PEDOMAN AKUNTANSI BELANJA
B. BELANJA MODAL
1. Belanja Aset Tetap a. Pengertian
Aset tetap merupakan aset berujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Belanja aset tetap untuk pelayanan publik adalah pengurangan akumulasi SiLPA pemerintah daerah untuk pengeluaran yang ditetapkan dalam dokumen otorisasi kredit anggaran perolehan aset tetap yang digunakan untuk keperluan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
b. Proses Pencatatan dan Dokumen Terkait
Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar belanja aset tetap dimulai sejak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi dan sampai dengan penutupan tahun anggaran.
Dokumen sumber untuk mencatat transaksi belanja meliputi:
• Perda APBD sebagai dasar pencatatan apropriasi yang merupakan anggaran belanja yang disetujui DPRD kepada Pemerintah Daerah sebagai mandat kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk melakukan pengeluaran-pengeluaran sesuai tujuan yang ditetapkan.
• Otorisasi Kredit Anggaran (allotment) sebagai dasar pencatatan pelaksanaan anggaran yang menunjukkan bagian dari apropriasi yang disediakan bagi unit pengguna anggaran dan digunakan untuk memperoleh uang dari Kas Daerah guna membiayai pengeluaran-pengeluaran selama periode otorisasi tersebut.
• Surat Perintah Membayar Uang (SPMU) dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebagai dasar pencatatan realisasi belanja serta bukti kuitansi/faktur dan bukti lainnya untuk dasar pencatatan realisasi SPM-BS UUDP oleh Bendaharawan Pemegang Kas
• Surat Setoran Bukan Pajak atau Potongan SPM sebagai dasar pencatatan penerimaan kembali belanja.
• Memo Penyesuaian (MP) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup tiap akhir periode.
Pejabat yang terkait dengan transaksi belanja terdiri dari Unit Pengguna Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran, dan Unit Pembukuan.
Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) pada Buku IV.
c. Saldo Normal
Saldo normal perkiraan belanja aset tetap adalah debet, artinya perkiraan ini akan bertambah dengan adanya transaksi yang mendebetnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mengkreditnya. d. Jurnal Standar
Secara lengkap pencatatan siklus belanja aset tetap dilakukan sebagai berikut:
1) Pada saat APBD disetujui DPRD dan disahkan oleh Pemerintah Daerah:
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx
9311 Apropriasi Belanja Aset Tetap xxx
2) Pada saat Otorisasi Kredit Anggaran disahkan dan dikeluarkan:
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9411 Alokasi Apropriasi Belanja Aset Tetap (UPTD
atau yang setingkat)
xxx 9511 Allotment Belanja Aset Tetap (UPTD
atau yang setingkat)
xxx
3) Pada saat realisasi perlu diperhatikan adanya 2 cara pencairan dana yaitu:
• Melalui transaksi UUDP dengan menggunakan SPM Beban Sementara (SPM-BS)
• Dengan menggunakan SPM- Beban Tetap (SPM – BT)
Jurnal yang dilakukan pada cara pencairan dana melalui transaksi UUDP dengan menggunakan SPM – BS, ada 3 tahap, yaitu:
• Realisasi pemberian UUDP pada saat SPMU dikeluarkan :
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
0200 Kas di Pemegang Kas xxx
0100 Kas di Kas Daerah xxx
• Realisasi belanja, saat dibuat SPJ :
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8510 Belanja Aset Tetap xxx
0200 Kas di Pemegang Kas xxx
Buku Pembantu
Belanja Tanah xxx
Belanja Peralatan dan Mesin xxx Belanja Gedung dan Bangunan xxx Belanja Jalan, Irigasi & Jaringan xxx
Belanja Aset Tetap Lainnya xxx
• Penyetoran kembali sisa UUDP di Kas Daerah pada akhir tahun anggaran dengan menggunakan dokumen STS dan Memo Penyesuaian :
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
0100 Kas di Kas Daerah Xxx
0200 Kas di Pemegang Kas xxx
Jurnal yang harus dilakukan dengan menggunakan SPM BT hanya melalui 1 tahap, yaitu pada saat diterbitkannya SPMU – BT dan atau ND, sebagai berikut :
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8510 Belanja Aset Tetap Xxx
0100 Kas di Kas Daerah xxx
Buku Pembantu
Belanja Tanah Xxx
Belanja Peralatan dan Mesin Xxx Belanja Gedung dan Bangunan Xxx Belanja Jalan, Irigasi & Jaringan Xxx
Belanja Aset Tetap Lainnya Xxx
4) Bila terjadi penerimaan kembali belanja aset tetap, yang terjadi pada tahun anggaran berjalan, harus dilakukan koreksi ke perkiraan Pendapatan Lain-lain PAD terlebih dulu, kemudian dilakukan jurnal
pencatatan Pendapatan Lain-lain PAD dilakukan berdasarkan Surat Tanda Setoran Bukan Pajak sebagai berikut:
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
0100 Kas di Kas Daerah Xxx
8040 Pendapatan Lain-lain PAD xxx
Buku Pembantu : Pendapatan dari Penerimaan Kembali Belanja Tahun Berjalan
Jurnal penyesuaian ke perkiraan semula berdasarkan Memo Penyesuaian sebagai berikut:
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8040 Pendapatan Lain-lain PAD Xxx
8510 Belanja Aset Tetap xxx
Buku Pembantu Pendapatan Lain lain PAD: Pendapatan dari Penerimaan Kembali Belanja Tahun Berjalan
Xxx Buku Pembantu Belanja Pegawai:
Belanja Tanah xxx
Belanja Peralatan dan Mesin xxx
Belanja Gedung dan Bangunan xxx
Belanja Jalan, Irigasi & Jaringan xxx
Belanja Aset Tetap Lainnya xxx
Jurnal korolari untuk mencatat perolehan aset tetap:
2100 Tanah Xxx
2200 Peralatan dan Mesin Xxx
2300 Gedung dan Bangunan Xxx
2400 Jalan, Irigasi dan Jaringan Xxx
2500 Aset Tetap Lainnya Xxx
7200 Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx
Koreksi kembali pada perkiraan belanja semula tersebut di atas dimaksudkan agar bisa diketahui kinerja dari unit yang bersangkutan. 5) Bila terjadi penerimaan kembali belanja aset tetap, misalkan karena
adanya temuan dari aparat pemeriksa, yang terjadi pada tahun anggaran berikutnya maka perlu dilakukan koreksi sebagai berikut:
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
0100 Kas di Kas Daerah Xxx
8040 Pendapatan Lain-lain PAD xxx
Buku Pembantu Pendapatan Lain lain PAD:
6) Jurnal penutup pada akhir tahun anggaran:
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9511 Alltmt Belanja Aset Tetap (UPTD atau setingkat) xxx
8510 Belanja Aset Tetap xxx
6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx
menutup perk. realisasi ke anggaran belanja aset tetap
No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9311 Apropriasi Belanja Aset Tetap xxx
9411 Alok. Apropriasi Belanja Aset Tetap xxx menutup apropriasi ke alokasi apropriasi
e. Pengukuran
Perkiraan Belanja Aset Tetap diukur sebesar kas yang dikeluarkan untuk aset tetap tersebut. Dalam hal terdapat penerimaan kembali Belanja Aset Tetap maka dasar pengukurannya adalah sebesar kas yang diterima kembali tersebut.
f. Pengungkapan
Sebagai suatu penjelasan maka dalam nota perhitungan anggaran /catatan atas laporan keuangan perlu diungkapkan informasi antara lain: - Rincian belanja aset tetap-untuk antara lain menurut jenis aset
lainnya, tujuan penggunaan aset lainnya.
- Penjelasan lainnya yang dianggap perlu misalkan trend belanja aset lainnya, prosentase belanja aset lainnya terhadap total belanja, penjelasan selisih terhadap anggaran.
2. Belanja Aset Lainnya