunakan pada detik ke-7, ke-8 dan ke-15 adalah lensa telephoto, terkesan penonjolan pada subjek yang di shot. Untuk fokus lensa, detik ke-7, ke-8 dan ke-15 menggunakan selective focus, dalam artian membutuhkan

perhatian yang lebih terhadap subjek. Sedangkan detik ke-11 dan ke-3 menggunakan deep focus, yang semua unsur dalam gambar adalah penting.

Keseluruhan scene pembuka menggunakan pencahayaan low key, yang menggambarkan kesan suram dan muram. Teknik penyuntingan yang digunakan dalam scene tersebut adalah cut yaitu perpindahan dari gambar satu ke gambar lainnya untuk mewujudkan sebuah bentuk kesinambungan gambar.

1. Tataran Denotatif

Pada awal cerita, seorang pria berpakaian kaus berwarna putih dan bercelana jeans biru memasuki ruangan gelap yang hanya diterangi oleh cahaya masuk dari dua jendela di situ. Pria tersebut mencoba menarik tali lampu gantung di tengah ruangan. Dapat di simpulkan bahwa lampu gantung tersebut mati karena tali yang ditarik merupakan saklar lampu dan ketika ditarik lampu tidak kunjung hidup. Setelah menarik tali tersebut, dia menoleh ke kiri dengan tatapan serius.

Ketika dia menoleh, muncul perkataan dari narator yaitu “disini kisahnya dimulai”. Dari perkataan narator dapat ditarik kesimpulan bahwa sebuah cerita laki-laki tersebut dimulai, yang membuat dia menjadi pemeran utama dalam iklan ini.

Terdapat sebuah meja dengan buku, laptop, peralatan tulis dan lampu meja. Seketika laptop tersebut mengeluarkan percikan api dan asap dari keyboard-nya. Ini menandakan bahwa laptop tersebut rusak dan tidak bisa dipakai kembali.

Setelah itu pria tersebut berdiri di depan westafel. Melihat kamera sambil memperlihatkan kumisnya yang hanya tumbuh di samping saja dan tidak lebat di tengah. Ketika dia memeriksa kumisnya muncullah perkataan narator yaitu “kisah yang membangkitkan jutaan harapan bagi mereka yang membutuhkan”

Latar dari tempat terjadinya aktifitas di atas adalah sebuah ruangan gelap.

Di ruangan tersebut terdapat satu jendela, lampu gantung dengan empat bohlam di dalamnya, sapu di dekat jendela, kursi putar, meja dengan laptop, buku dan alat tulis di atasnya. Ruangan tersebut hanya dimasuki oleh laki-laki itu saja. Latar ruangan tersebut menunjukan ruangan dari suatu rumah.Warna dominan yang tampak dari scene pertama adalah hitam, putih dan abu-abu

2. Tataran Konotatif

Secara keseluruhan scene pertama menggambarkan seseorang yang mengalami kerusakan barang. Dimulai dari lampu gantung yang rusak, laptop yang mengeluarkan asap dan kumis yang hanya tumbuh di samping saja. Lampu gantung yang rusak ditandai dengan ditariknya tali lampu tersebut sebanyak tiga kali tetapi tidak hidup. Paduan suasana gelap dengan lampu gantung tersebut menggambarkan bahwa lampu tersebut sangat diperlukan oleh masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Hanya dengan cahaya natural seperti matahari di ruangan yang gelap dapat menghambat aktivitas seseorang. Penjualan barang elektronik seperti lampu banyak diminati masyarakat untuk pembelian di toko online. Di Bukalapak sendiri, lampu berada di kategori “Rumah Tangga” di dalam sub kategori “Lampu dan Penerangan”.

Rusaknya laptop ditandai dengan keluar asap dari bawah keyboard serta layar terlihat gelap. Laptop dianggap sebagai kebutuhan sehari-sehari oleh masyarakat di tengah era modern seperti sekarang ini. Zaman sekarang, tugas kantoran sudah dapat dilakukan dengan komputer atau personal computer.

Komputer, dapat juga mengakses internet yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat dunia di abad 21 ini. User mendapatkan hiburan, pengetahuan, informasi dan juga dapat membeli barang-barang yang diperlukan secara online.

Namun karena komputer tidak bisa dibawa kemana-mana menjadikan komputer tidak praktis untuk dipakai.

Laptop atau komputer jinjing adalah komputer bergerak yang berukuran relatif kecil dan ringan tergantung ukuran, bahan, dan spesifikasi laptop tersebut.

Sumber daya laptop berasal dari baterai atau adaptor A/C yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai dan menyalakan laptop. Baterai laptop pada umumnya dapat bertahan sekitar 1 hingga 6 jam sebelum akhirnya habis, tergantung dari cara pemakaian, spesifikasi, dan ukuran baterai. Laptop terkadang disebut juga dengan komputer notebook atau notebook saja. Laptop hadir sebagai pengganti komputer untuk memudahkan user agar bisa dipakai dimanapun kapanpun. Produk laptop di toko online banyak diminati oleh konsumen. Selain itu, banyak juga penjual yang menjual alat elektronik seperti laptop dan komputer.

Di e-commerce Bukalapak, laptop berada di kategori “Komputer” di dalam sub kategori “Laptop”.

Laki-laki tersebut bercermin untuk melihat kumisnya yang hanya lebat di ujung. Penampilan seseorang menjadi salah satu yang menentukan kehidupan sosial orang tersebut. Kumis merupakan bagian penampilan dari seorang pria.

Seperti halnya jenggot dan rambut, kumis juga menggambarkan identitas kejantanan seorang pria. Untuk gaya kumis, style lebat atau tipis menjadi pilihan kebanyakan pria. Terdapat 10 model kumis pria, seperti, chevron, dali, english, fu manchu, handlebar, horseshoe, imperial, lampshade, painter brush dan pencil (maskoolin.com). Konsumen lebih banyak mencari obat perawatan seperti penumbuh rambut di toko online karena hanya sedikit orang yang menjualnya.

Untuk itu. Obat penumbuh rambut di Bukalapak berada di kategori “Perawatan dan Kecantikan” dalam sub kategori “Hair Care”.

Pada detik ke tujuh, dimana laki-laki tersebut menoleh ke kiri dengan tatapan serius, narator berbicara “disini kisahnya dimulai”. Dari narasi narator tersebut, dapat disimpulkan bahwa narator menyebutkan bahwa kisah laki-laki tersebut dimulai. Laki-laki tersebut dianggap sebagai pemeran utama dalam iklan ini. Tatapan serius yang diberikan laki-laki tersebut menggambarkan dirinya seperti tokoh pahlawan yang serius setiap saat. Tatapan serius merupakan salah satu komunikasi non verbal yaitu ekspresi wajah.

Ketika laki-laki tersebut bercermin, narator bernarasi “kisah yang membangkitkan jutaan harapan bagi mereka yang membutuhkan”. Diketahui bahwa narasi tersebut seperti narasi cerita pahlawan dimana seorang pahlawan memberi harapan untuk masyarakat yang membutuhkan pertolongannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Dia juga merupakan seseorang yang perbuatannya berguna bagi kepentingan orang banyak. Laki-laki tersebut dianggap sebagai orang yang mampu memberi harapan buat mereka yang membutuhkan pertolongannya yang membuatnya menjadi pahlawan dalam iklan ini.

Dalam suatu cerita pahlawan, pahlawan sebelum melakukan kebenaran selalu memiliki sebab kenapa harus dilakukan. Dengan tujuan mengganti barang yang rusak dapat membantu orang banyak yang merupakan penjual di Bukalapak.

Selain membantu UKM, pembeli juga memadatkan lalu lintas jual beli di e-commerce Bukalapak dan beralih ke toko online untuk belanja kebutuhan yang diinginkan.

Scene ini menggunakan teknik pencahayaan low key yang dipakai untuk memperlihatkan suasana suram dan muram terhadap objek. Pencahayaan tersebut mendukung membangkitkan suasana ketika seseorang mengalami kerusakan barang.

Teknik close up yang menyorot wajah pahlawan ketika menatap serius dan memeriksa kumisnya di cermin sambil di narasikan oleh narator memberi kesan intim terhadap pahlawan yang disebut pahlawan tersebut, sedangkan teknik medium shot ketika pahlawan menarik tali lampu menggambarkan ruangan yang gelap dan suram karena lampu mati. Rusaknya laptop, lampu dan tipisnya bagian tengah kumis pahlawan tersebut membuat dia ingin mengganti dan memperbaharui kerusakan barang dan kekurangan rambutnya.

Gambar Detik ke-19

Gambar Detik ke-22

Gambar Detik ke-25