Barly, Bsc, SH, M.Pd.
UCAPAN TERIMAKASIH
Tiada puji yang dapat kami haturkan atas kebahagiaan ini selain ungkapan Alhamdulillahi robbil’alamin. Berkat umur panjang, kesehatan, pertolongan dan ridho-NYA, kami hadir dalam pertemuan in. Jujur saja, kami sangat berbahagia karena tahun ini adalah akhir perjalanan panjang karier saya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Terima kasih kepada Negara dan pemerintah yang telah memberi penghargaan Satyalancana Wira Karya, Karya Satya XX dan XXX tahun, pangkat dan jabatan fungsional tertinggi, serta kepada Kementerian Kehutanan kami mengucapkan terimakasih atas penghargaan Wana Lestari Karya Nugraha. Mudah-mudahan mendapat ridho-NYA dan kemenangan..
Kepada pimpinan PUSTEKOLAH saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk menyampaikan orasi di ujung masa dinas. Ucapan yang sama saya sampaikan kepada rekan peneliti, teknisi, sejawat dan kerabat yang tidak dapat satu –persatu disebut namanya atas segala bantuan dan kemudahan bagi saya dalam menjalankan tugas. Semoga bantuan Saudara menjadi ladang amal terbaik serta mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Kepada almarhum kedua orang tua, yaitu Hajah Anah dan bapak Haji Rita Kidjan secara khusus disampaikan permohonan maaf atas keteledoran dan penghargaan yang setinggi- tingginya, sebab tanpa keduanya peristiwa ini tidak akan terjadi, semoga Allah SWT senantiasa memberi rahmat dan balasan amal yang berlipat ganda.
Akhirul kalam, tiada gading yang tak retak, manusia ditakdirkan banyak salah dan dosa untuk itu dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf kepada semua pihak baik yang masih hidup maupun yang sudah tidak ada atas kekeliruan, kekhilafan dan kebodohan saya dengan harapan semoga Alah SWT senantiasa memberi tau¿ k, hidayah serta rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.
Wabillahi tau¿ k wal hidayah, Wassalamu’alaikum Wr. Wb,
DAFTAR PUSTAKA
1. Martawijaya,A.1996. Keawetan kayu dan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Petunjuk Teknis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Bogor
2. Wilkinson, J.G. 1979. Industrial Timber Preservation. Associated Bussiness Press. London.
3. Tarumingkeng, R.C. 2000. Manajemen Deteriorasi Hasil Hutan. Ukrida Press. Jakarta 4. Martawijaya, A.1996 Keawetan kayu dan beberapa faktor yang mempengaruhinya.
Petunjuk Teknis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Bogor.
5. AWPA Standard. 1976. Glossary of Terms in Wood Preservation. P.1-9. American Wood Preserver’s Association Standard. New York-Washington.
6. Smith, R. 1977. Wood Decayed Fungi and It’s Prevention. Risborough Research Laboratory. Pricentown. London.
7. Smith, R. 1977. Wood Decayed Fungi and It’s Prevention. Risborough Research Laboratory. Pricentown. London
8. Abdurochim, S. dan D. Martono. 2000. Pencegahan serangan jamur biru pada dolok dan papan gergajian. Petunjuk Teknis. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Bogor.
9. Djajapertjunda, S. 2002. Hutan dan Kehutanan dari Masa ke Masa. IPB Press. Bogor 10. UNEP IE/PAC. 1994. Environmental Aspects of Industrial Wood Preservation. A
Technical Guide. Technical Report Series No.20. Paris.
11. UNEP IE/PAC. 1994. Environmental Aspects of Industrial Wood Preservation. A Technical Guide. Technical Report Series No.20. Paris
12. Undang-undang Bangunan No. 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan 13. Undang-undang Bangunan No. 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan
14. Barly dan S. Abdurrochim. 1982. Studi pendahuluan pengawetan kayu pada rumah-rumah rakyat di Jawa Barat. Laporan No. 161. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Bogor
15. Direktorat Tata Bangunan. 1983. Masalah serangan rayap pada bangunan gedung. Direktorat Tata Bangunan. Ditjen Cipta Karya. Dep. Pekerjaan Umum. Jakarta.
16. Harian Republika, Kamis 6 April 2006. Bahaya laten rayap.
17. Harian Republika, 25 Pebruari 2007. Jagat gila: Malaysia perangi rayap.
18. Zabel, R.A. and J.J. Morel. 1992. Wood Microbiology. Decay and Its Prevention. Academic Press, INV. Harcout Brace Javanovich Publisher. New York, London, Tokyo. 19. Kompas, Senin 28 Agustus 2006. Membabat kebun menebar bencana.
20. Martawijaya, A. 1961. Keawetan kayu. Brosur No.1. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Bogor.
21. Oey Djoen Seng, 1961. Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya untuk keperluan praktek. Pengumuman No.1. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Bogor 22. Martawijaya, A. dan S. Soemarmo. 1962. Pengawetan kaju djeundjiing (Albizzia falcata)
dengan djalan melabur. Laporan No.2. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Bogor
23. Barly, 1990. Prototipe rumah pra-pabrik kayu kelapa. Vol.2 No.1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.
24. Barly, A. Martawijaya dan P. Permadi. 1993. Pengawetan kayu keruing untuk menara pendingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 11(8), p.303-307.
25. Abdurachim, S. 2007. Pengawetan kayu perumahan dan gedung. Peran terhadap kelestarian hutan, perkembangan dan permasalahannya. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta.
26. Martawijaya, A dan Barly. 1982. Resistensi kayu Indonesia terhadap impregnasi dengan bahan pengawet CCA. Pengumuman No.5. Balai Penelitian Hasil Hutan. Bogor.
27. Abdurrohim, S. dan A. Martawijaya. 1983. Beberapa faktor yang mempengaruhi keterawetan kayu.Prosiding Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu, p.133-156. Puat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta 12-13 Oktober 1983.
28. Martawijaya, A dan Barly. 1991. Petunjuk Teknis. Pengawetan Kayu bangunan perumahan dan gedung. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta.
29. Barly. 1996. Petunjuk Teknis. Pengolahan dan pemanfaatan batang kelapa. P3HH dan SOSEK Kehutanan. Bogor
30. Barly. 1996. Petunjuk Teknis. Pengolahan kayu karet untuk bahan baku mebel dan barang kerajianan. P3HH dan SOSEK Kehutanan. Bogor.
31. Barly. 1999. Petunjuk Teknis. Pengawetan bambu untuk bahan kostruksi bangunan dan mebel. P3HH dan SOSEK Kehutanan. Bogor.
32. Abdurrohim, S. dan D. Martono. 2004. Pedoman Teknis. Pencegahan serangan jamur biru pada dolok dan papan gergajian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.
33. Barly dan Krisdianto. 2012. Petunjuk Teknis. Pengawetan kayu karet. Proyek ITTO PD 523/08 Rev. 1(1).Direktorat Jendral Bina Usaha Kehutanan-ISWA.
34. Martawijaya, A., G. Sumarnai, Barly dan S. Abdurrohim. 1994. Status penelitian pengawetan kayu danmasalah penerapannya dalam praktek. Makalah Diskusi Hasil-Hasil Penelitian. Cipayung, 24-25 Maret 1994. P3HH dan SOSEK Kehutanan. Bogor
35. Barly, A. Ismanto dan D. Martono. 2011. Dayaguna campuran soda abu-boraks sebagai anti jamur biru dan rayap. Jjurnal Penelitian Hasil Hutan 29(2): 179-188.
36. Barly et al. 2012
37. Martawijaya, 1986. Makalah Ceramah. Beberapa aspek pengawetan kayu. Hotel Indonesia. Jakarta, 29 April 1986
38. Martawijaya, A. dan S. Abdurrohim.1982. Spesi¿ kasi pengawetan kayu perumahn dan gedung. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Bogor
39. Abdurachim, S. 2007. Pengawetan kayu perumahan dan gedung. Peran terhadap kelestarian hutan, perkembangan dan permasalahannya. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta.
DAFTAR PUBLIKASI ILMIAH
01. Abdurachman dan Barly.2002. Pengaruh emulsi para¿ n dan para¿ n cair terhadap sifat penyusutan kayu randu (Ceiba petandra Gearth.). Prosiding Seminar Hasil Peneltian Teknologi Hasil Hutan. Bogor 19 Desember :153-158. Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan, Bogor.
02. Abdurrochim, S. dan Barly. 2002. Pengawetan kayu kamper dan kayu lapis untuk menara pendingin PT Pupuk Kujang Cikampek. Info Hasil Penelitian 9(1):18-22. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Bogor.
03. Abdurrochim, S. dan Barly. 1992. Pengawetan lima jenis kayu secara rendaman panas- dingin dengan bahan pengawet BFCA. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 10(2): 48-53. P3HH dan SOSEK Kehutanan. Bogor.
04. Abdurrochim, S. dan Barly. 1993. Pengawetan tujuh belas jenis kayu secara rendaman dingin dengan bahan pengawet BFCA. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 11(4): 137-143. P3HH dan SOSEK Kehutanan. Bogor.
05. Barly dan S. Abdurrochim. 1982. Studi pendahuluan pengawetan kayu pada rumah-rumah rakyat di Jawa Barat. Laporan No.161. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Bogor
06. Barly dan N. Supriana. 1983. Organisme perusak kayu di beberapa proyek perumahan rakyat. Prosiding Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu. Jakarta 12-13 Oktober 1983: 18- 27. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.
07. Barly.1983. Potensi batang kelapa sebagai bahan kons-truksi. Duta Rimba (ISSN 0126- 1118) 65-66/IX/1983: 33-34
08. Barly dan S. Abdurrochim. 1986. Pengaweta kayu kelapa dengan metoda rendaman dingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 3(2): 9-13.
09. Barly, N. Supriana dan A. Ismanto. 1986. Organisme pe-rusak kayu pada rumah rakyat di Yogyakarta. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 3(2): 19-24.
10. Barly dan P. Permadi.1987. Pengawetan lima jenis kayu dengan Koppers F7 menurut metode pencelupan.Jurnal Penelitian Hasil Hutan 4(2): 42-45.
11. Barly. 1987. Mencegah kerusakan kayu akibat bahan kimia. Kehutanan Indonesia No.6 Tahun ke V: 18-20.
12. Barly dan P.Permadi. 1987. Pengawetan tiga jenis bambu dengan metode rendaman dingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 4(1): 26-30.
13. Barly dan P.Permadi. 1987.Pengawetan dua jenis jenis kayu meranti dengan metode rendaman. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 4(4): 4-7.
14. Barly dan P. Permadi. 1987. Pengawetan sebelas jenis kayu meranti dengan metode rendaman panas-dingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 4(4): 8-14.
15. Barly.1987. Prospek pemakaian kayu untuk bantalan rel kereta api. Sylva Tropika (ISSN 0215-062X) 1(2):22-23.
16. Barly dan P. Permadi. 1988. Pengawetan lima jenis kayu menurut metode rendaman panas-dingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5(5): 265-268.
17. Barly dan P. Permadi. 1988. Pengawetan kayu agathis, bungur, karet dan tusam dengan metode pencelupan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5(5): 303-306.
18. Barly. 1988. Beberapa masalah dalam pengolahan kayu karet. Duta Rimba .97-98/ XIV/1988: 27-32.
19. Barly. 1989. Memburu kayu karet mengejar dolar. Sylva Tropika 1(4): 20-21.
20. Barly dan E. Yetty. Pengawetan lima jenis kayu dengan proses sel penuh. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 6(6):398-401.
21. Barly dan P. Permadi. 1989. Pengawetan tiga jenis kayu dengan metoda pengukusan dan proses vakum-tekan. Lembaran Penelitian (ISSN 0215 -0182) No.30. P3HH. Bogor. 22. Barly dan P. Permadi. 1988. Pengawetan kayu agathis, karet dan tusam dengan metode
tekan berganti. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 6(3): 160-162.
23. Barly. 1989. Pengawetan beberapa jenis kayu HTI. Prosiding Diskusi Sifat dan Kegunaan Kayu HTI. Jakarta 23 Maret: 289-302. Badan Litbang Kehutanan.
24. Barly. 1989. Kayu karet sebagai bahan substitusi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (ISSN 0216-9526) 1(5): 24-29.
25. Barly dan P. Permadi 1989. Pengaruh pengkusan pada em-pat jenis kayu kering udara terhadap impregnasi dengan bahan pengawet CCA. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 6(3) : 205-208.
26. Barly. 1989. Pengawetan batang aren dengan bahan peng-awet tipe CCA, CCB dan BFCA. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 6(4): 246-249.
27. Barly. 1990. Pengaruh perebusan pada impregnasi kayu karet. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 7(2): 68-70.
28. Barly dan E. Basri 1990. Peranan pengawetan dan pengeringan kayu dalam industri kayu skunder. Pro-siding Diskusi Industri Perkayuan. Jakarta 14-15 Maret: 89-103. Badan Litbang Kehutanan.
29. Barly. 1990. Prototipe rumah pra-pabrik kayu kelapa. Petunjuk Teknis N0.2/1.
30. Barly. 1990.Upaya pencegahan kerusakan kayu dengan penggunakan pestisida. Kongres I Himpunan Perlindungan Tumbuhan Indonesia. Jakarta 8-10 Februari.
31. Barly. 1990. Pengaruh pengukusan terhadap impregnasi dengan bahan pengawet CCA pada kayu rasamala (Altingia excelsa Noronha). Jurnal Penelitian Hasil Hutan 8(5): 192- 195.
32. Barly.1991. Studi pendahuluan pengawetan rotan bahan baku mebel. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 9(5): 189-192.
33. Barly and N. Supriana. 1991. Notes on manufacturing plastic woods using polymerizing radiation in Indonesia. Proceedings of the International Symposium on Chemical Modi¿ cation of Wood. May 17-18. University of Kyoto. Japan.
34. Barly dan P. Permadi. 1991. Mutu hasil pengawetan kayu. Faktor yang berpengaruh dan permasalahannya. Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi dan Pengendalian Mutu. ISSN 0853-9677: 127-132. Pusat Standardisasi LIPI. Jakarta.
35. Barly. 1991. Keterawetan kayu kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pengawetan. Seminar Serti¿ kasi Pengawetan Kayu Bangunan. Jakarta 14 Oktober. APKIN-Mutu Agung Lestari.
36. Barly. 1991. Pengawetan kayu perumahan dengan cara pencelupan. Makalah Seminar Serti¿ kasi Pengawetan Kayu Bangunan. Jakarta 14 Oktober. APKIN-Mutu Agung Lestari. 37. Barly. 1992. Pengawetan kayu untuk barang kerajinan. Petunjuk Teknis. P3HH. Bogor. 38. Barly, A. Martawijaya dan P. Permadi. 1993. Pengawetan kayu keruing untuk menara
pendingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 11(8):303-307.
39. Barly. 1994. Batang kelapa sebagai alternatif kayu kon-vensional. Duta Rimba No.173- 174/Tahun XX: 43-52.
40. Barly dan E. Basri. 1994. Pengawetan dan pengeringan kayu Sungkai (Peronema canesen Jack. Diskusi Hasil Penelitian Kayu HTI. Jakarta 22-23 Maret: 488-496. P3HH & Sosek Kehutanan.
41. Barly dan D. Sadikin. 1994. Upaya pencegahan perubahan warna pada kayu karet. Seminar Penelitian Kayu HTI. Bogor 29-30 Maret . P3HH & Sosek Kehutanan.
42. Barly.1994. Bahan pengawet kayu. Lingkaran Informasi Hutan Tropika Basah Kalimantan ISSN 08554-512X. No.019.
43. Barly. 1995. Pengawetan kayu Puspa (Schima walichii). Duta Rimba No.175-176/Tahun XX :
44. Barly and Y.S. Hadi. 1995. The current status of wood preservation in Indonesia. This paper was presented at Biodeterioration Working Group. Japanese Wood Research Society Conference. April 6-9. Tokyo.
45. Barly, S. Abdurrochim dan P. Permadi.1995. Penerapan pengawetan kayu untuk perumahan dan gedung. Ekspose Hasil-Hasil Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor 5 Desember. P3HH dan SOSEK Kehutanan.
46. Barly. 1995. Sari hasil penelitian bambu di Pusat Pene-litian Hasil Hutan dan Sosek Kehutanan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (ISSN 0216-9526)1(10): 23-27.
47. Barly. 1996. Pengolahan dan pemanfaatan batang kelapa. Petunjuk Teknis. P3HH & SOSEK Kehutanan.
48. Barly.1996.Pengolahan kayu karet untuk barang kerajinan dan mebel. Petunjuk Teknis. P3HH & SOSEK Kehutanan.
49. Barly dan S. Abdurrochim 1996. Pengawetan kayu untuk bahan bangunan struktural dan non-struktural. Petujuk Teknis. P3HH & SOSEK Kehutanan.
50. Barly dan G. Sumarni. 1997. Cara sederhana pengawetan bambu segar. Buletin Penelitian Hasil Hutan 15(2): 77-86.
51. Barly. 1998. Peningkatan mutu kayu bahan mebel dan barang kerajinan. Duta Rimba (ISSN 0216-118) No.221/XXIV: 39-48.
52. Barly. 1998. Pencegahan jamur biru dan kumbang ambrosia pada kayu Tusam. Duta Rimba (ISSN 0216-118) No.214/XXIII: 38-41.
53. Barly and N. Supriana. 1998. Boron Distribution in Treated Rubber and Sengon Wood. Proceedings of the Se-cond International Wood Science Seminar. Serpong Nov. 7; C80- 84. R&D Center for Appled Physics. LIPI.
54. Barly dan Buharman. 1998. Kayu Sengon untuk RS/RSS: Meningkatkan citra sengon menjadi kayu berharga. Sylva Tropika (ISSN 0852-4513) No.13.
55. Barly dan N. Supriana. 1999. Persenyawaan Boron sebagai pengendali organisme perusak kayu (OPK). Prosiding Seminar Peran Entomologi dalam Pengendalian Hama Ramah Lingkungan dan Ekonomis. Bogor 16 Februari. PEI Cab. Bogor - PHT Nasional. p.365- 372.
56. Barly. 1999. Tanaman perkebunan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan kayu. Prosiding Seminar Nasional MAPEKI II. Yogyakarta 2-3 September : 498. UGM-MAPEKI.
57. Barly. 2000. Pengawetan bambu untuk bahan konstruksi dan kerajinan. Petunjuk Teknis. P3THH.
58. Barly dan A. Martawijaya. 2000. Keterawetan 95 jenis ka-yu terhadap impregnasi dengan bahan pengawet CCA. Buletin Penelitian Hasil Hutan 18(2): 69-78.
59. Barly. 2000. Aneka produk olahan batang sawit. Sylva Tropika ISSN 1411-260) No.24 : 12.
60. Barly dan Y. I. Mandang. 2000. Peningkatan kualitas kayu untuk barang kerajinan. Prosiding Loka Karya Penelitian Hasil Hutan (ISBN 974-95743-8-2): 67-89.
61. Barly. 2000. Keterawetan 54 jenis kayu famili Dip-terocarpaceae. Seminar Nasional III MAPEKI. Jatinangor 22-23 Agustus. UNWIM-MAPEKI.
62. Barly. 2002. Pengawetan kayu meranti merah untuk me-nara pendingin. Prosiding Pertemuan Ilmiah Stan-dardisasi dan Jaminan Mutu. Jakarta 2-3 Oktober : 21-32. Badan Standaridisasi Nasional. Jakarta.
63. Barly, M.I. Iskandar, A. Ismanto dan P. Sutigno. 2002 Per-baikan sifat tahan api pada kayu. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Teknologi Hasil Hutan. Bogor 19 Desember: 111-120. P3THH. Bogor.
64. Barly dan Jasni. 2002.Efektivitas emulsi para¿ n dan cairan kulit jambu mete (CKJM) terhadap serangga bubuk dan rayap kayu kering. Prosiding Seminar Hasil Peneltian Teknologi Hasil Hutan. Bogor 19 Desember 2002: 89-94. P3THH. Bogor.
65. Barly. 2003. Pengawetan dan perbaikan sifat tahan api kayu. Diskusi Sosialisasi Kayu Awet. Jakarta 16 September. Dinas Kehutanan dan Pertanian DKI. Jakarta.
66. Barly. 2003. Manfaat penggunaan kayu awet dalam pengendalian rayap. Sosialisasi Standar Penanggulangan Bahaya Rayap. Jakarta 11 Desember. Dinas Pekerjaan Umum DKI. Jakarta.
67. Barly. 2004. Pengaruh soda abu terhadap warna kayu kumea (Manilkara sp.). Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia (MAPEKI) VII. Makasar 5-6 Agustus: B-199-201.
68. Barly. 2004. Pencegahan perubahan warna kayu karet. Jurnal Standardisasi 6(3): 57-60. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.
69. Barly. 2005. Catatan hasil penelitian bambu di Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan Bogor. Prosiding Seminar Nasional Perkembangan Perbambuan di Indonesia. Jogyakarta 17 Januari : 19-26. Bamboo Center Pusat Studi Ilmu Teknik UGM. Yogyakarta.
70. Barly. 2005. Peningkatan mutu kayu untuk bahan kemasan. Kehutanan Indonesia Edisi XI: 11-15.
71. Barly dan D.A. Sudika. 2005. Pengawetan bagian lunak batang kelapa basah dengan cara tekanan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 23(2): 111-117.
72. Barly. 2006. Pengawetan kayu berarti penghematan. Warta GERHAN 1(5): 7. Derektorat Jendral Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Jakarta.
73. Barly. 2006. Pengawetan kayu. RANTING :Warta Hasil Hutan 1(2), Juni.
74. Barly. 2006. Pemanfaatan kayu sengon untuk rumah se-derhana. Prosiding Seminar Hasil Hutan Rakyat. Bogor 21 September: 120-125.Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.
75. Barly dan A. Ismanto. 2008. Keefektifan seng khlorida dikhromatsebagai bahan pengawet kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 26(4): 323-331.
76. Barly. 2009. Standisasi pengawetan kayu dan bambu serta produknya. Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi. Jakarta 19 November 2009.
77. Barly dan D. Martono. 2010. E¿ sai dua senyawa karbonat terhadap jamur biru. 7th Basic Science National Sminar Proceeding. Universitas Brawijaya. Malang. 20 Februari 2010.p. 247-254.
78. Barly dan Sabarudi. 2010. Kajian industry dan kebijakan pengawetan kayu sebagai upaya mengurangi tekanan terhadap hutan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 7(1): 63-80. 79. Barly. 2010. Penyempurnaan sifat jati muda untuk meningkatkan nilai jual. Prosiding
Seminar Inovasi Pengolahan Jati Cepat Tumbuh dan Kayu Pertukangan Lainnya. Bogor, 25 November 2010. p.19-27.
80. Barly dan N.E. Lelana. 2010. Pengaruh ketebalan kayu,konsentrasi larutan dan lama perendaman terhadap hasil pengawetan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 28(1): 1-8.
81. Barly, A. Ismanto dan D. Martono. 2011. Daya guna campuran soda abu-boraks sebagai anti jamur biru dan rayap. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 29(2): 179-188.
82. Barly dan Susilawati. 2012. Pengaruh perendaman menggunakan larutan campuran tembaga sulfat dan nikel nitrat terhadap warna permukaan bambu Gigantochloa apus Kurz. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 30(2): 87-93.
83. Barly, A. Ismanto, D. Martono, dan Abdurachman. 2012. Pengawetan waran kayu tusam (Pinus merkusii) dan pulai (Alstonia sp.) dengan menggunakan bahan dasar disinfektan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 29(2): 155-162.
84. Barly, A. Ismanto, D. Martono, Abdurachman dan Andianto. 2012. Sifat ¿ sis dan stabilisasi dimensi beberapa jenis bambu komersial. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 30(3): 163-170. 85. Hadi, Y.S., I.G.K.T. Darma, N. Hajib, Jasni and Barly. 2000. Biodeterioration resistance
of three polystyrene Indonesian woods. Proceedings of the Third International Wood Science Symposium. November 1,2 :201. WRI, Kyoto University, LIPI, UPM Malaysia. 86. Hadjib, N., Barly, Y. Hadi and I.G.K.T. Dama. 2000. Physical and machanical properties
of thre polystyrene Indonesia Wood. Proceedings 5th Paci¿ c Rim Bio-Based Composites Symposium. Canbera 10-13 December : 687.
87. Ismanto, A., G. Sumarni dan Barly. 1998. The simple preservation method fresh Dendrocalamus asper Backer. Proceedings of the Second International Wood Science Seminar. Serpong Nov. 6-7: B20. R&D Center for Applied Physics. LIPI.
88. Jasni, N. Hadjib and Barly. 2000. The resistence of poly-sterene wood to dry wood termite (Cryptotermes cynocephalus) and subterranean termite (Coptotermes curvignatus) infestation. Proceedings 5th Pasi¿ c Rim Bio-Based Composities Symposium. December 10-13: 777. Cambera. Australia.
89. Kadir, K. dan Barly. 1974. Catatan mengenai daya korosif beberapa jenis bahan pengawet larut air. Lembaran Penelitian No.5. LPHH, Bogor.
90. Kancono, H. Prahasto dan Barly. Kemungkinan pe-ngembangan industri pengawetan kayu di Indonesia. Prosiding Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu. Jakarta 12-13 Oktober: 303-317. APKIN.
91. Lelana, N.E., Barly dan D.A. Sudika. 2005. Pengawetan bagian luar kayu kelapa secara rendaman dingin dengan bahan pengawet CCB. Info Hasil Hutan 11(2): 139-143. P3HH. Bogor.
92. Lelana, N.E., Barly dan A. Ismanto. 2011. Toksisitas bahan pengawet boron chromium terhadap serangga dan jamur pelapuk kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 29(2): 142-154. 93. Mandang, Y.I. dan Barly. 1996. Kemungkinan pe-manfaatan jenis kayu Indonesia untuk
pengganti kayu POK. Buletin Penelitian Hasil Hutan (ISSN 0852-1638) 14(10): 405- 416.
94. Martawijaya, A. dan Barly. 1982. Resistensi kayu Indo-nesia terhadap impregnasi dengan bahan pengawet CCA. Pengumuman No.5. BPHH Bogor.
95. Martawijaya, A. dan Barly. 1990. Keawetan dan ke-terawetan beberapa jenis kayu yang berasal dari hutan alam dan hutan tanaman. Prosiding Diskusi Hasil Penelitian Silvikultur, Sifat dan Kegunaan Kayu HTI. Jakarta 13-14: 342-359. Badan Litbang Kehutanan, Jakarta.
96. Martawijaya, A. dan Barly. 1991. Pengawetan kayu perumahan dan gedung. Petunjuk Teknis. P3HH. Bogor.
97. Martawijaya, A., Barly dan P. Permadi. 1994. Pengawetan kayu untuk barang kerajinan. Petunjuk Teknis No.3. P3HH & SOSEK Kehutanan. Bogor.
98. Martawijaya, A., Barly, G. Sumarni dan S. Abdurrochim. 1994. Status penelitian pengawetan kayu dan masalah penerapannya dalam praktek. Prosiding Diskusi Hasil Penelitian. Cipayung 24-25 Maret : 8-77. P3HH &SOSEK Kehutanan.Bogor.
99. Martawijaya, A. dan Barly. 1995. Sifat dan kegunaan kayu gmelina. Ekspose Hasil Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Cipayung 27 Maret. P3HH dan SOSEK Kehutanan.
100. Permadi, P. dan Barly. 1989. Pengaruh lama rendaman pa-nas dalam pengawetan lima jenis kayu dengan metode rendaman panas-dingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 6(4): 220-224. P3HH. Bogor.
101. Permadi, P. dan Barly. 1991. Pengawetan sepuluh jenis kayu dengan metode difusi. Media PERSAKI (ISSN 0853-3903) Edisi III/MP-7/91: 19-22.
102. Permadi, P. dan Barly. 1991. Pengawetan sepuluh jenis ka-yu dari Lampung dengan metode difusi. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 9(1): 34-37.
103. Rahman, O., Barly, E. Basri dan Dulsalam. 1994. Analisis teknologi industri pengolahan dan pemanfaatan kayu sungkai (Peronema canescen Jack.). Diskusi Hasil Penelitian. Cipayung 24-25 Maret P3HH dan SOSEK Kehutanan. Bogor.
104. Santoso, A. dan Barly. 2004. Keteguhan rekat papan lantai lamina kombinasi kayu dan batang kelapa dengan perekat lignin resolsinol-formaldehida. Prosiding Ekspose Hasil Hutan. Bogor 14 Desember: 85-90. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.
105. Santoso, A. dan Barly. 2005. Aplikasi kopolimer tanin resorsinol formaldehida untuk meningkatkan sifat ¿ sis-mekanis bagian lunak kayu kelapa. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 23(2): 79-86. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.
106. Santoso, A. dan Barly. 2008. Stabilisasi dimensi bagian lunak kayu kelapa menggunakan empat jenis bahan pengisi. Jurnal Nusa Kimia 8(2): 28-34
107. Sumarni, G. dan Barly.1989. Natural durability and treat-ability Arenga stem. Ed. Kosasi Kadir, Suparman Kartasudirdja and Nana Suprianan: Sosio Economic Study on Arenga Palm Utilzation and the Assesment of Basic Properties of it Wood. FPRDC & IDRC. Bogor :
108. Supriana, N. dan Barly. 1978. Pemeriksaan hasil pengawetan kayu secara kimia. Kehutanan Indonesia No.11-12-13 Tahun 1977/1978: 88-90.
109. Supriana, N. dan Barly. 1998. The Possible Use of Cashew Nutshell Liquid as a Wood Preservative. Proceedings of the Second International Wood Science Seminar. Serpong Nov. 6-7: B16-17. R&D Center for Applied Physics. LIPI.
110. Yetty, E. dan Barly. 1990. Pengawetan empat jenis kayu untuk tiang listrik dengan metode sel penuh. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 7(4):146-149.
111. Yetty, E. dan Barly. 1990. Pengawetan sepuluh jenis kayu dengan rendaman dingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 7(4):156-159.
112. Wahyuni, T. dan Barly. 1995. Membuat kayu tahan api. Lingkaran Informasi Hutan Tropika Basah Kalimantan. (ISSN 08554-512X). No.027.