BAB III PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBN TINGKAT REGIONAL
3.2. PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT TINGKAT REGIONAL
Realisasi APBN di wilayah Provinsi Maluku relatif tinggi, menurun dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 ini, baik realisasi pemerimaan maupun belanja mencapai angka diatas 90%
Prosentase penerimaan perpajakan di Maluku cenderung naik dari tahun 2018 s.d 2020. Namun berdasarkan angka, menurun hingga 14% dari tahun sebelumnya. Tekanan aktivitas usaha akibat PSBB pada masa pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama kontraksi penerimaan.
Tabel
34
Pendapatan Pemerintah Pusat di Provinsi Maluku tahun 2020 menurun dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan untuk pemerintah pusat berasal dari tiga sumber penerimaan yaitu, Penerimaan Perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Penerimaan Hibah.
Penerimaan Perpajakan terdiri dari
Penerimaan Pajak Dalam Negeri dan
Penerimaan Pajak Perdagangan
Internasional. Target penerimaan pajak di Provinsi Maluku untuk tahun 2020 sebesar Rp1.498,58 miliar dengan realisasi sebesar Rp1.421,93 miliar atau mencapai 94,88%.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terdiri dari Pendapatan dari Sumber Daya Alam dan PNBP Lainnya. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk Provinsi Maluku pada tahun 2020 ditergetkan sebesar Rp472,96 miliar dengan nilai realisasi sebesar Rp379,03 miliar atau mencapai 80,14%.
Apabila dilihat penerimaan tiap
bulannya, penerimaan pajak dan PNBP tahun 2020 meningkat tajam pada akhir tahun yaitu pada bulan Desember.
3.2.1. Penerimaan Perpajakan Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi
Penerimaan Perpajakan tahun 2020 turun dibanding tahun sebelumnya. Realisasi Penerimaan Perpajakan pada akhir tahun 2020 sebesar Rp1.421,93 miliar. Realisasi
Penerimaan Perpajakan tahun 2020
mengalami penurunan jika dibandingkan realisasi tahun 2019 sebesar Rp1.745,55 miliar. Realisasi penerimaan pajak tahun ini sebesar 94,88% dari target pajak tahun 2020.
Seluruh komponen penerimaan pajak
mengalami penurunan dari tahun 2019. Tahun anggaran 2019 pendapatan PPh mencapai nilai sebesar Rp880,98 miliar dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar Rp744,85 miliar atau menurun 15,45% dari penerimaan PPh tahun 2019.
PPN sebagai pajak objektif dapat diartikan sebagai kewajiban membayar pajak oleh konsumen yang terdiri atas orang pribadi atau badan, dan tidak berkorelasi dengan tingkat penghasilan tertentu. Siapapun yang mengkonsumsi barang atau jasa yang termasuk objek PPN, akan diperlakukan sama dan wajib membayar PPN atas konsumsi barang atau jasa tersebut.
Sumber: ditpa.perbendaharaan.go.id Tabel
3.2
Penerimaan Perpajakan Pusat di Maluku tahun 2018 – 2020 (miliar)
Sumber : Sumber: spanint.kemenkeu.go.id (diolah) Grafik
3.1
Realisasi Pendapatan APBN di Maluku tahun 2020 per bulan
50,00 100,00 150,00 200,00 250,00 300,00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
pajak pajak perdagangan internasional
Realisasi pendapatan PPN pada akhir Tahun 2019 sebesar Rp819,27 miliar dan pada akhir tahun 2020 mengalami penurunan menjadi sebesar Rp640,43 miliar. Angka ini turun signifikan 21% dari realisasi tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh pembatasan aktivitas ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.
Pajak Luar Negeri berasal dari pendapatan bea masuk, pendapatan denda administrasi pabean, pendapatan pabean lainnya. Pajak Luar Negeri pada tahun 2020 mengalami penurunan 6% dari tahun 2019. Penerimaan Pajak Luar Negeri yang signifikan berasal dari pendapatan bea masuk pada bulan September 2020 sebesar Rp4,68 miliar.
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga mengalami penurunan signifikan sebesar 30%. Penerimaan PBB terbesar berasal dari pertambangan mineral dan batubara Rp8,15 miliar. Sebagian besar penerimaan diperoleh pada semester II tahun 2020. Dengan melihat jumlah penerimaan pajak pusat di Maluku, dapat kita ukur rasio perpajakan di provinsi seribu pulau ini. Tax ratio di Provinsi Maluku dalam definisi sempit dihitung berdasarkan jumlah penerimaan perpajakan dibandingkan dengan PDRB.
Dengan melihat jumlah penerimaan pajak pusat di Maluku, dapat kita ukur rasio perpajakan di provinsi seribu pulau ini. Tax ratio di Provinsi Maluku dalam definisi sempit
dihitung berdasarkan jumlah penerimaan perpajakan dibandingkan dengan PDRB.
Tax Ratio Maluku tidak mengalami pertumbuhan yang berarti, tahun 2014-2015 masih sebesar 5,22%. Sedangkan tahun 2016 sempat mengalami kenaikan hingga 6,61% namun pada tahun 2017 turun menjadi 5,63%. Sementara tahun 2018 sebesar 5,74% pada tahun 2019 menjadi 5,61% dan pada tahun 2020 menurun hingga 4,62%. Penurunan penerimaan pajak pusat sebesar 18,58% dibandingkan tahun 2019 ditambah dengan penurunan PDRB di Provinsi Maluku sebesar 1,10% dari tahun sebelumnya, mengakibatkan penurunan tax ratio tahun 2020.
Idealnya tax ratio berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi suatu daerah. Tax ratio berkaitan erat dengan kepatuhan pajak yang berkaitan pula dengan biaya kepatuhan. Artinya, semakin rendah biaya kepatuhan,
Tax ratio harus diperbaiki tanpa menimbulkan kegaduhan dalam perekonomian dengan mengejar penerimaan pajak secara membabi buta. Dengan prospek ekonomi yang lebih baik, diharapkan tax ratio akan semakin membaik.
Sumber: spanint.kemenkeu.go.id; BPS Grafik
3.3
Perkembangan Tax Ratio Maluku Tahun 2013-2020 5,79% 5,22% 5,22% 6,61% 5,63% 5,74% 5,61% 4,62% 4,00% 4,50% 5,00% 5,50% 6,00% 6,50% 7,00% 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Sumber : Sumber: spanint.kemenkeu.go.id (diolah) Grafik
3.2
Penerimaan Pajak Pusat di Maluku (miliar) 1.692,34 1.740,37 1.417,05 338,03 382,90 379,03 -2 0 1 8 2 0 1 9 2 0 2 0 pajak pnbp hibah
36
yaitu biaya yang ditanggung seseorang atau suatu entitas untuk melaksanakan kewajiban
perpajakannya, akan semakin tinggi
kepatuhan pajak. Inovasi perpajakan di bidang IT seperti filing, billing, e-registration, e-bukpot, dan sejenisnya harus diperkuat untuk meningkatkan pelayanan, yang bermuara pada naiknya tingkat kepatuhan pajak.
Meskipun demikian, angka ini tidak mampu menjadi acuan untuk mengukur tax ratio karena hanya menghitung angka pelaporan, bukan pembayaran, apalagi terkait
besarnya pembayaran. Untuk itu,
pemeriksaan dan extra effort penggalian potensi perlu terus ditingkatkan karena kepatuhan pelaporan dan pembayaran idealnya linier. Kedepannya diharapkan penerimaan pajak benar-benar mampu menjadi tulang punggung pendapatan pemerintah sehingga tidak terlalu tergantung kepada dana dari sumber dengan biaya tertentu.
3.2.2. Penerimaan Negara Bukan Pajak Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi Maluku
PNBP Provinsi Maluku kurang dari target yang ditetapkan. Penerimaan PNBP di Provinsi Maluku tahun 2020 mencapai Rp 379,03 miliar. Lebih rendah 0,96% dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp382,80 miliar. Diharapkan, penerimaan dari sumber-sumber selain perpajakan di Maluku semakin meningkat sehingga dapat mengimbangi penerimaan pajak dalam menutup belanja negara kedepannya.
Pendapatan dari Sumber Daya Alam, Provinsi Maluku tidak lagi bisa mengandalkan cengkeh dan pala, tetapi sektor perikanan, selain perkebunan dan kehutanan serta pertambangan umum. Potensi perikanan diharapkan akan menjadi tulang punggung utama dalam meraup PNBP yang sangat bagi pemerintah.
Sumber: LKPP Tingkat Kanwil Maluku Tabel
3.3 Penerimaan PNBP 2015-2020 di Maluku (miliar)
Sebagai sektor unggulan di Maluku, potensi perikanan dan kelautan dapat lebih dikembangkan dengan memanfaatkan skema kredit program untuk menambah kapasitas modal pelaku usaha khususnya pengusaha kecil dan menengah.
Pemerintah diharapkan segera merealisasikan program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Maluku mengingat LIN sudah ditetapkan 10 tahun yang lalu. Harus disiapkan mulai dengan membuat “cetak biru”
perencanaan strategis dalam industri
perikanan skala besar. Sebab jika tidak, maka pengusaha-pengusaha dari daerah lain akan
mendominasi dan menguasai potensi
perikanan laut di Maluku. Para pengusaha perikanan lokal di Maluku, harus dibantu untuk mendapatkan akses modal, agar
mereka bisa mengembangkan usaha
perikanan dalam skala besar, serta harus lebih berani dan kreatif untuk mengelola sumber daya perikanan dan kelautan secara modern. Skema Kredit Usaha Rakyat pada sektor perikanan dapat menjadi alternatif bagi pemerintah daerah.
Selain itu diperlukan upaya mencari para investor baru untuk mengeksplorasi minyak dan gas sebagai produk unggulan Maluku di masa yang akan datang. Eksplorasi Blok Masela dan blok-blok lain yang masih dalam proses perlu diperhatikan untuk kesejahteraan masyarakat terutama di Provinsi Maluku.
Sementara realisasi Pendapatan PNBP dari bidang Pendidikan diperoleh melalui Universitas Pattimura Ambon dan Politeknik Perikanan Tual berupa uang pendidikan,
uang seleksi/saringan masuk, biaya
menjalankan praktek. Besarnya realisasi PNBP pendidikan pada akhir tahun anggaran 2019 sebesar Rp.46,55 miliar dan pada akhir tahun anggaran 2020 mencapai Rp.39,14 miliar atau mengalami penurunan sebesar 15,91%.
Realisasi PNBP dari pendapatan jasa transportasi, komunikasi, dan informatika serta jasa lainnya pada TA 2020 secara total mengalami penurunan sebesar 25,03% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp27,48 miliar sementara di tahun 2020 hanya mencapai nilai Rp20,60 miliar.
Realisasi pendapatan denda
didominasi oleh pendapatan denda
penyelesaian pekerjaan. Pada akhir tahun anggaran 2020 pendapatan denda sebesar Rp3,47 miliar, naik 7,22% dibandingkan pendapatan pada akhir tahun anggaran 2019 yang memperoleh pendapatan sebesar Rp3,24 miliar.
3.2.3. Penerimaan Hibah
Hibah adalah setiap penerimaan Pemerintah Pusat dalam bentuk uang, barang, jasa dan/atau surat berharga yang diperoleh dari pemberi hibah yang tidak perlu dibayar kembali, yang berasal dari dalam negeri atau luar negeri, yang atas hibah tersebut, pemerintah mendapat manfaat secara langsung yang digunakan untuk mendukung tugas dan fungsi K/L, atau diteruskan kepada Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. Tahun 2020 provinsi Maluku tidak menerima hibah karena pemanfaatan hibah diarahkan untuk mendukung seluruh agenda prioritas pembangunan nasional
dalam RPJMN 2020-2024 termasuk
penanganan isu-isu global.
3.3. BELANJA PEMERINTAH PUSAT