• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencatatan pada akhir tahun anggaran :

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 134-139)

PEDOMAN AKUNTANSI BAGI HASIL PENDAPATAN KE KABUPATEN/KOTA/DESA

4) Pencatatan pada akhir tahun anggaran :

-3) Pada saat realisasi

Realisasi Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten/Kota diakui pada saat penerimaan pendapatan dan dibukukan sebagai berikut:

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8710 Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten / Kota xxx

-0100 Kas di Kas Daerah - xxx

Buku Pembantu Bagi Hasil Pajak ke Kab./Kota (didebet sebesar realisasi) :

Bagi Hasil Pajak Kendaraaan Bermotor dan Kendaraan Diatas Air

Bagi Hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Diatas Air

Bagi Hasil Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor

Bagi Hasil Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABTP xxx xxx xxx xxx

-4) Pencatatan pada akhir tahun anggaran :

Jurnal penutup perkiraan pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut :

(1) Bila realisasi Bagi hasil Pajak ke Kabupaten/kota lebih tinggi dari pada estimasi :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9331

6300 Apropriasi Bagi Hasil Pajak ke Kab./ KotaSurplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx xxx - -Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten / Kota - xxx

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9531 Allotment Bagi Hasil Pajak ke Kab. / Kota xxx -9431 Alokasi Apropriasi Bagi Hasil Pajak ke

Kabupaten / Kota

- xxx

Jumlah xxx xxx

(2) Bila realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9331 Apropriasi Bagi Hasil Pajak ke Kab./ Kota xxx -8710 Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten / Kota

Surplus/Defisit Tahun Pelaporan -- xxxxxx

Jumlah xxx xxx

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9531 Allotment Bagi Hasil Pajak ke Kab. / Kota xxx -9431 Alokasi Apropriasi Bagi Hasil Pajak ke

Kabupaten / Kota - xxx

e. Pengukuran

Pengukuran Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten/Kota dilakukan berdasarkan nilai realisasi yaitu nilai pada saat Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten / kota dibagikan yang dituangkan dalam dokumen-dokumen terkait yang dikeluarkan dan disahkan oleh pejabat yang berwenang. Jumlah yang dicatat adalah sebesar nilai yang dibayarkan.

f. Pengungkapan

Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten/Kota diungkapkan pada Kelompok Perkiraan Bagi Hasil Pendapatan ke kabupaten/Kota/Desa di dalam laporan perhitungan APBD. Kelompok ini terletak setelah Kelompok Perkiraan Belanja. Nilai yang disajikan adalah nilai anggaran dan realisasinya.

Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan anggaran:

- Rincian bagi hasil pajak per jenis pajak per kabupaten / kota penerima

- Besarnya target dan realisasi bagi hasil pajak untuk mengetahui tingkat kinerja;

2. Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kab./Kota a. Pengertian

Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota adalah perkiraan yang digunakan Pemda Propinsi untuk mencatat bagi hasil lainnya (di luar bagi hasil pajak) ke kabupaten / kota. Bagi hasil pendapatan lainnya hasil pajak ini dibagi berdasarkan kabupaten / kota yang menerima bagi hasil.

b. Pencatatan dan Dokumen Terkait

Proses pencatatan Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota melibatkan unit-unit sebagai berikut: Bank (Kas Daerah), Penganggaran, Keuangan, Perbendaharaan, Verifikasi, dan Pembukuan. Dokumen dasar yang terkait dengan proses pencatatan Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota meliputi :

• SKO (Surat Otorisasi Kredit Anggaran);

• Memo Transaksi (penjurnalan debet/kredit transaksi) yang disiapkan dan telah diverifikasi oleh Bagian / Sub Bagian verifikasi, Biro / Bagian Keuangan Daerah.

Bukti pendukung lain yang sah.

c. Saldo Normal

Saldo Normal perkiraan Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota terletak disebelah debet.

d. Jurnal Standar

Pencatatan pada buku besar Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota dimulai pada saat penetapan anggaran Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten/Kota disetujui dan disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), saat alokasi anggaran, sampai dengan realisasi penerimaannya. Pada akhir tahun anggaran, dibuat jurnal penutupannya. 1) Pada saat angggaran Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten / Kota disetujui/disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx -9332 Apr. Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke

Kabupaten / Kota - xxx

2) Pada saat Alokasi Anggaran

Jurnal ini untuk mencatat alokasi anggaran atau allotment bagi hasil pendapatan lainnya ke kabupaten/kota yang merupakan apropriasi APBD yang disediakan bagi dinas/satuan kerja dan digunakan untuk memperoleh uang dari Kas Daerah guna membiayai pengeluaran bagi hasil pendapatan lainnya selama periode tersebut. Jurnal ini dilakukan pada saat diterbitkannya otorisasi kredit anggaran sebagai berikut :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9432 Alokasi Apr. Bagi Hasil Pendapatan Lainnya

ke Kab. / Kota xxx

-9532 Allotment Bagi Hasil Pendapatan Lainnya

ke Kab / Kota - xxx

3) Pada saat realisasi

Realisasi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota diakui pada saat penerimaan pendapatan dan dibukukan sebagai berikut:

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8720 Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke

Kabupaten / Kota xxx

-0100 Kas di Kas Daerah - xxx

4) Pencatatan pada akhir tahun anggaran :

Jurnal penutup perkiraan pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut :

(1) Bila realisasi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/kota lebih tinggi dari pada estimasi

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9332 6300

Apropriasi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kab./ Kota

Surplus/Defisit Tahun Pelaporan

xxx xxx

-8720 Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke

Kabupaten / Kota - xxx

Jumlah xxx xxx

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9532 Allotment Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kab. / Kota

xxx -9432 Alokasi Apropriasi Bagi Hasil Pendapatan

Lainnya ke Kabupaten / Kota - xxx

Jumlah xxx xxx

(2) Bila realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9332 Apropriasi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya

ke Kab./ Kota yg Dialokasikan xxx

-8720 6300

Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten / Kota

Surplus/Defisit Tahun Pelaporan

-xxx xxx

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9532 Allotment Bagi Hasil Pendapatan Lainnya

ke Kab. / Kota xxx

-9432 Alokasi Apropriasi Bagi Hasil Pendapatan

Lainnya ke Kabupaten / Kota - xxx

e. Pengukuran

Pengukuran Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota dilakukan berdasarkan nilai realisasi yaitu nilai pada saat Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten / kota dibagikan yang dituangkan dalam dokumen-dokumen terkait yang dikeluarkan dan disahkan oleh pejabat yang berwenang. Jumlah yang dicatat adalah sebesar nilai yang dibayarkan.

f. Pengungkapan

Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota diungkapkan pada Kelompok Perkiraan Bagi hasil Pendapatan ke kabupaten/Kota/Desa di dalam laporan perhitungan APBD. Kelompok ini terletak setelah Kelompok Perkiraan Belanja. Nilai yang disajikan adalah nilai anggaran dan realisasinya.

Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan anggaran:

- Rincian bagi hasil pendapatan selain pajak per kabupaten / kota penerima

- Besarnya target dan realisasi bagi hasil pendapatan selain pajak untuk mengetahui tingkat kinerja;

- Analisa sebab-sebab kegagalan pencapaian target;

3. Bagi Hasil Pajak ke Desa

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 134-139)