• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANDI ALBAR

Dalam dokumen Sistem Informasi Desa dan Kawasan (Halaman 36-43)

[Tolitoli – Sulawesi Tengah]

“Sideka” dalam posisinya sebagai “cara baru” menghadirkan “Negara”. Dalam menempuh jalan benar untuk merealisasi tujuannya.

Tentunya dalam mewujudkan cita-cita yang mulia ini, perlu adanya informasi dan data-data yang dibutuhkan yang akan digunakan dalam mengkaji serta merumuskan strategi yang tepat, cepat serta terarah pada sasarannya. Keakurasian data sangatlah menentukan keberhasilan strategi yang diterapkan, kesalahan data dapat mengakibatkan kesalahan fatal yang disebabkan informasi yang diperoleh berbeda dengan faktanya sehingga mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam membuat formulasi yang akhirnya tujuan dan sasaran tidak tercapai.

Dengan adanya sideka sebagai cara barudalam menghadirkan Negara untuk mencapai tujuannya merupakan langkah strategis. Dimana masyarakat di desa didorong memberikan informasi secara sadar dan partisipatif ke dalam sistem informasi. Sehingga Negara dapat dengan mudah dan cepat mengakses data-data serta informasi yang dibutuhkan dalam menyusun strategi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya masyarakat yang

berada pada wilayah perdesaan. Bukan hanya itu dengan adanya sistim informasi akan terjadi transfer informasi baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah khususnya mengenai kebijakan dan informasi lainnya yang dibutuhkan desa dan para pihak lainnya.

Pandangan tentang posisi dan strategi pergerakan pendampingan, dan karenanya perlu diuraikan kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan pandu dan bagaimana cara mendapatkan kemampuan tersebut.

Tentunya dalam mewujudkan tercapai tujuan SIDEKA, akan sangat sulit tanpa adanya peran pendampingan/pandu. Dimana seorang pandu harus memiliki kapasitas, kemampuan dalam memfasilitasi serta komunikasi secara efektif sehingga dapat memberikan semangat serta motifasi kepada masyarakat di desa untuk segera mengetahui dan melibatkan secara langsung dirinya dalam sistim informasi.

Seorang Pandu harus memiliki karakter, moral dan semagat kepedulian yang tinggi sebagai modal awal dalam peranannya sebagai pendamping di desa. Hal ini dapat dimiliki seorang pandu kalau pandu mengetahui keadaan serta fakta-fakta yang ada dalam area tugasnya. Kepedulian ini akan lahir ketika seorang pandu mulai berinteraksi secara langsung, menyaksikan secara langsung apa yang dia lihat dalam kehidupan social suatu wilayah perdesaan. Disamping itu kemampuan dalam berinteraksi dan melakukan pendekatan-pendekatan sosial serta analisa yang kuat juga harus ada pada diri pandu, tentunya ini dapat diperoleh dari proses pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan peran dan fungsinya di desa. Dan pengalaman-pengalaman seorang pandu dalam social kemasyarakatan merupakan nilai tambah seorang pandu pengetahuan yang diperolehnya dapat membantu tugas-tugasnya yang tentunya dikombinasikan dengan penguatan yang diperoleh

lewat pelatihan dasar.

Usulan konkret tentang bagaimana melakukan langkah- langkah percepatan dalam mewujudkan sideka yang bermakna bagi desa.

1. Memberikan penguatan kapasitas lewat pelatihan para Pandu yang sesuai dengan tugas-tugasnya

2. Memberikan penempatan tugas kepada pandu ke wilayah- wilayah desa sasaran sesuai dengan daerah asalnya, yang diharapkan sudah mengetahui keadaan kultur budaya, adat- istiadat daerahnya.

3. Mengkordinir para pandu dengan menugaskan tenaga Koordinator di wilayah kabupaten guna memudahkan komunikasi yang efektif kaitannya terhadap tugas.

4. Mengevaluasi secara rutin pencapaian pandu dalam melaksanakan tugas-tugasnya di desa.

ATMAWATI

[Pesisir Selatan – Sumatera Barat]

1. Pandangan tentang “Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa)” dalam posisinya sebagai cara baru menghadirkan Negara sedemikian rupa sehingga “negara” menempuh jalan benar dalam merealisasikan tujuannya.

a. Membangun Sistem Informasi Desa dan kawasan (SIDeKa) sangat penting dan dibutuhkan desa untuk memperkuat database di desa sehingga data base dapat tertata dengan baik, pelayanan menjadi lebih efisien.sehingga perencanaan pembangunan serta kebijakan di desa diputuskan berdasarkan data lapangan .pentingnya kebijakan satu data dengan kualitas data yang baik, akurat dan mutakhir serta tepat dapat bermanfaat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan dasar dalam memutuskan sebuah perencanaan di desa.

b. Desa sebagai unit pemerintahan terkecil, memiliki pekerjaan baru yang besar,desa juga akan mengelola dana yang besar,desa sebagai subjek pembangunan kedepan sehingga sistem Informasi desa (SIDeKa) sangat perlu dikembangkan di desa sehingga akan terujud Transparansi dan akuntable di

desa.

c. SIDeKa akan dapat membantu desa dalam membuat kebijakan yang diambil benar benar dapat menyentuh dan menyelesaikan persoalan rakyat sesuai dengan tujuan Negara dan didukung dengan UU No. 6 Tentang desa Pasal 86 mengenai Dasar Hukum Sistem Informasi Desa.

2. Pandangan tentang posisi dan Strategi pergerakan pendampingan , dan karenanya perlu diuraikan kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan pandu dan bagaimana cara mendapatkan kemampuan tersebut.

Posisi dan Strategi pergerakan Pendampingan :

Posisi pendamping peranannya sangat penting dan strategis, saat ini masih sangat dibutuhkan oleh negara dan masyarakat, keberadaannya sangat dibutuhkan oleh Negara untuk mengawal pembangunan desa dan sangat dibutuhkan desa/ masyarakat untuk memperkuat pemerintahan desa .

Seorang pendamping harus mempunyai kemampuan adaptasi yang baik. Kemampuan mengorganusir masyarakat, peningkatan kapasitas dan berbaur hidup bersama masyarakat sehingga dapat menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat dan mendorong kemandirian masyarakat sehingga tidak bergantung pada Pendamping dalam keberlanjutan program kedepan.

Kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan pandu:

1. Pemahaman tentang UU Desa no.6 Tahun 2014 dan PP Pendukungnya.

3. Teknik Fasilitasi , Advokasi dan Mediasi 4. Teknik PRA(Participatori Rural Appraisal) 5. Teknik Perencanaan Pembangunan Desa.

6. Kemampuan dalam mengelola Sistem Informasi (dalam hal kaitannya dengan SIDeKa)

Cara mendapatkan kemampuan tersebut dengan membaca, belajar, berlatih/melalui pelatihan, diskusi.

3. Usulan konkrit tentang bagaimana melakukan langkah-langkah

percepatan dalam meujudkan SIDeKa yang bermakna bagi desa.

1. Melakukan Koordinasi dan Sosialisasi dengan pemerintahan setempat (Bupati, Camat, Kepala Desa) tentang Program SIDeKa dan sekaligus menentukan jadwal yang tepat (singkronisasi/ Integrasi dengan acara kecamatan) untuk mengumpulkan seluruh Kepala desa per Kecamatan untuk Sosialisasi.

2. Melakukan Sosialisasi dengan Kepala Desa tentang Program SIDeka, menyangkut Tujuan, Manfaat dan Peran SIDeKa kedepan dalam memyongsong Pembangunan desa yang lebih Transparan dan akuntable.

3. Menfasilitasi dan mendampingi desa dalam SIDeKa (Mengisi Form Pendaftaran, Membuatkan email desa, membuatkan website desa)

4. Memfasilitasi agar di masing masing desa terdapat pandu yang bisa dikaderkan agar website desa dapat diisi dan di update sesuai dengan perkembangan informasi yang ada di desa. 5. Menfasilitasi Pemerintahan daerah agar dapat

tunjangan insentif untuk kader pandu yang mengupdate web desa.

6. Menfasilitasi pelatihan pelatihan mandiri agar kader pandu desa dapat mengembangkan potensi dan kreatifitasnya.

Dalam dokumen Sistem Informasi Desa dan Kawasan (Halaman 36-43)