• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERIMAAN PINJAMAN LUAR NEGERI

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 190-195)

Perkiraan operasional

F. PENERIMAAN PINJAMAN LUAR NEGERI

Perkiraan ini terdiri dari : Perkiraan Anggaran

1. Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri a. Pengertian

Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri adalah perkiraan untuk membukukan anggaran penerimaan pembiayaan yang berasal dari pinjaman luar negeri yang akan digunakan untuk menutup defisit anggaran selama tahun berjalan sesuai dengan Perda APBD.

b. Proses pencatatan dan Dokumen terkait

Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembukuan pada perkiraan ini adalah Perda APBD dan Naskah Pinjaman Luar Negeri.

c. Saldo Normal

Perkiraan ini mempunyai saldo normal di sebelah debet. Penambahan estimasi penerimaan pinjaman luar negeri dicatat di sebelah debet dan pengurangan estimasi penerimaan pinjaman luar negeri ini dicatat di sebelah kredit.

d. Jurnal Standar

Perkiraan ini didebet pada saat Perda APBD disahkan dan dikredit pada saat penutupan perkiraan pada akhir tahun anggaran atau apabila terjadi revisi pengurangan anggaran penerimaan pinjaman ini. 1) Jurnal pada saat Perda APBD disahkan:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9606 Esti. Penerimaan Pinjaman Luar Negeri xxx

2) Jurnal Penutup:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9655 Alokasi Estimasi Penerimaan Pinjaman

Luar Negeri xxx

9606 Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri

xxx

e. Pengukuran

Perkiraan ini didebet sebesar jumlah anggaran penerimaan pembiayaan yang berasal dari pinjaman luar negeri yang tercantum dalam Perda APBD.

f. Pengungkapan

Estimasi penerimaan pinjaman luar negeri ini akan dibandingkan dengan alokasi estimasi penerimaan pinjaman luar negeri dan bilamana terjadi selisih, diberikan penjelasan dalam Nota Perhitungan Anggaran.

2. Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri yang dialokasikan a. Pengertian

Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri yang Dialokasikan adalah perkiraan untuk membukukan anggaran penerimaan pembiayaan yang berasal dari pinjaman Luar negeri yang telah diotorisasi dan telah diterbitkan OKA-nya.

b. Proses pencatatan dan Dokumen terkait

Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembukuan pada perkiraan ini adalah Otorisasi Kredit Anggaran. c. Saldo Normal

Perkiraan ini mempunyai saldo normal di sebelah debet d. Jurnal Standar

Perkiraan ini didebet pada saat OKA diterbitkan dan dikredit pada saat penutupan perkiraan pada akhir tahun anggaran.

1) Jurnal pada saat alokasi anggaran

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9705 Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri yang dialokasikan xxx 9655 Alokasi Estimasi Penerimaan

Pinjaman Luar Negeri

xxx

2) Jurnal Penutup:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8835 Penerimaan Pinjaman Luar Negeri xxx 9705 Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar

Negeri yang dialokasikan xxx

e. Pengukuran

Perkiraan ini didebet sebesar jumlah anggaran pinjaman Luar negeri yang telah disetujui untuk direalisasikan sesuai dengan OKA yang diterbitkan.

f. Pengungkapan

Estimasi penerimaan pembiayaan ini akan dibandingkan dengan realisasi penerimaan dan bilamana terjadi selisih, diberikan penjelasan dalam Nota Perhitungan Anggaran.

3. Alokasi Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri

a. Pengertian

Alokasi Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri merupakan perkiraan lawan dari perkiraan Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri yang Dialokasikan. Perkiraan ini untuk membukukan bagian anggaran penerimaan yang berasal dari pinjaman luar negeri yang telah disetujui untuk direalisasikan dan telah diterbitkan OKA-nya. b. Proses pencatatan dan Dokumen terkait

Pencatatan pada perkiraan ini dilakukan pada saat otorisasi (OKA) diterbitkan. Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembukuan pada perkiraan ini adalah OKA.

c. Saldo Normal

Perkiraan ini mempunyai saldo normal di sebelah kredit. Penambahan perkiraan ini dicatat di sebelah kredit dan pengurangan perkiraan ini dicatat di sebelah debet.

d. Jurnal Standar

Perkiraan ini dikredit pada saat OKA diterbitkan dan didebet pada saat penutupan perkiraan pada akhir tahun anggaran.

1) Jurnal pada saat alokasi anggaran :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9705 Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri yang dialokasikan xxx 9655 Alokasi Estimasi Penerimaan

Pinjaman Luar Negeri xxx

2) Jurnal Penutup:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9655 Alokasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri

xxx 9606 Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar

Negeri xxx

e. Pengukuran

Perkiraan ini dikredit sebesar jumlah anggaran pinjaman luar negeri yang telah disetujui untuk direalisasikan sesuai dengan OKA yang diterbitkan.

f. Pengungkapan

Pada akhir tahun anggaran perkiraan ini dibandingkan dengan perkiraan Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar Negeri berdasarkan APBD. Apabila terjadi selisih, diberikan penjelasan dalam Nota Perhitungan Anggaran.

Perkiraan Operasional

1. Penerimaan Pinjaman Luar Negeri a. Pengertian

Penerimaan Pinjaman Luar Negeri adalah perkiraan untuk membukukan realisasi penerimaan pinjaman yang berasal dari pinjaman Luar negeri yang digunakan untuk menutup defisit anggaran selama tahun berjalan sesuai dengan Perda APBD.

Perkiraan ini mempunyai buku pembantu dan subsistem yang dirinci menurut sumber dana dan nomor pinjaman.

b. Proses pencatatan Dokumen terkait

Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembukuan pada perkiraan ini adalah bukti setor ke rekening Kas Daerah, seperti Surat Tanda Setoran dan Nota Kredit atau bukti realisasi penarikan uang lainnya.

c. Saldo Normal

Perkiraan ini mempunyai saldo normal di sebelah kredit. Penambahan penerimaan pinjaman luar negeri dicatat di sebelah kredit dan pengurangan penerimaan pembiayaan pinjaman luar negeri dicatat di sebelah debet.

d. Jurnal Standar

Perkiraan ini dikredit pada saat dana hasil penarikan pinjaman luar negeri telah disetor dan dibukukan di rekening Kas Daerah atau pada saat telah dilakukannya pembayaran secara langsung (direct payment) oleh pihak kreditor dan didebet pada saat penutupan perkiraan pada akhir tahun anggaran.

1) Jurnal realisasi penarikan dana pinjaman dalam negeri :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah xxx

8835 Penerimaan Pinjaman Luar Negeri xxx

Jurnal Korolari :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

7400 Dana yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Panjang xxx

2) Jurnal Penutup:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8835 Penerimaan Pinjaman Luar Negeri xxx 9705 Estimasi Penerimaan Pinjaman Luar

Negeri yang dialokasikan xxx

e. Pengukuran

Perkiraan ini dikredit sebesar jumlah penerimaan yang berasal dari penerimaan pinjaman luar negeri yang disetor ke rekening Kas Daerah sesuai dengan bukti setor atau yang dibayarkan langsung kepada pihak ketiga oleh kreditor.

f. Pengungkapan

Realisasi penerimaan pembiayaan ini akan dihadapkan dengan Estimasi penerimaan pembiayaannya dan bilamana terjadi selisih, diberikan penjelasan dalam Nota Perhitungan Anggaran.

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 190-195)