• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGAIMANA CARA KERJANYA?

Dalam dokumen Fisika Eter Rahasia.pdf (Halaman 118-124)

Sebagai sebuah “proses pengelasan”, proses ini ‘disuangkan’ oleh pengelasan MIG dan TIG, yang tak satu pun dari keduanya mampu menyamainya dalam hal penggunaan dan efisiensi pengelasan. Karena proses pengelasan tersebut merupakan satu-satunya penggunaan “publik” bertahun-tahun lalu, proses-proses “baru” memungkinkan industri melemparkan proses-proses “usang” itu ke dalam tumpukan sampah (kecuali untuk penggunaan ‘rahasia’ oleh mereka). Proses-proses “baru” dipromosikan oleh “Anda-Tahu-Siapa-Mereka”, dengan mendorong para penyuplai alat pengelasan dan perusahaan-perusahaan tenaga listrik di level mereka sendiri. Banyak barang kuno seperti tangki, trafo, meteran, torch, elektroda, gas, flux, tenaga listrik, dan lain-lain, yang dijual dengan keuntungan besar. Jika masyarakat menghasilkan hidrogen sendiri untuk pengelasan di rumah, berapa banyak peralatan, suplai, dan tenaga yang akan mereka beli?

Bagaimanakah atom hidrogen memperoleh energinya, jika bukan dari “eter”? Tak heran penguasa sains tidak ingin Anda mengetahui bahwa ada eter.

Jika kita mempercayai “hukum kekekalan energi”, sebagaimana ditafsirkan oleh penguasa ‘sains’ (yang relativistik dan mengabaikan eter), proses ini mustahil, tapi menggunakan data yang tersedia dari buku-buku ‘standar’, saya telah membuktikan bahwa energi input sebesar 103 kal/gram dengan suatu cara telah ‘diperbesar’ menjadi 109.000 kal/gram molekul hidrogen—kelipatan lebih dari 1.058 kali—atau bahwa, dengan menggunakan hidrogen sebagai “medium”, bahwa 103 kalori tersebut adalah ‘bibit’ energi (disebut “energi aktivasi”), memicu penangkapan netto 108.897 kal/gram molekul oleh atom hidrogen, dari “eter”.

Proses “atom helium” yang sama fenomenalnya (telah dijelaskan dalam

Space Aliens) adalah 4,6 kali lipat dari output ini. Itu bisa dilakukan dengan

cara yang sama, dan menghasilkan jenis energi listrik dan juga perubahan radiasi menjadi energi panas yang sama, di mana “massa” hanya merupakan “medium” yang digunakan dalam proses tersebut. Prinsip yang sama dipakai oleh Proses Atom Hidrogen, dalam Method and Means of Converting Atomic

Energy into Utilizable Kinetic Energy-nya Josef Papp (Patent No. 3.670.494, 20

Juni 1972), dan beberapa penemuan lain yang disebutkan di sini. Jika proses-proses ini menggunakan energi listrik sebanyak yang dihasilkan, dan energi listrik merupakan produk akhir yang dicari, apa jadinya penggunaan proses tersebut, ya kan? Pada angka 30 mil per galon untuk n-Heptane, helium dapat mencapai 42,86 kali lipat dari itu, atau sekitar 1285,8 mil per pon.

Menurut Scientific Encyclopedia Van Nostrand, edisi ke-5, Van Nostrand Reinhold Co. (1976), pembombardiran elektron sederhana gas helium, di sebuah chamber khusus, menstimulasi atom helium menjadi isotop radioaktif temporer yang ber-half-life23 sangat singkat. Dalam status ini, atom helium melepaskan elektronnya, menaikkan satu elektron ke status 2 (ia bertahan dalam status ini selama waktu yang sangat singkat), dan setelah itu melepaskan 460.000 kal/gram-atom (per gram helium) saat atom yang terstimulasi itu kolaps kembali ke status dasarnya. Panasnya berbentuk photon. Ini serupa dengan proses atom hidrogen, sebagaimana telah saya ilustrasikan. Menurut teori saya, sementara awan-awan elektron berada dalam status terstimulasi (mengembang), mereka menggumpal dan mengkonversi energi dari ZPR.

Rupanya saat hidrogen melewati arc, medan magnet dan listrik, plus panas, menyediakan energi aktivasi yang memicu ‘penangkapan’ tambahan

108.897 kal/gram molekul energi penguraian endotermis oleh molekul. Mungkinkah hal ini terjadi? Karena setiap atom hidrogen terdiri dari satu proton dan satu elektron (masing-masing dengan sepasang muatan setara dan berlawanan), kita mengira bahwa gaya pengikat di antara molekul-molekul sangatlah lemah, tapi ketika atom-atom terpisah, mereka mengembang hingga berukuran sangat besar—sebab ion-ion negatif lebih besar dibanding atom-atom non-logam yang darinya mereka terbentuk— mencakupi volume besar Materi Omni (istilah yang saya pakai untuk “eter”). Pada saat rekombinasi, volume atom-atom menyusut, sebab kelebihan energi yang ‘terkumpul’ diperas dari eter sebagai free energy (panas). Penguraian “endotermis” hanya menyerap 103 kal/gram molekul, tapi pada saat rekombinasi, atom-atom secara “eksotermis” menghasilkan netto 108.897 kal/gram molekul. Bagaimana persisnya ini terjadi?

Sebagaimana dinyatakan dalam Space Aliens, menurut teori saya, seluruh ruang dipadati dengan “Partikel Omni” (A.K.A. “eter”). Materi padat, sangat halus, dan sepenuhnya transparan, tapi sulit ditangkap ini, diinterpenetrasi secara omnidirectional oleh sesuatu yang disebut Zero Point Radiation (“ZPR”), berfrekuensi dan bervoltase demikian tinggi, yang sulit untuk diukur atau dipahami. Radiasi ini berada dalam keadaan setimbang (non-relativistik), oleh karenanya disebut sebagai radiasi “Zero Point”.

Fakta-fakta yang terbukti oleh proses atom hidrogen, dijelaskan dengan keterlibatan Materi Omni dan ZPR, dilarang oleh teori relativitas dan mekanika quantum, di mana osilator harmonis sederhana tak mungkin memiliki status energi kinetik nol tak bergerak, sebab status dasar masih memiliki setengah quantum energi dan gerakan sesuai, sedangkan menurut kaidah relativitas ‘lainnya’, prinsip energi kinetik tak dapat diterapkan pada radiasi elektromagnetik (ZPR). Karena relativitas juga menolak eksistensi eter, tak ada sesuatu di “ruang hampa” untuk memuat energi pancaran semacam itu, dan proses atom hidrogen harus menciptakan energinya dari “nihil”, karenanya melanggar hukum kekekalan energi, sebagaimana disalahtafsirkan oleh para relativis, yang memandang semua fungsi energi sebagai bagian dari produk ‘turunan berliku-liku’ BIG BANG “awal”.

Anda bisa melupakan apa kata para relativis. Kesetimbangan ZPR dapat dirusak oleh disturbansi yang dihasilkan dalam Materi Omni—yang saya bagi menjadi Omnion (partikel “subproton” positif sangat halus) dan Omnitron (muatan “subelektron” yang diangkut oleh Omnion)—yang kesemuanya

diinterpenetrasi oleh ZPR. Vibrasi (disturbansi) unidirectional dalam Materi Omni menyebabkannya mengumpulkan gaya pindahan dari ZPR, melemparkan Materi Omni dari kesetimbangan, dan mengembalikan kesetimbangan kepada ZPR. Kelebihan gaya milik Materi Omni kemudian ditransfer melalui atom-atom hidrogen (atau atom-atom lain yang membesar dan terstimulasi temporer yang mencakupinya) menjadi frekuensi massa atom, selama disturbansi, sehingga mengembalikan kesetimbangan kepada Materi Omni. Gaya pindahan ini bukan “energi yang diciptakan dari nihil”, tapi hanya merepresentasikan perubahan “bentuk” suatu energi tak terbatas (gaya terus-menerus), yang telah eksis di ‘ruang angkasa’ dalam bentuk-bentuk lain (seperti ZPR, ataupun muatan “subelektron”).

Setiap kali H2 terurai menjadi 2H (H1), dan awan-awan elektron tunggal membesar hingga mencakupi lebih banyak Materi Omni (dipengaruhi oleh ZPR yang lebih besar), terdapat reaksi dengan dan transfer gaya dari sumber-sumber atom eksotermis, melewati molekul-molekul, menuju Omnion-Omnion telanjang yang diperangkap untuk mengikat atom-atom secara serentak. Energi eksotermis ini cukup untuk melemparkan Omnion dalam awan-awan elektron, dan terkonsentrasi di ruang antara atom-atom, melebihi perbatasan quantum elektronnya, sehingga energi tambahan yang dibutuhkan untuk menguraikan atom-atom diperoleh kembali dari Materi Omni dan ZPR sekeliling, mengembalikan kesetimbangan Materi Omni. Dengan rekombinasi atom hidrogen membentuk 2H, energi pancaran ZPR yang dikonversi dan muatan subelektron—yang saya sebut Omnitron—tersembur (terperas keluar) dari atom-atom, sebagai panas atau energi pancaran yang diinterkonversi lainnya yang berfrekuensi lebih rendah, sementara awan-awan elektron menyusut dengan bertambahnya charge positif yang diangkut oleh Omnion. Alasan mengapa densitas awan elektron molekul hidrogen lebih terkonsentrasi di area sekeliling ruang antara atom-atom adalah lantaran kehadiran Omnion-Omnion terlatih di situ. Kalau tidak, dua muatan negatif yang diangkut oleh dua atom akan menyebabkan saling tolak. Sebenarnya, karena panas merupakan radiasi berspektrum infrared, proses ini dapat dipahami sebagai cara pengkonversian ZPR dari radiasi berspektrum positif (‘dingin’) yang

ultra-penetrating menjadi radiasi berspektrum infrared (panas) yang reaktif

terhadap massa, dan itu kurang lebih merupakan “sumber” “free energy”, dalam bentuk radiasi panas eksotermis. ZPR adalah dapat dianalogikan dengan sinar matahari, tapi ia mempenetrasi semua materi sepanjang waktu

dan tidak terpengaruh oleh siang atau malam, sehingga setiap saat dapat dikonversi menjadi energi yang berguna dengan teknologi yang sesuai, misalnya proses atom hidrogen.

Secara kebetulan, proses atom hidrogen ini, sebagaimana pertama kali dipublikasikan sampai sekarang, juga jelas merupakan sumber nyata panas eksotermis ganjil yang dihasilkan dalam aqueous cavitation (peronggaan encer), dan juga dalam proses “fusi dingin”, yang merupakan dua proses free

energy lainnya yang berbasis proses atom hidrogen. Tambahan pula, inilah

fenomena yang rupanya bertanggung jawab atas aksi pemompaan berbasis

cavitation yang kuat dan tanpa bahan bakar yang dihasilkan oleh “Hydro Vacuo

Motor” milik Ernst Worrell Keely sekitar tahun 1870

Atom-atom hidrogen memiliki elektron-elektron tunggal tak berpasangan di dalam selongsong yang membesar. Atom-atom ini berada dalam Kelompok I-a Mendeleev, dan semua atom dalam kelompok tersebut memiliki elektron-elektron luar tak berpasangan, dan bersifat

photo-reactive (reaktif terhadap cahaya—penj) dan mengubah saat terpapar cahaya

ultraviolet, sebagaimana semua atom unsur-unsur di bawah nomor atom 19. Beberapa dari unsur ini mengubah cahaya tampak dan infrared, dan mereka semua dapat digunakan untuk mengubah ZPR menjadi free energy yang berguna. Sifat photo-reactive ini menciptakan isotop temporer penghasil-radioaktif-buatan yang ber-half-life singkat, dengan emisi energi photon yang mengembalikan kesetimbangan kepada atom-atom saat mereka kembali ke status dasar. Energi untuk emisi radioaktif ini berasal dari eter, bukan dari atom-atom itu sendiri. Atom-atom tersebut dapat dianalogikan dengan kristal-kristal tertentu, tergambarkan melalui Raman Effect, di mana cahaya yang melewati kristal “diturunkan” ke frekuensi lebih rendah. Cahaya berspektrum infrared yang dihasilkan melalui proses atom hidrogen bersifat reaktif termis terhadap atom dan molekul normal materi, lantaran panjang gelombangnya yang lebih panjang.

Transfer gaya dari ZPR, via Materi Omni, melewati atom-atom H yang terurai, rupanya adalah sesuatu yang dikatakan oleh Tesla secara tersamar, saat dia menyatakan: “Tak ada energi dalam materi selain yang diterima dari lingkungan.”

Dalam “fusi dingin”, sel elektrolit memproduksi “hidrogen baru”, persis seperti dalam proses atom hidrogen, dan rekombinasi monoatom hidrogen menjadi 2H melepaskan panas, produk yang diminta. Proses atom hidrogen ini

juga membuktikan teori Tesla bahwa “energi atom” berasal dari lingkungan, bukan dari atom-atom yang ‘bertubrukan’. Ini membuktikan bahwa “massa” bahkan tidak masuk ke dalam persamaan, dan bahwa E = MC2 Einstein itu salah. Teori Einstein menyatakan bahwa proses yang saya gambarkan ini hanya mungkin terjadi jika hidrogen ‘dihancurkan’, mengkonversi “massanya” menjadi panas, kalau tidak, maka akan mustahil. Tapi hidrogen tetaplah hidrogen, sebelum, selama, dan setelah proses, dan Einstein telah salah, salah, salah! Ini bertentangan dengan relativisme, prinsip “ketidakpastian” Heisenberg, mekanika quantum yang disalahtafsirkan, dan BIG BANG!

Barangkali proses ini juga atau proses semacamnya yang dirujuk Leland Anderson dalam pidatonya mengenai Tesla, ketika dia menyebutkan unit-unit termal “penarik” miliknya “...tepat dari udara tipis”. Bagaimanapun juga, ketika dalam bentuk molekul 2H, atom-atom hidrogen adalah lebih kecil, karenanya mereka “termampatkan”. Pemampatan gas melepaskan radiasi panas, biasanya dianggap berawal dengan energi yang secara endotermis diserap selama decompression, tapi dalam kasus hidrogen, perubahannya dipengaruhi oleh proses fisikal alami rekombinasi menjadi 2H. Atom-atom molekul dapat ‘didekompres’ melalui sedikit penggunaan panas penguraian, sebab gaya pengikat (yang diciptakan oleh Omnion) yang kuat antara atom-atom lebih mudah diperlemah oleh sejumlah kecil energi eksotermis yang cukup untuk memisahkan atom-atom, sehingga Omnion memperoleh kembali muatan Omnitronnya dari eter dan ZPR sekeliling. Atom-atom hidrogen dikenal memiliki rasio muatan:massa paling tinggi, rasio yang menetralisir proton-proton hampir secara menyeluruh. ‘Dekompresi’ awan-awan elektron terjadi selama penguraian, sebab terdapat kekurangan massa positif di dalam awan-awan tersebut untuk menarik awan-awan turun menuju proton. Saat proton-proton terurai dengan penggunaan 103 kal/gram molekul, ini memperkenankan awan-awan elektron atom yang mengembang untuk mencakupi volume atau Omnion yang lebih besar, mengangkut muatan Omnitron subelektron yang setara dengan 108.897 kal/gram molekul dari satu-satunya sumber yang tersedia, yaitu ZPR dan Materi Omni (A.K.A. “eter”). Karena tak terdapat aktivitas pendinginan yang tinggi di dekat area penguraian, ‘panas’ hanya bisa berasal dari Materi Omni dan ZPR, dan pada akhirnya terjadi konversi energi berbentuk ZPR ‘dingin’ acak, dan muatan Omnitron, menjadi bentuk radiasi panas yang koheren dan dapat dimanfaatkan. Proses ini, meski bisa dipicu secara termal, bukanlah proses sekadar termal, sebab netto energi yang

dilepaskan mulanya tidak dikonversi dari energi termal, tapi dari ZPR dan Omnitron, menjadi radiasi infrared (termal).

Yang mengherankan, data mentah mengenai proses ini berasal dari buku-buku sains biasa, meski buku tertua diproduksi di Inggris, dan praktis tak bisa diperoleh oleh sebagian besar pelaku eksperimen di Amerika. Output dan magnitudo penuh yang sebanding dengan petroleum hanya tersingkir oleh konversi skala berat, ukuran, satuan, dan temperatur, menjadi gambaran konsisten, untuk mendapatkan netto output total. Sebagian besar fisikawan atau kimiawan akan menolak mempercayai hasilnya, sekalipun mereka sendiri telah mengkalkulasinya, dan bersikeras bahwa hitungan mereka keliru. Ini memang KEBOHONGAN BESAR yang terbalik, yang dikatakan sangat kecil, dan sering. KEBOHONGAN BESAR ini terdiri dari penolakan akan adanya eter, distorsi mekanika quantum, serta melebih-melebihkan dan meminimalisir pengukuran lain yang tidak cocok, dalam rangka menciptakan gambaran menyeluruh yang palsu. Ini kemudian ditopang oleh kekosongan informasi, dalam buku-buku dan sumber lainnya yang bisa diperoleh publik, yang diciptakan melalui National Security Act oleh Kartel Energi/Bahan Bakar.

Dalam dokumen Fisika Eter Rahasia.pdf (Halaman 118-124)