• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAPATAN ASLI DAERAH

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 24-42)

PEDOMAN AKUNTANSI PENDAPATAN

A. PENDAPATAN ASLI DAERAH

Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan yang diperoleh dan digali dari potensi pendapatan yang ada di daerah. Pendapatan asli daerah ini meliputi perkiraan-perkiraan buku besar :

• Pendapatan Pajak Daerah • Pendapatan Retribusi Daerah

• Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya • Lain-lain Pendapatan Asli Daerah

1. Pendapatan Pajak Daerah a. Pengertian

Perkiraan Pendapatan Pajak Daerah ini untuk menampung pendapatan yang berasal dari pajak daerah yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) dan dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah dalam tahun anggaran yang berjalan.

b. Proses pencatatan dan dokumen terkait

Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar pendapatan asli daerah dimulai sejak Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi sampai dengan penutupan tahun anggaran. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi pendapatan meliputi :

ƒ Otorisasi Kredit Anggaran sebagai dasar pecatatan alokasi pendapatan yang telah disetujui oleh DPRD

ƒ Surat Tanda Setoran (STS) pada saat realisasi anggaran baik untuk penerimaan pajak maupun non pajak

ƒ Memo Penyesuaian (MP) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup.

Pejabat-pejabat yang terkait dengan transaksi pendapatan terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran dan Unit Pembukuan.

Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) Buku IV.

c. Saldo Normal

Saldo normal perkiraan buku besar Pendapatan Asli Daerah adalah saldo kredit. Artinya perkiraan ini akan bertambah dengan adanya transaksi yang mengkreditnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mendebet perkiraan pendapatan.

d. Jurnal Standar

Jurnal standar untuk mencatat transaksi Pendapatan Pajak Daerah sejak anggaran disetujui oleh DPRD sampai kepada jurnal penutup adalah sebagai berikut :

1) Pada saat anggaran Pendapatan Pajak Daerah disetujui/disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9001 Estimasi Pendapatan Pajak Daerah xxx -6300 Surplus/defisit tahun pelaporan - xxx

Jumlah xxx xxx

Buku Pembantu Pendapatan Pajak Daerah (didebet sebesar anggaran) :

Pajak Kendaraaan Bermotor & Kendaraan Diatas Air

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor & Kendaraan Diatas Air

Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABTP Pajak Hotel dan Restoran

Pajak Hiburan Pajak Reklame

Pajak Penerangan Jalan

Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan galian Golongan C.

Pajak Parkir

Pajak daerah Lainnya

xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx -Jumlah xxx Xxx

2) Alokasi Pendapatan Pajak Daerah

Dengan diterbitkannya Otorisasi Kredit Anggaran (OKA) maka anggaran Pendapatan Pajak Daerah dialokasikan kepada dinas terkait dengan jurnal sebagai berikut :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9101 Estimasi Pendapatan Pajak Daerah yang

dialokasikan (Dinas X) xxx

-9201 Alokasi Estimasi Pendapatan Pajak Daerah - Xxx

Jumlah xxx Xxx

3) Pada saat realisasi

Realisasi Pendapatan Pajak Daerah diakui pada saat kas diterima dan dibukukan oleh Bendahara Umum Daerah (Kas Daerah) dalam tahun anggaran berjalan :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah xxx

-8010 Pendapatan Pajak Daerah - xxx

Jumlah xxx xxx

Buku Pembantu Pendapatan Pajak Daerah (dikredit sebesar realisasinya) :

Pajak Kendaraaan Bermotor & Kendaraan Diatas Air

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor & Kendaraan Diatas Air

Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABTP Pajak Hotel

Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame

Pajak Penerangan Jalan

Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan galian Golongan C.

Pajak Parkir

Pajak daerah Lainnya

-xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

4) Pendapatan Pajak Daerah

Pencatatan pengembalian Pendapatan Pajak Daerah yang terjadi baik pada tahun anggaran berjalan maupun periode tahun anggaran berikutnya, seperti adanya restitusi pajak daerah, dijurnal sebagai berikut:

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8010 Pendapatan Pajak Daerah xxx

-0100 Kas di Kas Daerah - xxx

Buku Pembantu Pengembalian Pendapatan

Pajak Daerah (didebet sebesar restitusinya) :

Pajak Kendaraaan Bermotor & Kendaraan Diatas Air

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor & Kendaraan Diatas Air

Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABTP Pajak Hotel

Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame

Pajak Penerangan Jalan

Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan galian Golongan C.

Pajak Parkir

Pajak Daerah Lainnya

xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx -Jumlah xxx Xxx 5) Jurnal Penutup :

Jurnal penutup perkiraan Pendapatan Pajak Daerah pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut :

a. Bila realisasi pendapatan melampaui estimasi/anggaran :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8010 Pendapatan Pajak Daerah xxx

-9101 6300 9201 9001

Estimasi Pendapatan Pajak Daerah yg dialokasikan (Dinas atau unit organisasi setingkat )

Surplus/Defisit Tahun Pelaporan

Alokasi Estimasi Pendapatan Pajak Daerah Estimasi Pendapatan Pajak Daerah

xxx xxx xxx xxx Jumlah xxx Xxx

b. Bila realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8010 Pendapatan Pajak Daerah xxx

-6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx -9101 Estimasi Pend. Pajak Daerah yg dialokasikan - xxx

9201

9001 Alokasi Estimasi Pendapatan Pajak DaerahEstimasi Pendapatan Pajak Daerah xxx- xxx

-Jumlah xxx xxx

e. Pengukuran

Pendapatan Pajak Daerah dinilai berdasarkan nilai realisasinya yaitu sejumlah uang kas yang diterima oleh Bendahara Umum Daerah (Kas di Kas Daerah) dalam tahun anggaran berjalan.

f. Pengungkapan

Pendapatan Pajak Daerah disajikan sebesar nilai anggaran dan realisasinya dalam laporan perhitungan APBD. Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan APBD bertalian dengan Pendapatan Pajak Daerah, antara lain :

- Rincian jenis Pendapatan Pajak Daerah.

- Penjelasan sebab-sebab tidak tercapainya target penerimaan pajak daerah.

- Informasi penting lainnya yang dianggap perlu.

2. Pendapatan Retribusi Daerah a. Pengertian

Perkiraan Pendapatan Restribusi Daerah ini untuk menampung pendapatan yang berasal dari restribusi daerah yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) dan dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah dalam tahun anggaran yang berjalan.

b. Proses pencatatan dan dokumen terkait

Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar pendapatan retribusi daerah dimulai sejak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi sampai dengan penutupan tahun anggaran. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi Pendapatan Restribusi Daerah meliputi :

ƒ Otorisasi Kredit Anggaran sebagai dasar pencatatan alokasi pendapatan yang telah disetujui oleh DPRD

ƒ Surat Tanda Setoran (STS) pada saat realisasi anggaran baik untuk penerimaan pajak maupun non pajak

ƒ MP (Memo Penyesuaian) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup.

Pejabat-pejabat yang terkait dengan transaksi pendapatan terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran dan Unit Pembukuan.

Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) Buku IV.

c. Saldo Normal

Saldo normal perkiraan buku besar Pendapatan Restribusi Daerah adalah saldo kredit. Artinya perkiraan ini akan bertambah dengan adanya transaksi yang mengkreditnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mendebetnya.

d. Jurnal Standar

Jurnal standar untuk mencatat transaksi pendapatan retribusi daerah sejak anggaran disetujui oleh DPRD sampai kepada jurnal penutup adalah sebagai berikut :

1) Pada saat anggaran Pendapatan Retribusi Daerah disetujui/disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9002 Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah. xxx -6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan - xxx

Jumlah xxx xxx

Buku Pembantu Est. Pendapatan Retribusi Daerah (didebet sebesar anggaran) :

Est. Pendpt. Retribusi Jasa Umum (RJUm) -Pelayanan Kesehatan

Est. Pendpt.. RJUm – Pelayanan Persampahan /Kebersihan

Est. Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akte Catatan Sipil

Est. Pendpt.. RJUm – Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan mayat

Est. Pendpt.. RJUm – Pelyn. Parkir di tepi Jalan Umum

Est. Pendpt.. RJUm – Pelayanan Pasar

Est. Pendpt.. RJUm – Pengujian Kend. Bermotor Est. Pendpt.. RJUm – Pemeriks. Alat Pemadam kebakaran

Est. Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya cetak Peta xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

-Est. Pendpt.. RJUm – Pengujian kapal perikanan Est. Pendpt.. Retrrebusi Jasa Usaha (RJUs) -Pemakaian Kekayaan Daerah

Est. Pendpt.. RJUs – Pasar Grosir dan/atau Pertokoan

Est. Pendpt.. RJUs – Tempat Pelelangan Est. Pendpt.. RJUs – Terminal

Est. Pendpt.. RJUs – Tempat Khusus Parkir Est. Pendpt.. RJUs – Penyedotan kakus/Kotoran Est. Pendpt.. RJUs – Tempat Penginapan /Pesanggarahan /Villa

Est. Pendpt.. RJUs – Rumah Potong Hewan Est. Pendpt.. RJUs – Pelayanan Pelabuhan Kapal Est. Pendpt.. RJUs – Tempat Rekreasi & Olah Raga

Est. Pendpt.. RJUs – Penyebrangan di Atas Air Est. Pendpt.. RJUs – Pengelolaan Limbah Cair Est. Pendpt.. RJUs –Penjualan Produk Usaha Est. Pendpt.. Retribusi Perijinan Tertentu (RPT) – Ijin Mendirikan Bangunan

Est. Pendpt.. RPT – Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol

Est. Pendpt.. RPT – Ijin Gangguan Est. Pendpt.. RPT – Ijin Trayek

Est. Pendpt.. Retribusi Daerah Lainnya

xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

2) Alokasi Pendapatan Retribusi Daerah

Dengan diterbitkannya Otorisasi Kredit Anggaran (OKA) maka anggaran Pendapatan Retribusi Daerah dialokasikan kepada dinas terkait dengan jurnal sebagai berikut :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9102 Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah yang

dialokasikan (Dinas /unit organisasi setingkat) xxx -9202 Alokasi Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah - xxx

Jumlah xxx xxx

3) Pada saat realisasi

Realisasi pendapatan retribusi daerah diakui pada saat Kas diterima dan dibukukan oleh Bendahara Umum Daerah (Kas di Kas Daerah ) dalam tahun anggaran berjalan:

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah xxx

Jumlah xxx xxx Buku Pembantu Pendapatan Retribusi

Daerah (didebet sebesar realisasi) :

Pendpt. Retribusi Jasa Umum (RJUm) -Pelayanan Kesehatan

Pendpt.. RJUm - Pelayanan Persampahan /Kebersihan

Pendpt.. RJUm - Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akte Catatan Sipil

Pendpt.. RJUm - Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan mayat

Pendpt.. RJUm – Pelyn. Parkir di tepi Jalan Umum

Pendpt.. RJUm – Pelayanan Pasar

Pendpt.. RJUm – Pengujian Kend. Bermotor Pendpt.. RJUm – Pemeriks. Alat Pemadam kebakaran

Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya cetak Peta

Pendpt.. RJUm – Pengujian kapal perikanan Pendpt.. Retrrebusi Jasa Usaha (RJUs) -Pemakaian Kekayaan Daerah

Pendpt.. RJUs – Pasar Grosir dan/atau Pertokoan

Pendpt.. RJUs – Tempat Pelelangan Pendpt.. RJUs – Terminal

Pendpt.. RJUs – Tempat Khusus Parkir Pendpt.. RJUs – Penyedotan kakus/Kotoran Pendpt..RJUs – Tempat Penginapan / Pesanggarahan / Villa

Pendpt.. RJUs – Rumah Potong Hewan Pendpt.. RJUs – Pelayanan Pelabuhan Kapal Pendpt.. RJUs – Tempat Rekreasi & Olah Raga

Pendpt.. RJUs – Penyebrangan di Atas Air Pendpt.. RJUs – Pengelolaan Limbah Cair Pendpt.. RJUs –Penjualan Produk Usaha Pendpt.. Retribusi Perijinan Tertentu (RPT) – Ijin Mendirikan Bangunan

Pendpt.. RPT – Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol

Pendpt.. RPT – Ijin Gangguan Pendpt.. RPT – Ijin Trayek

Pendpt.. Retribusi Daerah Lainnya

-xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

4) Pengembalian Pendapatan Retribusi Daerah

Pencatatan Pengembalian Pendapatan Retribusi Daerah yang terjadi baik pada tahun anggaran berjalan maupun periode anggaran berikutnya dijurnal sebagai berikut:

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8020 Pendapatan Retribusi Daerah xxx

-0100 Kas di Kas Daerah - xxx

Buku Pembantu Pengembalian Pendapatan

Retribusi Daerah (didebet sebesar realisasi) :

Pengembalian Pendpt. Retribusi Jasa Umum (RJUm) - Pelayanan Kesehatan

Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pelayanan Persampahan /Kebersihan

Pengembalian Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akte Catatan Sipil Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pelayanan

Pemakaman dan Pengabuan mayat

Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pelyn. Parkir di tepi Jalan Umum

Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pelayanan Pasar

Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pengujian Kend. Bermotor

Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pemeriks. Alat Pemadam kebakaran

Pengembalian Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya cetak Peta

Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pengujian kapal perikanan

Pengembalian Pendpt.. Retrrebusi Jasa Usaha (RJUs) – Pemakaian Kekayaan Daerah

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Pasar Grosir dan/atau Pertokoan

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Tempat Pelelangan

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Terminal

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Tempat Khusus Parkir

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Penyedotan kakus/Kotoran

Pengembalian Pendpt..RJUs – Tempat Penginapan /Pesanggarahan /Villa

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Rumah Potong Hewan

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Pelayanan Pelabuhan Kapal

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Tempat Rekreasi & Olah Raga

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Penyebrangan di Atas Air

Pengembalian Pendpt.. RJUs – Pengelolaan Limbah Cair

Pengembalian Pendpt.. RJUs –Penjualan Produk Usaha

Pengembalian Pendpt.. Retribusi Perijinan Tertentu (RPT) – Ijin Mendirikan Bangunan Pengembalian Pendpt.. RPT – Ijin Tempat

Penjualan Minuman Beralkohol

Pengembalian Pendpt.. RPT – Ijin Gangguan

xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

-Pengembalian Pendpt.. RPT – Ijin Trayek

Pengembalian Pendpt.. Retribusi Daerah Lainnya

xxx

xxx -

-5) Jurnal penutup :

Jurnal penutup pendapatan restribusi daerah pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut :

a. Realisasi pendapatan melampaui estimasi/anggaran :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8020 Pendapatan Retribusi Daerah xxx

-9102 6300 9202 9002

Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah yg dialokasikan (Dinas x)

Surplus/Defisit Tahun Pelaporan

Alokasi Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah

-xxx xxx xxx -xxx Jumlah xxx xxx

b. Realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8020 Pendapatan Retribusi Daerah xxx

-6300 Surplus/Defisit tahun pelaporan - xxx 9102

9202 9002

Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah yg dialokasikan (Dinas x)

Alokasi Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah

-xxx xxx xxx Jumlah xxx e. Pengukuran

Pendapatan Retribusi Daerah dinilai berdasarkan nilai realisasinya yaitu sejumlah uang kas yang diterima oleh Bendahara Umum Daerah (Kas Daerah) dalam tahun anggaran berjalan.

f. Pengungkapan

Pendapatan Retribusi Daerah disajikan sebesar nilai anggaran dan realisasinya dalam laporan perhitungan APBD. Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan APBD bertalian dengan pendapatan restribusi daerah, antara lain :

- Rincian jenis pendapatan retribusi daerah

- Penjelasan sebab-sebab tidak tercapainya target penerimaan restribusi daerah

- Informasi penting lainnya yang dianggap perlu .

3. Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya a. Pengertian

Perkiraan Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya ini untuk menampung pendapatan yang berasal dari Bagian Laba dari BUMD dan Investasi Lainnya yang ditetapkan sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah dalam tahun anggaran yang berjalan.

b. Proses pencatatan dan dokumen terkait

Pencatatan pada perkiraan Pendapatan Bagian Laba BUMD Dan Investasi Lainnya dimulai sejak anggaran pendapatan dan belanja daerah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi sampai dengan penutupan tahun anggaran. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi pendapatan meliputi :

ƒ Otorisasi Kredit Anggaran sebagai dasar pencatatan alokasi pendapatan yang telah disetujui oleh DPRD

ƒ Surat Tanda Setoran (STS) pada saat realisasi anggaran baik untuk penerimaan pajak maupun non pajak

ƒ MP (Memo Penyesuaian) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup.

Pejabat-pejabat yang terkait dengan transaksi pendapatan terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran dan Unit Pembukuan.

Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) Buku IV.

c. Saldo Normal

Saldo normal perkiraan buku besar Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya adalah saldo kredit. Artinya perkiraan ini akan

bertambah dengan adanya transaksi yang mengkreditnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mendebetnya.

d. Jurnal Standar

Jurnal standar untuk mencatat transaksi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya sejak anggaran disetujui oleh DPRD sampai kepada jurnal penutup adalah sebagai berikut :

1) Pada saat anggaran Pendapatan Bagian Laba BUMD dan

Investasi Lainnya disetujui/disahkan oleh Dewan Perwakilan

Rakyat Daerah:

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9003 Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD

dan Investasi Lainnya xxx

-6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan - xxx

Jumlah xxx xxx

Buku Pembantu Estimasi Pendapatan Bagian

Laba BUMD dan Investasi Lainnya (didebet

sebesar anggaran) :

Est. Pend. dari PMP BUMD Est. Pend. dari PMP BUMN

Est. Pend. dari PMP Lembaga Keu. Negara Est. Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Negara

Est. Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Daerah

Est. Pend. dari PMP Badan Internasional Est. Pend. dari PMP Badan Usaha Lainnya Est. Pend. dari Investasi Lainnya

Est. Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya

xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

2) Alokasi Pendapatan Bagian Laba BUMD & Investasi Lainnya Dengan diterbitkannya Otorisasi Kredit Anggaran (OKA) maka anggaran pendapatan dialokasikan kepada dinas terkait dengan jurnal sebagai berikut :

No. Perkiraan

Nama Perkiraan Debet Kredit

9103 Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan

Investasi Lainnya yg dialokasikan (dinas X) xxx -9203 Alokasi Estimasi Pendapatan Bagian Laba

BUMD dan Investasi Lainnya - xxx

3) Pada saat realisasi

Realisasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya diakui dan dicatat sebagai penerimaan daerah pada saat uang kas diterima oleh Bendahara Umum Daerah (Kas di Kas Daerah ) :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di kas Daerah xxx

-8030 Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi

Lainnya - xxx

Jumlah xxx xxx

Buku Pembantu Pendapatan Bagian Laba BUMD

dan Investasi Lainnya (dikredit sebesar realisasi) :

Pend. dari PMP BUMD Pend. dari PMP BUMN

Pend. dari PMP Lembaga Keu. Negara Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Negara Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Daerah Pend. dari PMP Badan Internasional Pend. dari PMP Badan Usaha Lainnya Pend. dari Investasi Lainnya

Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya

-xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

4) Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD & Investasi Lainnya Pencatatan pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya yang terjadi baik pada tahun anggaran berjalan maupun periode tahun anggaran berikutnya dijurnal sebagai berikut:

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD

dan Investasi Lainnya xxx

-0100 Kas di Kas Daerah - xxx

Jumlah xxx xxx

Buku Pembantu Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya (didebet sebesar pengembalian) :

Pengembalian Pend. dari PMP BUMD Pengembalian Pend. dari PMP BUMN

Pengembalian Pend. dari PMP Lembaga Keu. Negara

Pengembalian Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Negara

Pengembalian Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Daerah

Pengembalian Pend. dari PMP Badan

xxx xxx xxx xxx xxx xxx

-Internasional

Pengembalian Pend. dari PMP Badan Usaha Lainnya

Pengembalian Pend. dari Investasi Lainnya

xxx xxx

-5) Jurnal penutup

Jurnal penutup perkiraan pendapatan bagian laba BUMD dan Investasi lainnya pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut

a) Bila realisasi pendapatan melampaui estimasi/anggaran :

No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8030 Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya xxx -9103

6300 9203 9003

Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya yg dialokasikan (Dinas X) Surplus/Defisit Tahun Pelaporan

Alokasi Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan investasi lainnya

Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi lainnya -xxx -xxx xxx -xxx Jumlah xxx xxx

b) Bila realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran: No.

Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8030 Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi

Lainnya xxx

-6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx -9103

9203 9003

Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya yg dialokasikan (Dinas X) Alokasi Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya

Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya -xxx xxx -xxx Jumlah xxx xxx

d. Pengukuran

Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya dinilai berdasarkan nilai bagian laba yang dapat direalisasikan sesuai RUPS yaitu sejumlah uang kas yang diterima oleh Bendahara Umum Daerah (Kas di Kas Daerah) dalam tahun anggaran berjalan.

f. Pengungkapan

Pendapatan Bagian Laba BUMD Dan Investasi Lainnya disajikan sebesar nilai anggaran dan realisasinya dalam laporan perhitungan APBD. Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan APBD bertalian dengan pendapatan ini, antara lain :

- Rincian jenis pendapatan investasi

- Penjelasan sebab-sebab tidak tercapainya target penerimaan - Rincian jumlah dividen dari BUMD dan badan usaha lainnya - Rincian bagi hasil dari hasil kemitraan dengan pihak ketiga - Rincian penerimaan bunga tabungan per bank penyimpan - Rincian penerimaan bunga deposito per bank penyimpan - Rincian penerimaan investasi lainnya

- Informasi penting lainnya yang dianggap perlu

4. Lain – Lain Pendapatan Asli Daerah a. Pengertian

Perkiraan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah ini untuk menampung pendapatan yang bukan berasal dari pajak daerah, restribusi daerah, dan Bagian Laba dari BUMD dan Investasi Lainnya yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) dan dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah dalam tahun anggaran yang berjalan.

b. Proses pencatatan dan dokumen terkait

Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah dimulai sejak Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi sampai dengan penutupan tahun anggaran. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi pendapatan ini meliputi :

ƒ Otorisasi Kredit Anggaran sebagai dasar pencatatan alokasi pendapatan yang telah disetujui oleh DPRD

ƒ Surat Tanda Setoran (STS) pada saat realisasi anggaran baik untuk penerimaan pajak maupun non pajak

ƒ Memo Penyesuaian sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup.

Pejabat-pejabat yang terkait dengan transaksi pendapatan terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran dan Unit Pembukuan.

Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) Buku IV.

c. Saldo Normal

Saldo normal perkiraan buku besar Lain-lain Pendapatan Asli Daerah

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 24-42)