• Tidak ada hasil yang ditemukan

ETER DAN “MATERI BERAT”

Dalam dokumen Fisika Eter Rahasia.pdf (Halaman 64-69)

Pada 1879, James Clerk Maxwell (1831-1879) mengatakan bahwa kecepatan tata surya terhadap eter dapat ditentukan dengan mengamati perlambatan gerhana satelit-satelit Yupiter. Perilaku yang diamati—di mana cahaya bintang bisa dilihat dengan citra stabil meski bumi bergerak di angkasa— mengindikasikan eter yang tak bergerak terhadap bumi, tata surya, dan benda lainnya yang sedang bergerak. Eter tersebut ultrahalus, tapi sangat padat, dan tersusun dari materi listrik positif dan negatif yang mengisi semua “ruang kosong”, serta ruang yang “ditempati” oleh “massa”—yang oleh para fisikawan eter lampau disebut “materi berat” (“ponderable matter”)—karena sebagian besar “kosong”. Karena eter tidak bergerak, ‘benda berat’-lah yang menerobosnya eter, seperti dikatakan Fresnel, bukan sebaliknya.

Eter bersifat transparan, dikarenakan oleh strukturnya yang berfrekuensi tinggi dan ultrahalus, yang tidak merefraksikan atau

merefleksikan cahaya visible, sebab ukuran ultrahalusnya terlalu kecil untuk bereaksi terhadap radiasi berfrekuensi serendah itu. Untuk tepat waktu “mengakses” eter dengan cara propulsif, diperlukan getaran bervoltase tinggi. Ini sesuai dengan teori “momentum elektromagnetik” J.J. Thomson, dan dikonfirmasi oleh ujicoba yang dijalankan Tesla pada tahun 1891 (yang kemudian dijelaskan dalam kuliah Tesla tahun 1891 di hadapan A.I.E.E., Columbia College, N.Y.). Ujicoba Tesla mengkonfirmasi reaksi yang lebih besar daripada reaksi ionik gas ringan (seperti misalnya “paten” T. Townsend Brown yang kemudian diupayakan untuk membujuk publik agar diyakini sebagai teknologi yang benar). Setelah ujicoba tersebut, Tesla menyatakan bahwa eter menjadi medium ‘wujud padat’ terhadap “cahaya dan panas” (cahaya inframerah dan visible), dan bisa diakses dengan menundukkannya kepada “frekuensi dan voltase yang cukup tinggi”.

Eter menjadi lebih nyata ketika terdapat perubahan mendadak pada

arah gerakan, laju akselerasi, atau kecepatan benda. Pergerakan benda

bermuatan, ekuivalen dengan arus, menciptakan derajat pemindahan listrik baru pada eter yang karenanya ia bergerak, dan mempengaruhi penolakan terhadap perubahan kecepatan melalui eter yang terpengaruh oleh proton dan elektron yang menyusun benda itu sendiri. Peningkatan usaha yang diperlukan untuk menggerakkan bidang (sphere)—disebabkan oleh peningkatan “penolakan” yang disebut “kelembaman”—harus direfleksikan oleh peningkatan kecenderungannya untuk tetap bergerak yang disebut “momentum”, yang menunjukkan penyusunan ulang gaya pergerakan atau pemindahan muatan positif dan negatif yang disamakan dengan gerakan. Karena itu, sekali bergerak dengan kecepatan konstan, meski benda bermuatan membutuhkan lebih banyak usaha konvensional untuk menetapkannya dalam gerakan tersebut, momentumnya akan ditingkatkan oleh peningkatan muatan, sesuai dengan peningkatan “massa virtual”-nya. Jelas bahwa kelembaman dan momentum dihasilkan oleh hal yang sama, yakni persistensi oleh konfigurasi pola reaksi struktur atom dan listrik massa guna mempertahankan kondisinya. Sebagaimana perubahan medan magnet atau listrik diperlukan untuk induksi, perubahan medan melalui perubahan gerak merupakan basis kelembaman dan momentum.

Semua benda berada dalam keadaan bergerak, dan di dalam semua benda itu, proton-proton dan elektron-elektron juga sedang bergerak, sebab “elastisitas” dan gerakan bervibrasi terdapat pada “materi berat” dan eter.

Eter menimbulkan pola gerakan tertentu pada elektron dan proton (dan atom dan molekul) dalam materi berat yang sedang menerobosnya.

Ketika bumi menerobos eter, gaya elektrostatis eter—yang cepat berubah-ubah—menjangkau jarak tertentu dan mempolarisasikan komponen listrik negatif eter, dan mempengaruhi benda yang berada dalam jangkauannya, menciptakan apa yang kita sebut “gravitasi”.

Stationary ether, yang terlihat bergerak menembus benda terikat bumi

(karena gerakan bumi menerobos eter), mengalami perubahan pemindahan listrik, disebabkan oleh perbedaan konstanta dielektris antara ruang di luar benda dan ruang di dalam benda. Pemindahan listrik dalam eter di luar benda terjadi sebelum masuk, dan pemindahan listrik berubah ketika listrik memasuki dan menembus benda akibat perubahan konstanta dielektris, dan mempengaruhi “kandungan listrik” (proton dan elektron, muatan dan medan lsitrik, dan medan magnet) dalam benda. Perubahan ini pada gilirannya menyebabkan perubahan pemindahan listrik eter—downward thrust (daya dorong ke bawah) terhadap atom benda, jauh dari “posisi setimbang” semula yang diduduki atom dalam ketiadaan gravitasi—sebagaimana kata Maxwell. “Posisi setimbang” untuk partikel listrik materi berat berubah-ubah sesuai dengan konstanta dielektris. Perubahan konstanta dielektris mengakibatkan perubahan posisi setimbang, melalui pemindahan listrik, yang pada akhirnya akan menghasilkan posisi setimbang baru. Aspek time-relative gravitasi disebabkan oleh kelembaman benda jatuh pada suatu tahap kejatuhan, yang mendorong peningkatan pitch pipa mikrohelikal secara gradual.

Secara ringkas, di bagian dalam benda terikat bumi yang diam terhadap bumi, terdapat perbedaan efek polarisasi dan pemindahan dengan benda-benda luar yang terdapat di angkasa bebas. Karena medan listrik bumi didapat melalui ruang tengah (intermediate space), di antara muatan negatif permukaan bumi dan muatan positif ionosfer, sifat dielektris tunduk kepada ketegangan yang diperoleh. Efek gravitasi dan pemindahan listrik berubah-ubah, mirip dengan hukum “kuadrat terbalik” Newton. Di sinilah perbedaan antara “gaya gravitasi” dan efek kelembaman dan momentum menjadi nyata terlihat.

Secara tradisional, kelembaman selalu dianggap (menurut Hukum Gerak

Pertama Newton) sebagai kecenderungan benda “diam” atau “berkecepatan

konstan” terhadap bumi untuk meneruskan kondisi diamnya atau kecepatan konstannya, kecuali jika dipengaruhi oleh gaya eksternal. Namun karena semua

benda yang diam terhadap bumi sedang bergerak dengan “kecepatan konstan” bumi yang sama, maka hanya perubahan pergerakan terhadap bumi yang diperselisihkan, dan perubahan semacam itu mempengaruhi pola aliran dalam massa pipa gaya, selagi bumi menerobos eter pada waktu tertentu. Secara tradisional, karena hanya benda yang bergerak berkenaan dengan bumi yang dikatakan memiliki “momentum” (“produk massa dan kecepatan benda”), aturan ini keliru, sebab semua benda yang “diam” terhadap bumi telah memiliki “momentum” dan “kelembaman”.

Momentum dan kelembaman disebabkan oleh “kecenderungan” yang sama, yang akhirnya berhubungan dengan kerangka referensi terhadap eter universal, tapi demi kemudahan—karena kita belum memiliki “ketetapan” absolut mengenai eter—kita menggunakan bumi bergerak sebagai kerangka referensi untuk mengukur laju perubahan benda terhadap eter, selagi bumi memelihara kecepatannya yang relatif konstan. Terdapat keadaan istimewa di bumi—karena eter dalam jangkauan medan listrik bumi telah “dikondisikan”— yaitu, konstanta dielektris bumi telah tunduk kepada ketegangan listrik. Ini sesuai dengan pernyataan Tesla menyangkut efek “gaya elektrostatis yang berubah-ubah cepat” yang keluar dari bumi.

Bumi memiliki momentum dalam kerangka referensi matahari, sebagaimana mobil bergerak yang memiliki momentum dalam kerangka referensi bumi. Beberapa fisikawan telah keliru menerapkan gagasan “medan pengaruh” mereka mengira “medan pengaruh gravitasi” ini mengisolasi sebuah benda dari referensi di luar medan ini. Saya yakin bahwa “medan gravitasi” bumi adalah produk dari medan listriknya yang bergerak (“arus”) ketika mempengaruhi eter di dalamnya, dan bahwa “medan gravitasi” tak membentang melampaui medan listrik bumi.

Momentum disebabkan oleh terbentuknya vibrasi tubular mikrohelikal struktur atom di dalam sebuah benda, yang tersusun dari partikel-partikel listrik—elektron dan proton—ketika benda tersebut menerobos eter ultrahalus. Rotasi mikrohelikal pipa ini merupakan hasil dari rotasi magnetik bidang

polarisasi yang teridentifikasi oleh Faraday. Variansi/keberbedaan dari

gerakan seragam bumi menghasilkan penolakan terhadap perubahan pitch mikrohelikal, sebab pipa gaya berotasi memutari begitu banyak inti eter tak berotasi (“Omni”) selama periode tertentu, dan perubahan gerakan mengharuskan pipa gaya untuk memutari jumlah Omni yang semakin banyak atau semakin sedikit, tergantung pada apakah perubahan itu merupakan

percepatan atau perlambatan. Pipa-pipa itu memiliki gaya elektromagnetik yang terkunci ke dalam pola aliran tersendiri di antara Omni dan pipa, yang berpasangan dengan struktur ‘materi berat’ yang merupakan penerima momentum. Sangat mungkin bahwa hubungan antara materi dan eter tersebut disebabkan oleh arus—dipersepsikan sebagai “muatan listrik”—yang secara konstan menembus materi pada laju yang sepadan dengan selisih kecepatan relatif.

Meski pola aliran pipa mikrohelikal selalu berubah secara gradual— disebabkan oleh reorientasi bumi secara terus-menerus ketika bergerak dengan cara yang berubah “secara campuran seragam”—perubahan ini tak dapat dirasakan secara inderawi karena bersifat gradual, dengan efek yang hampir konstan. Meski perubahan tersebut terlalu lambat untuk dirasakan, peristiwa air pasang mungkin terkait dengan hal ini.

Gaya gravitasi alami normalnya selalu mengarah ke bumi, yang bermuatan negatif, dalam medan gravitasi/listrik bumi, disebabkan oleh polaritas medan tersebut, karena komponen negatif eter di angkasa bebas dipindahkan ke atas secara elektris oleh tolakan muatan, sementara karakteristik lembam komponen positif yang lebih masif ditekan dan ditarik ke bawah, dan lebih tahan terhadap perubahan pemindahan. Saat eter memasuki benda diam yang ada di bumi, pemindahannya mengalami perubahan disebabkan oleh perubahan konstanta dielektris, sebagaimana Maxwell katakan. Saat konstanta dielektris benda berubah, pemindahan listrik eter dalam struktur atom benda yang tertekan juga berubah, menciptakan gaya ke bawah ketika tiap-tiap komponen listrik negatif eter bergerak ke bawah, menciptakan peningkatan gaya tarik terhadap proton yang ada di atas dan peningkatan gaya tolak terhadap elektron yang ada di bawah.

Partikel eter yang bergerak menciptakan gaya gravitasi, serupa dengan bagaimana inverted aerodynamic airfoil pada pesawat terbang menciptakan gaya ke bawah. Namun disebabkan oleh kecepatan interaksi elektromagnetik yang lebih besar pada C, gaya ke bawah ini mengabaikan arah pergerakan bumi terhadap eter, karena interaksi antara komponen listrik materi dan eter pada C disebabkan oleh pengkondisian eter oleh medan listrik bumi, yang terpolarisasi secara vertikal, dan menciptakan efek yang kurang-lebih sama terhadap massa, mengabaikan orientasi bumi terhadap eter. Meski kecepatan bumi terhadap eter adalah ribuan mil per jam, ini tidak cukup cepat untuk “melampaui” interaksi elektromagnetik.

Dalam dokumen Fisika Eter Rahasia.pdf (Halaman 64-69)