• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agus F, Subiksa IGM. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk pertanian dan aspek lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF).

Akbar A. 2008. Pengendalian Kebakaran Hutan Berbasis Masyarakat sebagai Suatu Upaya Mengatasi Risiko dalam REDD. Tekno Hutan Tanaman

1(1) : 11-22.

Akbar A, Sumardi, Hadi R, Purwanto, Sabarudin MS. 2011. Studi Sumber Penyebab Terjadinya Kebakaran Dan Respon Masyarakat Dalam Rangka Pengendalian Kebakaran Hutan Gambut Di Arealmawas Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 8 (5): 287 – 300

Aliadi A. 2011. Pengembangan Kolaborasi Taman Nasional Gunung Ciremai: Kajian Melalui Riset Aksi. Tesis Mahasiswa Pascasarjana IPB. Bogor. Tidak Diterbitkan.

Anderson IP, Manda ID, Muhnandar. 1999. Vegetation Fires in Sumatera Indonesia: The Presentasion and Distribution of NOAA-Derived Data. Palembang: Forest Fire Prevention and Control Project. European Union and Indonesian Ministry of Forestry and Estate Crops

[BLH Kapuas] Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas. 2013. Potensi Pemanfaatan Sistem Peringatan Dini Musiman dalam Pengelolaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kapuas. Makalah dalam Work Shop “Sustained Partnerships and Capacity for Climate Risk Management”, IICC - Bogor 18 Desember 2013.

Bungin B. 2010. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Boer, R, Kolopaking L, Bagja B, and Dasanto BD, 2007. Early Warning Systems

in Indonesia for flood, forest fire, volcano eruption and tsunami. Final Report to GTZ, Jakarta.

Bryson J, Crosby B. 1992. Leadershfipo r the CommonG ood: Tacklina Public Problemsin a Shared Power World, San Francisco,. CA: Jossey-Bass

Cochrane MA. 2003. Fire science for rainforests. Nature 421: 913-919

Ceccato P, Jaya INS, Qian JH, Tippet MK, Robertson AW, Someshwar S. 2010. Early Warning and Response to Fires in Kalimantan, Indonesia. IRI Technical Report 10-14, International Research Institute for Climate and Society, Palisades, NY,23pp

Dick B. 1997. Action learning and action research [Online]. Tersedia di http://www.scu.edu.au/schools/gcm/ar/arp/actlearn.html [diakses pada 12 Nopember 2011]

Debano LF, Neary DG, Ffolliot PF. 1998. Fire’s Effect on Ecosystems. John Wiley and Sons, Inc. New York (USA)

De Leon JCV. 2009. Community early warning systems: A strategy for the local management of disaster reduction in Central America. [Online] Tersedia di info.worldbank.org/etools/docs/library/230352/...2/CaseStudy2.doc [diakses 30 Nopember 2009]

Deeming JE. 1995. Development of a Fire Danger Rating System for East Kalimantan, Indonesia. Integrated Forest Fire Management Project, Samarinda. German Agency for Technical Cooperation and the Ministry of Forestry. Jakarta. Indonesia

[Depdagri] Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. 2009. Pengendalian

Kebakaran Hutan dan Lahan.

www.pkhl.or.id/artikel/makalah_PKHL_di_Depdagri.doc [16 Juni 2010] [DFID] Department for International Development. 1995. Stakeholder

Participation and Analysis. Social Development Division Department for International Development (DFID), London, UK.

[Disbunhut Kapuas] Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kapuas. 2013. Paparan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kapuas. Makalah Disampaikan pada Workshop “Climate Analytic and Forecasting for Risk Management” Bogor , 23 -24 September 2013

Direktorat Penanggulangan Kebakaran Hutan. 2001. Perangkat Organisasi Penanggulanagn Kebakaran Hutan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Makalah dalam Pelatihan Kebakaran Hutan Tingkat Manajemen Medan, 26 – 27 Juni 2001. Medan: Unit Manajemen Leuser.

Ferrance E. 2000. Action Research. LAB Northeast and Islands Regional Educational Laboratory at Brown University.

Grimble R, Wellard K. 1997. Stakeholder Methodologies in Natural Resource Management: a review of principles, contexts, experiences and opportunities. Agricultural Systems.

Goldammer JG, Brady M, Csiszar IA, de Groot WJ, Justice CO, Keenan T, Lorentz E, O’Loughlin K, Lynham TJ, Oertel D, Stock BJ. 2006. Development of a Global Wildland Fire Early Warning System within the envisaged Multi- Hazard Global Early Warning System. Presentatio Paper, Third International Early Warning Conference Scientific and Technical Symposium. Bonn, Germany, 28 March 2006.

Harrison ME, Page SE, Limin SH. 2009. The global impact of Indonesian forest fires. Biologist. 56 (3): 156 – 163

Hecker JH. 2005. Promoting Environmental Security and Poverty Alleviation in the Peat Swamps of Central Kalimantan, Indonesia Commissioned by the Institute for Environmental Security, The Netherlands. Tersedia Online:

http://www.envirosecurity.org/espa/PDF/IES_ESA_CS_Kalimantan_Case_ Study.pdf [Diakses 20 Oktober 2013)

Herawati T, Widjayanto N, Saharuddin, Eriyatno. 2010. Analisis respon pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan hutan tanaman rakyat.

Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 7 (1):13 25.

Hidayat A, Kushardono D, Asriningrum W, Zubaedah A, Efendy I. 2003. Laporan Verifikasi dan Validasi Metode Pemantauan Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Kekeringan. Jakarta: Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh-LAPAN

Hooijer A,. Van der Vat M, Prinsen G, Vernimmen R, Brinkman JJ, Zijl F. 2008. Hydrology of the EMRP Area – Water Management Implications for the Peatlands. Technical Report Number 2, Master Plan for the Rehabilitation and Revitalization of the Ex-Mega Rice Project Area in Central Kalimantan. Euroconsult Mott MacDonald and Deltares and Delft Hydraulics.

[IIED] International Institute for Environment and Development. 2005. Stakeholder power analysis. [Online]. Tersedia di www.policy- powertools.org [diakses 28 Nopember 2009]

[IRI] International Research Institute for Climate and Society. 2009. Sistem Peringatan Dini untuk Manajemen Kebakaran di Kalimantan Tengah : Draft Panduan. IRI Earth Institute, Columbia University bekerjasama dengan Center for Climate Risk and Oppurtinity Management in South East Asia and The Pacific, Institut Pertanian Bogor (CCROM SEAP IPB). Bogor. Iqbal M. 2007. Analisis peran pemangku kepentingan dan implementasinya

dalam pembangunan pertanian. Jurnal Litbang Pertanian, 26(3) : 89 - 99 Jaya INS., Purnama ES, Arianti I, Boonyanuphap J, 2007. Forest fire risk

assessment model and post-fire evaluation using remote sensing and GIS: A case study in Riau, West Kalimantan and East Kalimantan Provinces, Indonesia. Paper presented at The Forest Restoration and Rehabilitation Training Course and Workshop in the Viiki Tropical Resources Institute (VITRI) of the University of Helsinki, Finland, 13~19 May 2007, Helsinki (FIN).

Jaya INS, Boer R, Samsuri, Fathurakhman. 2008. Development of wildfire vulnerability index in central kalimantan. Research Report prepared for

CARE Indonesia on project Fire Early Warning and Response in Central Kalimantan, Bogor. Indonesia (ID)

Kebede. 2001. Tools to Support Participatory Urban Decision Making, UNCHS Habitat, Nairobi

Keetch J, Byram GM. 1968. Drought Index for Forest Fire Control, U.S.D.A. Forest Service Research Paper SE-38, U.S. Department of Agriculture- Forest Service, Asheville, North Carolina, USA.

Kemmis S, McTaggart T (eds) 1988a. The Action Research Planner. Deakin University, Australia: Deakin University press (3rd edition).

[KFCP] Kalimantan Forest and Climate Partnership. 2009. KFCP Design Document. Kemitraan Austalia Indonesia.

[KRHTI] Konsorsium Revisi HCVF Indonesia. 2008. Panduan Identifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi Di Indonesia. Jakarta. Indonesia (ID) Kusumedi P, Rizal A. 2010. Analisis stakeholder dan kebijakan pembangunan

KPH model Maros di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 7(3):179-193.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. 2011. Data Kebakaran Lahan di Daerah Operasi II Kapuas. Balai Konservasi Sumberdaya Alam Kalimantan Tengah Daerah Operasi II Kapuas. Kapuas.

Kriyantono R. 2009. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Kencana. Jakarta.

Langmann B, Duncan B, Textor C, Trenmann J, van der Werf GR. 2009. Vegetation fire emissions and their impact on air pollution and climate.

Atmospheric Environment 43: 107-116

Langner A, Siegert F. 2009. Spatiotemporal fire occurrence in Borneo over a period of 10 years. Glob. Change Biol. 15: 48-62.

[LAPAN] Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional. 2004. Kebakaran Hutan/Lahan Dan Sebaran Asap di Sumatera dari Data Satelit Lingkungan dan Cuaca. Bidang Pemantauan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). [Online] Tersedia di

http://www.lapanrs.com/SMBA/smba.php?hal=3&data_id=hn_hr_2004062 6_all [diakse 23 Juli 2004]

Nugroho. 2003. Konsep Pemanfaatan Beje dan Parit sebagai Sekat Bakar Partisipatif di Hutan dan Lahan gambut. Tersedia Online di http://www.peat-portal.net/newsmaster.cfm?&menuid=40&action=view& retrieveid=718 8 [Diakses pada 7 Agustus 2014]

Page SE, Siegert F, Rieley JO, Boehm HV, Jayak, Limin SH. 2002. The amount of carbon released from peat and forest fires in Indonesia during 1997.

Nature 420: 61-65

Prasasti I. 2012. Pemanfaatan data READY-ARL NOAA dan CMORPH untuk pengembangan model risiko kebakaran Hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. [Disertasi] Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (tidak dipublikasi)

Ramirez R. 2003. Concept Society. The International Development Research Centre. Canada.

Rastogi A, Badola R, Hussain SA, Hickey GM. 2010. Assessing the utility of stakeholder analysis to protected areas management: the case of Corbett National Park, India. Biological Conservation 143:2956-2964.

Reed MS, Graves A, Dandy N, Posthumus H, Huback K,Morris J, Prell CH, Quin CH, Stringer LC. 2009. Who'sin and why? A typology of stakeholder analysis methods for natural resources management. Journal of

Environmental Management 30:1933-1949.

doi:10.1016/j.jenvman.2009.01.001

Richards JA. 1986. Remote Sensing Digital Image Analysis. An Introduction. Springer Verlag. Berlin.

[RTI] Research Triangel International. 2002. Citizen participation in decision making. Training Manual. Bucharest, Romania (ROM)

Seidman A, Robert B, Abeyeskere N. 2001. Penyusunan Rancangan Undang- Undang dalam Perubahan Masyarakat yang Demokratis: Sebuah Panduan untuk Pembuatan Undang-Undang, ELIPS. Jakarta. (ID)

Selener D. 1997. Participatory Action Research and Social Change. Cornell University. Ithaca, New York (US).

Sembiring E, Basuni S, Soekmadi R. 2010. Resolusi konflik pengelolaan Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Kabupaten Teluk Wondama. Jurnal Manajemen Hutan Tropika 16(2):84 91

Sidiyasa K. 2012. Karakteristik Hutan Rawa Gambut di Tuanan dan Katunjung, Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 9 (2) : 125-137.

Someshwar S, Boer R, Conrad E. 2010. World Resources Report Case Study. Managing peatland fire Risk in Central Kalimantan, Indonesia. World

http://www.wri.org/sites/default/files/uploads/wrr_case_study_managing_pe atland_fire_risk_indonesia.pdf [diakses 21 Oktober 2013]

Solichin, Kimman P. 2003. Sistem Informasi Kebakaran Provinsi Sumatera Selatan. Makalah Pelatihan. Palembang. South Sumatera Forest Fire Management Project.

Soewarso 2003. Penyusunan Pencegahan Kebakaran Hutan Rawa Gambut dengan Menggunakan Model Prediksi. [Disertasi] Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (tidak dipublikasi)

Sunanto 2008. Peran Serta Masyarakat Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan

Kebakaran Lahan.[Online] Tersedia di

eprints.undip.ac.id/18422/1/SUNANTO.pdf [diakses 12 Agustus 2011]. Sunuprapto H. 2000. Forest Fire Monitoring and Damage Assesment Using

Remotely Sensed Data and Geographical Information Systems (A Case Study in South Sumatera Indonesia). [Thesis]. Enschede The Netherlands: Internastional Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC) (tidak dipublikasi).

Sukrismanto E, Alikodra HS, Saharjo BH, Kardono P. 2011. Hubungan antar organisasi dalam sistem pengorganisasian pengendalian kebakaran hutan/lahan di Indonesia. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 8 (3) : 169 - 177

Suratmo G, Jaya INS, Husaeni EA. 2003. Pengetahuan Dasar Pengendalian Kebakaran Hutan. Bogor: IPB Press. (ID)

Syaufina L, Nuruddin AA, Basharuddin J, See LF, Yusof MRM. 2004. The effects of climatic variations on peat swamp forest condition and peat combustibility. Jurnal Manajemen Hutan Tropika 10 (1) : 1-14

Taufik M, Setiawan BI, Prasetyo LB, Pandjaitan NH, Soewarso. 2011. Pengembangan indeks bahaya kebakaran di HTI SBAWI Sumatra Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 8 (4) : 215 - 223

Thoha AS. 2006. Penggunaan Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Deteksi dan Prediksi Kebakaran Gambut di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Tesis Mahasiswa Pascasarjana IPB. Bogor. Tidak Diterbitkan.

Thoha AS, Syaufina L, June T. 2007. Penggunaan Penginderaan Jauh untuk Prediksi Kebakaran Gambut di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Jurnal Hutan Tropika, 2 (1): 35-38

[UNISDR] United Nation International Strategy for Disaster Reduction. 2009. ISDR Terminologi Pengurangan Risiko Bencana. UNISDR Asia and the Pacific Office, Bangkok.

Wahyu. 2007. Makna Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan di Kalimantan Selatan (dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Budaya dan Kearifan Lokal). Universitas Lambung Mangkurat Press. Banjarmasin (ID)

Widiyanto. 2013. Laporan Assessment dan analisis potensi konflik tenure terkait DA REDD+ di KPHL Kapuas. Working Group on Forest Land Tenure dan HuMa. Jakarta. Indonesia (ID)

Wosten, JHM., Clymans E, Page SE, Riley JO, Limin SH. 2008. Peat–water interrelationships in a tropical peatland ecosystem in Southeast Asia. Catena

73: 212–224

WIIP, 2007. Pengelolaan Lahan Gambut Berbasis Masyarakat di Indonesia. Wetland International Indonesia Programme. Bogor. Indonesia.

WWF Indonesia. 2012. Titik Panas Utama dan Analisis.Fire Bulletin No. 25 (2012).Hal. 1

[IDEP] Yayasan IDEP. 2007. Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat. Yayasan IDEP. Bali