PEDOMAN AKUNTANSI PENDAPATAN
A. PENDAPATAN ASLI DAERAH
Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan yang diperoleh dan digali dari potensi pendapatan yang ada di daerah. Pendapatan asli daerah ini meliputi perkiraan-perkiraan buku besar :
• Pendapatan Pajak Daerah • Pendapatan Retribusi Daerah
• Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya • Lain-lain Pendapatan Asli Daerah
1. Pendapatan Pajak Daerah a. Pengertian
Perkiraan Pendapatan Pajak Daerah ini untuk menampung pendapatan yang berasal dari pajak daerah yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) dan dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah dalam tahun anggaran yang berjalan.
b. Proses pencatatan dan dokumen terkait
Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar pendapatan asli daerah dimulai sejak Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi sampai dengan penutupan tahun anggaran. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi pendapatan meliputi :
Otorisasi Kredit Anggaran sebagai dasar pecatatan alokasi pendapatan yang telah disetujui oleh DPRD
Surat Tanda Setoran (STS) pada saat realisasi anggaran baik untuk penerimaan pajak maupun non pajak
Memo Penyesuaian (MP) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup.
Pejabat-pejabat yang terkait dengan transaksi pendapatan terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran dan Unit Pembukuan.
Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) Buku IV.
c. Saldo Normal
Saldo normal perkiraan buku besar Pendapatan Asli Daerah adalah saldo kredit. Artinya perkiraan ini akan bertambah dengan adanya transaksi yang mengkreditnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mendebet perkiraan pendapatan.
d. Jurnal Standar
Jurnal standar untuk mencatat transaksi Pendapatan Pajak Daerah sejak anggaran disetujui oleh DPRD sampai kepada jurnal penutup adalah sebagai berikut :
1) Pada saat anggaran Pendapatan Pajak Daerah disetujui/disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9001 Estimasi Pendapatan Pajak Daerah xxx -6300 Surplus/defisit tahun pelaporan - xxx
Jumlah xxx xxx
Buku Pembantu Pendapatan Pajak Daerah (didebet sebesar anggaran) :
Pajak Kendaraaan Bermotor & Kendaraan Diatas Air
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor & Kendaraan Diatas Air
Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABTP Pajak Hotel dan Restoran
Pajak Hiburan Pajak Reklame
Pajak Penerangan Jalan
Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan galian Golongan C.
Pajak Parkir
Pajak daerah Lainnya
xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx -Jumlah xxx Xxx
2) Alokasi Pendapatan Pajak Daerah
Dengan diterbitkannya Otorisasi Kredit Anggaran (OKA) maka anggaran Pendapatan Pajak Daerah dialokasikan kepada dinas terkait dengan jurnal sebagai berikut :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9101 Estimasi Pendapatan Pajak Daerah yang
dialokasikan (Dinas X) xxx
-9201 Alokasi Estimasi Pendapatan Pajak Daerah - Xxx
Jumlah xxx Xxx
3) Pada saat realisasi
Realisasi Pendapatan Pajak Daerah diakui pada saat kas diterima dan dibukukan oleh Bendahara Umum Daerah (Kas Daerah) dalam tahun anggaran berjalan :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
0100 Kas di Kas Daerah xxx
-8010 Pendapatan Pajak Daerah - xxx
Jumlah xxx xxx
Buku Pembantu Pendapatan Pajak Daerah (dikredit sebesar realisasinya) :
Pajak Kendaraaan Bermotor & Kendaraan Diatas Air
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor & Kendaraan Diatas Air
Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABTP Pajak Hotel
Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame
Pajak Penerangan Jalan
Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan galian Golongan C.
Pajak Parkir
Pajak daerah Lainnya
-xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx
4) Pendapatan Pajak Daerah
Pencatatan pengembalian Pendapatan Pajak Daerah yang terjadi baik pada tahun anggaran berjalan maupun periode tahun anggaran berikutnya, seperti adanya restitusi pajak daerah, dijurnal sebagai berikut:
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8010 Pendapatan Pajak Daerah xxx
-0100 Kas di Kas Daerah - xxx
Buku Pembantu Pengembalian Pendapatan
Pajak Daerah (didebet sebesar restitusinya) :
Pajak Kendaraaan Bermotor & Kendaraan Diatas Air
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor & Kendaraan Diatas Air
Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABTP Pajak Hotel
Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame
Pajak Penerangan Jalan
Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan galian Golongan C.
Pajak Parkir
Pajak Daerah Lainnya
xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx -Jumlah xxx Xxx 5) Jurnal Penutup :
Jurnal penutup perkiraan Pendapatan Pajak Daerah pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut :
a. Bila realisasi pendapatan melampaui estimasi/anggaran :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8010 Pendapatan Pajak Daerah xxx
-9101 6300 9201 9001
Estimasi Pendapatan Pajak Daerah yg dialokasikan (Dinas atau unit organisasi setingkat )
Surplus/Defisit Tahun Pelaporan
Alokasi Estimasi Pendapatan Pajak Daerah Estimasi Pendapatan Pajak Daerah
xxx xxx xxx xxx Jumlah xxx Xxx
b. Bila realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8010 Pendapatan Pajak Daerah xxx
-6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx -9101 Estimasi Pend. Pajak Daerah yg dialokasikan - xxx
9201
9001 Alokasi Estimasi Pendapatan Pajak DaerahEstimasi Pendapatan Pajak Daerah xxx- xxx
-Jumlah xxx xxx
e. Pengukuran
Pendapatan Pajak Daerah dinilai berdasarkan nilai realisasinya yaitu sejumlah uang kas yang diterima oleh Bendahara Umum Daerah (Kas di Kas Daerah) dalam tahun anggaran berjalan.
f. Pengungkapan
Pendapatan Pajak Daerah disajikan sebesar nilai anggaran dan realisasinya dalam laporan perhitungan APBD. Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan APBD bertalian dengan Pendapatan Pajak Daerah, antara lain :
- Rincian jenis Pendapatan Pajak Daerah.
- Penjelasan sebab-sebab tidak tercapainya target penerimaan pajak daerah.
- Informasi penting lainnya yang dianggap perlu.
2. Pendapatan Retribusi Daerah a. Pengertian
Perkiraan Pendapatan Restribusi Daerah ini untuk menampung pendapatan yang berasal dari restribusi daerah yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) dan dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah dalam tahun anggaran yang berjalan.
b. Proses pencatatan dan dokumen terkait
Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar pendapatan retribusi daerah dimulai sejak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi sampai dengan penutupan tahun anggaran. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi Pendapatan Restribusi Daerah meliputi :
Otorisasi Kredit Anggaran sebagai dasar pencatatan alokasi pendapatan yang telah disetujui oleh DPRD
Surat Tanda Setoran (STS) pada saat realisasi anggaran baik untuk penerimaan pajak maupun non pajak
MP (Memo Penyesuaian) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup.
Pejabat-pejabat yang terkait dengan transaksi pendapatan terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran dan Unit Pembukuan.
Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) Buku IV.
c. Saldo Normal
Saldo normal perkiraan buku besar Pendapatan Restribusi Daerah adalah saldo kredit. Artinya perkiraan ini akan bertambah dengan adanya transaksi yang mengkreditnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mendebetnya.
d. Jurnal Standar
Jurnal standar untuk mencatat transaksi pendapatan retribusi daerah sejak anggaran disetujui oleh DPRD sampai kepada jurnal penutup adalah sebagai berikut :
1) Pada saat anggaran Pendapatan Retribusi Daerah disetujui/disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9002 Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah. xxx -6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan - xxx
Jumlah xxx xxx
Buku Pembantu Est. Pendapatan Retribusi Daerah (didebet sebesar anggaran) :
Est. Pendpt. Retribusi Jasa Umum (RJUm) -Pelayanan Kesehatan
Est. Pendpt.. RJUm – Pelayanan Persampahan /Kebersihan
Est. Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akte Catatan Sipil
Est. Pendpt.. RJUm – Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan mayat
Est. Pendpt.. RJUm – Pelyn. Parkir di tepi Jalan Umum
Est. Pendpt.. RJUm – Pelayanan Pasar
Est. Pendpt.. RJUm – Pengujian Kend. Bermotor Est. Pendpt.. RJUm – Pemeriks. Alat Pemadam kebakaran
Est. Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya cetak Peta xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx
-Est. Pendpt.. RJUm – Pengujian kapal perikanan Est. Pendpt.. Retrrebusi Jasa Usaha (RJUs) -Pemakaian Kekayaan Daerah
Est. Pendpt.. RJUs – Pasar Grosir dan/atau Pertokoan
Est. Pendpt.. RJUs – Tempat Pelelangan Est. Pendpt.. RJUs – Terminal
Est. Pendpt.. RJUs – Tempat Khusus Parkir Est. Pendpt.. RJUs – Penyedotan kakus/Kotoran Est. Pendpt.. RJUs – Tempat Penginapan /Pesanggarahan /Villa
Est. Pendpt.. RJUs – Rumah Potong Hewan Est. Pendpt.. RJUs – Pelayanan Pelabuhan Kapal Est. Pendpt.. RJUs – Tempat Rekreasi & Olah Raga
Est. Pendpt.. RJUs – Penyebrangan di Atas Air Est. Pendpt.. RJUs – Pengelolaan Limbah Cair Est. Pendpt.. RJUs –Penjualan Produk Usaha Est. Pendpt.. Retribusi Perijinan Tertentu (RPT) – Ijin Mendirikan Bangunan
Est. Pendpt.. RPT – Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol
Est. Pendpt.. RPT – Ijin Gangguan Est. Pendpt.. RPT – Ijin Trayek
Est. Pendpt.. Retribusi Daerah Lainnya
xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx
2) Alokasi Pendapatan Retribusi Daerah
Dengan diterbitkannya Otorisasi Kredit Anggaran (OKA) maka anggaran Pendapatan Retribusi Daerah dialokasikan kepada dinas terkait dengan jurnal sebagai berikut :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9102 Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah yang
dialokasikan (Dinas /unit organisasi setingkat) xxx -9202 Alokasi Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah - xxx
Jumlah xxx xxx
3) Pada saat realisasi
Realisasi pendapatan retribusi daerah diakui pada saat Kas diterima dan dibukukan oleh Bendahara Umum Daerah (Kas di Kas Daerah ) dalam tahun anggaran berjalan:
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
0100 Kas di Kas Daerah xxx
Jumlah xxx xxx Buku Pembantu Pendapatan Retribusi
Daerah (didebet sebesar realisasi) :
Pendpt. Retribusi Jasa Umum (RJUm) -Pelayanan Kesehatan
Pendpt.. RJUm - Pelayanan Persampahan /Kebersihan
Pendpt.. RJUm - Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akte Catatan Sipil
Pendpt.. RJUm - Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan mayat
Pendpt.. RJUm – Pelyn. Parkir di tepi Jalan Umum
Pendpt.. RJUm – Pelayanan Pasar
Pendpt.. RJUm – Pengujian Kend. Bermotor Pendpt.. RJUm – Pemeriks. Alat Pemadam kebakaran
Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya cetak Peta
Pendpt.. RJUm – Pengujian kapal perikanan Pendpt.. Retrrebusi Jasa Usaha (RJUs) -Pemakaian Kekayaan Daerah
Pendpt.. RJUs – Pasar Grosir dan/atau Pertokoan
Pendpt.. RJUs – Tempat Pelelangan Pendpt.. RJUs – Terminal
Pendpt.. RJUs – Tempat Khusus Parkir Pendpt.. RJUs – Penyedotan kakus/Kotoran Pendpt..RJUs – Tempat Penginapan / Pesanggarahan / Villa
Pendpt.. RJUs – Rumah Potong Hewan Pendpt.. RJUs – Pelayanan Pelabuhan Kapal Pendpt.. RJUs – Tempat Rekreasi & Olah Raga
Pendpt.. RJUs – Penyebrangan di Atas Air Pendpt.. RJUs – Pengelolaan Limbah Cair Pendpt.. RJUs –Penjualan Produk Usaha Pendpt.. Retribusi Perijinan Tertentu (RPT) – Ijin Mendirikan Bangunan
Pendpt.. RPT – Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol
Pendpt.. RPT – Ijin Gangguan Pendpt.. RPT – Ijin Trayek
Pendpt.. Retribusi Daerah Lainnya
-xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx
4) Pengembalian Pendapatan Retribusi Daerah
Pencatatan Pengembalian Pendapatan Retribusi Daerah yang terjadi baik pada tahun anggaran berjalan maupun periode anggaran berikutnya dijurnal sebagai berikut:
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8020 Pendapatan Retribusi Daerah xxx
-0100 Kas di Kas Daerah - xxx
Buku Pembantu Pengembalian Pendapatan
Retribusi Daerah (didebet sebesar realisasi) :
Pengembalian Pendpt. Retribusi Jasa Umum (RJUm) - Pelayanan Kesehatan
Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pelayanan Persampahan /Kebersihan
Pengembalian Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akte Catatan Sipil Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pelayanan
Pemakaman dan Pengabuan mayat
Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pelyn. Parkir di tepi Jalan Umum
Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pelayanan Pasar
Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pengujian Kend. Bermotor
Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pemeriks. Alat Pemadam kebakaran
Pengembalian Pendpt.. RJUm – Penggantian Biaya cetak Peta
Pengembalian Pendpt.. RJUm – Pengujian kapal perikanan
Pengembalian Pendpt.. Retrrebusi Jasa Usaha (RJUs) – Pemakaian Kekayaan Daerah
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Pasar Grosir dan/atau Pertokoan
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Tempat Pelelangan
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Terminal
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Tempat Khusus Parkir
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Penyedotan kakus/Kotoran
Pengembalian Pendpt..RJUs – Tempat Penginapan /Pesanggarahan /Villa
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Rumah Potong Hewan
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Pelayanan Pelabuhan Kapal
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Tempat Rekreasi & Olah Raga
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Penyebrangan di Atas Air
Pengembalian Pendpt.. RJUs – Pengelolaan Limbah Cair
Pengembalian Pendpt.. RJUs –Penjualan Produk Usaha
Pengembalian Pendpt.. Retribusi Perijinan Tertentu (RPT) – Ijin Mendirikan Bangunan Pengembalian Pendpt.. RPT – Ijin Tempat
Penjualan Minuman Beralkohol
Pengembalian Pendpt.. RPT – Ijin Gangguan
xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx
-Pengembalian Pendpt.. RPT – Ijin Trayek
Pengembalian Pendpt.. Retribusi Daerah Lainnya
xxx
xxx -
-5) Jurnal penutup :
Jurnal penutup pendapatan restribusi daerah pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut :
a. Realisasi pendapatan melampaui estimasi/anggaran :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8020 Pendapatan Retribusi Daerah xxx
-9102 6300 9202 9002
Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah yg dialokasikan (Dinas x)
Surplus/Defisit Tahun Pelaporan
Alokasi Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah
-xxx xxx xxx -xxx Jumlah xxx xxx
b. Realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8020 Pendapatan Retribusi Daerah xxx
-6300 Surplus/Defisit tahun pelaporan - xxx 9102
9202 9002
Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah yg dialokasikan (Dinas x)
Alokasi Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah Estimasi Pendapatan Retribusi Daerah
-xxx xxx xxx Jumlah xxx e. Pengukuran
Pendapatan Retribusi Daerah dinilai berdasarkan nilai realisasinya yaitu sejumlah uang kas yang diterima oleh Bendahara Umum Daerah (Kas Daerah) dalam tahun anggaran berjalan.
f. Pengungkapan
Pendapatan Retribusi Daerah disajikan sebesar nilai anggaran dan realisasinya dalam laporan perhitungan APBD. Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan APBD bertalian dengan pendapatan restribusi daerah, antara lain :
- Rincian jenis pendapatan retribusi daerah
- Penjelasan sebab-sebab tidak tercapainya target penerimaan restribusi daerah
- Informasi penting lainnya yang dianggap perlu .
3. Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya a. Pengertian
Perkiraan Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya ini untuk menampung pendapatan yang berasal dari Bagian Laba dari BUMD dan Investasi Lainnya yang ditetapkan sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah dalam tahun anggaran yang berjalan.
b. Proses pencatatan dan dokumen terkait
Pencatatan pada perkiraan Pendapatan Bagian Laba BUMD Dan Investasi Lainnya dimulai sejak anggaran pendapatan dan belanja daerah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi sampai dengan penutupan tahun anggaran. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi pendapatan meliputi :
Otorisasi Kredit Anggaran sebagai dasar pencatatan alokasi pendapatan yang telah disetujui oleh DPRD
Surat Tanda Setoran (STS) pada saat realisasi anggaran baik untuk penerimaan pajak maupun non pajak
MP (Memo Penyesuaian) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup.
Pejabat-pejabat yang terkait dengan transaksi pendapatan terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran dan Unit Pembukuan.
Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) Buku IV.
c. Saldo Normal
Saldo normal perkiraan buku besar Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya adalah saldo kredit. Artinya perkiraan ini akan
bertambah dengan adanya transaksi yang mengkreditnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mendebetnya.
d. Jurnal Standar
Jurnal standar untuk mencatat transaksi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya sejak anggaran disetujui oleh DPRD sampai kepada jurnal penutup adalah sebagai berikut :
1) Pada saat anggaran Pendapatan Bagian Laba BUMD dan
Investasi Lainnya disetujui/disahkan oleh Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah:
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
9003 Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD
dan Investasi Lainnya xxx
-6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan - xxx
Jumlah xxx xxx
Buku Pembantu Estimasi Pendapatan Bagian
Laba BUMD dan Investasi Lainnya (didebet
sebesar anggaran) :
Est. Pend. dari PMP BUMD Est. Pend. dari PMP BUMN
Est. Pend. dari PMP Lembaga Keu. Negara Est. Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Negara
Est. Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Daerah
Est. Pend. dari PMP Badan Internasional Est. Pend. dari PMP Badan Usaha Lainnya Est. Pend. dari Investasi Lainnya
Est. Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya
xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx
2) Alokasi Pendapatan Bagian Laba BUMD & Investasi Lainnya Dengan diterbitkannya Otorisasi Kredit Anggaran (OKA) maka anggaran pendapatan dialokasikan kepada dinas terkait dengan jurnal sebagai berikut :
No. Perkiraan
Nama Perkiraan Debet Kredit
9103 Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan
Investasi Lainnya yg dialokasikan (dinas X) xxx -9203 Alokasi Estimasi Pendapatan Bagian Laba
BUMD dan Investasi Lainnya - xxx
3) Pada saat realisasi
Realisasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya diakui dan dicatat sebagai penerimaan daerah pada saat uang kas diterima oleh Bendahara Umum Daerah (Kas di Kas Daerah ) :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
0100 Kas di kas Daerah xxx
-8030 Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi
Lainnya - xxx
Jumlah xxx xxx
Buku Pembantu Pendapatan Bagian Laba BUMD
dan Investasi Lainnya (dikredit sebesar realisasi) :
Pend. dari PMP BUMD Pend. dari PMP BUMN
Pend. dari PMP Lembaga Keu. Negara Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Negara Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Daerah Pend. dari PMP Badan Internasional Pend. dari PMP Badan Usaha Lainnya Pend. dari Investasi Lainnya
Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya
-xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx
4) Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD & Investasi Lainnya Pencatatan pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya yang terjadi baik pada tahun anggaran berjalan maupun periode tahun anggaran berikutnya dijurnal sebagai berikut:
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD
dan Investasi Lainnya xxx
-0100 Kas di Kas Daerah - xxx
Jumlah xxx xxx
Buku Pembantu Pengembalian Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya (didebet sebesar pengembalian) :
Pengembalian Pend. dari PMP BUMD Pengembalian Pend. dari PMP BUMN
Pengembalian Pend. dari PMP Lembaga Keu. Negara
Pengembalian Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Negara
Pengembalian Pend. dari PMP Bdn Hukum Milik Daerah
Pengembalian Pend. dari PMP Badan
xxx xxx xxx xxx xxx xxx
-Internasional
Pengembalian Pend. dari PMP Badan Usaha Lainnya
Pengembalian Pend. dari Investasi Lainnya
xxx xxx
-5) Jurnal penutup
Jurnal penutup perkiraan pendapatan bagian laba BUMD dan Investasi lainnya pada akhir tahun anggaran dilakukan sebagai berikut
a) Bila realisasi pendapatan melampaui estimasi/anggaran :
No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8030 Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya xxx -9103
6300 9203 9003
Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya yg dialokasikan (Dinas X) Surplus/Defisit Tahun Pelaporan
Alokasi Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan investasi lainnya
Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi lainnya -xxx -xxx xxx -xxx Jumlah xxx xxx
b) Bila realisasi pendapatan lebih rendah dari estimasi/anggaran: No.
Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit
8030 Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi
Lainnya xxx
-6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx -9103
9203 9003
Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya yg dialokasikan (Dinas X) Alokasi Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya
Estimasi Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya -xxx xxx -xxx Jumlah xxx xxx
d. Pengukuran
Pendapatan Bagian Laba BUMD dan Investasi Lainnya dinilai berdasarkan nilai bagian laba yang dapat direalisasikan sesuai RUPS yaitu sejumlah uang kas yang diterima oleh Bendahara Umum Daerah (Kas di Kas Daerah) dalam tahun anggaran berjalan.
f. Pengungkapan
Pendapatan Bagian Laba BUMD Dan Investasi Lainnya disajikan sebesar nilai anggaran dan realisasinya dalam laporan perhitungan APBD. Hal-hal yang perlu diungkapkan dalam nota perhitungan APBD bertalian dengan pendapatan ini, antara lain :
- Rincian jenis pendapatan investasi
- Penjelasan sebab-sebab tidak tercapainya target penerimaan - Rincian jumlah dividen dari BUMD dan badan usaha lainnya - Rincian bagi hasil dari hasil kemitraan dengan pihak ketiga - Rincian penerimaan bunga tabungan per bank penyimpan - Rincian penerimaan bunga deposito per bank penyimpan - Rincian penerimaan investasi lainnya
- Informasi penting lainnya yang dianggap perlu
4. Lain – Lain Pendapatan Asli Daerah a. Pengertian
Perkiraan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah ini untuk menampung pendapatan yang bukan berasal dari pajak daerah, restribusi daerah, dan Bagian Laba dari BUMD dan Investasi Lainnya yang ditetapkan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) dan dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah dalam tahun anggaran yang berjalan.
b. Proses pencatatan dan dokumen terkait
Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah dimulai sejak Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi sampai dengan penutupan tahun anggaran. Dokumen sumber untuk mencatat transaksi pendapatan ini meliputi :
Otorisasi Kredit Anggaran sebagai dasar pencatatan alokasi pendapatan yang telah disetujui oleh DPRD
Surat Tanda Setoran (STS) pada saat realisasi anggaran baik untuk penerimaan pajak maupun non pajak
Memo Penyesuaian sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup.
Pejabat-pejabat yang terkait dengan transaksi pendapatan terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran dan Unit Pembukuan.
Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) Buku IV.
c. Saldo Normal
Saldo normal perkiraan buku besar Lain-lain Pendapatan Asli Daerah