di DAS Citarum Bagian Hulu
B. Kualitas Air Sungai (BOD, COD, TDS dan TSS)
4. Chemical Oxygen Demand (COD)
COD adalah jumlah total oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia baik yang dapat didegradasi secara biologis (biodegradable) maupun yang sukar didegradasi secara biologis (non biodegradable) menjadi karbondioksida dan air (Setiari, 2012). Nilai COD pada DAS Citarum hulu ditunjukkan pada Gambar 5.
Gambar 5. Grafik COD dan standar baku mutu
Berdasarkan hasil analisis sampel air, nilai COD paling tinggi adalah di Sub DAS Cisangkuy sebesar 24,90 mg/L, sehingga tidak memenuhi syarat untuk baku mutu air sungai kelas I dan II sedangkan kelima sub DAS lainnya masih memenuhi syarat untuk air baku kelas II, III dan IV. Sub DAS Cirasea memenuhi syarat air baku kelas I untuk parameter COD dengan nilai 5,65 mg/L. Menurut Ali et al. (2013), nilai COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/L.
Sub DAS Cirasea dan Citarik merupakan salah satu sub DAS yang di bagian hilirnya banyak terdapat industri yang diduga tingkat pencemarannya sangat tinggi akibat pembuangan limbah industri. Berdasarkan hasil analisis sampel air menunjukkan bahwa Sub DAS Cirasea bahkan memenuhi baku mutu air kelas I. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya titik-titik pembuangan limbah yang tidak tersampling untuk dianalisis, adanya perubahan konsentrasi dan bentuk senyawa yang dapat terjadi sepanjang pengaliran sungai (Marganingrum et al., 2013) dan kemungkinan lain adalah waktu pengambilan sampel adalah musim penghujan, dimana air hujan mengencerkan konsentrasi kandungan bahan pencemar.
58 Analisis Kualitas Air Sungai di DAS Citarum Bagian Hulu Bunga R ampai Pengelolaan Lahan dan Air erkelanjutan dengan Melibatkan Masyarakat 59
Sungai Citarum sebagai salah satu sumberdaya air yang vital dalam pembangunan dan bagi masyarakat di sekitarnya, perlu ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Tingkat pencemaran yang tinggi merupakan salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang terus meningkat. Beberapa hal yang dapat meningkatkan kualitas air DAS Citarum diantaranya adalah:
1. Penataan kembali penggunaan lahan wilayah hulu. DAS Citarum sebagai daerah resapan air, penggunaan lahan di wilayah hulu harus sesuai dengan RTRW propinsi maupun kabupaten yang telah dibuat agar penggunaan lahan sesuai dengan kemampuannya, sehingga tidak berdapak negatif terhadap sumberdaya air dan lahan, baik di wilayah hulu DAS maupun di tengah dan hilir;
2. Mengevaluasi kembali pemberian ijin bagi industri-industri di wilayah hulu DAS utamanya yang berkaitan dengan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) maupun yang sudah memiliki IPAL tetapi belum memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan;
3. Menindak tegas masyarakat maupun industri yang membuang sampah dan limbah pabrik langsung ke badan air serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingngnya menjaga kebersihan Sungai Citarum dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai;
4. Pembersihan sungai dan anak sungai dari sampah-sampah secara rutin serta menanam tanaman yang dapat menyerap bahan-bahan pencemar di pinggir sungai atau di badan sungai dengan menggunakan tanaman-tanaman fitoremediasi;
5. Pemerintah wajib memfasilitasi ketersediaan infrastruktur yang mendukung masyarakat dalam pengelolaan sampah dan limbah.
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis sampel dan perbandingan dengan baku mutu air menurut PP No. 82 tahun 2001 disimpulkan :
1. Nilai TDS pada seluruh Sub DAS Citarum bagian hulu masih di bawah baku mutu air sungai kelas I, II, III dan IV.
2. Nilai TSS di seluruh sub DAS melebihi baku mutu air sungai kelas I dan II, tetapi masih dapat digunakan untuk kelas III dan IV.
3. Nilai BOD pada seluruh Sub DAS Citarum bagian hulu melebihi baku mutu kelas I, II dan III, sehingga hanya memenuhi baku mutu untuk kelas IV, kecuali Sub DAS Cirasea masih di bawah baku mutu kelas II, III dan IV.
4. Nilai COD pada Sub DAS Cirasea masih di bawah baku mutu kelas I sedangkan sub DAS lainnya di bawah baku mutu kelas II, III dan IV.
60 Analisis Kualitas Air Sungai di DAS Citarum Bagian Hulu Bunga R ampai Pengelolaan Lahan dan Air erkelanjutan dengan Melibatkan Masyarakat 61
DAFTAR PUSTAKA
Ali, A., Soemarno dan Purnomo, M. (2013). Kajian kulitas air dan status mutu air Sungai Metro di Kecamatan Sukun Kota Malang. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 13(2): 265-274.
Asdak, C. (2007). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Yogyakarta.
Gadjah Mada University Press.
Bilotta, G.S., Brazier, R.E. (2008). Understanding the influence of suspended solids on water quality and aquatic biota. Water Research,Vol. 42(12): 2849-2861.
Birry, A.A. dan H. Meutia. (2012). Bahan beracun lepas kendali, sebuah potret pencemaran bahan kimia berbahaya dan beracun di badan sungai serta beberapa titik pembuangan industri tak bertuan, studi kasus Sungai Citarum.
Laporan Greenpeace Asia Tenggara dan Walhi Jawa Barat. Bandung.
Cahyaningsih, A. dan B. Harsoyo. (2010). Distribusi spasial tingkat pencemaran air di DAS Citarum. Jurnal Sains dan Teknologi Modifikasi Cuaca, Vol.
11(2): 1-9.
Farida dan M.Van Noordwijk. (2004). Analisis debit sungai akibat alih guna lahan dan aplikasi model Genriver pada DAS Waybesai, Sumberjaya. Agrivita Vol. 26(1): 39-47.
Gazali, I., B.R. Widiatmono, dan R. Wirosoedarmo. (2013). Evaluasi dampak pembuangan limbah cair pabrik kertas terhadap kualitas air Sungai Klinter Kabupaten Nganjuk. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, Vol. 1(2): 1-8.
Gong Y., X. Liang, X. Li, J. Li, X. Fang dan R. Song. (2016). Influence of rainfall characteristics on total suspended solids in urban run off : a case study in Beijing, China. Water, 8(278): 1-23.
Imansyah, M.F. 2012. Studi umum permasalahan dan solusi DAS Citarum serta analisis kebijakan pemerintah. Jurnal Sosioteknologi Edisi 25 tahun 11:17-Kurniawan, B. (2016). Penyusunan master plan pengendalian pencemaran air 31.
DAS Musi berbasis daya dukung dan daya tampung. Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, KLHK. Jakarta.
Marganingrum, D., D. Roosmin, Pradono, dan A. Sabar. (2013). Diferensiasi sumber pencemar sungai menggunakan metode Indeks Pencemar (IP) (studi kasus: hulu DAS Citarum). Riset, Geologi dan Pertambangan Vol.
23(1): 37-48.
Priyambada, I.B., W. Oktiawan, dan R.P. E Suprapto. (2008). Analisa pengaruh perbedaan fungsi tata guna lahan terhadap beban pencemaran BOD sungai (Studi kasus Sungai Serayu Jawa Tengah). Jurnal Presipitasi 5:55-62.
60 Analisis Kualitas Air Sungai di DAS Citarum Bagian Hulu Bunga R ampai Pengelolaan Lahan dan Air erkelanjutan dengan Melibatkan Masyarakat 61
Qiu, Z. (2016). Assessment of water quality impacts of land use and management practice in sub urban watershed. Environmental Engineering and Management Journal Vol 15(7): 1551-1560.
Rahman, M. W., M. Y. J. Purwanto, dan Suprihati. (2014). Status kualitas air dan upaya konservasi sumberdaya lahan di das citarum hulu, Kabupaten Bandung. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 4(1):
24 -34.
Rahmawati, D. (2011). Pengaruh kegiatan industi terhadap kualitas air diwak di Bergas Kabupaten Semarang dan upaya pengendalian pencemaran air sungai. Universitas Diponegoro Semarang. Tesis (tidak dipublikasikan).
Shahidi, A.E., Afshar, A., Alikia, H., dan H. Moshfeghi. (2009). Total dissolved solid modeling; Karkeh reservoir case example. Int. J. Environ. Res., 3(4):
671-680.
Soewandita, H. dan N. Sudiana. (2010). Studi dinamika kualitas air DAS Ciliwung. Jurnal Air Indonesia Vol 6(1): 24-33.
Setiari, N. M. (2012). Identifikasi sumber pencemar dan analisis kualitas air Tukad Yeh Sungi di Kabupaten Tabanan dengan metode indeks pencemaran. Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar. Tesis (tidak dipublikasikan).
Tanjung, R.H.R., H.K. Maury, dan Suwito. (2016). Pemantauan kualitas air Sungai Digoel, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Jurnal Biologi Papua, Vol 8(1): 38-47.
The Sun, 4 Desember 2009, The dirties river.
Verma, A.K. dan T.N. Singh. (2013). Prediction of water quality from simple field parameters. Environmental Earth Science, 69:821-829.
Zhang, Y. dan Y. Wang. (2012). Assessment of the impact of land-use types on the change of water quality in Wenyu River Watershed (Beijing, China), International perspectives on global environmental change. Stephen Young (Ed). China.
62 Analisis Kualitas Air Sungai di DAS Citarum Bagian Hulu Bunga R ampai Pengelolaan Lahan dan Air erkelanjutan dengan Melibatkan Masyarakat 63