• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belanja Aset Tetap a. Pengertian

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 119-123)

PEDOMAN AKUNTANSI BELANJA

B. BELANJA MODAL

1. Belanja Aset Tetap a. Pengertian

Aset tetap merupakan aset berujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Belanja aset tetap untuk pelayanan publik adalah pengurangan akumulasi SiLPA pemerintah daerah untuk pengeluaran yang ditetapkan dalam dokumen otorisasi kredit anggaran perolehan aset tetap yang digunakan untuk keperluan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

b. Proses Pencatatan dan Dokumen Terkait

Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar belanja aset tetap dimulai sejak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi dan sampai dengan penutupan tahun anggaran.

Dokumen sumber untuk mencatat transaksi belanja meliputi:

• Perda APBD sebagai dasar pencatatan apropriasi yang merupakan anggaran belanja yang disetujui DPRD kepada Pemerintah Daerah sebagai mandat kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk melakukan pengeluaran-pengeluaran sesuai tujuan yang ditetapkan.

• Otorisasi Kredit Anggaran (allotment) sebagai dasar pencatatan pelaksanaan anggaran yang menunjukkan bagian dari apropriasi yang disediakan bagi unit pengguna anggaran dan digunakan untuk memperoleh uang dari Kas Daerah guna membiayai pengeluaran-pengeluaran selama periode otorisasi tersebut.

• Surat Perintah Membayar Uang (SPMU) dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebagai dasar pencatatan realisasi belanja serta bukti kuitansi/faktur dan bukti lainnya untuk dasar pencatatan realisasi SPM-BS UUDP oleh Bendaharawan Pemegang Kas

• Surat Setoran Bukan Pajak atau Potongan SPM sebagai dasar pencatatan penerimaan kembali belanja.

• Memo Penyesuaian (MP) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup tiap akhir periode.

Pejabat yang terkait dengan transaksi belanja terdiri dari Unit Pengguna Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran, dan Unit Pembukuan.

Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) pada Buku IV.

c. Saldo Normal

Saldo normal perkiraan belanja aset tetap adalah debet, artinya perkiraan ini akan bertambah dengan adanya transaksi yang mendebetnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mengkreditnya. d. Jurnal Standar

Secara lengkap pencatatan siklus belanja aset tetap dilakukan sebagai berikut:

1) Pada saat APBD disetujui DPRD dan disahkan oleh Pemerintah Daerah:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx

9311 Apropriasi Belanja Aset Tetap xxx

2) Pada saat Otorisasi Kredit Anggaran disahkan dan dikeluarkan:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9411 Alokasi Apropriasi Belanja Aset Tetap (UPTD

atau yang setingkat)

xxx 9511 Allotment Belanja Aset Tetap (UPTD

atau yang setingkat)

xxx

3) Pada saat realisasi perlu diperhatikan adanya 2 cara pencairan dana yaitu:

• Melalui transaksi UUDP dengan menggunakan SPM Beban Sementara (SPM-BS)

• Dengan menggunakan SPM- Beban Tetap (SPM – BT)

Jurnal yang dilakukan pada cara pencairan dana melalui transaksi UUDP dengan menggunakan SPM – BS, ada 3 tahap, yaitu:

• Realisasi pemberian UUDP pada saat SPMU dikeluarkan :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0200 Kas di Pemegang Kas xxx

0100 Kas di Kas Daerah xxx

Realisasi belanja, saat dibuat SPJ :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8510 Belanja Aset Tetap xxx

0200 Kas di Pemegang Kas xxx

Buku Pembantu

Belanja Tanah xxx

Belanja Peralatan dan Mesin xxx Belanja Gedung dan Bangunan xxx Belanja Jalan, Irigasi & Jaringan xxx

Belanja Aset Tetap Lainnya xxx

• Penyetoran kembali sisa UUDP di Kas Daerah pada akhir tahun anggaran dengan menggunakan dokumen STS dan Memo Penyesuaian :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah Xxx

0200 Kas di Pemegang Kas xxx

Jurnal yang harus dilakukan dengan menggunakan SPM BT hanya melalui 1 tahap, yaitu pada saat diterbitkannya SPMU – BT dan atau ND, sebagai berikut :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8510 Belanja Aset Tetap Xxx

0100 Kas di Kas Daerah xxx

Buku Pembantu

Belanja Tanah Xxx

Belanja Peralatan dan Mesin Xxx Belanja Gedung dan Bangunan Xxx Belanja Jalan, Irigasi & Jaringan Xxx

Belanja Aset Tetap Lainnya Xxx

4) Bila terjadi penerimaan kembali belanja aset tetap, yang terjadi pada tahun anggaran berjalan, harus dilakukan koreksi ke perkiraan Pendapatan Lain-lain PAD terlebih dulu, kemudian dilakukan jurnal

pencatatan Pendapatan Lain-lain PAD dilakukan berdasarkan Surat Tanda Setoran Bukan Pajak sebagai berikut:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah Xxx

8040 Pendapatan Lain-lain PAD xxx

Buku Pembantu : Pendapatan dari Penerimaan Kembali Belanja Tahun Berjalan

Jurnal penyesuaian ke perkiraan semula berdasarkan Memo Penyesuaian sebagai berikut:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8040 Pendapatan Lain-lain PAD Xxx

8510 Belanja Aset Tetap xxx

Buku Pembantu Pendapatan Lain lain PAD: Pendapatan dari Penerimaan Kembali Belanja Tahun Berjalan

Xxx Buku Pembantu Belanja Pegawai:

Belanja Tanah xxx

Belanja Peralatan dan Mesin xxx

Belanja Gedung dan Bangunan xxx

Belanja Jalan, Irigasi & Jaringan xxx

Belanja Aset Tetap Lainnya xxx

Jurnal korolari untuk mencatat perolehan aset tetap:

2100 Tanah Xxx

2200 Peralatan dan Mesin Xxx

2300 Gedung dan Bangunan Xxx

2400 Jalan, Irigasi dan Jaringan Xxx

2500 Aset Tetap Lainnya Xxx

7200 Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx

Koreksi kembali pada perkiraan belanja semula tersebut di atas dimaksudkan agar bisa diketahui kinerja dari unit yang bersangkutan. 5) Bila terjadi penerimaan kembali belanja aset tetap, misalkan karena

adanya temuan dari aparat pemeriksa, yang terjadi pada tahun anggaran berikutnya maka perlu dilakukan koreksi sebagai berikut:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah Xxx

8040 Pendapatan Lain-lain PAD xxx

Buku Pembantu Pendapatan Lain lain PAD:

6) Jurnal penutup pada akhir tahun anggaran:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9511 Alltmt Belanja Aset Tetap (UPTD atau setingkat) xxx

8510 Belanja Aset Tetap xxx

6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx

menutup perk. realisasi ke anggaran belanja aset tetap

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9311 Apropriasi Belanja Aset Tetap xxx

9411 Alok. Apropriasi Belanja Aset Tetap xxx menutup apropriasi ke alokasi apropriasi

e. Pengukuran

Perkiraan Belanja Aset Tetap diukur sebesar kas yang dikeluarkan untuk aset tetap tersebut. Dalam hal terdapat penerimaan kembali Belanja Aset Tetap maka dasar pengukurannya adalah sebesar kas yang diterima kembali tersebut.

f. Pengungkapan

Sebagai suatu penjelasan maka dalam nota perhitungan anggaran /catatan atas laporan keuangan perlu diungkapkan informasi antara lain: - Rincian belanja aset tetap-untuk antara lain menurut jenis aset

lainnya, tujuan penggunaan aset lainnya.

- Penjelasan lainnya yang dianggap perlu misalkan trend belanja aset lainnya, prosentase belanja aset lainnya terhadap total belanja, penjelasan selisih terhadap anggaran.

2. Belanja Aset Lainnya

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 119-123)