• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Kurikulum 2013

2.1.1.4 Penilaian Otentik

2.1.1.4.1 Pengertian Penilaian Otentik

Penilaian dalam Kurikulum 2013 haruslah sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013. Penilaian tidak didasarkan dalam bentuk tes yang mengukur keberhasilan pembelajaran tetapi juga penilaian yang dapat merefleksikan secara komprehensif kemampuan siswa baik pengetahuan, keterampilan dan sikap (Triana, 2013:3). Penilaian dalam Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa untuk menilai keberhasilan siswa tidak sekedar dalam bentuk tes saja tetapi juga bentuk

nontes sehingga penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh pada kompetensi yang dimiliki oleh siswa.

Penilaian otentik merupakan penilaian yang penting untuk diterapkan dalam pembelajaran. Hal penting dari penilaian otentik ini adalah penilaian ini berisi pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan dan pengetahuan (Kemendikbud, 2013: 246).

Penilaian otentik berisi data-data nyata berupa hasil belajar siswa baik dari aspek sikap, keterampilan ataupun pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Penjelasan mengenai penilaian otentik tersebut dapat menunjukkan bahwa penilaian erat kaitannya dengan hasil, baik yang berupa data angka ataupun data deskripsi, karena penilaiannya tidak didasarkan pada salah satu aspek saja.

Sementara itu, menurut Nurgiyantoro (2008:251) penilaian otentik adalah penilaian yang menilai proses dan hasil secara langsung, Seluruh tampilan siswa dalam kegiatan belajar dapat dinilai secara objektif, apa adanya dan tidak hanya didasarkan pada penilaian akhir saja. Penilaian otentik akan mampu memberikan hasil yang begitu nyata, karena didasarkan dari proses dan hasil belajar yang didapatkan oleh siswa selama pembelajaran. Jenis penilaian seperti ini dapat membuat siswa juga merasa lebih diperhatikan oleh guru dari setiap perilaku pembelajaran dan hasil belajar yang diperolehnya, karena adanya penilaian yang dilakukan setiap hari.

Nurgiyantoro (2011:23) juga menambahkan bahwa penilaian otentik menekankan kemampuan peserta didik untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki secara bermakna dan nyata. Penilaian otentik menunjukkan

bagaimana kemampuan siswa yang menunjukkan tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang dialami. Pembelajaran yang dialami oleh siswa yang dinilai dengan penilaian otentik menghasilkan para siswa yang unggul baik dari pembelajaran yang bersifat teori sampai praktik.

Pengertian Nurgiyantoro menunjukkan bahwa penilaian otentik adalah bentuk pemberian skor terhadap hasil pekerjaan siswa yang melibatkan seluruh kemampuan siswa, mulai dari pengetahuan, sikap ataupun keterampilan. Penilaian otentik dapat menjadi bukti nyata dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan oleh siswa. Perkembangan siswa dalam pembelajaran pun juga dapat dipantau dengan menggunakan penilaian otentik.

Penilaian otentik memiliki hubungan yang kuat dengan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran dengan tuntutan Kurikulum 2013. Penilaian otentik relevan dengan pembelajaran tematik terpadu dalam pembelajaran khususnya untuk SD atau untuk mata pelajaran yang sesuai (Kemendikbud, 2013: 246). Penilaian otentik dapat melihat bagaimana perkembangan yang dihasilkan oleh siswa dalam pembelajaran. Seluruh aspek kemampuan siswa baik dari pengetahuan, sikap ataupun keterampilan dapat dilihat dari penilaian otentik, maka dapat dikatakan sesuai dengan pembelajaran tematik terpadu yang menggabungkan dengan berbagai macam mata pelajaran dengan materi yang berbeda dalam satu tema.

2.1.1.4.2 Jenis-jenis Penilaian Otentik

Penilaian otentik dapat mengukur kemampuan sikap, keterampilan dan pengetahuan dari diri siswa. Jenis-jenis penilaian otentik (Kemendikbud,

2013:239) diantaranya adalah a) penilaian kinerja, b) penilaian proyek, c) penilaian portofolio, d) penilaian tertulis. Bentuk penilaian lainnya yang dapat digunakan dalam pembelaran dengan Kurikulum 2013 adalah penilaian diri. Setiap bentuk penilaian dapat disesuaikan dengan kompetensi siswa yang akan dinilai.

Penilaian kinerja akan menilai proses siswa dalam pembelajaran. Cara guru menilai hasil belajar siswa dapat menggunakan cara-cara seperti daftar cek, catatan anekdot, skala penilaian, memori atau ingatan dan penilaian diri (Kemendikbud, 2013: 249). Kriteria untuk penilaian kinerja dapat dilakukan dengan menanyakan terlebih dahulu kepada siswa. Guru dan siswa kemudian memutuskan aspek penilaian yang akan digunakan.

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode tertentu (Kemendikbud, 2013: 249). Penilaian proyek dimulai dari jangka waktu tertentu. Dalam jangka waktu tertentu tersebut, siswa melakukan tahap perencanaan, persiapan hingga pelaksanaan untuk melakukan tugas tertentu. Pada saat yang seperti itulah, guru kemudian memberikan penilaian kepada siswa.

Penilaian portofolio merupakan penilaian atas hasil kerja siswa secara perorangan atau kelompok dalam satu periode tertentu (Kemendikbud, 2013: 250). Penilaian portofolio dapat membuat guru menjadi tahu bagaimana perkembangan prestasi belajar siswa di sekolah. Guru dan siswa memiliki bukti otentik berupa hasil kerja siswa. Guru juga menjadi lebih mudah untuk memantau hasil belajar siswa.

Penilaian tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Penilaian tertulis dapat juga seperti isian, jawab singkat, dan uraian (Kemendikbud, 2013: 253). Soal-soal dalam penilaian tertulis ini harus mampu mengukur setiap indikator dari pembelajaran. Maka, jenis dari penilaian tertulis dapat dikombinasikan dengan jenis penilaian lainnya seperti penilaian kinerja.

Penilaian otentik mengutamakan penilaian pada proses yang dialami oleh siswa. Jenis penilaian ini tidak sekedar mengukur hasil akhir siswa namun juga proses. Penilaian portofolio adalah kumpulan karya siswa secara sengaja, terencana dan sistemik yang kemudian dianalisis secara cermat untuk menunjukkan perkembangan kemajuan siswa setiap waktu (Nurgiyantoro, 2011:37). Penilaian portofolio membuat kemampuan yang dimiliki oleh siswa dapat terlihat jelas baik dari hasil yang diperoleh maupun kinerja yang telah dilakukan.

Jenis penilaian lain yang dapat mengembangkan karakter kejujuran dalam diri siswa adalah dengan mengembangkan penilaian diri. Penilaian diri adalah penilaian dengan cara meminta siswa untuk menilai kelebihan dan kekurangan dalam hal pencapaian kompetensi pembelajaran (Kemendikbud, 2013:9). Hasil dari penilaian diri dapat diketahui kompetensi yang sudah dicapai oleh siswa melalui pembelajaran yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan dalam penilaian diri adalah daftar cek ataupun dengan skala penilaian. Penilaian diri dapat membantu pengembangan karakter jujur dalam diri siswa.

Jenis penilaian otentik yang dapat digunakan dalam pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 dapat disimpulkan antara lain meliputi penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian portofolio, penilaian tertulis dan penilaian diri. Masing-masing penilaian akan menilai bagaimana proses dan juga hasil yang didapat oleh siswa selama pembelajaran. Kurikulum 2013 menekankan pendidikan yang berbasis pada kemampuan keterampilan, sikap dan pengetahuan. Penilaian yang baik digunakan pun adalah penilaian yang bersifat nyata dan dapat menilai seluruh kemampuan siswa dari ketiga aspek tersebut.