• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUBLIKASI ILMIAH

Dalam dokumen Bunga Rampai Orasi APU Pustekolah (Halaman 42-53)

1. Suprapti, S. 1980. Peranan bakteri fermentasi dalam mengatasi krisis energi. Kehutanan Indonesia No. 2, Tahun VI. Direktorat Djenderal Kehutanan. Jakarta.

2. Suprapti, S. 1980. Kerusakan kayu akibat serangan softrot dan cara penyerangannya. Kehutanan Indonesia No.3, Tahun VII. Direktorat Djenderal Kehutanan. Jakarta.

3. Suprapti, S. 1980. Beberapa hama hasil hutan dan cara pencegahannya. Lustrum V, Fakultas Biologi UGM tanggal 22-24 Desember 1980 di Yogyakarta.

4. Suprapti, S. 1981. Jamur Biru Pada Beberapa Kayu Eksport. Kongres Nasional Biologi V tanggal 26-28 Juni 1981 di Semarang.

5. Sumarni, G. & S. Suprapti. 1981. Kayu dan permasalahannya. Kongres Ilmu Pengetahuan Indonesia III tanggal 14-19 September 1981 di Jakarta. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

6. Suprapti, S. 1981. Catatan tentang perombakan komponen kayu oleh jamur. Dalam Mikrobiologi Di Indonesia. Kumpulan Makalah Kongres Mikrobiologi III tanggal 26-28 Nopember 1981di Jakarta. Edisi 1983. Hal.: 511-513.

7. Suprapti, S. 1982. Catatan tentang pentingnya budidaya jamur kayu. Proceeding Seminar Kelompok Disiplin Balai Penelitian Hasil Hutan tahun 1982. Hal.: 1-14. Balai Penelitian Hasil Hutan . Bogor.

8. Suprapti, S. 1983. Pengaruh antagonistik dari beberapa jamur termakankan dengan Schizophyllum commune dalam laboratorium. Kongres Nasional Biologi VI tanggal 17- 19 Juli 1983 di Surabaya.

9. Suprapti, S. 1983. Pengenalan dan pencegahan jamur biru pada beberapa kayu perdagangan. Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu tanggal 12-13 Oktober 1983 di Jakarta. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

10. Suprapti, S. 1983. Jamur perusak kayu merupakan sumber bahan makanan. Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu tanggal 12-13 Oktober 1983 di Jakarta. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

11. Suprapti, S. 1983. Catatan tentang pertumbuhan jamur kerang (Pleurotus sp.) pada media serbuk gergaji. Proceeding Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu tanggal 12-13 Oktober 1983 di Jakarta. Hal.: 91-96. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor. 12. Suprapti, S. 1985. Pengaruh substrat terhadap nilai makanan jamur tiram (Pleurotus

ostreatus). Kongres Mikrobiologi IV dan Pertemuan I Mikrobiologiwan ASEAN tanggal 2-4 Desember 1985 di Jakarta.

13. Suprapti, S. & S. Karnasudirdja. 1987. Kepekaan empat jenis rotan terhadap serangan jamur. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kehutanan III (2): 26-29. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

14. Suprapti, S. 1987. Serangan bubuk dan jamur pewarna menurunkan nilai ekonomis rotan. Kongres Entomologi III tanggal 30 September - 2 Oktober 1987 di Jakarta.

15. Suprapti, S. 1987. Pengaruh media kompos terhadap nilai gizi jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Kongres Nasional Biologi VIII tanggal 8-10 Oktober 1987 di Purwokerto. Universitas Jenderal Sudirman. Purwokerto.

16. Suprapti, S. 1987. Kemungkinan pemasyarakatan jamur kayu di Indonesia. Duta Rimba 83-84/XIII/1987: 36-40. Perum Perhutani. Jakarta.

17. Suprapti, S. 1987. Pembudidayaan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dengan media limbah kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 4 (3): 50-53. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

18. Suprapti, S. 1987. Pemanfatan limbah industri penggergajian untuk media jamur tiram. Duta Rimba 87-88/XIII/1987: 38-40. Perum Perhutani. Jakarta.

19. Suprapti, S. & G. Sumarni. 1987. Pertumbuhan jamur kuping (Auricularia polytricha) pada delapan jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 4 (4): 67-69. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

20. Suprapti, S. 1988. Organisme perusak rotan dan pencegahannya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kehutanan IV (1): 9-14. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

21. Suprapti, S. 1988. Limbah kayu sebagai media tumbuh jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Rimba Indonesia XXII (1-2): 103-106. PPAK Jakarta.

22. Suprapti, S. 1988. Pembudidayaan jamur kuping pada sebelas jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (3): 101-103. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor. 23. Suprapti, S. 1988. Pembudidayaan jamur tiram pada serbuk gergaji dari lima jenis kayu.

Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (4): 207-210. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

24. Suprapti, S. 1988. Pembudidayaan jamur kuping pada kayu turi (Sesbania grandiÀ ora (L.). Poir). Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (5):262-264. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

25. Suprapti, S. 1988. Budidaya jamur perusak kayu I. Pengaruh penambahan dedak terhadap produksi jamur tiram. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (6): 337-339. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

26. Suprapti, S. 1988. Budidaya jamur perusak kayu II. Penilaian e¿ siensi biologi pada media dari limabelas jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (6): 357-359. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

27. Suprapti, S. 1988. Budidaya jamur perusak kayu III. Budidaya Auricularia polytricha pada dolok lima jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (6): 375-377. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

28. Suprapti, S. & G. Sumarni. 1988. Budidaya jamur perusak IV. Kultur jamur pada substrat serbuk gergaji yang diperkaya. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (7): 385-388. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

29. Suprapti, S. & G. Sumarni. 1988. Budidaya jamur perusak V. Budidaya Pleurotus

À abellatus pada enam jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (7): 410-412. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

30. Suprapti, S. & G. Sumarni. 1988. Budidaya jamur perusak VI. Budidaya Pleurotus ostreatus pada dolok lima jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5 (7): 434-436. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

31. Suprapti, S. & Djarwanto. 1989. Pemanfaatan limbah pertanian untuk media jamur tiram, Pleurotus ostreatus. Buku Risalah Seminar Bioteknologi Indonesia tanggal 27 Pebruari-1 Maret 1989. Hal.: 222-227. PAU Bioteknologi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 32. Suprapti, S. 1989. Pemanfaatan limbah kayu HTI untuk media jamur tiram. Proceedings

Diskusi Sifat dan Kegunaan Jenis Kayu HTI tanggal 23 Maret 1989 di Jakarta. Hal.: 328- 338. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

33. Suprapti. S. 1989. Kerentanan tiga jenis rotan komersil terhadap serangan jamur. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 6 (3): 194-197. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

34. Suprapti. S. 1989. Pengaruh penambahan pupuk terhadap produksi jamur tiram. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 6 (4): 225-230. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

35. Suprapti, S. 1989. Pembudidayaan jamur tiram (Pleurotus À abellatus) pada tujuh jenis kayu. Duta Rimba 109-110/XV/1989: 13-17. Perum Perhutani. Jakarta.

36. Djarwanto & S. Suprapti. 1989. Pertumbuhan tiga jenis jamur perusak kayu pada media agar yang diperlakukan dengan Wolmanit CB. Kongres Nasional V Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia tanggal 4-6 Desember 1989 di Yogyakarta.

37. Suprapti. S. & Djarwanto. 1989a. Pembudidayaan jamur tiram dengan media limbah kelapa. Kongres Nasional V Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia tanggal 4-6 Desember 1989 di Yogyakarta.

38. Suprapti. S. & Djarwanto. 1989b. Dolok dari beberapa jenis kayu untuk media jamur kuping (Auricularia polytricha). Kongres Nasional V Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia tanggal 4-6 Desember 1989 di Yogyakarta.

39. Suprapti. S. 1990a. Penurunan nilai ekonomis rotan akibat organisme perusak. Kongres I Himpunan Perlindungan Tumbuhan Indonesia tanggal 8-10 Januari 1990 di Jakarta. 40. Suprapti. S. 1990b. Pengaruh penggorengan terhadap serangan jamur pada tiga jenis rotan

komersil. Kongres I Himpunan Perlindungan Tumbuhan Indonesia tanggal 8-10 Januari 1990 di Jakarta.

41. Djarwanto & S. Suprapti. 1990. Pengendalian serangan jamur Aspergillus niger dan Diplodia sp. pada kayu secara laboratoris. Seminar Ilmiah Nasional Peranan Biologi Dalam Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Hayati tanggal 20-21 September di Yogyakarta. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta.

42. Suprapti. S. & Djarwanto. 1990. Pemanfaatan limbah kayu karet untuk media jamur yang enak dimakan. Seminar Ilmiah Nasional Peranan Biologi Dalam Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Hayati tanggal 20-21 September 1990 di Yogyakarta. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta.

43. Suprapti. S. & Jasni. 1990. Organisme perusak rotan di industri mebel. Seminar Ilmiah Nasional Peranan Biologi Dalam Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Hayati tanggal 20-21 September 1990 di Yogyakarta. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta.

44. Djarwanto & S. Suprapti. 1990. Nilai gizi jamur Pleurotus À abellatus. Seminar Ilmiah Nasional Peranan Biologi Dalam Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Hayati, 20-21 September 1990 di Yogyakarta. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta.

45. Suprapti. S., Jasni & N. Supriana. 1991. Pencegahan bubuk dan jamur perusak pada rotan. Risalah Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V tanggal 3-7 September 1991 di Jakarta. Buku V. Hal.: 181-196. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

46. Djarwanto & S. Suprapti. 1991. Pengeringan jamur kayu yang enak dimakan. Prosiding Seminar Ilmiah dan Kongres Nasional Biologi X tanggal 24-26 September 1991. Volume I. Hal.: 117-123. PBI. Bogor.

47. Suprapti, S. & Y.I. Mandang. 1991. Ketahanan kayu raja terhadap dua jenis jamur perusak kayu. Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia tanggal 2-3 Desember 1991 di Bogor.

48. Suprapti, S. & Djarwanto. 1992. Pengaruh pengomposan serbuk gergaji kayu jeungjing terhadap produksi jamur yang enak dimakan. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi tanggal 11-12 Pebruari 1992 di Bogor. Hal.: 89-97. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor.

49. Djarwanto & S. Suprapti. 1992. Nilai gizi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) yang ditanam pada media dari limbah penggergajian. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi tanggal 11-12 Pebruari 1992 di Bogor. Hal.: 81-88. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor.

50. Suprapti, S. & Jasni. 1992. Kerentanan beberapa jenis rotan terhadap bubuk. Kongres Entomologi IV tanggal 28-30 Januari 1992 di Yogyakarta.

51. Jasni & S. Suprapti. 1992. Serangga dan Jamur perusak di industri rotan Jawa Timur. Kongres Entomologi IV tanggal 28-30 Januari 1992 di Yogyakarta.

52. Suprapti, S. 1992. Pemanfatan kompos kulit kayu untuk media jamur yang dapat dimakan. Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia tanggal 31 Juli-1 Agustus 1992 di Bandung.

53. Suprapti, S. 1993. Cultivation of some species of edible mushroom on log and sawdust media. The First International Conference on Mushroom Biology and Mushroom Products, 23-26th August, 1993. Hong Kong.

54. Suprapti, S. & Djarwanto. 1993. Utilization of lumber waste of aren for edible mushroom media. The First International Conference on Mushroom Biology and Mushroom Products, 23-26th August, 1993. Hong Kong.

55. Suprapti, S. 1993. Pemanfaatan limbah kayu untuk media produksi jamur pangan. Sarasehan Peladang Berpindah tanggal 15 September 1993 di Kalimantan Barat. Universitas Tanjungpura. Pontianak.

56. Suprapti, S. & Djarwanto. 1993. Pengaruh pengomposan serbuk gergaji kayu karet terhadap pertumbuhan tiga jenis jamur tiram. Kongres Nasional VI Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia dan Pertemuan Mikrobiologiwan ASEAN tanggal 2-4 Desember1993 di Surabaya.

57. Suprapti, S. & Djarwanto. 1994. Pertumbuhan jamur lentinus edodes pada substrat serbuk gergaji dari kayu hutan tanaman. Prosiding Pertemuan Ilmih Tahunan Peranan Mikrobiologi Dalam Industri Pangan tanggal 10 Desember 1994. Hal.: 332-337. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

58. Djarwanto & S. Suprapti. 1994. E¿ siensi konversi biologi jamur pelapuk putih yang dapat dimakan pada substrat serbuk gergaji. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan Peranan Mikrobiologi Dalam Industri Pangan tanggal 10 Desember 1994. Hal.: 338-342. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

59. Suprapti, S., Djarwanto, & I. Gandjar. 1994. The effect of calcium compound supplementation on sawdust substrate to the biological conversion ef¿ ciency of mushroom. The 7th International Congress of Bacteriology and Applied Microbiology Division and Mycology Division, July 3-8, 1994, Prague. Czechoslovakia.

60. Suprapti, S. & Djarwanto. 1994. Screening of edible mushroom strains on various wood waste from indonesia. Research Report On The International Collaborative Project “Screening and Utilization Of Agricultural Wastes degrading Microorganisms. p.: 31-47. Seoul National University, Seoul 151-742. Korea.

61. Djarwanto, S. Suprapti, & I. Gandjar. 1995. Manfaat jamur tiram dalam upaya peningkatan nilai ekonomi limbah kayu. Prosiding Lokakarya Nasional Mikrobiologi Lingkungan tanggal 27-28 September 1994. Hal.: 77-84. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor.

62. Suprapti, S. & Djarwanto. 1995. Beberapa jenis jamur pelapuk kayu yang telah dimanfaatkan untuk bahan pangan. Prosiding Widya Karya Nasional Khasiat Makanan Tradisional tanggal 9-11 Juni 1995. Hal.: 559-563. Kantor Menteri Negara Urusan Pangan Republik Indonesia. Jakarta.

63. Djarwanto & S. Suprapti. 1995. Produktivitas Lentinula edodes asal Kalimantan pada media dari serbuk gergaji. Prosiding Widya Karya Nasional Khasiat Makanan Tradisional tanggal 9-11 Juni 1995. Hal.: 564-573. Kantor Menteri Negara Urusan Pangan Republik Indonesia. Jakarta.

64. Suprapti, S. & Djarwanto. 1995. Pelapukan kayu segar dan biokonversi limbah penggergajian oleh Pleurotus cystidiosus. Seminar Ilmiah Nasional Biologi XI tanggal 24-26 Juli 1995 di Depok.

65. Suprapti, S. & Djarwanto. 1995. Screening and selection of edible mushrooms that have high economic value and utilize wood waste as media. Research Report On The International Collaborative Project “Screening and Utilization of Agricultural Wastes Degrading Microorganisms. p.: 101-131. Seoul National University, Seoul 151-742. Korea.

66. Suprapti, S. & Djarwanto. 1995. Biokonversi limbah lignoselulosa menjadi biomasa yang dapat dimakan. Prisiding Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional VI tanggal 11-15 September 1995. Buku II. Hal.: 1050-1072. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

67. Suprapti, S. & Adri. 1995. Beberapa jamur pelapuk kayu di Kalimantan Timur dan Riau. Prosiding Diskusi Hasil Penelitian Kehutanan tanggal 27-28 Nopember 1995. Hal.: 172- 178. Balai Penelitian Kehutanan Pematang Siantar.

68. Adri & S. Suprapti. 1995. Pertumbuhan jamur tiram (Pleurotus ostreatus dan Pleurotus sajor-caju) pada media dolok buatan. Prosiding Diskusi Hasil Penelitian Kehutanan tanggal 27-28 Nopember 1995. Balai Penelitian Kehutanan Pematang Siantar.

69. Rochani, S., B. Agung, Jasni & S. Suprapti. 1996. Pengujian e¿ kasi senyawa tributiltimah terhadap rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light. Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan & Lingkungan 1995/1996 di Bandung. 70. Suprapti, S. & Djarwanto. 1996. Biokonversi serbuk gergaji beberapa jenis kayu oleh

tiga strain Lentinula edodes. Seminar Nasional Mikrobiologi Lingkungan tanggal 9-10 Oktober 1996. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor.

71. Djarwanto, I. Gandjar & S. Suprapti. 1996. Pengaruh penambahan trisuperfosfat terhadap biokonversi serbuk gergaji kayu hutan tanaman oleh jamur tiram. Seminar Nasional Mikrobiologi Lingkungan tanggal 9-10 Oktober 1996. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor.

72. Suprapti, S dan Djarwanto. 1996. Pencegahan serangan jamur pada rotan segar. Seminar Nasional Mikrobiologi & Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia tanggal 12-13 Nopember 1996 di Malang.

73. Djarwanto, I. Gandjar & S. Suprapti. 1996. Pengaruh penambahan urea terhadap biokonversi serbuk gergaji kayu hutan tanaman oleh tiga jenis jamur Pleurotus. Seminar Nasional Mikrobiologi & Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia tanggal 12-13 November 1996 di Malang.

74. Pasaribu, R.A., S. Komarayati & S. Suprapti. 1998. Studi biodeligni¿ kasi campuran limbah kayu pembalakan sebagai bahan baku pulp. Buletin Penelitian Hasil Hutan 15 (7): 433-447. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan & Sosial Ekonomi Kehutanan. Bogor.

75. Suprapti, S. & Djarwanto. 1998. Penerapan teknologi budidaya jamur kayu yang dapat dimakan untuk mempercepat proses pembusukan limbah serbuk gergaji. Prosiding Seminar Nasional Penerapan Teknologi Kendali dan Instrumentasi Pada Pertanian tanggal 28-29 Oktober 1998. Hal.: S1-5: 1-10. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Jakarta. 76. Djarwanto & S. Suprapti. 1998. Decay resistance of three wood species against some

wood destroying fungi. Proceedings of The Second International Wood Science Seminar, November 6-7, 1998, Serpong. p.: C57-C63. Research and Development Center For Applied Physics, LIPI. Indonesia.

77. Suprapti, S. & Djarwanto. 1998. Bioconversion of sawdust of ¿ ve wood species by black ear-mushroom (Auricularia polytricha). Proceedings of The Second International Wood Science Seminar, November 6-7, 1998, Serpong. p.: E23-E28. Research and Development Center For Applied Physics, LIPI. Indonesia.

78. Suprapti, S. 1999. Petunjuk Teknis Budidaya Jamur Tiram. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Bogor.

79. Suprapti, S., G. Sumarni, P. Sukartana & Barly. 2000. Skrining beberapa macam pestisida nabati dan limbah industri terhadap jamur pelapuk kayu. Prosiding Forum Komunikasi Ilmiah Pemanfaatan Pestisida Nabati tanggal 9-10 Nopember 1999. Hal.: 392-398. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan. Bogor.

80. Suprapti, S. & Djarwanto. 2000a. Ketahanan 15 jenis kayu terhadap jamur pelapuk putih. Proceedings Seminar Nasional II Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia tanggal 2-3 September 1999. Buku 2. Hal.: 19-27. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

81. Djarwanto & S. Suprapti. 2000a. Biokonversi media serbuk gergaji 9 jenis kayu oleh Lentinula edodes asal Kalimantan. Proceedings Seminar Nasional II Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia tanggal 2-3 September 1999 di Yogyakarta. Buku 1. Hal.: 399-409. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

82. Djarwanto, Jasni & S. Suprapti. 2000. Ketahanan tiga jenis rotan terhadap jamur pelapuk. Proceedings Seminar Nasional II Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia tanggal 2-3 September 1999 di Yogyakarta. Buku 2. Hal.: 28-36. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

83. Suprapti, S. 2000. Petunjuk teknis budidaya jamur tiram pada media serbuk gergaji. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Bogor.

84. Djarwanto & S. Suprapti. 2000b. Biokonversi limbah penggergajian oleh shiitake (Lentinula edodes). Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi tanggal 7-9 Maret 2000 di Cibinong. Hal.: 167-175. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor.

85. Suprapti, S. & Djarwanto. 2000b. Seleksi fungi pelapuk lignin untuk biopulping. Prosiding Seminar Nasional Industri Ensim dan Bioteknologi tanggal 15-16 Pebruari 2000 di Jakarta. Hal.: 43-50. Direktorat Teknologi Bioindustri BPPT. Jakarta.

86. Suprapti, S. & Djarwanto. 2000c. Pengaruh penggunaan bibit dalam empat macam media terhadap produktivutas Pleurotus ostreatus dan P. sajor-caju. Prosiding 1 Seminar Ilmiah Nasional Aplikasi Biologi Dalam Peningkatan Kesejahteraan Manusia dan Kualitas Lingkungan tanggal 22 September 2000 di Yogyakarta. Hal.: 121-129. Medika Fakultas Kedokteran UGM. Yogyakarta.

87. Djarwanto & S. Suprapti. 2000c. Produktivitas Ganoderma lucidum dan Schizophyllum commune pada berbagai macam komposisi media. Prosiding 1 Seminar Ilmiah Nasional Aplikasi Biologi Dalam Peningkatan Kesejahteraan Manusia dan Kualitas Lingkungan tanggal 22 September 2000 di Yogyakarta. Hal.: 130-139. Medika Fakultas Kedokteran UGM. Yogyakarta.

88. Suprapti, S. & Djarwanto. 2001a. Kemampuan sepuluh isolat jamur dalam melapukkan kayu. Prosiding Seminar Nasional III Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia tanggal 22-23 Agustus 2000 di Jatinangor. Hal.: 190-197. Fakultas Kehutanan Universitas Winayamukti. Bandung.

89. Djarwanto, S. Suprapti & Hudiansyah. 2001. Ketahanan lima jenis kayu dolok diameter kecil terhadap enam jenis jamur pelapuk. Prosiding Seminar Nasional III Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia tanggal 22-23 Agustus 2000 di Jatinangor. Hal.: 453-460. Fakultas Kehutanan Universitas Winayamukti. Bandung.

90. Suprapti, S. & Djarwanto. 2001b. Decay resistance of some wood of small log diameter to the attack of white rot and brown rot fungi. In Utilization of Small Diameter Logs. Report on the Collaboration Research Project of Indonesia – Republic of Korea. p.: 80- 87. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

91. Suprapti, S. & Djarwanto. 2001c. Pemasyarakatan budidaya jamur tiram pada kelompok tani di Bogor, hambatan dan kendalanya. Prosiding Seminar Keanekaragaman Hayati dan Aplikasi Bioteknologi Pertanian tanggal 6 Maret 2001 di Jakarta. Hal.: 451-465. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bioindustri, BPPT. Jakarta.

92. Djarwanto, S. Suprapti & Rachmanisyari. 2001. Pertumbuhan dan produktivitas tiga jenis jamur tiram pada media campuran serbuk gergaji dan jerami padi. Prosiding Seminar Keanekaragaman Hayati dan Aplikasi Bioteknologi Pertanian tanggal 6 Maret 2001 di Jakarta. Hal.: 215-227. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bioindustri, BPPT. Jakarta.

93. Suprapti, S. & Djarwanto. 2001d. Pemanfaatan dolok kayu untuk media jamur Pleurotus sajor-caju. Environment Conservation Through Ef¿ ciency Utilization of Forest Biomass. Hal.: 333-340. Debut Press Jogyakarta. Yogyakarta.

94. Djarwanto & S. Suprapti. 2001a. Pemanfaatan serbuk gergaji kayu diameter kecil untuk media tiga jenis jamur tiram. Environment Conservation Through Ef¿ ciency Utilization of Forest Biomass. Hal.: 325-332. Debut Press Jogyakarta. Yogyakarta.

95. Djarwanto & S. Suprapti. 2001b. Ketahanan beberapa jenis dolok diameter kecil terhadap dua belas jenis jamur pelapuk. Jurnal Teknologi Hasil Hutan XIV (2): 32-37. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

96. Suprapti, S. & Djarwanto. 2002. Produktivitas tiga jenis jamur kuping pada dolok diameter kecil 20 jenis kayu. Prosiding Seminar Nasional IV Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia tanggal 6-9 Agustus 2001 di Samarinda. Hal.: VI.59–VI.65. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda.

97. Suprapti, S., Djarwanto & Hudiansyah. 2002. Ketahanan sembilan jenis kayu asal Kalimantan Timur terhadap jamur pelapuk. Prosiding Seminar Nasional IV Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia tanggal 6-9 Agustus 2001 di Samarinda. Hal.: V.41 – V.47. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda.

98. Djarwanto, I. Gandjar & S. Suprapti. 2002. Pertumbuhan dan produktivitas Lentinula edodes asal Kalimantan Timur pada media serbuk gergaji 15 jenis kayu. Prosiding Seminar Nasional IV Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia tanggal 6-9 Agustus 2001 di Samarinda. Hal.: VI.37–VI.43. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda.

99. Suprapti, S. & Djarwanto. 2002. The resistance of twelve wood species against six wood decaying fungi. Proceedings The Fourth International Wood Science Symposium, September 2-5, Serpong. p.: 164-189. Research Center For Physics, LIPI. Indonesia. 100. Suprapti, S. 2002. Ketahanan kayu mangium (Acacia mangium Willd.) terhadap sebelas

jamur pelapuk. Bulletin Penelitian Hasil Hutan 20 (3): 187-193. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

101. Suprapti, S., Djarwanto & Hudiansyah. 2003. Ketahanan delapan jenis kayu terhadap duabelas jamur pelapuk. Prosiding Seminar Nasional V MAPEKI tanggal 30 Agustus - 1 September 2002 di Bogor. Hal.: 179-184. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

102. Hudiansyah & S. Suprapti. 2003. Teknik sterilisasi sederhana dalam budidaya jamur tiram. Prosiding Seminar Nasional V MAPEKI tanggal 30 Agustus - 1 September 2002 di Bogor. Hal.: 604-609. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

103. Djarwanto, S. Suprapti & I. Gandjar. 2003. Produktivitas dua strain Lentinula edodes pada media serbuk gergaji lima jenis kayu. Prosiding Seminar Nasional V MAPEKI tanggal 30 Agustus - 1 September 2002 di Bogor. Hal.: 598-604. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

104. Siagian, R.M., Han Roliadi, S. Suprapti & S. Komarayati. Study peranan fungi pelapuk putih dalam proses biodeligni¿ kasi kayu sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis 1 (1): 47-56. Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia. 105. Suprapti, S. & Djarwanto. 2004a. The Growings of oyster mushroom. Report on

Collaboration Research between Research and Development Center for Forest Products Technology and Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center. 26 p. Research and Development Center for Forest Products Technology. Bogor.

106. Suprapti, S. & Djarwanto. 2004b. Technical guideline for shiitake mushroom cultivation. Report on Collaboration Research between Research and Development Center for Forest Products Technology and Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center. 25 p. Research and Development Center for Forest Products Technology. Bogor.

107. Suprapti, S., Yamto, Djarwanto & Han Roliadi. 2004. Preliminary trial on mushroom cultivation in Karo. Proceeding of The International Workshop on “ Better Utilization of Forest Biomass For Local Community and Environments”, March 16-17, 2004, Bogor. p.: 188-198. Research and Development Center For Forest Products Technology. Bogor- Indonesia.

108. Djarwanto, S. Suprapti, A.N. Gintings & Han Roliadi. 2004. Enhanching the enthusiasm of village community through mushroom cultivation. Proceeding of The International Workshop on “ Better Utilization of Forest Biomass For Local Community and Environments”, March 16-17, 2004, Bogor. p.: 77-91. Research and Development Center For Forest Products Technology. Bogor-Indonesia.

109. Djarwanto, S. Suprapti, Yamto & Han Roliadi. 2004. Cultivation of edible mushroom on sawdust in Karo, North Sumatera. Proceeding of The International Workshop on “ Better Utilization of Forest Biomass For Local Community and Environments”, March 16-17, 2004, Bogor. p.: 199-210. Research and Development Center For Forest Products Technology. Bogor-Indonesia.

110. Nurhayati, T, Gusmailina, E. Basri, S. Suprapti & E. Suwardi. 2004. Aplikasi teknologi hasil hutan dalam upaya mendukung pengembangan usaha kecil menengah dan

perhutanan sosial. Prosiding Ekspose Hasil-Hasil Litbang Hasil Hutan Dalam Mendukung Restrukturisasi Industri Kehutanan tanggal 16 Desember 2003. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

111. Djarwanto & S. Suprapti. 2004b. Budidaya jamur kayu di masyarakat untuk mendukung usaha kecil dan menengah. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Litbang Hasil Hutan Dalam Mendukung Restrukturisasi Industri Kehutanan tanggal 16 Desember 2003. Hal.: 109-

Dalam dokumen Bunga Rampai Orasi APU Pustekolah (Halaman 42-53)