• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belanja Pemeliharaan a. Pengertian

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 88-93)

PEDOMAN AKUNTANSI BELANJA

A. BELANJA OPERASI

3. Belanja Pemeliharaan a. Pengertian

Belanja Pemeliharaan adalah pengurangan ekuitas dana lancar akumulasi SiLPA pemerintah daerah untuk pengeluaran yang ditetapkan dalam dokumen Otorisasi Kredit Anggaran untuk pemeliharaan aktiva tetap yang dimiliki dan dikuasai pemerintah daerah (sengaja dipersempit untuk menghindari pengeluaran biaya subsidi pemerintah yang dikuasasi swasta).

b. Proses Pencatatan dan Dokumen Terkait

Pencatatan pada perkiraan-perkiraan buku besar belanja pemeliharaan dimulai sejak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), alokasi anggaran, realisasi dan sampai dengan penutupan tahun anggaran.

Dokumen sumber untuk mencatat transaksi belanja pemeliharaan meliputi:

• Perda APBD sebagai dasar pencatatan apropriasi yang merupakan anggaran belanja yang disetujui DPRD kepada Pemerintah Daerah sebagai mandat kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk melakukan pengeluaran-pengeluaran sesuai tujuan yang ditetapkan.

• Otorisasi Kredit Anggaran (allotment) sebagai dasar pencatatan pelaksanaan anggaran yang menunjukkan bagian dari apropriasi yang disediakan bagi unit pengguna anggaran dan digunakan untuk memperoleh uang dari Kas Daerah guna membiayai pengeluaran-pengeluaran selama periode otorisasi tersebut.

• Surat Perintah Membayar Uang (SPMU) dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebagai dasar pencatatan realisasi belanja serta bukti kuitansi/faktur dan bukti lainnya untuk dasar pencatatan realisasi SPM-BS UUDP oleh Bendaharawan Pemegang Kas

• Surat Setoran Bukan Pajak atau Potongan SPM sebagai dasar pencatatan penerimaan kembali belanja pemeliharaan.

• Memo Penyesuaian (MP) sebagai dasar pencatatan koreksi dan jurnal penutup tiap akhir periode.

Pejabat yang terkait dengan transaksi belanja terdiri dari Unit Pelaksana Anggaran, Unit Keuangan, Unit Anggaran, dan Unit Pembukuan.

Prosedur pencatatan lebih rinci dapat dilihat pada bagan arus (flow chart) pada Buku IV.

c. Saldo Normal

Saldo normal perkiraan belanja pemeliharaan adalah debet. Artinya perkiraan ini akan bertambah dengan adanya transaksi yang mendebetnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang mengkreditnya.

d. Jurnal Standar

Secara lengkap pencatatan siklus belanja pemeliharaan dilakukan sebagai berikut:

1) Pada saat APBD disetujui DPRD dan disahkan oleh Pemerintah Daerah:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx

9303 Apropriasi Belanja Pemeliharaan xxx

Buku Pembantu:

Apropriasi Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor xxx Apropriasi Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas xxx Apropriasi Belanja Pemeli Kendaraan Dinas xxx Apropriasi Belanja Pemeli Inventaris Kantor xxx Apropriasi Lain-lain Belanja Pemeliharaan xxx

2) Pada saat Otorisasi Kredit Anggaran disahkan dan dikeluarkan:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9403 Alokasi Apropriasi Belanja Pemeliharaan (UPTD

atau yg setingkat) xxx

9503 Allotment Belanja Pemeliharaan (UPTD

atau yg setingkat) xxx

Buku Pembantu:

Alokasi Apropriasi Belanja Pemeli Gedung Kantor xxx Alokasi Apropriasi Belanja Pemeli Rumah Dinas xxx Alokasi Apropriasi Belanja Pemeli Kend. Dinas xxx Alokasi Apropriasi Belanja Pemeli Invent Kantor xxx Alokasi Apropriasi Lain-lain Belanja Pemeliharaan xxx

Allotment Belanja Pemeliharaan Gedung Kantor xxx Allotment Belanja Pemeliharaan Rumah Dinas xxx Allotment Belanja Pemeliharaan Kendaraan Dinas xxx Allotment Belanja Pemeliharaan Inventaris Kantor xxx Allotment Lain-lain Belanja Pemeliharaan xxx

3) Pada saat realisasi perlu diperhatikan adanya 2 cara pencairan dana yaitu:

• Melalui transaksi UUDP dengan menggunakan SPM Beban Sementara (SPM-BS)

• Dengan menggunakan SPM- Beban Tetap (SPM – BT)

Jurnal yang dilakukan pada cara pencairan dana melalui transaksi UUDP dengan menggunakan SPM – BS, ada 3 tahap, yaitu:

• Realisasi pemberian UUDP pada saat SPMU dikeluarkan :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0200 Kas di Pemegang Kas xxx

0100 Kas di Kas Daerah xxx

• Realisasi belanja, saat dibuat SPJ :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8430 Belanja Pemeliharaan xxx

0200 Kas di Pemegang Kas xxx

Buku Pembantu:

Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan xxx Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin xxx Belanja Pemeliharaan Jalan, Irigasi, dan Jaringan xxx

• Penyetoran kembali sisa UUDP di Kas Daerah pada akhir tahun anggaran dengan menggunakan dokumen STS dan Memo Penyesuaian:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah Xxx

0200 Kas di Pemegang Kas xxx

Jurnal yang harus dilakukan dengan menggunakan SPM BT hanya melalui 1 tahap, yaitu pada saat diterbitkannya SPMU – BT dan atau ND, sebagai berikut :

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8430 Belanja Pemeliharaan Xxx

0100 Kas di Kas Daerah xxx

Buku Pembantu:

Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan Xxx Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Xxx Belanja Pemeliharaan Jalan, Irigasi, dan Jaringan xxx Belanja Pemeliharaan Aset Tetap Lainnya xxx Lain-lain Belanja Pemeliharaan xxx

4) Bila terjadi penerimaan kembali belanja pemeliharaan, yang terjadi pada tahun anggaran berjalan, harus dilakukan koreksi ke perkiraan Pendapatan Lain-lain PAD terlebih dulu, kemudian dilakukan jurnal penyesuaian ke perkiraaan belanja semula. Koreksi pencatatan

Pendapatan Lain-lain PAD dilakukan berdasarkan Surat Tanda Setoran Bukan Pajak sebagai berikut:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah xxx

8040 Pendapatan Lain-lain PAD xxx

Buku Pembantu : Pendapatan dari Penerimaan Kembali Belanja Tahun Berjalan

Jurnal penyesuaian ke perkiraan semula berdasarkan Memo Penyesuaian sebagai berikut:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

8040 Pendapatan Lain-lain PAD xxx

8410 Belanja Pemeliharaan xxx

Buku Pembantu Pendapatan Lain lain PAD:

Pend. dari Penerimaan Kembali Belanja Tahun Berjalan xxx Buku Pembantu Belanja Pemeliharaan:

Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan xxx Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin xxx Belanja Pemeliharaan Jalan, Irigasi, dan Jaringan xxx Belanja Pemeliharaan Aset Tetap Lainnya xxx

Lain-lain Belanja Pemeliharaan xxx

Koreksi kembali pada perkiraan belanja semula tersebut di atas dimaksudkan agar bisa diketahui kinerja dari unit yang bersangkutan. 5) Bila terjadi penerimaan kembali belanja pemeliharaan, misalkan

karena adanya temuan dari aparat pemeriksa, yang terjadi pada tahun anggaran berikutnya maka perlu dilakukan koreksi sebagai berikut:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

0100 Kas di Kas Daerah xxx

8040 Pendapatan Lain-lain PAD xxx

Buku Pembantu Pendapatan Lain lain PAD:

Pendapatan dari Penerimaan Kembali Tahun Lalu xxx

6) Jurnal penutup pada akhir tahun anggaran:

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9503 Allotm Belanja Pemeliharaan (UPTD atau yg

setingkat)

xxx

8430 Belanja Pemeliharaan xxx

6300 Surplus/Defisit Tahun Pelaporan xxx

Menutup perk. realisasi ke anggaran belj. Pemeliharaan

No. Perkiraan Nama Perkiraan Debet Kredit

9303 Apropriasi Belanja Pemeliharaan xxx 9403 Alok. App. Belanja Pemeliharaan(UPTD

atau yg setingkat)

xxx Menutup apropriasi ke alokasi apropriasi

e. Pengukuran

Perkiraan Belanja Pemeliharaan diukur sebesar kas yang dikeluarkan untuk pembayaran pemeliharaan aset tetap. Dalam hal terdapat penerimaan kembali Belanja Pemeliharaan maka dasar pengukurannya adalah sebesar kas yang diterima kembali tersebut.

f. Pengungkapan

Sebagai suatu penjelasan maka dalam nota perhitungan anggaran/catatan atas laporan keuangan perlu diungkapkan informasi antara lain:

- Rincian belanja pemeliharaan antara lain biaya pemeliharaan gedung kantor; biaya pemeliharaan rumah dinas; biaya pemeliharaan kendaraan dinas; biaya pemeliharaan inventaris kantor.

- Penjelasan lainnya yang dianggap perlu misalkan trend belanja pemeliharaan, prosentase belanja pemeliharaan terhadap total belanja, penjelasan selisih terhadap anggaran.

4. Belanja Perjalanan Dinas

Dalam dokumen SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BUKU 3 (Halaman 88-93)