• Tidak ada hasil yang ditemukan

REALISASI PROGRAM PEN PEMERINTAH DAERAH DI PROVINSI MALUKU (APBD)

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 128-132)

BAB VII ANALISIS TEMATIK

7.3. REALISASI PROGRAM PEN PEMERINTAH DAERAH DI PROVINSI MALUKU (APBD)

PEMERINTAH DAERAH DI PROVINSI MALUKU (APBD)

Dukungan Pemerintah Daerah dalam rangka menangani pandemi dan dampak COVID-19 dilakukan dengan realokasi dan refocusing APBD Tahun 2020. penyesuaian APBD TA 2020 sesuai pedoman yang telah ditetapkan dalam beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor

119/2813/SJ dan 117/KMK.07/2020

tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun 2020 Dalam Rangka Penanganan COVID-19, serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional (SKB Mendagri dan Menkeu), dan 2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor

35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan

Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA

2020 Dalam Rangka Penanganan

Pandemi Covid-19 dan/atau Menghadapi

Ancaman yang Membahayakan

Perekonomian Nasional.

Hasil penyesuaian APBD tersebut dituangkan dalam Laporan Penyesuaian APBD (Laporan APBD) berdasarkan kriteria sebagai berikut:

1. Rasionalisasi belanja barang/jasa dan belanja modal masing-masing minimal sebesar 50%, serta adanya rasionalisasi belanja pegawai dan belanja lainnya,

dengan memperhitungkan perkiraan

penurunan pendapatan daerah;

2. Adanya upaya Pemda untuk melakukan rasionalisasi belanja daerah, dengan memperhatikan:

a. kemampuan keuangan daerah,

dengan memberikan toleransi total rasionalisasi belanja barang/jasa dan belanja modal sekurang-kurangnya 35%;

b. penurunan Pendapatan Asli Daerah yang ekstrim sebagai dampak dari menurunnya aktivitas masyarakat dan perekonomian, dan/atau

c. perkembangan tingkat pandemi

Covid-19 di masing-masing daerah yang perlu segera mendapatkan penanganan dengan anggaran yang memadai.

3. Penggunaan hasil rasionalisasi belanja

daerah untuk dialokasikan bagi

pencegahan/penanganan COVID-19,

jaring pengaman sosial, dan

menggerakkan/memulihkan perekonomian di daerah.

108

Guna memastikan komitmen Pemda dalam pencegahan/penanganan Covid-19,

maka sesuai ketentuan PMK

No.35/PMK.07/2020 Pemda yang tidak memenuhi ketentuan Laporan APBD TA 2020 dapat dilakukan penundaan penyaluran sebagian DAU dan/atau DBH-nya. Berikut hasil refocusing APBD Tingkat Provinsi Maluku untuk program PC PEN tahun 2020.

Berdasarkan tabel di atas, Pendapatan Daerah berkurang 8,06% dari pagu awal yang disebabkan penurunan Pendapatan Asli Daerah sebesar 1,02% dan pengurangan pagu transfer pusat ke daerah sebesar 9,55%. Dari sisi belanja secara total tidak berpengaruh signifikan perubahannya yaitu menurun 0,55% dari pagu awal. Perubahan terbesar terlihat pada belanja bagi hasil dan belanja tak terduga yang digunakan untuk pemberian bantuan ke desa-desa di Maluku. Sementara untuk menutup defisit sebesar Rp1,29 miliar, Pemda menggunakan SILPA tahun sebelumnya.

Kanwil Direktorat Jenderal

Perbendaharaan Provinsi Maluku melalui surat nomor S-104/WPB.32/2021 meminta kepada

Kepala Bappeda dan Pemda Lingkup Provinsi Maluku terkait alokasi APBD TA 2020 untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Berikut hasil refocusing APBD Lingkup Provinsi Maluku TA 2020.

7.3.1. Pemerintah Provinsi Maluku

Pemerintah Provinsi Maluku

mengalokasikan anggaran sebesar Rp92,97 miliar untuk program refocusing APBD TA

2020. Dari pagu anggaran tersebut

direalisasikan sebesar Rp77,45 miliar atau 83,31% yang tersebar pada 19 OPD. Sesuai PMK-185/PMK.02/2020 pasal 4 dibagi menjadi 6 klaster diantaranya:

a. Klaster Kesehatan

Klaster kesehatan terbagi pada Dinas Kesehatan, RSUD dr. M HAULUSSY, DPRD, BPSDM, Biro Humas dan Protokoler dan Sekretariat dengan anggaran Rp72,96 miliar dan realisasi 59,88 miliar (81,70%). Realisasi sebagian besar untuk kegiatan pengadaan APD Nakes, Insentif Nakes dan penanganan kesehatan.

Sumber : LRA Pemda lingkup Provinsi Maluku (diolah)

Tabel

7.1

Refocusing APBD Tingkat Provinsi Untuk Program PC PEN di Maluku Tahun 2020

(miliar)

Sumber : Data Bappeda Provinsi Maluku (diolah)

Tabel

b. Klaster Perlindungan Sosial

Klaster Perlindungan Sosial terbagi pada Dinas Kesejahteraan Sosial, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan DPRD. Anggaran untuk klaster perlindungan

sosial sebesar Rp7,41 miliar dengan realisasi Rp6,97 miliar atau 94,04%.

Realisasi terbesar untuk klaster

perlindungan sosial terdapat pada Dinas Kehutanan sebesar Rp4,35 miliar untuk kegiatan pengembangan perhutanan sosial dengan sistem agroforestry dan rehabilitasi magrove. Kemudian pada Dinas Ketahanan Pangan sebesar Rp1,11 miliar digunakan untuk pengembangan cadangan pangan daerah dan usaha pangan masyarakat.

c. Klaster Sektoral K/L dan Pemda

Pada klaster ini dapat terlihat pada Dinas PUPR dengan anggaran terbanyak sebesar Rp5,06 miliar untuk program pembangunan drainase, jalan dan rehabilitasi gedung kesehatan. Terbesar kedua ada pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sebesar Rp1,50 miliar namun hanya terealisasi 17,06% atau Rp255,92 juta. Total anggaran untuk klaster ini sebesar Rp9,50 miliar dengan realisasi Rp7,70 miliar.

Sumber : Data Bappeda Provinsi Maluku (diolah)

Tabel

7.3 Klaster Kesehatan Pemerintah Provinsi Maluku TA 2020 (juta)

Sumber : Data Bappeda Provinsi Maluku (diolah)

Tabel

7.4

Klaster Perlindungan Sosial Pemerintah Provinsi Maluku TA 2020 (juta)

Sumber : Data Bappeda Provinsi Maluku (diolah)

Tabel

7.5

Klaster Sektoral K/L dan Pemda Pemerintah Provinsi Maluku TA 2020

110

d. Klaster UMKM

Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Koperasi dan UKM mengalokasikan Rp1,65 miliar untuk kegiatan belanja hibah kepada masyarakat. Hingga akhir 2020 teralisasi sebesar Rp1,48 miliar.

e. Klaster Pembiayaan Korporasi

Untuk klaster pembiayaan korporasi, Pemerintah Pemerintah Maluku memberikan insentif usaha sebesar Rp1,45 miliar dengan realisasi Rp1,41 miliar.

7.3.2. Pemerintah Kabupaten Maluku

Tenggara

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengalokasikan Rp37,09 miliar untuk program refocusing penanganan dampak pandemi covid-19 TA 2020. Terbagi menjadi 4 klaster yaitu, Klaster Kesehatan, Klaster UMKM, Klaster Sektoral, Klaster Perlindungan Sosial.

a. Klaster Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengalokasikan Rp24,79 miliar untuk program pencegahan dan penanganan covid-19. Sampai akhir 2020 terealisasi sebesar Rp21,83 miliar atau 88,09%.

b. Klaster UMKM

Untuk klaster UMKM diberikan pada UMKM dan nelayan sebesar Rp2,35 miliar. Dinas Koperasi dan UKM memberikan bantuan untuk program pengembangan usaha mikro dan bantuan perkuatan koperasi sebesar Rp1,11 miliar. Sedangkan Dinas Perikanan memberikan bantuan Rp1,24 miliar untuk program pengembangan budidaya perikanan dan pengembangan perikanan tangkap.

c. Klaster Sektoral

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menganggarkan Rp3,99 miliar untuk program penguatan ketahanan pangan. Hingga akhir tahun 2020 terealisasi sebesar Rp3,76 miliar atau 94,23%.

d. Klaster Perlindungan Sosial

Pada klaster perlindungan sosial

dianggarkan Rp5,95 miliar dengan program

pemberdayaan fakir miskin, jamkesda,

bantuan sembako untuk keluarga miskin terdampak Covid-19, pelayanan tanggap darurat korban bencana alam serta BLT melalui Dinas Sosial. Realisasi sampai akhir 2020 sebesar Rp5,56 miliar atau 93,52%.

Sumber : Data Bappeda Provinsi Maluku (diolah)

Tabel

7.6

Klaster UMKM Pemerintah Provinsi Maluku TA 2020 (juta)

Sumber : Data Bappeda Provinsi Maluku (diolah)

Tabel

7.7

Klaster Pembiayaan Korporasi Pemerintah Provinsi Maluku TA 2020

(juta)

Sumber : Data Pemkab Maluku Tenggara (diolah)

Tabel

7.8

Data Refocusing APBD Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara TA 2020 (juta)

7.4. KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 128-132)