BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Pustaka
2.1.2 Model Pengembangan Bahan Ajar
2.1.2.1 Bahan Ajar
Peranan bahan ajar memiliki peran penting dalam pendidikan, khususnya pada pendidikan dasar. Bahan ajar dapat membantu para siswa khususnya siswa sekolah dasar karena siswa sekolah dasar tidak sekedar mereproduksi ingatan dalam bentuk penyampaian lisan tetapi dengan membaca bahan ajar (Setiyorini, 2013:29). Bahan ajar berisi informasi-informasi tertulis. Bahan ajar menjadi alat bantu bagi siswa dalam belajar, karena pemikiran siswa sekolah dasar adalah konkret. Maka, adanya bahan ajar mampu membantu siswa memahami suatu materi pembelajaran baik dari tulisan ataupun gambar.
Bahan ajar adalah isi yang meliputi pengetahuan (fakta, konsep, prinsip dan prosedur), keterampilan, dan sikap atau dapat diartikan sebagai nilai (Prastowo, 2012: 43). Penjelasan ahli menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut dapat berbentuk berbagai macam media, asalkan memuat tiga unsur tersebut yaitu
pengetahuan, keterampilan dan nilai. Bahan ajar tersebut diberikan kepada peserta didik agar dapat dipelajari dan dapat mengembangkan tiga aspek tersebut dalam diri masing-masing siswa.
Iskandarwassid dan Suhendar (2009: 171) menjelaskan bahwa bahan ajar adalah seperangkat informasi yang harus diserap peserta didik melalui pembelajaran yang menyenangkan. Bahan ajar memuat berbagai macam informasi dan informasi tersebut akan membuat siswa menjadi banyak belajar. Informasi tersebut pun tidak hanya terkait dengan aspek pengetahuan saja. Informasi yang ada pun dapat juga melatih siswa untuk mengembangkan aspek keterampilan dan juga sikap baik sikap spiritual maupun sikap sosial.
Penjelasan dari para ahli dapat penulis rangkum menjadi bahan ajar adalah materi pembelajaran yang berisi informasi untuk diajarkan kepada siswa dalam rangka mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa. Kompetensi yang dikembangkan ini berawal dari adanya indikator-indikator yang ditetapkan oleh guru. Indikator ini dimunculkan dari adanya materi-materi yang akan diajarkan. Bahan ajar berbasis Kurikulum 2013 memiliki unsur-unsur sebagai berikut yaitu jaring-jaring tema, jaring-jaring subtema, jaring-jaring pembelajaran harian, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, uraian materi, kegiatan belajar, refleksi, tindakan siswa, rangkuman materi, penilaian, tindak lanjut, glosarium dan daftar pustaka.
Kurikulum 2013 memuat pembelajaran berbasis tematik integratif. Bahan ajar berbasis Kurikulum 2013 untuk kelas IV ini mengembangkan empat aspek utama yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek karakter sosial/ sesama
dan karakter religius. Muatan pelajaran pada bahan ajar berbasis Kurikulum 2013 untuk kelas IV ini yaitu PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya dan PenjasOrkes
Pembelajaran Kurikulum 2013 akan menekankan karakter-karakter pada diri siswa. Karakter yang dijadikan sebagai prioritas penanaman di SD antara lain ada 25 karakter. Karakter yang diprioritaskan adalah 1) kereligiusan, 2) kejujuran, 3) kecerdasan, 4) tanggung jawab, 5) kebersihan dan kesehatan, 6) kedisiplinan, 7) tolong-menolong, 8) berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, 9) kesantunan, 10) ketangguhan, 11) kedemokratisan, 12) kemandirian, 13) keberanian mengambil resiko, 14) berorientasi pada tindakan, 15) berjiwa kepemimpinan, 16) kerja keras, 17) percaya diri, 18) keingintahuan, 19) cinta ilmu, 20) kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain, 21) kepatuhan terhadap aturan-aturan sosial, 22) menghargai karya dan prestasi orang lain, 23) kepedulian terhadap lingkungan, 24) nasionalisme, 25) menghargai keberagaman. Diantara beberapa butir nilai, nilai-nilai pokok yang menjadi tujuan utama penanaman pada diri siswa. Nilai-nilai tersebut diantaranya 1) Nilai-nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan (kereligiusan), 2) nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri, 3) nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama, 4) nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan, 5) nilai kebangsaan.
2.1.2.2 Model Pengembangan Bahan Ajar
Model yang mengakomodasi pengembangan perangkat pembelajaran adalah model yang dikembangkan Kemp. Model pengembangan perangkat pembelajaran oleh Kemp dapat digambarkan seperti di bawah ini:
Gambar 1. Model Desain Pembelajaran Kemp yang direvisi (Rusman, 2010:181)
Unsur pengembangan perangkat pembelajaran menurut model Kemp (dalam Rusman, 2010:169-183), yaitu, unsur pertama, menentukan pokok bahasan dan tujuan umum, pokok bahasan menjadi dasar dalam pembelajaran dan menggambarkan ruang lingkup pembelajaran. Tujuan umum menjadi tujuan yang harus dicapai secara menyeluruh. Tujuan umum cenderung belum menggambarkan perilaku yang sesifik (Rusman, 2010:170).
Unsur kedua adalah karakteristik siswa, Pemahaman akan karakteristik siswa mampu memahami akan kemampuan yang sudah dicapai siswa saat ini dalam pembelajaran (Rusman, 2010:170). Pemahaman akan karakteristik siswa
Evaluasi sumatif Evaluasi formatif Rev is i Rev is i
Pokok bahasan, tugas dan tujuan umum
Karakteristik siswa Uji awal
Evaluasi Isi mata ajar dan analisis tugas
Pelayanan penunjang Sasaran pengajaran Kegiatan belajar mengajar Sumber pengajaran
juga diperlukan agar guru menjadi tahu langkah yang harus dilakukan setelah mengetahui kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengalami pembelajaran.
Unsur ketiga yaitu isi mata ajar dan analisis tugas. Unsur ini memuat penyusunan tujuan pembelajaran khusus. Tujuan pembelajaran khusus merupakan penjabaran dari tujuan umum yang sudah ditetapkan (Rusman, 2010:170). Tujuan pembelajaran khusus akan menjadi lebih sempit dan jelas akan apa yang dimaksud. Tujuan pembelajaran khusus dapat pula disebut sebagai tujuan pembelajaran dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mengandung ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree) untuk setiap tujuannya. Setiap tujuan pembelajaran khusus yang disusun akan menggunakan audience yang adalah siswa, behavior adalah bentuk kemampuan belajar yang dipelajari siswa, condition adalah perilaku belajar yang dialami siswa untuk mencapai kemampuan tertentu dan degree adalah tingkatan minimal yang harus dicapai oleh siswa.
Unsur keempat yaitu sasaran pengajaran. Sasaran pengajaran berkaitan dengan bahan pelajaran. Materi pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan (Rusman, 2010:175). Materi pembelajaran yang disusun sesuai dengan tujuan pembelajaran dapat memenuhi kebutuhan siswa akan pembelajaran tersebut. Materi satu pembelajaran dapat dikaitkan dengan materi dari pembelajaran lain sejauh materi memiliki kesamaan bahasan, sehingga pemahaman siswa menjadi luas.
Unsur kelima yaitu proses belajar mengajar. Unsur ini terkait dengan penjajakan terhadap siswa. Tujuan dari kegiatan penjajakan ini adalah menguji
perencanaan yang disusun pada langkah-langkah sebelumnya (Rusman, 2010:176). Penjajakan terhadap siswa ini dapat membuat guru kembali menyusun rencana pokok bahasan dan tujuan belajar bila dalam kenyataannya belum dapat mencapai tujuan belajar dan sesuai dengan minat belajar siswa. Kegiatan belajar dapat berbentuk pembelajaran bersama-sama di kelas, belajar mandiri ataupun interaksi antara guru dan siswa (Rusman, 2010:178). Kegiatan belajar disampaikan secara utuh mulai dari pendahuluan, inti dan penutup.
Unsur keenam yaitu sumber pengajaran, di mana unsur ini berkaitan dengan media. Kegiatan belajar dapat berbentuk pembelajaran bersama-sama di kelas, belajar mandiri ataupun interaksi antara guru dan siswa (Rusman, 2010:178). Kegiatan belajar disampaikan secara utuh mulai dari pendahuluan, inti dan penutup. Kegiatan pembelajaran juga memerlukan media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan perlu dipertimbangkan mulai dari bentuk, fungsi, jumlah sampai biaya yang dikeluarkan. Fungsi yang terpenting dari media pembelajaran itu adalah bagaimana media pembelajaran mampu membuat siswa terbantu dalam memahami materi yang diajarkan.
Unsur ketujuh yaitu menentukan pelayananan penunjang yang meliputi tenaga ahli dan pembantu, pengadaan bahan, fasilitas, peralatan dan penjadwalan waktu (Rusman, 2010: 181). Pelayanan penunjang tersebut digunakan mulai dari awal penyusunan desain sampai berakhirnya proses belajar mengajar. Keberadaan pelayanan penunjang membantu guru dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang utuh untuk siswa.
Unsur kedelapan adalah evaluasi. Evaluasi digunakan untuk menilai tujuan belajar dari aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan (Rusman, 2010:183). Evaluasi ini dapat membantu guru untuk melihat pencapaian yang diraih siswa setelah mengikuti pembelajaran.
Unsur uji awal dilaksanakan setelah perancangan pembelajaran selesai dilakukan. Dalam uji awal akan terlihat bagaimana keefektifan dari rancangan pembelajaran. Unsur selanjutnya adalah evaluasi formatif yang digunakan untuk menilai perancangan pembelajaran yang telah dibuat. Penilaian formatif dilakukan selama pengembangan dan uji coba. Hasil dari penilaian formatif ini digunakan sebagai acuan untuk melengkapi kekurangan atau memperbaiki kesalahan dari rancangan pembelajaran yang telah dibuat.
Unsur selanjutnya adalah evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif merupakan kegiatan mengukur pencapaian tujuan utama pada akhir pembelajaran. Unsur yang juga ada dalam teori Kemp adalah adanya revisi.
Menurut Kemp dalam Rusman (2010:81), pengembangan perangkat pembelajaran merupakan satu lingkaran yang kontinum. Semua unsur pada gambar lingkaran model desain pembelajaran Kemp menunjukkan hubungan satu sama lain. Lingkaran model Kemp menunjukkan ada kelebihan dari model pembelajaran tersebut yaitu adanya kegiatan revisi tiap komponen bila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam tahap tersebut.