Bagi saya tampak aneh ketika kemudian diusulkan bahwa 103 kalori energi penguraian yang diserap dari paparan singkat arc adalah panas yang sama dengan yang “...dibutuhkan untuk pengelasan” sebagaimana dijelaskan, dan saya yakin akan lebih masuk akal bahwa kelebihan panas pasti berasal dari “tempat lain”. Energi penguraian dapat dianalogikan dengan seiris roti (@4 kal gram), dan output brutonya setara dengan 60 helai roti (@1814 kal pon), menurut kalorinya. Ada terlalu banyak disparitas di antara keduanya, dengan melimpahnya penghilangan dan kekacauan yang mencurigakan, dalam rangka menutup-nutupi kebenaran di antaranya.
Buku yang lebih tua memperlihatkan konstruksi sebuah perangkat dengan lebih jelas, dan buku yang lebih anyar menunjukkan bahwa hanya 103 kal/gram mole yang diperlukan untuk penguraian, sedangkan buku yang lebih tua menunjukkan bahwa 100.000 kal/gram mole dilepaskan saat rekombinasi. Hanya dengan membaca-baca kedua sumber tersebut saya mampu mengumpulkan dokumentasi utuh, dan menemukan pertentangannya.
Dari buku yang lebih anyar terlihat bahwa para penulisnya ingin agar kita percaya bahwa panas akhir 100 kkal/gram molekul—yang kemudian dinaikkan menjadi 109 kal/gram molekul—diserap dari arc, tapi angka panas penguraian 103 kal/gram molekul menunjukkan netto 108.897 cal/gram molekul yang tak dijelaskan. Jika terdapat sekitar 65 cm3 per mole hidrogen pada volume kritisnya, sepertinya sangat tidak mungkin bahwa energi yang cukup untuk mengelas diserap dari ‘arc pengurai’, selama waktu yang dibutuhkan oleh 65 cm3 gas untuk berlalu dari lubang dan melewati arc.
109.000 kal/gram mole setara dengan 432,6 BTU/gram mole—kasarnya energi panas yang terkandung dalam 60 helai roti—”energi panas tambahan” (yang mereka anjurkan agar kita percayai) ‘tersimpan’ dalam sejumlah atom hidrogen yang berbobot 1/28 ons, selama perjalanan singkatnya melewati
arc! Bagaimana bisa trafo menghasilkan energi sebanyak itu, terutama jika ia
hanya menggunakan separuh dari apa yang ia pakai dalam proses pengelasan konvensional? Kemungkinan besar kelebihan panas tersebut dapat disimpan dalam molekul-molekul ketimbang dalam atom-atom hidrogen yang ‘hampir telanjang’. Apa yang sesungguhnya terjadi pada atom kecil Bohr! Atom tersebut terus membesar...
Di antara buku tua (1921-1950, dari edisi pertama hingga keenam) dan buku ensiklopedia sains Norton yang lebih anyar (1976), terlihat jelas bahwa sains jauh lebih berterus-terang pada saat sebelum diberlakukannya National Security Act, dan bahwa dalam buku yang lebih anyar, terdapat bayangan upaya-upaya mencurigakan, ditimbulkan oleh undang-undang keamanan nasional dan penguasa RQM yang lebih teguh, untuk menyembunyikan pengetahuan ilmiah tertentu yang telah ditemukan oleh Langmuir di tahun 1912. Selain diskrepansi antara pengukuran lama (menyangkut output sebanding antara pembakaran bensin dan pembakaran molekul hidrogen, dan output dari proses atom hidrogen) dan buku yang lebih anyar, terdapat pelalaian, sepanjang temuan saya, untuk menerangkan beberapa fakta penting mengenai atom hidrogen berdasarkan referensi yang tepat (atau hal lainnya yang saya temukan), dan bahkan misinterpretasi terhadap output komparatif aktual pembakaran bensin dan hidrogen, melalui uraian berbelit-belit—”lencana penipuan”—yang pernah saya bicarakan dalam buku
Space Aliens. Norton tampaknya tertekan oleh keadaan hingga bersandar
pada beberapa ‘ilmuwan’ yang mewakili kartel-kartel bahan bakar fosil dan kepentingan lainnya yang bertentangan, sedangkan buku yang lebih tua relatif bebas dari pengaruh-pengaruh semacam itu.
Sebagai contoh, dalam buku yang lebih anyar, di halaman 1311, energi dari pembakaran hidrogen dinyatakan sebesar 29.000 kalori per gram (52.200 BTU/pon). Dalam buku lama, harga ini sebesar 62.000 BTU per pon hidrogen, dengan harga komparatif untuk bensin (“petroleum”) sebesar 19.800 BTU per pon (naik menjadi 20.825 BTU per pon dalam ensiklopedia yang lebih baru). Kasarnya, angka-angka ini menyesuaikan dengan angka-angka dalam ensiklopedia untuk n-Heptane (“gasoline”) yang seharga 19.314 BTU/pon dan
hidrogen seharga 51.571,4 BTU/pon, yang sedikit banyak diulang-ulang di halaman 1137 dengan n-Heptane seharga 10.737,2 kal/gram dan hidrogen seharga 28.669,6 kal/gram, tapi saya masih belum menemukan total output dari atom hidrogen dalam buku yang lebih baru, dan dalam buku baru maupun lama tidak ada yang menyatakan secara tegas bahwa hidrogen tidak “habis” dalam prosesnya.
Angka koreksi (52.200 BTU/pon) menunjukkan, dalam perbandingan antara pembakaran “hidrogen normal” (untuk membentuk H2O atau air) dan bensin (untuk membentuk CO2), bahwa hidrogen memiliki berat kira-kira 2,7 kali lebih besar dibanding bensin. Kemudian kita sampai kepada perbandingan antara bensin dan atom hidrogen. Meskipun BTU dan pon keduanya bisa diperbandingkan, yang memperlihatkan output fenomenal atom hidrogen, ukuran riil proses atom hidrogen hanya terkumpul sedikit dari perbandingan antara “energi input”—103 kal/gram molekul—dan output netto. “Energi input” akan menjadi “unity” untuk proses, sebab proses tidak ‘menghabiskan’ hidrogen, tapi hanya mengembalikannya ke status tergabungnya (associated
state) sebagai H2. Energi penguraian, dikurangi output bruto, akan menjadi
output netto:
109.000 kal/gram mole (output panas bruto)
Dikurangi 103 kal/gram mole (energi penguraian = “Unity”)
Menyisakan 108.897 kal/gram mole (output netto – “Over-Unity” sebab, pertama, hidrogen tidak memiliki energi kalor sebanyak itu, dan, kedua, hidrogen tidak ‘terhabiskan’)
Dalam proses atom hidrogen, hidrogen bukanlah betul-betul “bahan bakar”, tapi lebih sebagai “medium” yang digunakan dalam ekstraksi dan konversi energi dari eter, dengan mengubah radiasi tak nampak dan energi listrik menjadi radiasi infrared (panas). Energi yang diperlukan untuk memompa recombined hydrogen menuju tangki penahan, sebelum didaur-ulang dan ditembakkan kembali menyeberangi arc dan memasuki reaction
chamber sekali lagi, tidak dipertimbangkan dalam perhitungan ini. Energi
ini semestinya dapat diabaikan, karena energi penguraian hampir tidak lebih besar dari seperseribu output bruto, dan barangkali ada satu cara untuk membuat proses ini bekerja tanpa pompa.
Para manipulator informasi telah berbohong dan membuat perbandingan langsung antara atom hidrogen dan bensin menjadi sesulit mungkin, tapi saya telah mengarungi proses multitingkat uniter, kimiawi, fisikal, dan matematis, untuk memperoleh kebenaran. Atom hidrogen menghasilkan lebih dari 109 kkal/gram molekul, yaitu 109.000 kkal/kg. Dikurangi 103 kal/gram mole energi penguraian endotermis, dan menyisakan netto sebesar 108.897 kkal/kg. Satu kg setara dengan 2,205 pon, jadi satu pon setara dengan 453,51 gram. Anda harus membagi netto kal/kg dengan pon/kg untuk mendapatkan kal/pon, kemudian kalikan ini dengan 0F/0C (1,8) untuk mendapatkan 0F/pon. Ini kemudian dibagi dengan gram/pon untuk mendapatkan 196.015 BTU/pon. Brutonya adalah 196.200 BTU/pon. Dibandingkan dengan 19.314 BTU/pon untuk n-Heptane, atom hidrogen memiliki energi per pon (H1 per galon H2O) 10,5 kali lebih besar. Terdapat sebuah proses matematis yang lebih mudah, tapi ini memperlihatkan secara lebih jelas apa yang saya lakukan.
Tak heran proses ini “lenyap dari penggunaan”. Dengan proses ini, seorang konsumen rumahan tak perlu membayar satu sen pun untuk memperoleh bahan bakar, sebab dia dapat memproduksi sejumlah kecil hidrogen di basement-nya, kapanpun ia memerlukannya, dan dapat menggunakannya berulangkali, tanpa batas. Dia bisa menghangatkan rumahnya, mengendarai mobilnya, dan menggunakannya untuk “industri rumahan”. Untuk kapal pesiar di lautan, seseorang tak perlu khawatir lagi tentang dari mana dia memperoleh “galon bahan bakar berikutnya”, atau berapa “biayanya”, sebab, seperti halnya sinar matahari, panas dari atom hidrogen bersifat “gratis”, selain itu, tak seperti sinar matahari, Anda bisa memproduksinya sebanyak apapun yang Anda mau, kapanpun, siang atau malam, musim panas atau musim dingin, saat hujan atau cerah; seorang petani tak perlu lagi tergantung kepada kartel minyak untuk energinya, dan dapat menjalankan mesinnya dan menghangatkan gudangnya secara “gratis”. Dia dapat mengatakan kepada para penyedia bahan bakar dan bank-bank untuk memutar diri mereka sendiri. Masyarakat di utara Alaska dapat menghangatkan ruangan besar tanpa ongkos tinggi. “Industri utara” akan maju kembali. Orang-orang Nazi pengendali populasi akan membenci saya.
Sudah jelas bahwa alasan korporasi-korporasi seperti ARCO banyak memproduksi peralatan energi surya di awal tahun 70-an, adalah agar mereka dapat mengendalikan dan akhirnya menaikkan biaya energi surya
(yang gratis),untuk membuatnya “kompetitif” dengan bensin dan bahan bakar fosil lainnya.
Ada banyak cara yang digunakan dalam buku-buku kontemporer untuk mengacaukan fakta, tapi cara yang paling efektif adalah melalui penghilangan secara menyeluruh. Fakta-fakta semacam itu tidak mungkin disembunyikan “secara kebetulan” atau “kekhilafan” belaka, sebab fakta tersebut terlalu fenomenal. Hanya dengan meneliti proses matematis berbelit-belit dan unit-unit membingungkan serta faktor lainnya maka motif sesungguhnya atas penyembunyian semacam itu pasti terungkap, tapi kenapa saya tak terkejut?
Secara konservatif, proses atom hidrogen mengemban rasio 10,5:1 terhadap n-Heptane. Apakah Anda memperhatikan 315 mil per galon? Bagaimana dengan 550.000 mil? Itu semua tergantung pada seberapa kali Anda mendaur ulangnya. Angka-angka untuk n-Heptane nyata sekali membingungkan, sebagaimana anggapan orang, karena hanya ditunjukkan oleh perbandingan berat pembakaran hidrogen terhadap n-Heptane dengan rasio 2,7:1. Penipuan ini dilancarkan dengan bermain-main dengan unit berat dan panas berbeda, tekanan, dan volume, dan perbedaan antara skala
centrigrade22 dan Fahrenheit. Angka “109.000 kal/gram mole” untuk atom hidrogen dihilangkan dari buku terbitan baru, meski seseorang mungkin telah mampu memperhitungkan kemungkinannya dari beberapa data kompleks yang dinyatakan di bidang lain di mana seseorang yang bersifat ingin tahu diharapkan tidak melihatnya. Terdapat ketiadaan total dalam buku baru atau data “baru” lainnya yang saya peroleh, mengenai perbandingan langsung output energi antara pembakaran petroleum dan hidrogen, kurang lebih proses atom hidrogen.
Saya belum pernah melihat perbandingan langsung oleh ribuan ilmuwan bergelar Ph.D dalam bidang kimia atau fisika, yang semestinya telah menyadari fakta ini selama studi sepintas mereka. Yang membuat angka-angka ini lebih menggelikan lagi, dengan BTU (“British Thermal Units”), seseorang pasti mengira bahwa berat itu ditunjukkan dalam kg berdasarkan sistem metrik, bukan “pon” non-metrik. Akal bulus ini jelas terlihat bersandar pada asumsi yang cukup beralasan bahwa semua ilmuwan yang paham telah dikendalikan dan tidak bisa mengatakannya, sedangkan mereka yang belum dikendalikan akan dianggap “dukun” jika mencoba mengatakannya. Lagi-lagi,
ini kasus lazim soal “Siapa yang tahu, tidak bisa mengatakannya, dan siapa yang mengatakannya akan dianggap tidak tahu.”
Trik bodoh lainnya ialah membandingkan “berat sistem”, berdasarkan asumsi palsu bahwa pengguna hidrogen hanya akan menggunakan sistem yang mereka hadirkan, menaikkan berat “sebanding” hidrogen terhadap bensin, menggunakan botol cyrogenic atau tangki penyimpan hydride yang tidak praktis, dan lain-lain, padahal angka-angka sederhana jelas menunjukkan bahwa 1/3 berat hidrogen dibutuhkan untuk proses pembakaran sebanding. Setiap kali sistem hydride disebutkan, terdapat penghilangan nyata sistem hydride cair yang dikembangkan oleh Dr. Gerald Schafflander dari California, yang karena pempromosiannya Schafflander dan rekan-rekannya dituntut secara licik oleh SEC, sebagaimana dinyatakan sebelumnya dalam buku Space Aliens. Tapi, proses atom hidrogen akan lebih dari cukup—bahkan fantastik—hanya dengan satu pon hidrogen, dan seseorang dapat membawa tambahan 25 pon hydride cair milik Dr. Schafflander di dalam koper. Di bawah ini terdapat perbandingan langsung antara BTU/pon untuk pembakaran bensin dan molekul hidrogen, dan proses atom hidrogen, secara berturut-turut:
Pembakaran bensin (n-Heptane) 19.314 BTU/pon Pembakaran hidrogen (H2 + O) 52.200 BTU/pon Atom hidrogen (H2<--->2H) 196.200 BTU/pon
Perhatikan bahwa proses atom hidrogen tidak melibatkan “konsumsi” hidrogen, tapi sekalipun itu terjadi, rasio antara atom hidrogen dan bensin tetap 10,5:1. Perhitungkan juga bahwa semua metode terbaik untuk mencapai lebih dari seratus mil per galon (bahkan ratusan mil per galon) bensin dalam mesin mobil memanfaatkan penguapan bensin dan campurannya dengan udara sebelum pembakaran, sesuatu yang lebih mudah dilakukan dengan hidrogen, sebab ia berada dalam status gas pada tekanan dan temperatur normal. Pertimbangkan pula bahwa meski n-Heptane adalah bensin yang ‘lebih murni’, ia belum tersedia selama bertahun-tahun, dan kebanyakan “bensin” merupakan campuran dengan air dan berbagai bahan tambahan, dengan hanya sekitar 50% n-Heptane, jadi saya akan bersikap sebaik mungkin kepada “bensin”.
Jika satu pon bensin bisa menggerakkan mobil sejauh 30 mil, konsumsinya sebesar 666,6 BTU/mil. Pada skala yang sama, satu pon atom hidrogen akan mencapai jarak 315 mil. Kemudian Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Satu pon hidrogen dapat menyuplai semua kebutuhan energi Anda seumur hidup, dan Anda dapat memproduksi 100 pon lainnya secara elektrolitis, persis di basement Anda, dari air keran! Inikah free energy, atau apa?!
Meski fakta-fakta proses hidrogen “rahasia” ini “tersembunyi dalam penglihatan biasa”, kita harus mewaspadai disinformasi, serta kekeliruan umum yang diciptakan oleh para “ilmuwan” yang telah ditipu oleh RQM. Sebagai contoh, dalam Norton Encyclopedia tahun 1976, Edisi ke-5, halaman 1311, sebagian besar fakta relevan mengenai hidrogen diperlihatkan. “109.000 kal/gram molekul” untuk recombined hydrogen, yang disebutkan dalam buku yang lebih tua, tidak ditunjukkan secara langsung, meski fakta yang ditunjukkan berikut merupakan catatan tersendiri:
Panas penguapan pada 20,40K 107 kal/gram Energi yang dilepaskan saat pembakaran 29.000 kal/gram
Panas pembakaran pada 250C 63.317,4 kal/gram mole – bruto Panas pembakaran pada 250C 57.791,6 kal/gram mole – netto