• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERIMAAN PINJAMAN DARI PEMERINTAH PUSAT

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 195-200)

Perkiraan operasional

G. PENERIMAAN PINJAMAN DARI PEMERINTAH PUSAT

Perkiraan ini terdiri dari : Perkiraan Anggaran

1. Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat a. Pengertian

Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat adalah perkiraan untuk membukukan anggaran penerimaan pembiayaan yang berasal dari pinjaman Pemerintah Pusat yang akan digunakan untuk menutup defisit anggaran selama tahun berjalan sesuai dengan Perda APBD. Perkiraan ini mempunyai buku pembantu dan sub sistem yang dirinci menurut sumber dananya.

b. Proses pencatatan dan Dokumen terkait

Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembukuan pada perkiraan ini adalah Perda APBD dan Naskah Pinjaman dari Pemerintah Pusat.

c. Saldo Normal

Perkiraan ini mempunyai saldo normal di sebelah debet. Penambahan estimasi penerimaan pinjaman dari Pemerintah Pusat dicatat di sebelah debet dan pengurangan estimasi penerimaan pinjaman dari pemerintah Pusat ini dicatat di sebelah kredit.

d. Jurnal Standar

Perkiraan ini didebet pada saat Perda APBD disahkan dan dikredit pada saat penutupan perkiraan pada akhir tahun anggaran atau apabila terjadi revisi pengurangan anggaran penerimaan pinjaman ini. 1) Jurnal pada saat Perda APBD disahkan:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9607 Estimasi Penerimaan Pinjaman dari

Pemerintah Pusat xxx

6400 Pembiayaan Netto xxx

2) Jurnal Penutup:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9656 Alokasi Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat xxx 9607 Estimasi Penerimaan Pinjaman dari

Pemerintah Pusat xxx

e. Pengukuran

Perkiraan ini didebet sebesar jumlah anggaran penerimaan pembiayaan yang berasal dari pinjaman Pemerintah Pusat yang tercantum dalam Perda APBD.

f. Pengungkapan

Estimasi penerimaan pinjaman dari Pemerintah Pusat ini akan dibandingkan dengan alokasi estimasi penerimaan pinjaman dari Pemerintah Pusat dan bilamana terjadi selisih, diberikan penjelasan dalam Nota Perhitungan Anggaran.

2. Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan

a. Pengertian

Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat yang Dialokasikan adalah perkiraan untuk membukukan anggaran penerimaan pembiayaan yang berasal dari pinjaman Pemerintah Pusat yang telah diotorisasi dan telah diterbitkan OKA-nya.

b. Proses pencatatan dan Dokumen terkait

Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembukuan pada perkiraan ini adalah Otorisasi Kredit Anggaran. c. Saldo Normal

Perkiraan ini mempunyai saldo normal di sebelah debet d. Jurnal Standar

Perkiraan ini didebet pada saat OKA diterbitkan dan dikredit pada saat penutupan perkiraan pada akhir tahun anggaran.

1) Jurnal pada saat alokasi anggaran :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9706 Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan xxx 9655 Alokasi Estimasi Penerimaan

Pinjaman dari Pemerintah Pusat xxx

2) Jurnal Penutup:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8840 Penerimaan Pinj dari Pemerintah Pusat xxx 9706 Estimasi Penerimaan Pinjaman dari

Pemerintah Pusat yang dialokasikan xxx

e. Pengukuran

Perkiraan ini didebet sebesar jumlah anggaran pinjaman dari Pemerintah Pusat yang telah disetujui untuk direalisasikan sesuai dengan OKA yang diterbitkan.

Estimasi penerimaan pembiayaan ini akan dibandingkan dengan realisasi penerimaan dan bilamana terjadi selisih, diberikan penjelasan dalam Nota Perhitungan Anggaran.

3. Alokasi Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat

a. Pengertian

Alokasi Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat merupakan lawan dari perkiraan Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat yang Dialokasikan. Perkiraan ini untuk membukukan bagian anggaran penerimaan yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah Pusat yang telah disetujui untuk direalisasikan dan telah diterbitkan OKA-nya.

b. Proses pencatatan dan Dokumen terkait

Pencatatan pada perkiraan ini dilakukan pada saat otorisasi anggaran (OKA) diterbitkan. Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembukuan pada perkiraan ini adalah OKA.

c. Saldo Normal

Perkiraan ini mempunyai saldo normal di sebelah kredit. Penambahan perkiraan ini dicatat di sebelah kredit dan pengurangan perkiraan ini dicatat di sebelah debet.

d. Jurnal Standar

Perkiraan ini dikredit pada saat OKA diterbitkan dan didebet pada saat penutupan perkiraan pada akhir tahun anggaran.

1) Jurnal pada saat alokasi anggaran :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9706 Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan

xxx 9656 Alokasi Estimasi Penerimaan

Pinjaman dari Pemerintah Pusat xxx

2) Jurnal Penutup:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9656 Alokasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat

xxx 9607 Estimasi Penerimaan Pinjaman dari

e. Pengukuran

Perkiraan ini dikredit sebesar jumlah anggaran pinjaman dari Pemerintah Pusat yang telah disetujui untuk direalisasikan sesuai dengan OKA yang diterbitkan.

f. Pengungkapan

Pada akhir tahun, perkiraan ini dibandingkan dengan perkiraan Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat berdasarkan APBD. Apabila terjadi selisih, diberikan penjelasan dalam Nota Perhitungan Anggaran.

Perkiraan Operasional

1. Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat a. Pengertian

Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat adalah perkiraan untuk membukukan realisasi penerimaan pinjaman yang berasal dari Pemerintah Pusat yang digunakan untuk menutup defisit anggaran selama tahun berjalan sesuai dengan Perda APBD.

b. Proses pencatatan Dokumen terkait

Pencatatan pada perkiraan ini dilakukan setelah adanya penyetoran uang yang berasal dari pencairan pinjaman ke rekening Kas Daerah. Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembukuan pada perkiraan ini adalah bukti setor ke rekening Kas Daerah, seperti Surat Tanda Setoran dan Nota Kredit atau bukti realisasi penarikan uang lainnya.

c. Saldo Normal

Perkiraan ini mempunyai saldo normal di sebelah kredit. Penambahan penerimaan pinjaman dari Pemerintah Pusat dicatat di sebelah kredit dan pengurangan penerimaan pinjaman dari Pemerintah Pusat dicatat di sebelah debet.

d. Jurnal Standar

Perkiraan ini dikredit pada saat dana hasil penarikan pinjaman luar negeri telah disetor dan dibukukan di rekening Kas Daerah atau pada saat telah dilakukannya pembayaran secara langsung (direct

payment) oleh pihak kreditor dan didebet pada saat penutupan perkiraan pada akhir tahun anggaran.

1) Jurnal realisasi penarikan dana pinjaman dalam negeri :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah xxx

8840 Penerimaan Pinjaman dari

Pemerintah Pusat xxx

Jurnal Korolari :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

7400 Dana yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Panjang xxx

5100 Hutang Jangka Panjang xxx

2) Jurnal Penutup:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8840 Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah

Pusat xxx

9706 Estimasi Penerimaan Pinjaman dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan

xxx

e. Pengukuran

Perkiraan ini dikredit sebesar jumlah penerimaan yang berasal dari penerimaan pinjaman dari Pemerintah Pusat yang disetor ke rekening Kas Daerah sesuai dengan bukti setor atau yang dibayarkan langsung kepada pihak ketiga oleh kreditor.

f. Pengungkapan

Realisasi penerimaan pembiayaan ini akan dihadapkan dengan Estimasi penerimaan pembiayaannya dan bilamana terjadi selisih, diberikan penjelasan dalam Nota Perhitungan Anggaran.

H. PENERIMAAN PINJAMAN DARI PEMERINTAH DAERAH OTONOM

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 195-200)