BAB VII ANALISIS TEMATIK
7.2. REALISASI PROGRAM PEN PEMERINTAH PUSAT DI PROVINSI MALUKU (APBN)
PEMERINTAH PUSAT DI PROVINSI MALUKU (APBN)
Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah rangkaian kegiatan untuk pemulihan perekonomian nasional yang merupakan bagian dari kebijakan keuangan negara yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mempercepat penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
dan/atau menghadapi ancaman yang
membahayakan perekonomian nasional
dan/atau stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan ekonomi nasional. Berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2020, secara nasional anggaran penanganan anggaran Covid-19 dialokasikan sebesar Rp695,2 triliun yang terdiri dari Anggaran Kesehatan sebesar Rp87,55 triliun dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp607,65 triliun. Anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan 23 Desember 2020 sudah terealisasi Rp406,1 triliun, sedangkan untuk wilayah Maluku sudah terealisasi Rp1,41 triliun dan sekitar 4 juta
kilogram beras yang diuraikan dalam klaster-klaster berikut ini.
7.2.1. Klaster Kesehatan
a. Insentif Tenaga Kesahatan Pusat
Penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) pusat dan santunan kematian awalnya direncanakan pada bulan Maret s.d. Mei merujuk pada Surat Menteri Keuangan No S-239/MK.02/2020 tanggal 24 Maret 2020,
kemudian diperpanjang sampai bulan
Desember melalui Surat Menteri Keuangan No S-612/MK.02/2020 tanggal 15 Juli 2020 dengan Pagu DIPA Rp3,74 triliun dengan target 160.718 orang tenaga Kesehatan dan sudah terealisasi Rp2,88 triliun atau 77,05% kepada 449.549 orang tenaga kesehatan. Realisasi insentif nakes pusat di Provinsi Maluku sebesar Rp9,20 miliar kepada 1.774 tenaga kerja.
b. Klaim Rumah Sakit
Klaim Rumah Sakit dicairkan kepada rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pemerintah setelah mengajukan klaim tagihan pelayanan pasien. Secara nasional, klaim yang diajukan sebesar Rp2,11 triliun kepada 871 rumah sakit. Klaim Rumah Sakit di Provinsi Maluku terdapat sebesar Rp6,78 miliar pada 4 rumah sakit.
Sumber : Direktorat Pelaksanaan Anggaran (diolah)
Gambar
7.1
Klaster Kesehatan Program PEN di Maluku
Insentif Tenaga Kesehatan Rp. 9,20 M (1.774 Nakes) Klaim: 6,78 M Lunas: 3,30 M
104
7.2.2. Klaster Perlindungan Sosial
a. Program Keluarga Harapan (PKH)
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemerintah yang memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu yang dihitung berdasarkan jumlah dan besar kebutuhan anggota keluarga. Dalam APBN Tahun 2020, Bantuan PKH memiliki pagu DIPA sebesar Rp36,71 triliun yang sudah terealisasi 100% sejak bulan Oktober 2020. Bantuan PKH dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat penerima manfaat, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang masih duduk di bangku sekolah. Selain itu, beberapa manfaat lainnya yakni dengan adanya PKH, terutama pada saat pandemi, sangat membantu masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan dasar disaat penghasilan
mengalami penurunan. Realisasi PKH di Provinsi Maluku mencapai Rp484,89 miliar dan menjangkau 901.119 KPM.
b. Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Anggaran untuk BPNT pada APBN Tahun 2020 sebesar Rp 41,71 triliun untuk 215,99 juta KPM dan telah disalurkan kepada masyarakat. Realisasi program BPNT di Provinsi Maluku pada tahun 2020 yakni sebesar Rp269,54 miliar yang diterima oleh 1.398.931 KPM. Manfaat bagi penerima BNPT diantaranya tetap terpenuhinya kebutuhan dasar di tengah pandemi yang membuat sebagian masyarakat kehilangan penghasilan.
c. Bansos Tunai (BST) Non Jabodetabek
Bantuan Sosial Tunai (BST) disalurkan kepada masyarakat secara tunai melalui pemerintah daerah setempat. Pada tahun 2020, realisasi nasional program BST untuk wilayah non Jabodetabek adalah sebesar Rp32,82 triliun. Realisasi Program BST di Provinsi Maluku sebesar Rp110,59 miliar kepada 184.315 KPM. (Data merupakan realisasi Juni 2020).
d. Bansos Tunai (BST) Penerima Sembako non PKH
Bantuan Sosial Tunai (BST) Penerima Sembako disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk beras. Realisasi nasional sebesar 450 juta kg beras kepada 10 juta KPM, dan sudah terealisasi 100%. Untuk Provinsi Maluku, telah disalurkan dalam bentuk beras sebanyak 4.584.060 kg beras kepada 101.868 KPM di Provinsi Maluku.
e. Kartu Prakerja
Program Kartu Prakerja bertujuan untuk mengembangkan kompetensi angkatan kerja, meningkatkan produktivitas, dan daya saing angkatan kerja. Pemerintah menganggarkan total Rp20 triliun dengan target peserta sebanyak 5,6 juta orang yang sudah terealisasi
Sumber : Direktorat Pelaksanaan Anggaran (diolah)
Gambar
7.2
Klaster Perlindungan Sosial Program PEN di Maluku Program Keluarga Harapan Rp.484,89 M (901.119 KPM) Program Bantuan Sembako Rp.269,54 M (1.398.931 KPM) Rp.110,58 M (184.315 KPM) Program Bantuan Sosial Tunai Program BST Non PKH 4.584.060 kg (101.868 KPM)
Kartu Pra Kerja
Rp206,47 M (58.161 Peserta) BLT Dana Desa Rp.110,58 M (151.806 KPM) Subsidi Upah Rp.68,15 M (56.796 KPM) Pelanggan Pascabayar Pelanggan Prabayar 117.485 Pelanggan 88.821.433 KWH Rp36,81 Miliar 106.148 Pelanggan 65.715.504 KWH Rp29,34 Miliar
99,5% atau sekitar Rp19,89 triliun dengan jumlah peserta 5.604.810 orang. Untuk Provinsi Maluku, realisasi tahun 2020 sebesar Rp206,47 miliar kepada 58.161 KPM. Masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp3.550.000,-
f. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa
Dalam rangka refocusing dan realokasi penggunaan dana desa tahun 2020 dalam masa pandemi COVID-19, pemerintah desa diperbolehkan menggunakan dana desa tahun 2020 untuk disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk BLT Dana Desa. Mekanisme penyaluran BLT Dana Desa diserahkan kepada pemerintah desa, dengan tetap memerhatikan protocol Kesehatan.
g. Bantuan Subsidi Upah (BSU)
Bantuan Subsidi Upah diberikan kepada pekerja terdaftar yang memiliki gaji/upah di bawah Rp5 juta tiap bulan. Secara nasional, pada tahun 2020 telah disalurkan dana sebesar Rp29,77 triliun kepada 24.812.715 KPM. Realisasi BSU di Provinsi Maluku sebesar Rp68,15 miliar kepada 56.796 KPM yang terbagi dalam tahap I dan II.
h. Subsidi Energi (Subsidi Listrik)
Dalam masa Pandemi COVID-19,
pemerintah melaksanakan kebijakan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pada masa PSBB tersebut, pemerintah memberikan subsidi listrik kepada masyarakat. Melalui subsidi listrik tersebut, diharapkan masyarakat dapat menggunakan dana yang diterima untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Subsidi tersebut dibagi berdasarkan besarnya daya yang digunakan oleh rumah tangga.
7.2.3. Klaster Sektoral K/L dan
Pemerintah Daerah
a. Pencadangan DAK Fisik Tahun Anggaran 2020
Dalam masa pandemi COVID-19
melakukan refocusing belanja pemerintah pusat, oleh sebab itu DAK Fisik pemda selain
Kesehatan dan Pendidikan dilakukan
pengkajian ulang dan dana yang lulus
pengkajian ditransfer kembali kepada
pemerintah daerah dalam bentuk Cadangan DAK Fisik. Cadangan DAK Fisik digunakan untuk melaksanakan program prioritas desa dengan cara swakelola. Dari realisasi proyek sebesar sebesar Rp162,04 Miliar telah menyerap tenaga kerja sebanyak 5.142 orang.
b. Program Padat Karya
Dalam rangka peningkatan daya beli masyarakat serta upaya pemerintah dalam
mendorong pembangunan daerah,
dilaksanakan program padat karya pada Kementerian PUPR, Kementerian KKP, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian. Total dana yang disalurkan untuk padat karya di Provinsi Maluku sebesar Rp30,45 miliar rupiah dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 20.662 tenaga kerja.
Sumber : Direktorat Pelaksanaan Anggaran (diolah), Data PT SMI
Gambar
7.3
Klaster Sektoral K/L dan Pemda Program PEN di Maluku
Cadangan DAK Fisik
Rp.162,04 M (5.142 Orang)
Program Padat Karya Rp.30,45 M (20.662 TK) Pinjaman Pemerintah Provinsi Maluku Rp. 700 M ke PT SMI Rp.175M
106
c. Pinjaman Daerah oleh PT SMIPemerintah Daerah Provinsi Maluku menerima bantuan pinjaman dari PT SMI sebesar Rp700,00 miliar. Dana ini diharapkan dapat disalurkan Kembali kepada masyarakat berupa proyek pembangunan yang bersifat swakelola. Realisasi hingga akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp175,00 miliar.
7.2.4. Klaster Dukungan UMKM
a. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Supermikro
Program KUR Supermikro diberikan kepada masyarakat yang mengalami PHK, atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha, sebagai modal dalam memulai atau menjaga kelangsungan usaha. Plafond maksimal KUR Supermikro adalah sebesar Rp10 juta dengan suku bunga sebesar 6%. Realisasi KUR Supermikro di Provinsi Maluku adalah sebesar Rp93,42 miliar rupiah yang disalurkan kepada 11.012 debitur.
b. Bantuan Subsidi Bunga Bagi Pelaku UMKM
Alokasi anggaran subsidi bunga untuk UMKM pada DIPA TA. 2020 adalah sebesar Rp35,28 triliun dengan sasaran sebanyak 60,66 juta debitur UMKM. Total penundaan pokok adalah sebesar Rp285,09 triliun serta total outstanding kredit penerima subsidi bunga sebesar Rp1.601,75 triliun (Kemenkeu, 2020). Program ini berlaku maksimal selama 6
bulan bagi masing-masing debitur UMKM penerima periode 1 Mei 2020 s.d. 31 Desember 2020. Kriteria penerima subsidi bunga/margin antara lain: memiliki baki debet kredit/pembiayaan s.d. 29 Februari 2020 dan memiliki kategori performing loan lancar (kolektibilitas 1 atau 2), tidak termasuk dalam Daftar Hitam Nasional, serta memiliki NPWP atau mendaftar untuk mendapatkan NPWP. Jumlah penerima subsidi bunga sebanyak 122.195 nasabah dan jumlah subsidi yang diberikan sebanyak Rp184,98 miliar.
c. Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM)
Alokasi BPUM pada DIPA TA 2020 sebesar Rp28,8 triliun untuk target 12 juta Pelaku Usaha Mikro (PUM), BPUM diberikan satu kali dalam bentuk uang sebesar Rp2,4 juta untuk tiap pelaku usaha mikro yang memenuhi kriteria tertentu. Secara Nasional, program BPUM telah diberikan kepada 12 juta KPM dan tersalur sebesar Rp28,8 triliun. Realisasi BPUM di Provinsi Maluku adalah sebesar Rp140,63 miliar kepada 58.595 KPM. BPUM diberikan kepada UMKM melalui bank penyalur dengan melakukan pendaftaran, kemudian bank penyalur akan menentukan kelayakan debitur sebagai penerima program BPUM.
7.2.5. Klaster Pembiayaan Korporasi
Sumber : Direktorat Pelaksanaan Anggaran (diolah), sikp.kemenkeu.go.id,
Gambar
7.4
Klaster Dukungan UMKM Program PEN di Maluku
Penyaluran KUR Super Mikro
Rp.93,42 M (11.012 Penerima)
Subsidi Bunga Bagi UMKM
Rp.184,98 M (122.195 Penerima)
Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM)
Rp.140,63 M (58.595 Peserta)
Sumber : Laporan Mingguan BPD MalukuMalut
Gambar
7.5
Klaster Pembiayaan Korporasi Program PEN di Maluku
Penempatan Dana BPD Rp 200 Miliar
Pemerintah pusat, melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan, menempatkan sejumlah dana pada Bank Pemerintah Daerah untuk kemudian disalurkan dalam bentuk kredit
murah. Program ini bertujuan untuk
meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga dapat menggerakkan roda ekonomi setelah
terdampak Pandemi Covid-19. Bank
Pemerintah Daerah Maluku Malut selaku BPD di Provinsi Maluku, menerima penempatan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp200 miliar. Hingga akhir tahun 2020 dana yang tersalurkan mencapai Rp40,16 miliar atau 20,1%. Penempatan dana diharapkan dapat mendukung perbaikan ekonomi Maluku dari sisi supply side untuk mendapatkan pinjaman murah dari Bank Umum.