usaha-usaha yang diperlukan dan masuk akal untuk mencegah tindakan yang demikian atau untuk menghukum para pelakunya.
30. Sayangnya amici tidak memiliki catatan lengkap dari bukti-bukti persidangan yang tersedia, berdasarkan Dakwaan, pernyataan pembukaan Penuntut Umum, dan catatan-catatan yang tersedia, tampaknya bukti- bukti telah diajukan untuk membentuk fakta-fakta pendukung atas tanggung jawab pidana Akayesu di bawah Pasal 6:
a. Komunitas Taba, selama periode antara April 1993 dan Juni 1994, berada di bawah kekuasaan Mayor (Bourgmestre) Jean-Paul Akayesu.
Referensi ReferensiReferensi Referensi
Referensi: Deskripsi Terdakwa, Dakwaan Penuntut Umum dalam Pengadilan melawan Jean Paul Akayesu, paragraf 3.
b. Sebagai Bourgmestre, Akayesu merupakan salah satu laki-laki paling berkuasa dalam komunitas wilayahnya. Ia didakwa atas pelaksanaan fungsi eksekutif dan pemeliharaan keteraturan publik dalam komunitas Taba. Akayesu memiliki kendali eksklusif atas polisi serta pasukan pengamanan lain dalam komunitas Taba. Akayesu bertanggung jawab untuk penerapan hukum dan peraturan, serta administrasi keadilan dalam komunitas Taba dan memiliki kekuatan melebihi dari apa yang ditentukan oleh hukum. Referensi:
Referensi:Referensi: Referensi: Referensi:
Deskripsi Terdakwa, Dakwaan Penuntut Umum Pengadilan melawan Jean Paul Akayesu, paragraf 4. Pidato Pembukaan Penuntut Umum pada 9 Januari 1997, Terjemahan Bahasa Inggris Tidak Resmi, hlm. 12, 29-30
c. Sehubungan dengan posisi kekuasaan Akayesu, ia memerintahkan suku Hutu dalam Komunitas Taba untuk membunuh suku Tutsi serta mendorong Interahamwe dari komunitas sekitar untuk datang dan menciptakan kekerasan.
Referensi ReferensiReferensi Referensi Referensi:
Pidato Pembukaan Penuntut Umum pada 9 Januari 1997, Terjemahan Bahasa Inggris Tidak Resmi, 9 Januari 9, 1997, hlm. 51, 52-53, 55, 56, 58.
Terjemahan Tidak Resmi atas Kesaksian Saksi “K”, diberikan pada 10 Januari l997, hlm. 23-24 dan 37, serta pada 14 Januari 1997, hlm. 11-12.
Terjemahan Tidak Resmi atas Kesaksian Saksi “C”, diberikan pada 14 Januari l997, hlm. 149-151. d. Akayesu memerintahkan pembelian dan distribusi peluit serta memberikan instruksi untuk
menggunakan peluit dalam pemburuan warga Tutsi yang bersembunyi [peluit dirujuk pada kesaksian “H” di atas].
Referensi: Referensi: Referensi: Referensi:
Referensi: Terjemahan Tidak Resmi ke Bahasa Inggris dari Kesaksian Saksi “K” yang diperdengarkan pada tanggal 14 Januari 1997, hlm. 69, baris 7-10.
e. Sebagai tambahan, telah dicantumkan bahwa dukungan Akayesu kepada kaum Hutu untuk membunuh para perempuan Tutsi, termasuk para perempuan hamil, dapat dipahami akan membawa akibat kepada pemerkosaan para perempuan Tutsi sebelum mereka dibunuh demikian pula dengan pembunuhan itu sendiri.
Referensi: Referensi: Referensi: Referensi:
Referensi: Pidato Pembukaan Penuntut Umum, tanggal 9 Januari 1997, Terjemahan Tidak Resmi ke Bahasa Inggris, hlm. 55, baris 4-7.
f. Seperti telah disebutkan sebelumnya, pemerkosaan dan bentuk-bentuk lain dari kekerasan seksual dalam komunitas Taba selalu dilakukan secara terbuka, bersifat meluas, dan merupakan sesuatu yang menjadi pengetahuan umum masyarakatnya; sebagai tambahan, beberapa bentuk kekerasan terhadap perempuan ini terjadi di dalam Biro Komunal di bawah kontrol langsung Akayesu.
Referensi: Referensi: Referensi: Referensi:
108
BUKU REFERENSI g. Jean-Paul Akayesu bertanggung jawab atas Biro Komunal, ia hadir di Komunitas Biro saat setidaknya beberapa pemerkosaan ini berlangsung dan, menurut Saksi “H”, ia seharusnya mampu melindungi para perempuan yang menjadi korban ini seandainya ia menginginkannya.
Referensi: Referensi:Referensi: Referensi: Referensi:
Transkrip Resmi Bahasa Inggris dari Pengakuan Saksi “H” yang diperdengarkan pada tanggal 6 Maret 1997, hlm. 13-14.
Transkrip Resmi Bahasa Inggris dari Pengakuan Saksi “H” yang diperdengarkan pada tanggal 7 Maret 1997, hlm. 17-19 dan 23.
h. Akayesu memiliki kekuasaan, dan sebelum tanggal 18 April, ia telah menggunakan kekuasaan tersebut, untuk mencegah terjadinya pembantaian, dan mungkin pula tindakan pemerkosaan, terhadap kaum Tutsi di bawah kekuasaan dan otoritasnya tanpa menimbulkan risiko apa pun kepada dirinya sendiri. Setelah tanggal 18 April 1994, Akayesu memilih untuk tidak menggunakan kekuasaannya untuk hal tersebut dan bahkan mendukung Interahamwe dari komunitas-komunitas sekitar untuk datang dan melakukan kekerasan.
Referensi: Referensi:Referensi: Referensi: Referensi:
Pidato Pembukaan Penuntut Umum, Terjemahan Tidak Resmi ke Bahasa Inggris, hlm. 51, 52-53, 55. Terjemahan Tidak Resmi dari Pengakuan Saksi “K” yang diberikan pada tanggal 10 Januari 1997, hlm. 17, 23-24 dan 37, dan pada tanggal 14 Januari 1997, hlm.-12.
Terjemahan Tidak Resmi dari Pengakuan Saksi “C” yang diberikan pada tanggal 14 Januari 1997, hlm. 149-151.
i. Dalam kata-kata yang digunakan Saksi “H” ketika ia ditanya oleh Hakim Aspegren mengenai apakah Akayesu sebagai Bourgmestre seharusnya dapat menghentikan tindakan pemerkosaan yang terjadi: “Ya, ia seharusnya dapat menghentikan apa yang terjadi saat itu … Saya pikir ia dapat menghentikan kejadian-kejadian itu. tetapi, ia bahkan tidak berusaha melakukannya.”
Referensi: Referensi: Referensi: Referensi:
Referensi: Terjemahan Resmi ke Bahasa Inggris dari Pengakuan Saksi “H” yang diperdengarkan pada tanggal 7 Maret 1997, hlm. 23-24.
31. Secara keseluruhan, amici tidak dapat membuat penilaian apakah bukti yang terdapat dalam dokumen sudah cukup untuk menyatakan Jean-Paul Akayesu bersalah atas tindakan pemerkosaan dan bentuk kekerasan seksual lainnya dalam Komunitas Taba menurut seluruh pasal yang relevan. Walaupun demikian, berdasarkan kesaksian dan bukti yang diberikan oleh dokumentasi bukti yang tersedia, telah dinyatakan bahwa terdapat bukti yang sangat cukup bagi Penuntut Umum dan Dewan Pengadilan untuk mengadili Jean-Paul Akayesu atas tuntutan pemerkosaan dan untuk melakukan penyajian bukti lebih lanjut berkaitan dengan pemerkosaan dan kekerasan seksual sebagai kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan sebagai salah satu unsur dari genosida.
VI: Kegagalan Penuntut Umum untuk Menunaikan Tugasnya yaitu Menuntut
Jean-Paul Akayesu atas Tuduhan Pemerkosaan
32. Penuntut Umum bertanggung jawab atas penyelidikan dan penuntutan orang-orang yang bertanggung jawab atas pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang terjadi di Rwanda antara tanggal 1 Januari 1994 sampai dengan 31 Desember 1994.
Referensi: Referensi: Referensi: Referensi:
Referensi: Statuta, Pasal 15.
33. Berkenaan dengan dokumentasi bukti yang telah disebutkan di atas dan bukti yang paling penting berupa bukti dari kesaksian “H” dan “J”, di mana salah seorang dari mereka telah diperkosa oleh prajurit