• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 54-58)

BAB III PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBN TINGKAT REGIONAL

3.3. BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL

Realisasi belanja pemerintah pusat di Provinsi Maluku tahun 2020 mencapai

38

94,46%. Belanja pemerintah pusat adalah bagian dari belanja negara dalam rangka mendanai pengeluaran pemerintah pusat. Belanja pemerintah pusat meliputi belanja pemerintah pusat menurut organisasi.

3.3.1. Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Organisasi (Bagian Anggaran/Kementerian/ Lembaga)

Belanja pemerintah pusat menurut organisasi adalah belanja pemerintah pusat yang dialokasikan menurut struktur organisasi Kementerian Negara / Lembaga dan bagian

anggaran bendahara umum negara. Di

provinsi Maluku, Kepolisian Republik

Indonesia melakukan realisasi tertinggi yakni 100,55% sedangkan realisasi terendah ada pada Kementerian Kesehatan sebesar 50,64%.

3.3.2. Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Fungsi

Realisasi belanja berdasarkan fungsi di tahun 2020 di Provinsi Maluku menurun 8,36% dari tahun sebelumnya. Klasifikasi

belanja pusat menurut fungsi

mengelompokkan belanja Negara

berdasarkan 11 (sebelas) fungsi-fungsi pemerintahan yang dilaksanakan oleh Kementerian Negara /Lembaga.

Sebagian besar alokasi pagu anggaran menurut fungsi untuk tahun 2020 mengalami penurunan kecuali untuk fungsi pelayanan umum, pertahanan, ketertiban dan keamanan dan kesehatan yang mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi adalah anggaran untuk fungsi kesehatan yang naik mencapai 62,60% kemudian untuk fungsi ketertiban dan keamanan sebesar 11,48% dan yang ketiga terbesar adalah anggaran pertahanan yang naik sebesar 7,13%. Secara akumulatif alokasi anggaran di Provinsi Maluku pada TA 2019 sebesar Rp11.564,49 miliar dan pada tahun anggaran 2020 menjadi sebesar

Rp10.648,31 miliar atau mengalami

penurunan sebesar 8,36%.

Alokasi anggaran tertinggi pada tahun 2020 menurut klasifikasi fungsi adalah Fungsi Pelayanan Umum sebesar Rp3.590,11 miliar atau 33,72% dari total pagu anggaran pusat di Provinsi Maluku, dengan realisasi belanja sebesar Rp3.445,18 miliar atau 95,96% dari pagu tahun anggaran 2020.

Berikutnya adalah fungsi Ekonomi sebesar Rp2.079,19 miliar atau 19,53% dari total pagu anggaran pusat di Provinsi Maluku dengan realisasi belanja sebesar Rp2.023,63 miliar atau 20,12% dari total realisasi

anggaran pusat di Provinsi Maluku.

Pagu Realisasi Pagu Realisasi Pagu Realisasi

Pelayanan Umum 3.709,07 3.531,62 95,22% 3.561,30 3.387,68 95,12% 3.590,11 3.445,18 95,96% 1,70% Pertahanan 1.021,78 1.003,62 98,22% 1.397,39 1.328,85 95,10% 1.496,98 1.380,59 92,23% 3,89% Ketertiban dan Keamanan 1.255,36 1.218,10 97,03% 1.192,18 1.223,20 102,60% 1.329,08 1.310,35 98,59% 7,12% Ekonomi 3.090,37 2.849,78 92,21% 2.775,06 2.613,93 94,19% 2.079,19 2.023,63 97,33% -22,58% Lingkungan Hidup 159,44 144,29 90,50% 190,52 178,31 93,59% 151,76 138,52 91,27% -22,32% Perumahan dan Fasum 430,74 419,90 97,48% 339,92 294,25 86,57% 250,66 231,67 92,42% -21,27% Kesehatan 187,20 151,21 80,78% 185,30 158,57 85,58% 301,31 168,99 56,09% 6,57% Pariwisata dan Budaya 2,62 2,51 95,57% 1,84 1,62 87,73% 0,14 0,13 94,57% -91,82% Agama 204,92 191,63 93,51% 166,44 163,56 98,27% 137,52 134,56 97,85% -17,73% Pendidikan 1.253,18 1.143,49 91,25% 1.732,70 1.604,79 92,62% 1.299,22 1.212,49 93,32% -24,45% Perlindungan Sosial 18,76 18,45 98,39% 21,83 21,13 96,75% 12,34 11,94 96,74% -43,49% JUMLAH 11.333,44 10.674,61 94,19% 11.564,49 10.975,90 94,91% 10.648,31 10.058,05 94,46% -8,36% % 2019 URAIAN 2018 % 2020 % growth Sumber: spanint.kemenkeu.go.id Tabel 3.4

Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Fungsi Provinsi Maluku Tahun 2018 - 2019 (miliar)

Sementara fungsi pertahanan memperoleh alokasi terbesar ketiga yaitu Rp1.496,98 miliar atau 14,06% dari total pagu anggaran pusat di Provinsi Maluku dengan realisasi belanja sebesar Rp1.380,59 miliar atau 13,72% dari total realisasi anggaran pusat di Provinsi Maluku.

3.3.3. Perkembangan Pagu dan Realisasi Berdasarkan Jenis Belanja

Realisasi belanja pegawai tahun 2020 adalah yang tertinggi dibanding realisasi belanja jenis yang lain. Pada Tahun Anggaran 2020 alokasi pagu belanja pusat termasuk Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Desa di Provinsi Maluku sebesar Rp 10.058,04 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 2,04% dibanding Tahun Anggaran 2019 yang sebesar Rp11.564,49 miliar.

Pagu Belanja Pegawai pada tahun 2020 sebesar Rp3.100,75 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 0,64% dibanding pagu Belanja Pegawai pada tahun 2019. Peningkatan tersebut diantaranya disebabkan oleh penyesuaian gaji pokok pegawai, kenaikan gaji berkala, penambahan anggota keluarga/ tunjangan keluarga, pembayaran remunerasi PNS Pusat di daerah, serta pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), gaji ke-13 pada pertengahan tahun 2020. Belanja pegawai mengambil porsi sebesar 29,12% dari total belanja, hal ini

menunjukan alokasi yang sudah cukup baik karena telah dibawah 50% dari total anggaran yang digunakan. Sehingga uang Negara

dapat lebih fokus untuk pelayanan

masyarakat.

Pagu Belanja Barang pada tahun 2020 sebesar Rp2.764,32 miliar atau mengalami penurunan sebesar 17,94% dibanding pagu Belanja Barang Tahun Anggaran 2019. Pagu Belanja Modal tahun anggaran 2020 sebesar Rp1.638,29 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 28,45% dibanding pagu Belanja Modal tahun anggaran 2019. Sedangkan pagu Belanja Bantuan Sosial tahun anggaran 2020 sebesar Rp531,43 merupakan jenis belanja yang mengalami persentase kenaikan terbesar dibanding tahun anggaran 2019 sebesar 2.855,51%. Kenaikan yang signifikan terkait Belanja Bantuan Sosial sejalan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Maluku.

Realisasi anggaran secara akumulatif Tahun Anggaran 2020 sebesar 94,19% sedangkan Tahun Anggaran 2019 sebesar 94,46%. Rasio penyerapan belanja Dana Desa sebesar 99,47% merupakan rasio

penyerapan paling tinggi dibanding

Pagu Realisasi Pagu Realisasi Pagu Realisasi

BELANJA PEGAWAI 2.810,57 2.685,62 95,55% 2.998,39 2.935,41 97,90% 3.100,75 2.954,22 95,27% 0,64% BELANJA BARANG 3.446,71 3.101,43 89,98% 3.232,55 3.037,67 93,97% 2.764,32 2.492,71 90,17% -17,94% BELANJA MODAL 2.230,19 2.127,74 95,41% 2.377,30 2.174,20 91,46% 1.638,29 1.555,56 94,95% -28,45% BELANJA BANTUAN SOSIAL 14,94 14,91 99,83% 17,48 17,32 99,13% 531,43 512,03 96,35% 2855,51% DANA ALOKASI KHUSUS FISIK 1.867,54 1.784,84 95,57% 1.816,27 1.692,79 93,20% 1.467,08 1.403,17 95,64% -17,11% DANA DESA 963,49 960,07 99,64% 1.122,51 1.118,51 99,64% 1.146,44 1.140,35 99,47% 1,95% JUMLAH 11.333,44 10.674,61 94,19% 11.564,49 10.975,90 94,91% 10.648,31 10.058,04 94,46% -8,36% % 2020 % growth JENIS BELANJA 2018 % 2019 Tabel 3.5

Perkembangan Pagu dan Realisasi Perjenis Belanja Di Maluku Tahun 2018 -2020 (miliar)

Porsi belanja Modal di Maluku masih jauh dari ideal. Tahun 2020 mencapai 20,56% dari total belanja. Naik dari tahun 2019 sebesar 15,39%

40

penyerapan Belanja Bantuan Sosial sebesar 96,35% dan DAK Fisik sebesar 95,64%. a. Porsi Alokasi belanja pusat di daerah.

Alokasi belanja pemerintah pusat di Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp10.648,31 miliar dengan realisasi sebesar Rp10.058,04 miliar atau sebesar 94,46%. Berdasarkan data tersebut dapat dibedakan dalam dua sektor belanja, yaitu sektor belanja konsumtif dan sektor belanja investasi.

1) Proporsi belanja konsumtif

Proporsi sektor belanja konsumtif diantaranya belanja barang untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan birokrasi, belanja bantuan sosial, belanja pegawai, realisasi Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp5.958,96 miliar atau sebesar 59,25% dibanding total realisasi belanja pusat di daerah Provinsi Maluku tahun anggaran berkenaan. Belanja pemerintah yang bersifat konsumtif ini diakui mendorong pertumbuhan Maluku, namun sifatnya hanya sementara dan jangka pendek. 2) Proporsi belanja investasi

Proporsi sektor belanja investasi diantaranya untuk belanja modal infrastruktur yang menunjang perekonomian daerah sebesar Rp4.099,08 miliar atau 40,75% dibanding total realisasi belanja pusat di daerah Provinsi Maluku tahun anggaran berkenaan. Diharapkan kedepan proporsi belanja investasi bisa ditingkatkan karena peningkatan belanja investasi merupakan indikasi yang baik, dengan semakin besar belanja yang bersifat investasi untuk layanan publik akan memberi dampak yang baik pada pembentukan modal sosial. Proporsi belanja investasi di Maluku dari tahun ketahun

semakin meningkat. Diharapkan pada tahun mendatang porsi belanja investasi ini dapat mendorong pemerataan dan kesejahteraan bagi penduduk Maluku.

b. Rasio belanja menurut fungsi tertentu

Pengelompokan menurut fungsi

merupakan perwujudan tugas

kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. Alokasi anggaran belanja pusat menurut klasifikasi fungsi

diharapkan mampu mempengaruhi

pergerakan perekonomian di daerah, selain itu diharapkan mampu menghasilkan output yang bermanfaat dalam rangka mencapai tujuan pembangunan.

Realisasi anggaran menurut klasifikasi Fungsi Ekonomi di Provinsi Maluku, seiring dengan pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2013 sampai dengan 2020, sedangkan pada tahun 2015 ketika realisasi belanja pusat

menurut klasifikasi Fungsi Ekonomi

meningkat, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku justru mengalami pelambatan.

Tahun 2018 realisasi belanja menurut

klasifikasi Fungsi Ekonomi sebesar

Rp2.849,78 miliar, perkonomian di Provinsi Maluku mengalami pertumbuhan sebesar 5,94%. Tahun 2019 realisasi belanja menurut

klasifikasi Fungsi Ekonomi sebesar

Rp2.613,93 miliar, perkonomian di Provinsi Maluku mengalami pertumbuhan sebesar 5,57%. Sedangkan tahun 2020 ini mengalami pertumbuhan negatif 22,58% atau sebesar Rp2.023,63 miliar.

Meskipun anggaran negara berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku tetapi bukan satu-satunya

pendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku, karena masih ditopang juga sektor swasta. Diharapkan pemerintah mampu menarik lebih banyak investor ke Maluku yang akan lebih mendorong pertumbuhan Maluku.

c. Perkembangan belanja menurut

kewenangan

Belanja pemerintah pusat dapat

dibedakan menjadi 6 jenis menurut

kewenangannya yaitu Dekonsentrasi (DK), Kantor Daerah (KD), Kantor Pusat (KP), Urusan Bersama (UB), Tugas Pembantuan (TP).

Alokasi belanja pusat di daerah Provinsi Maluku TA 2020 sebesar Rp10.648,31 miliar, dengan realisasi sebesar Rp10.058,04 miliar, dapat dirinci per jenis kewenangan sesuai tabel 3.6 di atas.

Tingginya angka realisasi kewenangan

daerah menunjukkan lebih banyak

kewenangan yang dieselenggarakan oleh pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan semangat otonomi daerah, hanya beberapa kewenangan saja yang masih ditangani oleh pemerintah pusat misalnya kewenangan dibidang keuangan, pertahanan, agama dan peradilan. Kewenangan Kantor Daerah memungkinkan pengambilan keputusan yang

lebih cepat dan pembiayaan

penyelenggaraan pemerintahan yang lebih mendekati stakeholder dan peningkatan pelayanan.

Kedepan pemerintah daerah

diharapkan lebih banyak berperan dalam

pengelolaaan keuangan dan

penyelenggaraan pembangunan sehingga semangat otonomi daerah lebih nyata terasa oleh masyarakat.

3.4. TRANSFER KE DAERAH DAN DANA

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 54-58)