[Kotawaringin Barat – Kalimantan Tengah]
Pertanyaan Tulisan Pasca Pelatihan
1. Pandangan tentang “Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa)” dalam posisinya sebagai “cara baru” menghadirkan “Negara” sedemikian rupa sehingga “Negara” menempuh jalan benar dalam merealisasi tujuannya.
2. Pandangan tentang posisi dan strategi pergerakan pendampingan, dan karenanya perlu diuraikan kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan pandudan bagaimana cara mendapatkan kemampuan tersebut.
3. Usulan konkret tentang bagaimana melakukan langkah-langkah percepatan dalam mewujudkan SIDeKa yang bermakna bagi desa.
Jawab :
1. Pandangan saya tentang Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) Merupakan cara baru yang inovatif dan kreatif dalam menghadirkan “negara” sebagai jalan yang benar dalam merealisasikam tujuannya. Meskipun perlu pembuktian di lapangan
namun cara ini cukup jitu dalam merealisasikan prinsip desa membangun, dimana masyarakat desa terutama masyarakat Desa pesisir yang selama ini termarginalkan akan terangkat harkat dan martabatnya dikarenakan mudahnya bagi masyarakat desa dalam menerima informasi apapun yang diperlulkan. Dengan SIDeKa Kita mampu mewujudkan impian – impian bangsa kita dalam mensejahterakan seluruh masyarakat indonesia terutama masyarakat desa yang selama ini hanya sebagai masyarakat kelas dua yang tidak pernah dilibatkan dalam peran serta pembangunan maupun menikmati hasil dari pembangunan yang ada dinegeri ini. Masyarakat desa merupakan bagian masyarakat indonesia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun bangsa dan negara kita.
2. Untuk mewujudkan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) sangat diperlukan pergerakan pendampingan. Namun pendamping yang diperlukan adalah pendamping yang memiliki kemampuan, pemahaman, dan keahlian serta niat yang ikhlas dalam melaksanakan tugasnya. Adapun kemampuan dasar yang harus dimiliki pendamping antara lain
o Memahami sistem perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemantauan Pembangunan Desa.
o Menguasai wilayah tugasnya
o Mampu beradaptasi dengan masyarakat setempat o Memiliki jiwa pemberdayaan / tidak matrialistis
o Mampu bekerja sama dengan Aparatur desa dan masyarakat desa
o Mampu bertugas di bawah tekanan o Mampu mengendalikan emosi o Berjiwa besar
o Memiliki integritas dan kredibiltas yang baik
o Memiliki visi dan misi yang jelas dalam rangka membangun bangsa dan negara
Untuk mendapatkan kemampuan itu maka yang diperlukan adalah: o Pelatihan2 yang dilaksanakan secara rutin sesuai kebutuhan
materi di lapangan
o Mendapat informasi dari sumber yang tepat o Pengembangan diri
o memiliki sifat teachable / sifat mau belajar
o Dukungan pemerintah baik secara moral maupun materil. o Dukungan dari Komunitas
3. Usulan kongkrit tentang bagaimana melakukan langkah-langkah percepatan dalam mewujudkan SIDeKa yang bermakna bagi desa antara lain :
o Sosialisasi disetiap kesempatan baik melalui pertemuan, pelatihan, media masa/ media cetak, media elektronik, Jejaring sosial.
o Memberikan cara mudah untuk meoperasionalkan dan merealisasikan SIDeka bagi masyarakat Desa.
FANDHOLI, S.Pd
[email protected] [Batang – Jawa Tengah]1. Pandangan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) dalam posisinya sebagai cara baru yang menghadirkan Negara Sedemikian Rupa Sehingga Negara menempuh Jalan benar dalam merealisasikan tujuannya.
SIDeKa adalah salah satu Program yang terbaru dan terbaik yang memanfaatkan IT untuk tata kelola Informasi dan tata kelola sumberdaya desa dan kawasan. Karena pada prinsipnya dengan program pemanfaatan IT semua persoalan dan yang terkait kesejahteraan akan mudah diketahui dan bisa dicari solusinya. Kenapa desa selama ini pembangunannya lamban dan terkesan lamban , karena sebelumnya Desa belum memanfaatkan IT sehingga permasalahan desa seperti data penduduk dan data kemiskinan tidak akurat sehingga program pemerintah tidak tepat sasaran.
Desa dan daerah kawasan merupakan subyek pembangunan yang memiliki ruang kesempatan yang luas untuk tumbuh dan berkembang sebagai kekuatan yang mendorong percepatan pembangunan di Indonesia. Persoalan mendasar selama ini , kenapa pembangunan di desa dan daerah kawasan kurang maju,bahkan
kesannya lembaga-lembaga struktural desa seolah-olah tidak mendapat tempat dan terkucilkan sehingga pemerintah desa dan lembaga-lembaga masyarakat desa menjadi mandul. Program Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa)dapat menjawab atas persoalan desa dan daerah kawasan.
Program SIDeKa dapat mendorong Prakarsa, Ide tentunya dengan memperkuat akses Informasi Desa, antar desa maupun kawasan pedesaan. Sebagai contoh : Daerah Kawasan Pantai wisata Celong merupakan salah satu pantai wisata yang berada di daerah Kabupaten Batang tepatnya di Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih. Pantai ini sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar baik hasil produksi ikan maupun lingkungan yang asri sehingga sangat menarik untuk dijadikan obyek wisata. Tetapi kesemuanya itu tak dapat dikembangkan tanpa SIDeKa. Sistem Infoermasi Desa dan Kawasan inilah yang akan membawa perubahan baru karena dengan adanya SIDeKa Maka potensi-potensi yang ada di desa dan daerah kawasan akan di angkat ke ranah publik bahkan go Internasional sehingga harapan-harapan dan impian yang belum terealisasi akan menjadi nyata dan kemajuan akan segera dirasakan manfaatnya. SIDeKa dipandang akan mampu membawa perubahan yang sangat signifikan dalam pembangunan menuju Indonesia yang maju dan Rakyat Sejahtera.
2. Pandangan tentang posisi dan strategi pergerakan pendampingan, dan karenanya perlu diuraikan kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan pandu dan bagaimana cara mendapatkan kemampuan tersebut.
Dengan adanya Undang-undang baru tentunya diharuskan seorang pandu harus memiliki semangat baru, karena dengan
semangat baru kita mampu berdialog dengan kebutuhan lokal sehingga segala harapan untuk memajukan desa akan segera terealisai dan bukan sekedar hisapan jempol belaka. Di sini menjadi tantangan baru untuk melakukan pendampingan yang terus dilakukan secara beruntun dan tak kenal lelah, tentunya sesuai kebutuhan dan fungsinya.
Adapun kemampuan yang sangat dibutuhkan seorang pandu diantaranya ,sebagai berikut :
1. Kemampuan Penguasaan terhadap undang-undang desa dan aturan lainya yang berhubungan dengan desa.
2. Kemampuan Pengorganisiran dan advokasi kebijakan serta fasilitas
3. Kemampuan pengemasan berita dan informasi
4. Kemampuan mengelola website seperti unggah konten, promosi desa dan lain-lain.
5. Kemampuan membuat Instalasi sistem operasi terbuka 6. Kemampuan membuat Instalasi sistem informasi mitra desa
lainnya.
7. Kemampuan perencanaan pembangunan desa,
Perlu kita sadari membangun desa merupakan pendekatan yang ideal dilakukan dengan ruhnya Undang-undang desa. Namun tidak serta merta atau semudah membalikkan telapak tangan untuk pelaksanaannya. Pendampingan perlu ada strategi agar kehadirannya bisa diterima oleh pemerintah desa.
3. Usulan kongkrit tentang bagaimana melakukan langkah-langkah percepatan dalam mewujudkan SIDeKa yang bermakna bagi desa.
mewujudkan SIDeKa yang bermakna bagi desa itu banyak langkah dan upaya-upaya. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya sebagai berikut :
1. Desa harus meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik, efektif dan efesien demi memajukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat.
2. Desa sudah saatnya memulai melakukan hal yang baru seperti pengembangan tentang:
a. Tata perencanaan b. Penganggaran
c. Pelaksanaan Pembangunan yang akuntabel dan transparan.
d. Sistem Informasi yang mudah diakses oleh masyarakat desa. Tentunya desa dan daerah kawasan harus memiliki website desa, dan nantinya dengan adanya website ini diharapkan bisa memberi informasi tentang pembangunan desa atau potensi-potensi desa yang dapat diketahui oleh masyarakat desa pada khususnya bahkan dunia Internasional.
3. Desa dan daerah kawasan wajib mengembangkan Sistem Informasi Desa melalui pendekatan yang lebih akomodatif dan aspiratif sehingga percepatan pembangunan akan segera terealisasikan.
Langkah-langkah percepatan dalam mewujudkan Sideka agar lebih bermakna bagi desa adalah:
a. Dukungan regulasi dari pemerintah pusat harus disegerakan yang akan dijadikan pedoman bagi pemerintah di daerah dan desa
desa tertinggal tentunya perlu disegerakan dengan peningkatan anggaran yang memadai.
c. Peran aktih pemerintah dalam mendorong CSR untuk penyediaan layanan jaringan dan perangkat lunak untuk desa- desa tertinggal
d. Revitalisasi mikanisme pendataan baik dari BPS, Disdukcapil, badan informasi Geospacial (BIG) maupun oleh instansi- instansi terkait lainnya dan validasi basis data
e. Ada idetintas yang jelas legalitasnya dan disepakati pada domain desa di internet.
f. Subsidi dari pemerintah untuk biaya registrasi dan hosting minimum 1 tahun di desa-desa rintisan
g. Penganggaran dari masing-masing daerah untuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan Sideka dan bantuan fasiltias dari BP2DK bagi daerah-daerah yang masih sulit untuk diajak kompromi bagi pengembangan Sideka.