• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Data

4.2.4 Analisis Scene Keempat Iklan Bukalapak

Pahlawan Memesan Berbagai Barang dari Bukalapak Gambar 4.4 :

Ilustrasi Scene Keempat (Detik 39-43) :

Sesudah memesan bohlam di scene ketiga, pahlawan dengan senyuman kemudian melanjutkan belanjanya dengan mengetikan kata rak polos, sepeda, cctv, laptop, cireng dan batu di kolom pencarian aplikasi Bukalapak di telepon genggamnya. Setelah itu masuk ke pengambilan gambar dari langit ke pemukiman warga dengan berbagai pemberitahuan pesanan baru Bukalapak berada diatas

pemukiman tersebut. Narator lalu melanjutkan narasinya yaitu “kalian pahlawan berjiwa besar” lalu scene berakhir.

Tabel 4.6 Ikon scene keempat

Penanda (Signifier) Petanda (Signified) Manusia dengan tinggi badan

ukuran orang dewasa, rambut pendek, berkumis, pakaian; kaus berwarna abu-abu dengan dalaman putih, perhiasan, jam.

(Pria Dewasa) Pahlawan Bukalapak

Kawasan perkotaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung penghidupan

Pemukiman Warga

Pada scene keempat, terdapat dua penggunaan teknik pengambilan gambar yaitu medium shot dan extreme long shot. Penggunaanmedium shot menimbulkan kesan hubungan yang personal dengan subjek dalam scene, yang terdapat pada detik ke 39 jelang ke-40 ketika pahlawan mengetikan pesanannya. Penggunaan extreme long shot menimbulkan kesan luas dan keluarbiasaan, yang terdapat pada detik ke-41 jelang ke-43 ketika kamera mengambil gambar pemukiman warga.

Sudut pandang pengambilan gambar menggunakan eye level shot dan high angle shot. Eye level shot membuat gambar terlihat sejajar antara subjek dan penonton sedangkan high angle shot menandakan adanya kekuasaan dan dominasi objek di scene tersebut. Eye level shot terjadi ketika pahlawan memesan barang di aplikasi Bukalapak di detik ke-39 jelang ke-40, sedangkan high angle shot terlihatketika kamera mengambil gambar pemukiman warga di detik ke-41 jelang ke-43.

Penggunaan tipe lensa di dalam scene keempat ini ada dua, lensa normal dan lensa wide. Lensa normal terkesan natural tanpa ada tekanan dimana pahlawan memesan barang di detik ke-39 jelang ke-40 sedangkan wide tampak dramatis yang terjadi ketika kamera mengambil gambar pemukiman warga di

detik ke-41 jelang ke-43. Untuk fokus lensa, scene keempat menggunakan deep focus yang membuat semua unsur dalam gambar menjadi penting.

Pencahayaan high key terlihat dominan di scene keempat ini. High key menggambarkan kesan senang dan ceria dari objek, subjek maupun latar. Scene ini memakai pewarnaan warm (kuning, oranye, merah dan abu-abu) yang terkesan penuh harapan, optimisme dan hasrat. Pewarnaan itu tampak pada saat cahaya masuk dari jendela ruangan ketika pahlawan memesan barang dan pengambilan gambar pemukiman warga yang kaya warna. Teknik penyuntingan cut digunakan secara keseluruhan dalam scene ini dimana perpindahan dari gambar satu ke gambar lainnya mewujudkan sebuah bentuk kesinambungan gambar.

1. Tataran Denotatif

Scene keempat diawali dengan pahlawan kembali mengetikan sesuatu di telepon genggamnya. Di depan telepon genggam tersebut terlihat kolom yang di dalamnya terdapat kata “rak polos”, “sepeda”, “cctv”, “laptop”, “cireng”, “batu akik” dengan foto dia disamping kolom tersebut dan gambar kaca pembesar berwarna putih disamping kirinya. Kaca pembesar menggambarkan arti pencarian pada umumnya dan tulisan lampu bohlam menandakan bahwa orang tersebut mengetikan dan mencari “rak polos”, “sepeda”, “cctv”, “laptop”, “cireng” dan

“batu akik” di aplikasi Bukalapak. Di saat laki-laki tersebut mengetik, narator berkata “kalian pahlawan berjiwa besar”. Dapat ditarik kesimpulan bahwa laki-laki tersebut adalah pahlawan yang disebut oleh narator di narasinya.’

Selanjutnya kamera menyorot pemukiman warga dari atas. Seketika di atas pemukiman warga tersebut muncul logo Bukalapak dengan tulisan “Pesanan Baru!” yang menandakan masuknya pesanan dagangandari aplikasi Bukalapak.

Dapat disimpulkan bahwa sebagian di pemukiman tersebut adalah penjual yang bekerjasama dengan Bukalapak.

Terdapat dua latar dari tempat terjadinya aktifitas diatas, pertama ruangan di suatu rumah dan yang kedua adalah pemukiman warga. Di ruangan tersebut hanya terdapat jendela yang dimasuki cahaya dan seorang pria berbaju abu-abu berkulit gelap. Pemukiman warga tampak seperti pemukiman biasa dengan

gedung pencakar langit di belakangnya. Warna dominan yang tampak dari scene keempat adalah hitam, putih, merah, abu-abu, hijau dan kuning.

2. Tataran Konotatif

Pahlawan kembali mencari barang di aplikasi Bukalapak, namun kali ini bukan satu tetapi enam barang yang dicari yaitu “rak polos”, “sepeda”, “cctv”,

“laptop”, “cireng” dan “batu akik”. Terdapat foto pahlawan di sebelah kiri tulisan barang menggantikan logo Bukalapak seperti di scene kedua dan ketiga. Foto pahlawan dimaksudkan Bukalapak sebagai foto profil pembeli ketika sedang memesan barang di aplikasi Bukalapak dan dapat dilihat langsung oleh penjual.

Kaca pembesar menggambarkan arti pencarian yang biasa dijumpai di toko online maupun search engine. Dapat disimpulkan bahwa Bukalapak memperlihatkan foto pembeli di aplikasinya agar diapresiasi penjual khususnya UKM. Selain itu, Bukalapak memberitahukan bahwa mereka memiliki segala jenis barang di toko online mereka termasuk batu akik yang jarang dijumpai di toko online lainnya.

Narator bernarasi “kalian pahlawan berjiwa besar”. “Berjiwa besar” dapat diartikan sebagai lapang dada, pembeli dengan senang hati membantu orang banyak. Jika dikaitkan dengan pahlawan, tampak pahlawan sedang mengetikan banyak pesanan dari banyak penjual sekaligus, dalam artian pahlawan tersebut membantu orang banyak dengan cara membeli barang mereka. Bukalapak memuji tindakan pengguna yang senantiasa membeli barang dari situs mereka dan bukan dari marketplace yang lain.

Setelah itu beralih ke potongan gambar di atas pemukiman warga di suatu kota. Diketahui pemukiman tersebut berada di dalam suatu kota karena ada banyak gedung pencakar langit dibelakangnya. Diatas pemukiman tersebut terdapat tulisan “BL” didalam kotak berwarna magenta dengan tulisan “Pesanan Baru!” di sebelahnya. Notifikasi “Pesanan Baru” merupakan pemberitahuan bagi penjual yang bekerja sama dan membuka toko online di Bukalapak. Karena notifikasi itu keluar dari atas rumah-rumah yang ada di pemukiman tersebut, maka dapat dipastikan bahwa rumah yang memiliki notifikasi tersebut merupakan penjual Bukalapak. Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa penjual dalam scene

ini adalah UKM, karena beroperasi di rumah tanpa adanya toko fisik. Bukalapak memperlihatkan kepada UKM di Indonesia, bahwa sudah banyak penjual seperti mereka yang bergabung bersama Bukalapak dan mendapatkan banyak pesanan penjualan karena membuka lapak di toko online Bukalapak.

Teknik high angle shot digunakan ketika pengambilan gambar pemukiman warga untuk memberikan pembeli, kesan kekuasaan terhadap UKM di pemukiman tersebut. Selain itu, Extreme Long Shot memberikan kesan keluarbiasaan terhadap subjek. Kesan keluarbiasaan ini diberikan kepada seluruh UKM di Indonesia, bahwa begitu luasnya jaringan UKM di Bukalapak.

Bukalapak membuat pemukiman tersebut terlihat seperti UKM di seluruh Indonesia, membuat pembeli membantu semua UKM di seluruh nusantara dengan belanja di situsBukalapak.

Lensa wide memberikan efek dramatis terhadap para penjual yang satu persatu mendapatkan notifikasi pesanan masuk. Bukalapak lewat scene ini berusaha untuk menyampaikan bahwa konsumen dapat membantu UKM seluruh Indonesia dengan membeli produk mereka di aplikasi Bukalapak. Serta memberitahukan kepada UKM seluruh Indonesia bahwa jaringan UKM di situsmereka sangat luas dan pasti mendapatkan pesanan barang dari pembeli di seluruh Indonesia.

Gambar Detik ke-44 Gambar Detik ke-48

4.2.5 Ilustrasi Scene kelima Iklan Bukalapak

Kebahagiaan Pedagang Usaha Kecil Menengah Cireng Gambar 4.5 :

Ilustrasi Scene Kelima (Detik 44-48)

Sesudah menerima pesanan dari pahlawan Bukalapak, pedagang cireng meluapkan kebahagiannya karena cirengnya terjual. Terlihat perempuan menempelkan poster ke dinding bertuliskan “Dia Makan Krispie Cireng Bandung” dengan foto pahlawan pelapak di tengahnya. Terdapat tulisan

“YESSS!!” yang terletak di bawah foto. Terdapat satu lelaki dewasa memakai baju berwarna putih dengan tulisan “Dia Makan Krispie Cireng Bandung” dan foto pahlawan di tengah bajunya yang kegirangan. Selanjutnya ada dua wanita dewasa yang mengekspresikan kesenangannya dengan cara memutar sayuran di udara dan mencium tangannya. Lalu ada wanita dewasa yang sedang melihat telepon genggam dengan notifikasi “Pesanan Baru” diatasnya. Narator lalu melanjutkan narasinya yaitu “memberi harapan untuk mereka yang kecil” lalu scene berakhir.

Tabel 4.7 Ikon scene kelima

Penanda (Signifier) Petanda (Signified) Manusia dengan tinggi badan

ukuran orang dewasa, rambut pendek, berkacamata, pakaian; kaus berwarna putih dengan foto pahlawan Bukalapak, jam.

(Pria Dewasa)

Penjual Krispie Cireng Bandung

Manusia dengan ukuran tinggi badan orang dewasa, payudara, rambut panjang, pakaian; baju kaus berwarna putih dengan foto pahlawan Bukalapak, memakai rok bunga

(Wanita Dewasa)

Penjual Krispie Cireng Bandung

Manusia dengan ukuran tinggi badan orang dewasa, payudara, rambut panjang, pakaian; baju kaus berwarna putih dengan foto pahlawan Bukalapak, memakai rok hitam, memegang sayur

(Wanita Dewasa)

Penjual Krispie Cireng Bandung (1)

Manusia dengan ukuran tinggi badan orang dewasa, payudara, rambut panjang, pakaian; baju kaus berwarna putih dengan foto pahlawan Bukalapak, memakai rok merah

(Wanita Dewasa)

Penjual Krispie Cireng Bandung (2)

Manusia dengan ukuran tinggi badan orang dewasa, payudara, rambut panjang, pakaian; baju kaus berwarna putih dengan foto pahlawan Bukalapak, memakai rok batik

(Wanita Dewasa)

Penjual Krispie Cireng Bandung (3)

Plastik berisi makanan cireng bewarna putih dengan label “Krispie Cireng Bandung” berwarna hijau.

Produk Cireng “Krispie Cireng Bandung”

Iklan berbentuk gambar atau tulisan yang ditempelkan di dinding berwarna hijau dengan foto pahlawan Bukalapak.

Poster Krispie Cireng Bandung versi Pahlawan Bukalapak

Bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh dengan foto pahlawan Bukalapak.

Baju Penjual Krispie Cireng Bandung versi Pahlawan Bukalapak

Pada scene kelima, keseluruhan scene menggunakan teknik medium shot.

Penggunaanmedium shot menimbulkan kesan hubungan yang personal dengan subjek, untuk memberikan gambaran bagus terhadap kebahagiaan penjual cireng secara menyeluruh. Sudut pandang pengambilan gambar scene kelima hanya menggunakan eye level shot. Eye level shot membuat gambar yang terlihat sejajar antara penonton dan objek di dalam scene tersebut.

Penggunaan tipe lensa untuk scene kelima ini adalah lensa normal. Lensa normal terkesan natural tanpa ada tekanan ketika penjual cireng mengeskpresikan rasa bahagianya. Untuk fokus lensa, scene kelima menggunakan deep focus yang membuat semua unsur dalam gambar adalah penting.

Pencahayaan high key terlihat dominan di scene kelima ini. High key menggambarkan kesan senang dan ceria dari objek, subjek maupun latar. Scene ini memakai pewarnaan warm (kuning, oranye, merah dan abu-abu) yang terkesan penuh harapan, optimisme dan hasrat. Pewarnaan itu tampak pada saat penjual cireng mengekspresikan kebahagiaannya di ruang terbuka. Teknik penyuntingan cut digunakan secara keseluruhan dalam scene ini dimana perpindahan dari satu gambar ke gambar yang lain mewujudkan sebuah bentuk kesinambungan gambar.

1. Tataran Denotatif

Scene kelima dimulai dengan poster yang di tempel oleh seroang perempuan. Poster yang ditempel bertuliskan “Dia Makan.... Krispie Cireng Bandung” dengan foto pahlawan. Dibawah foto pahlawan pelapak, terdapat tulisan “YESSS!!” dan logo halal yang terletak di samping foto. Logo halal membuktikan bahwa produk cireng tersebut sudah disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia. Poster itu menunjukan apresiasi penjual Krispie Cireng Bandung terhadap pahlawan yang membeli produk mereka.

Perempuan dewasa itu memakai baju bewarna putih dengan tulisan “Dia Makan Krispie Cireng Bandung” dengan foto laki-laki yang merupakan pahlawan yang terletak dibawahnya. Selain perempuan tersebut, terdapat laki-laki dewasa memakai kacamata dan tiga wanita dewasa lainnya yang memakai baju yang

sama. Hal ini menunjukkan bahwa selain poster, baju tersebut juga merupakan apresiasi mereka terhadap pahlawan yang membeli produk cireng tersebut.

Satu wanita dewasa memutar sayuran di udara dan ada satu wanita paruh baya lainnya mencium tangannya. Laki-laki yang memakai kacamata mengangkat tangannya keatas dan wanita yang menempelkan poster sebelumnya menari di tengah mereka. Satu perempuan lagi mengepalkan tangannya sambil melihat telepon genggamnya dengan senang. Di sebelah kanan telepon genggam perempuan tersebut muncul notifikasi “Pesanan Baru!” dengan logo Bukalapak disamping tulisan tersebut. Tulisan “Pesanan Baru!” tersebut yang menandakan masuknya pesanan pembeli dari aplikasi Bukalapak. Di sela-sela kebahagian penjual cireng tersebut, Narator melanjutkan narasinya yaitu “memberi harapan untuk mereka yang kecil”

Terdapat bungkus bewarna transparan dengan bentuk bulat berwarna putih didalamnya. Diluar bungkus tersebut terdapat label hijau yang mirip dengan poster. Disebelah bungkus, terdapat kotak dengan label Bukalapak diluar. Dapat diketahui bahwa orang yang ada di dalam scene ini adalah penjual cireng dengan label “Krispie Cireng Bandung” yang bekerjasama dengan toko online Bukalapak.

Cireng diangkat sebagai salah satu produk didalam iklan ini. Produk ini merupakan makanan tradisional nusantara yang berasal dari Sunda. Selain itu, produk ini mewakili produk kuliner yang ada di Bukalapak. Cireng merupakan makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji atau tapioka.

Latar dari tempat terjadinya aktifitas diatas adalah halaman suatu rumah.

Di halaman tersebut tampak berbagai macam peralatan masak seperti panci, wajan, juga rak piring dan gelas. Terdapat lima orang di halaman tersebut, dua perempuan dewasa, dua perempuan paruh baya dan laki-laki dewasa yang merupakan pemilik dari toko tersebut. Warna dominan yang tampak dari scene kelima adalah hitam, hijau, putih, merah, dan kuning.

2. Tataran Konotatif

Salah satu penjual “Krispie Cireng Bandung” yang sedang menempelkan sebuah poster di dinding. Poster berisi tulisan “Dia Makan Krispie Cireng Bandung” dan foto pahlawan di tengah poster. Selain foto, ada juga tulisan

“YESSS!!” dibawah foto dan logo halal di sampingnya. Poster adalah pengumuman atau iklan berbentuk gambar atau tulisan yang ditempelkan di dinding, tembok, atau tempat-tempat umum yang strategis agar mudah diketahui banyak orang.

Penjual menempel poster berbentuk pengumuman, ditandai dengan tulisan

“Dia Makan Krispie Cireng Bandung” yang bersifat informatif meskipun ada sedikit unsur pemasaran. Sebab unsur pemasaran tersebut adalah foto laki-laki yang dipajang dalam poster tersebut adalah seorang pahlawan. Pahlawan merupakan salah satu orang yang memiliki pengaruh di masyarakat. Dengan begitu, sebagian masyarakat mengikuti kehidupan pahlawan, dari tingkah lakunya maupun gaya hidupnya sehari-hari. Jika masyarakat mengetahui bahwa pahlawan memakai atau memakan suatu produk, maka orang yang terpengaruh oleh pahlawan akan ikut memakai barang yang sama. Bukalapak menonjolkan salah satu aspek ketika seorang pahlawan diapresiasi oleh masyarakat, dalam iklan ini pahlawan tersebut adalah pembeli dan masyarakat tersebut adalah UKM.

Selain poster, penjual juga memakai baju yang isinya hampir sama dengan poster yang ditempel sebelumnya. Baju tersebut berwarna putih dengan tulisan

“Dia Makan Krispie Cireng Bandung” dan foto pahlawan yang terletak di tengah.

Seperti halnya poster tadi, baju yang dipakai penjual merupakan bentuk apresiasi penjual cireng tersebut terhadap pahlawan juga sebagai media promosi dan informasi bahwa pahlawan sudah memakan produk mereka. Baju merupakan kebutuhan sekunder manusia yang dipakai sehari-hari. Tidak seperti poster yang hanya berada di dinding dan menunggu orang melewatinya agar pesannya sampai, baju yang dipakai penjual setiap saat dapat menjadi media promosi yang bergerak dan tidak berada di satu tempat saja.

Terdapat lima orang dalam scene tersebut, satu laki-laki dan empat wanita yang memakai baju yang sama. Dapat dipastikan bahwa mereka adalah penjual Krispie Cireng Bandung. Selain itu tampak kotak dengan label “Bukalapak” yang

berada disebelah bungkus dengan isi berbentuk bulat berwarna putih berlabel warna hijau. Diketahui bahwa mereka merupakan salah satu penjual di Bukalapak.

Di sebelah kanan telepon genggam salah satu perempuan di dalam scene tersebut muncul notifikasi “Pesanan Baru!” yang menandakan masuknya pesanan pembeli dari aplikasi Bukalapak. Hal ini memperkuat kenyataan bahwa mereka adalah penjual yang bekerjasama dengan Bukalapak.

Latar scene menunjukan bahwa mereka sedang berada di halaman suatu rumah. Dengan adanya peralatan masak, rak piring dan produk mereka, membuktikan bahwa mereka melakukan usahanya di rumah sendiri. Karena usaha mereka dirumah dan belum memiliki toko fisik, maka dapat dipastikan bahwa mereka adalah UKM. Bukalapak membuktikan bahwa mereka mampu membantu UKM dengan menyediakan lahan untuk membuka toko online di situs mereka.

Mereka menyediakan lapak bagi masyarakat yang ingin berusaha tanpa harus mempunyai toko fisik.

Hiperbola kembali digunakan Bukalapak untuk mengekspresikan kebahagiaan UKM. Yang dilebih-lebihkan adalah poster dan baju yang dipakai dan dibuat oleh penjual “Krispie Cireng Bandung”. Untuk seukuran produk yang terjual, penjual mau membuatkan baju khusus untuk pahlawan dan posternya seakan pahlawan yang menyelamatkan usaha mereka dari kebangkrutan.

Kebahagiaan tersebut didukung dengan pencahayaan high key yang dibuat dalam scene ini, menggambarkan suasana riang dan ceria. Dalam scene ini, Bukalapak memperlihatkan besarnya apresiasi dari UKM kepada pembeli yang di tunjukan oleh poster dan baju.

Kebahagiaan penjual cireng diiringi narasi narator yaitu “memberi harapan bagi mereka yang kecil”. Mereka yang kecil dimaksudkan sebagai UKM. Mereka menjadi inti dari iklan “Jadilah Pahlawan Untuk Satu Juta UKM di Bukalapak”.

Jika dibandingkan dengan grosir atau toko besar, penjualan mereka relatif kecil.

Kalimat “memberi harapan” ditujukan Bukalapak terhadap pembeli yang merupakan pahlawan UKM seluruh Indonesia. Bukalapak bermaksud untuk mengajak penonton dan calon pembeli untuk membantu program “Pahlawan

Gambar Detik ke-50 Gambar Detik ke-52

Pelapak” Bukalapak, yang bertujuan untuk meningkatkan perkembangan ekonomi mikro di Indonesia.

Tidak sedikit UKM yang membuat kuliner sebagai bidang usahanya, karena makanan merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Terlebih cireng yang merupakan makanan tradisional, membuat produk tersebut sudah memiliki pelanggan tetap di daerah tempat makanan tersebut terkenal.Selain memperlihatkan apresiasi dan kebahagiaan UKM di Bukalapak, Bukalapak juga menunjukan bahwa di situs belanja online mereka dapat membeli produk makanan tradisional yang salah satunya adalah cireng.

4.2.6 Analisis Scene Keenam Iklan Bukalapak

Perempuan Selfie dengan Standing Banner Pahlawan Bukalapak Gambar 4.6

Ilustrasi keenam (Detik 49-52)

Di scene keenam ini, seorang perempuan dewasa tampak selfie dengan replika dari pahlawan yang merupakan pahlawan pelapak di depan pelataran koridor pertokoan sebuah pasar. Dengan berbagai ekspresi dia berswafoto dengan replika pahlawan tersebut. Narator lalu melanjutkan narasinya, “atas nama satu juta UKM, Bukalapak berterima kasih”, lalu scene berakhir.

Tabel 4.8 Ikon scene keenam

Penanda (Signifier) Petanda (Signified) Manusia dengan tinggi badan ukuran

orang dewasa, rambut panjang, payudara,pakaian; kaus lengan panjang berwarna merah.

(Wanita Dewasa) Dian Katro

Replika standing banner berbentuk manusia dengan tinggi badan ukuran orang dewasa, rambut pendek, pakaian; kaus berwarna hitam dengan dalaman merah.

Replika Pahlawan Pelapak

Pada scene keenam, keseluruhan scene menggunakan teknik medium shot.

Penggunaanmedium shot menimbulkan kesan hubungan yang personal dengan subjek dalam scene, untuk memberikan gambaran terhadap kebahagiaan masyarakat sebagai penggemar seorang pahlawan. Sudut pandang pengambilan gambar scene kelima hanya menggunakan eye level shot. Eye level shot membuat gambar yang terlihat sejajar antara perempuan yang merupakan subjek dengan penonton iklan tersebut.

Penggunaan tipe lensa untuk scene keenam ini adalah lensa normal. Lensa normal terkesan natural tanpa ada tekanan, dipakai ketika perempuan tersebut mengeskpresikan kebahagiaanya. Untuk fokus lensa, scene keenam menggunakan selective focus yang membuat pandangan penonton tertuju pada satu objek, tampak ketika latar di blur dan hanya objek yang fokus.

Pencahayaan high key terlihat dominan di scene keenam. High key menggambarkan kesan senang dan ceria dari objek, subjek maupun latar. Scene ini memakai pewarnaan warm (kuning, oranye, merah dan abu-abu) yang terkesan penuh harapan, optimisme dan hasrat. Pewarnaan itu tampak pada saat perempuan tersebut mengekspresikan kebahagiaannya di koridor suatu pasar. Teknik penyuntingan cut digunakan secara keseluruhan dalam scene ini dimana

perpindahan dari gambar satu ke gambar lainnya mewujudkan sebuah bentuk kesinambungan gambar.

1. Tataran Denotatif

Scene keenam diawali oleh seorang perempuan dewasa yang mengeluarkan telepon genggamnya dan berpose dengan replika seorang laki-laki.

Pose pertama dia memajukan bibirnya sambil mengatur telepon genggamnya dengan tangan kanannya, kedua dia mendekatkan pipinya ke pipi replika laki-laki tersebut dan yang ketiga dia berpose membuka mulutnya lebar-lebar sambil melihat ke telepon genggamnya. Dapat disimpulkan bahwa apa yang dilakukan oleh perempuan tersebut adalah swafoto. Swafoto adalah jenis foto diri sendiri menggunakan telepon genggam atau kamera digital. Selain itu, replikatersebut memiliki deskripsi yang sama dengan pahlawan yang merupakan pahlawan pelapak. Di sela-sela perempuan tersebut berswafoto, narator bernarasi “atas nama satu juta UKM, Bukalapak berterima kasih”.

Latar dari tempat terjadinya aktifitas diatas adalah koridor suatu pasar. Di belakan aktor dalam scene tersebut tampak toko dengan pemiliknya didepan.

Terdapat dua orang di halaman tersebut, satu wanita penjaga toko dan perempuan

Terdapat dua orang di halaman tersebut, satu wanita penjaga toko dan perempuan