• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Kurikulum 2013

2.1.1.1 Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013

2.1.1.1.2 Elemen Perubahan Kurikulum 2013

Elemen perubahan perubahan Kurikulum 2013 berkaitan dengan standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi dan standar penilaian (Kemendikbud, 2013:97). Pengembangan kurikulum mempengaruhi langsung keempat standar tersebut, karena standar tersebut berkaitan dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan langsung oleh guru dan siswa. Setiap standar memiliki elemen perubahan tersendiri sesuai dengan satuan pendidikan, baik SD/MI,SMP/ MTs, maupun SMA/SMK/MA/MAK.

Elemen perubahan pada kompetensi lulusan SD adalah adanya peningkatan dan keseimbangan soft skill dan hard skill yang meliputi kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan (Kemendikbud, 2013:97). Kurikulum 2013 akan menekankan aspek sikap, keterampilan dan pengetahuan. Siswa tidak lagi ditekankan pada pengetahuan saja, tetapi mampu terampil dan unggul dalam sikap kehidupan sehari-hari.

Elemen perubahan lain pada Kurikulum 2013 adalah ada standar proses dalam pendidikan. Proses pembelajaran di SD semula berfokus pada kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, kini ditekankan pada kegiatan yang mengarah pada kemampuan seorang saintis. Kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta. Proses belajar dapat dilangsungkan di kelas, sekolah dan masyarakat. Guru tidak lagi menjadi sumber utama pembelajaran dan sikap tidak saja diajarkan secara verbal, namun juga melalui contoh dari pelaksanaan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran di SD kini menggunakan tematik dan terpadu (Kemendikbud, 2013:98).

Kegiatan pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam semua mata pelajaran (Kemendikbud, 2013:214). Pendekatan ilmiah ini kerap digunakan dalam bidang keilmuwan. Maksud dari pendekatan ilmiah ini adalah agar para siswa memiliki kemampuan seperti halnya saintis.

Kegiatan seperti yang dilakukan saintis akan menggunakan keterampilan fisik dan juga mental dari diri siswa. Semiawan (1965:19) menjelaskan bahwa

pendekatan proses akan menggunakan berbagai kemampuan seperti kemampuan konsep, kemampuan sikap dan keterampilan memproseskan perolehan. Kemampuan dimiliki tersebut seperti layaknya saintis. Kegiatan-kegiatan dalam pembelajaran yang bersifat saintifik antara lain adalah mengamati, menghitung, mengukur, mengklasifikasi, mencari hubungan ruang/ waku, membuat hipotesis, merencanakan penelitian, mengendalikan variabel, menafsirkan data, menyusun hipotesis, meramalkan itu semua terjadi atau tidak., menerapkan kemampuan menerapkan dan mengkomunikasikan. Bentuk kegiatan pembelajaran mengarah kepada kemampuan yang biasa dilakukan oleh saintis, maka pembelajaran dikenal dengan pendekatan ilmiah (scientific approach).

Proses belajar dilangsungkan di kelas, sekolah atau masyarakat. Kurikulum 2013 menekankan aspek keterampilan, sikap dan pengetahuan. Maka, proses belajar tidak saja dapat dilakukan di kelas, tapi juga di luar kelas. Kegiatan belajar yang dilaksanakan di berbagai tempat tidak saja kelas, dapat membuat siswa mampu memperoleh banyak hal yang dapat dipelajari.

Hal lain yang berubah pada standar proses adalah guru tidak lagi menjadi sumber utama pembelajaran. Siswa dapat memperoleh banyak pengetahuan dengan mencari tahu sendiri, baik dengan menanya ataupun mencari informasi langsung dengan menggunakan berbagai macam media informasi seperti buku, narasumber atau media internet. Pembelajaran efektif dan bermakna, perlu melibatkan siswa karena mereka adalah pusat dari kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi juga karakter (Mulyasa, 2013:103). Siswa menjadi pusat utama pembelajaran, maka siswalah yang harus mencari tahu sendiri akan

berbagai macam sumber informasi yang berkaitan dengan pembelajaran, dan guru bukanlah sumber utama dari pembelajaran tersebut.

Kurikulum 2013 pada standar proses juga membuat elemen perubahan pada sikap dari para siswa. Sikap yang diterapkan kini pun adalah sikap spiritual, sikap individu dan juga sosial. Siswa tidak lagi sekedar belajar untuk memperoleh hasil namun juga untuk melatih cara bersikap siswa dengan Tuhan, melalui sikap bersyukur dan juga sikap kepada sesama, seperti bekerjasama dan rela berkorban. Sikap untuk diri sendiri pun juga ditanamkan, seperti sikap disiplin ataupun sikap teliti.

Standar isi menjadi bagian yang cukup mendapat banyak perubahan dalam Kurikulum 2013. Perubahan dalam standar isi antara lain proses pembelajaran tematik terpadu dalam semua mata pelajaran, jumlah mata pelajaran inti menjadi enam mata pelajaran, dan pembelajaran bersifat holistik berbasis sains (Kemendikbud, 2013:98). Setiap aspek yang berubah dari standar isi, dapat mempengaruhi proses pembelajaran yang berlangsung.

Aspek yang berubah dari standar isi, antara lain adalah pembelajaran tematik terpadu. Beberapa hal dari pembelajaran tematik antara lain menggunakan tema untuk menggabungkan beberapa materi pembelajaran dan dimungkinkan disepakati bersama dengan siswa. Tema yang ada diintegrasikan dengan kurikulum yang berlaku, dengan memperhatikan dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan (Kemendikbud, 2013:190). Kurikulum 2013 menekankan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan, maka pembelajaran yang ada menggabungkan beberapa materi pembelajaran yang digabungkan dengan satu

tema. Penggabungan dengan tema ini dimaksudkan agar siswa dapat belajar secara menyeluruh, sehingga pemahaman siswa menjadi lebih luas.

Standar isi yang mengalami perubahan antara lain adalah jumlah mata pelajaran. Jumlah mata pelajaran inti di SD yang menerapkan Kurikulum 2013 kini menjadi enam mata pelajaran. Mata pelajaran yang dimaksud antara lain adalah PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Materi IPA dan IPS berdiri sendiri, dan digabungkan dalam satu tema.

Pembelajaran dalam Kurikulum 2013 bersifat holistik berbasis sains (alam, sosial dan budaya) (Kemendikbud, 2013:98). Semua materi pembelajaran digabungkan dalam satu tema, sehingga siswa dapat belajar secara menyeluruh mengenai satu hal. Penggabungan materi pembelajaran tersebut dapat juga melatih bagaimana alam, sosial dan budaya perlu berperan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang secara menyeluruh, dapat mengembangkan kemampuan siswa antara lain seperti kegiatan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta.

Standar lain yang mengalami perubahan selain standar proses dan standar isi adalah standar penilaian. Standar penilaian kini berbasis kompetensi, tidak lagi didasarkan pada hasil saja tetapi juga proses dan mendorong pemanfaatan portofolio (Kemendikbud, 2013:98). Penilaian pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013 akan menghasilkan nilai yang nyata dari diri siswa. Penilaian akan bersifat lebih otentik, karena didasarkan pada apa yang didapat oleh siswa baik dari segi pengetahuan, sikap atau bahkan perilaku. Penilaian dalam

Kurikulum 2013 mendorong penggunaan penilaian portofolio. Penilaian portofolio merupakan kumpulan tugas-tugas yang dikerjakan oleh siswa (Mulyasa, 2013:148). Penilaian portofolio menjadi kumpulan bukti otentik dari adanya hasil kerja siswa. Guru dan siswa dapat saling berdiskusi untuk menentukan penilaian dari hasil kerja yang dikumpulkan.

Semua penjelasan yang ada berkaitan dengan elemen perubahan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa elemen-elemen yang mengalami perubahan dalam Kurikulum 2013 adalah standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi dan standar penilaian. Berbagai macam elemen yang mendapat perubahan dalam Kurikulum 2013 mempengaruhi proses pembelajaran. Pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 akan menekankan keempat elemen ini, sehingga akan terlihat perbedaan dengan pembelajaran yang menggunakan kurikulum sebelumnya.

Berikut ini adalah tabel perbedaan esensial KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan Kurikulum 2013 (Kemendikbud, 2013:99).

Tabel 1. Perbedaan Esensial KTSP 2006 dan Kurikulum 2013

KTSP 2006 Kurikulum 2013

Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu

Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (sikap, keterampilan, pengetahuan)

Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri

Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki

kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas

Bahasa Indonesia sejajar dengan mata pelajaran lain

Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain (sikap dan keterampilan berbahasa)

Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda

Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik)

Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah

Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain

Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya

Tematik untuk kelas I-III Tematik integratif untuk kelas I-VI

Tabel perbedaan esensial di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dari penyusunan materi pembelajaran sampai pelaksanaan pengajaran. Kurikulum 2013 membuat setiap mata pelajaran turut mengembangkan berbagai macam kompetensi dalam diri siswa. Kompetensi yang dikembangkan mulai dari kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.

Kurikulum 2013 juga memiliki perbedaan yang esensial pada tiap kompetensi dasar di tiap mata pelajaran yang berkaitan dengan kompetensi inti. Setiap mata pelajaran memiliki kompetensi inti yang sama untuk setiap kelasnya. Kesamaan dari kompetensi inti ini dimaksudkan karena tujuan yang ingin dicapai untuk tiap mata pelajaran adalah sama yaitu untuk mendukung semua kompetensi baik dari sisi sikap, keterampilan maupun pengetahuan.

Aspek lainnya yang menjadi perbedaan dari KTSP dan Kurikulum 2013 adalah bahasa Indonesia kini tidak sejajar dengan mata pelajaran lainnya. Posisi bahasa Indonesia kini sebagai penghela atau penarik mata pelajaran lainnya. Sikap dan keterampilan bahasa Indonesia kini lebih ditekankan melalui mata pelajaran lainnya.

Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik. Pendekatan pembelajaran pada KTSP dapat bervariasi. Namun, dalam pembelajaran dengan Kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah saintifik. Pendekatan saintifik mengarahkan siswa untuk mampu memiliki kemampuan layaknya seorang saintis yang melakukan kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menarik kesimpulan sampai mengkomunikasikan.

Pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang juga membedakannya dengan KTSP adalah pembelajaran diajarkan dengan terpadu antarmata pelajaran. Satu topik pembelajaran dapat diajarkan melalui mata pelajaran yang digabungkan menjadi satu sehingga tidak terlihat lagi terpisah-pisah antarmata pelajaran. selain itu, pembelajaran tematik integratif diterapkan untuk kelas I-VI mengacu

Kurikulum 2013. Sementara itu, pada saat pembelajaran menggunakan KTSP, pembelajaran tematik dilakukan di kelas I-III.

KTSP dan Kurikulum 2013 memiliki perbedaan yang begitu mendasar. Kurikulum 2013 ingin mengembangkan pembelajaran yang menggunakan satu topik yang sudah terkait antarmata pelajaran, menggunakan pendekatan santifik yang menuntut siswa untuk berpikir secara urut dan juga mendidik para siswa baik dari segi kompetensi sikap, keterampilan maupun pengetahuan.