PEDOMAN AKUNTANSI BAGI HASIL PENDAPATAN KE KABUPATEN/KOTA/DESA
4) Pencatatan pada akhir tahun anggaran :
-3) Pada saat realisasi
Realisasi Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten/Kota diakui pada saat penerimaan pendapatan dan dibukukan sebagai berikut:
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8710 Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten / Kota xxx
-0100 Kas di Kas Daerah - xxx
Buku Pembantu Bagi Hasil Pajak ke Kab./Kota (didebet sebesar realisasi) :
Bagi Hasil Pajak Kendaraaan Bermotor dan Kendaraan Diatas Air
Bagi Hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Diatas Air
Bagi Hasil Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
Bagi Hasil Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABTP xxx xxx xxx xxx
-4) Pencatatan pada akhir tahun anggaran :
Jurnal penutup perkiraan pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut :
(1) Bila realisasi Bagi hasil Pajak ke Kabupaten/kota lebih tinggi dari pada estimasi :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9331
6300 Apropriasi Bagi Hasil Pajak ke Kab./ KotaSurplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx xxx - -Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten / Kota - xxx
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9531 Allotment Bagi Hasil Pajak ke Kab. / Kota xxx -9431 Alokasi Apropriasi Bagi Hasil Pajak ke
Kabupaten / Kota
- xxx
Jumlah xxx xxx
(2) Bila realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9331 Apropriasi Bagi Hasil Pajak ke Kab./ Kota xxx -8710 Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten / Kota
Surplus/Defisit Tahun Pelaporan -- xxxxxx
Jumlah xxx xxx
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9531 Allotment Bagi Hasil Pajak ke Kab. / Kota xxx -9431 Alokasi Apropriasi Bagi Hasil Pajak ke
Kabupaten / Kota - xxx
e. Pengukuran
Pengukuran Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten/Kota dilakukan berdasarkan nilai realisasi yaitu nilai pada saat Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten / kota dibagikan yang dituangkan dalam dokumen-dokumen terkait yang dikeluarkan dan disahkan oleh pejabat yang berwenang. Jumlah yang dicatat adalah sebesar nilai yang dibayarkan.
f. Pengungkapan
Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten/Kota diungkapkan pada Kelompok Perkiraan Bagi Hasil Pendapatan ke kabupaten/Kota/Desa di dalam laporan perhitungan APBD. Kelompok ini terletak setelah Kelompok Perkiraan Belanja. Nilai yang disajikan adalah nilai anggaran dan realisasinya.
Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan anggaran:
- Rincian bagi hasil pajak per jenis pajak per kabupaten / kota penerima
- Besarnya target dan realisasi bagi hasil pajak untuk mengetahui tingkat kinerja;
2. Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kab./Kota a. Pengertian
Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota adalah perkiraan yang digunakan Pemda Propinsi untuk mencatat bagi hasil lainnya (di luar bagi hasil pajak) ke kabupaten / kota. Bagi hasil pendapatan lainnya hasil pajak ini dibagi berdasarkan kabupaten / kota yang menerima bagi hasil.
b. Pencatatan dan Dokumen Terkait
Proses pencatatan Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota melibatkan unit-unit sebagai berikut: Bank (Kas Daerah), Penganggaran, Keuangan, Perbendaharaan, Verifikasi, dan Pembukuan. Dokumen dasar yang terkait dengan proses pencatatan Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota meliputi :
• SKO (Surat Otorisasi Kredit Anggaran);
• Memo Transaksi (penjurnalan debet/kredit transaksi) yang disiapkan dan telah diverifikasi oleh Bagian / Sub Bagian verifikasi, Biro / Bagian Keuangan Daerah.
• Bukti pendukung lain yang sah.
c. Saldo Normal
Saldo Normal perkiraan Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota terletak disebelah debet.
d. Jurnal Standar
Pencatatan pada buku besar Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota dimulai pada saat penetapan anggaran Bagi Hasil Pajak ke Kabupaten/Kota disetujui dan disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), saat alokasi anggaran, sampai dengan realisasi penerimaannya. Pada akhir tahun anggaran, dibuat jurnal penutupannya. 1) Pada saat angggaran Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten / Kota disetujui/disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx -9332 Apr. Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke
Kabupaten / Kota - xxx
2) Pada saat Alokasi Anggaran
Jurnal ini untuk mencatat alokasi anggaran atau allotment bagi hasil pendapatan lainnya ke kabupaten/kota yang merupakan apropriasi APBD yang disediakan bagi dinas/satuan kerja dan digunakan untuk memperoleh uang dari Kas Daerah guna membiayai pengeluaran bagi hasil pendapatan lainnya selama periode tersebut. Jurnal ini dilakukan pada saat diterbitkannya otorisasi kredit anggaran sebagai berikut :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9432 Alokasi Apr. Bagi Hasil Pendapatan Lainnya
ke Kab. / Kota xxx
-9532 Allotment Bagi Hasil Pendapatan Lainnya
ke Kab / Kota - xxx
3) Pada saat realisasi
Realisasi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota diakui pada saat penerimaan pendapatan dan dibukukan sebagai berikut:
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8720 Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke
Kabupaten / Kota xxx
-0100 Kas di Kas Daerah - xxx
4) Pencatatan pada akhir tahun anggaran :
Jurnal penutup perkiraan pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut :
(1) Bila realisasi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/kota lebih tinggi dari pada estimasi
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9332 6300
Apropriasi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kab./ Kota
Surplus/Defisit Tahun Pelaporan
xxx xxx
-8720 Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke
Kabupaten / Kota - xxx
Jumlah xxx xxx
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9532 Allotment Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kab. / Kota
xxx -9432 Alokasi Apropriasi Bagi Hasil Pendapatan
Lainnya ke Kabupaten / Kota - xxx
Jumlah xxx xxx
(2) Bila realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9332 Apropriasi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya
ke Kab./ Kota yg Dialokasikan xxx
-8720 6300
Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten / Kota
Surplus/Defisit Tahun Pelaporan
-xxx xxx
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9532 Allotment Bagi Hasil Pendapatan Lainnya
ke Kab. / Kota xxx
-9432 Alokasi Apropriasi Bagi Hasil Pendapatan
Lainnya ke Kabupaten / Kota - xxx
e. Pengukuran
Pengukuran Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota dilakukan berdasarkan nilai realisasi yaitu nilai pada saat Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten / kota dibagikan yang dituangkan dalam dokumen-dokumen terkait yang dikeluarkan dan disahkan oleh pejabat yang berwenang. Jumlah yang dicatat adalah sebesar nilai yang dibayarkan.
f. Pengungkapan
Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke Kabupaten/Kota diungkapkan pada Kelompok Perkiraan Bagi hasil Pendapatan ke kabupaten/Kota/Desa di dalam laporan perhitungan APBD. Kelompok ini terletak setelah Kelompok Perkiraan Belanja. Nilai yang disajikan adalah nilai anggaran dan realisasinya.
Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan anggaran:
- Rincian bagi hasil pendapatan selain pajak per kabupaten / kota penerima
- Besarnya target dan realisasi bagi hasil pendapatan selain pajak untuk mengetahui tingkat kinerja;
- Analisa sebab-sebab kegagalan pencapaian target;
3. Bagi Hasil Pajak ke Desa