Jabatan Nama 10-28 NI A Tandatangan
1 2 3 4 5
Ketua BUDI SETI YONO JZ30HOT 30.08.15.030423
Wakil Ketua SYAHRUM AGUNG
JZ10GA 10.25. .00702
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
RAPAT KERJA NASIONAL VII
Lampiran I : PO Nomor 1 Tahun 2016 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pembinaan, Bimbingan Organisasi,
Bimbingan Teknis serta Pelatihan Di Lingkungan Organisasi Radio Antar Penduduk I ndonesia.
TAHAPAN PENYELENGGARAAN
PEMBI NAAN, BI MBI NGAN ORGANI SASI , BI MBI NGAN TEKNI S, DAN PELATI HAN RAPI Bab I
Pendahuluan A. Umum
Untuk mewujudkan Visi RAPI menjadikan organisasi yang berkualitas sebagai aset nasional dan sejalan dengan terwujudnya insan komunikasi radio yang terampil, disiplin, berdedikasi dan memiliki loyalitas tinggi, sebagai kader bangsa yang berjiwa Pancasila dalam wadah Negara Kesatuan Republik I ndonesia, maka diperoleh beberapa hal yang berpengaruh dengan organisasi RAPI yaitu :
1. manusia dalam hal ini anggota dan pengurus;
2. peraturan internal yang bersifat tulisan maupun adat 3. kebijakan, praktek manajemen dan kepemimpinan.
Faktor manusia ( anggota dan pengurus ) sangat menentukan, karena aturan yang menyepakati adalah pengurus sesuai kewenangannya, kebijakan dan praktek manajemen dilakukan juga oleh pengurus secara berjenjang. Melakukan sesuatu dipengaruhi kemauan, sikap dan kemampuan dipandang dari berbagai segi. Sesuai dengan bahasan ini, maka lebih dititik beratkan pada kemampuan memahami organisai, memahami peraturan, memahami program dan memahami apa yang harus dilakukan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kewajiban utama personal sehingga sangat sedikit yang disisihkan untuk memahami internal RAPI sehingga ketidak tepatan dalam memahami dan menerapkan.
Pada era globalisasi komunikasi dengan banyaknya sarana komunikasi akan memberikan dampak dan ekses terhadap perjalanan organisasi. Oleh karena itu pengurus secara berjenjang harus sigap melakukan pembinaan dan mengikuti bimbingan organisasi, bimbingan teknis dan pelatihan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan. Setidak-tidaknya untuk mengurangi ekses juga kewajiban utama setiap jenjang pengurus untuk melakukan pembinaan pada jenjang setingkat dibawahnya dan sesuai kewenangan untuk menyelenggarakan bimbingan organisasi, bimbingan teknis dan pelatihan. Pelatihan apa yang harus dilakukan, siapa yang menjadi skala prioritas, bagaimana melakukannya, kapan dlakukan
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
dimana. I ni harus dijawab untuk menghadapi permasalahan dan langkah yang akan dilakukan. Untuk menjadikan sumberdaya yang berkualitas. Selain itu pula terjadi keanegaragaman penyelenggaraan bimbingan organisasi, bimbingan teknis dan atau pelatihan dipandang dari materi, prosedur, kewenangan, tenaga pengajar, metode yang diterapkan.
B. Tujuan dan Sasaran
Maksud untuk memberikan pedoman penyelenggaraan pembinaan, bimbingan organisasi, bimbingan teknis dan pelatihan dengan tujuan para pengurus/ pengelola, dan peserta meningkatkan kualitas dan sesuai dengan kompetensinya sehingga pergerakan organisasi efektif dan effisien.
Sasarannya diwujudkan pengelola pembinaan, bimbingan organisasi, bimbingan teknis dan pelatihan sesuai standard kompetensi nasional.
Bab I I
Analisis Kebutuhan
A. Analisis kebutuhan pembinaan, bimbingan organisasi, bimbingan teknis dan pelatihan dilakukan untuk mengungkapkan kebutuhan yang tepat sasaran.
1. Pengertian dan ruang lingkup.
Sebuah analisa kebutuhan pelatihan dapat membantu menentukan kinerja atau tingkat pengetahuan, saat ini dihubungkan dengan aktivitas tertentu, serta kinerja yang optimal atau tingkat pengetahuan yang dibutuhkan. Dengan melakukan analisa kebutuhan yang membidangi SDM dapat mengumpulkan informasi mengenai kompetensi tenaga tugas atau tugas itu sendiri, informasi tersebut membantu mengidentifikasi penyebab masalah.
Selain itu, sebuah istilah yang lebih tepat adalah analisis kebutuhan pelatihan. "Analisis kebutuhan pelatihan didefinisikan sebagai" analisa kebutuhan dan analisis kebutuhan yang membantu untuk menentukan apakah pelatihan adalah solusi atau bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan. Setelah “mengapa pelatihan” dilakukan, analisis kebutuhan pelatihan dilakukan untuk menentukan apa, kapan, di mana, bagaimana, dan oleh siapa pelatihan mungkin akan lebih baik dipetugaskan "
2. Sifat.
Penganalisaan kebutuhan pelatihan sifatnya berkelanjutan dan dipandang sebagai keharusan sebagai prosses kegiatan agar efektifnya organisasi.
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
RAPAT KERJA NASIONAL VII
3. Tujuan
Dilakukan analisis tersebut dengan tujuan yang seharusnya dicapai, adalah:
a. Dasar penyusunan untuk program pelatihan b. Sebagai pedoman penyusunan program pelatihan
c. Sebagai referensi bagi organisasi atau penyelenggara untuk merancang program pelatihan.
d. Kualitas tugas atau pelaksanaan pelatihan
e. Membantu peserta pelatihan untuk membantu mempersiapkan diri menghadapi hal-hal baru.
4. Pertimbangan
Analisis kebutuhan pelatihan RAPI sebagaimana dimaksud dalam Bab I I I peraturan ini dilakukan dengan mempertimbangkan antara lain:
a. I dentifikasi peran dan fungsi organisasi RAPI guna mendapatkan metode pelatihan yang tepat;
b. Evaluasi kondisi sumber daya anggota dan pengurus;
c. Analisis kesenjangan, analisis manfaat dan analisis biaya dan sumber dana, perencanaan sumber daya manusia.
d. Hasil analisis kebutuhan BO, Bintek dan pelatihan RAPI sebagaimana dimaksud pada angka 1 diatas, digunakan sebagai dasar bagi organisasi RAPI menyusun rencana tahunan kebutuhan pelatihan RAPI .
e. Rencana tahunan kebutuhan pelatihan RAPI sebagaimana dimaksud pada angka 2 diatas, dituangkan oleh Pengurus Daerah RAPI dalam bentuk program kerja dan dilaporkan kepada Pengurus Nasional RAPI , secara berkala.
5. Tahapan analisis
Langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai tahapan pelaksanaan analisa yaitu :
a. merancang analisa kebutuhan pelatihan baik itu yang berupa wacana ataupun hal lain yang sesuai dengan kebutuhan diklat.
b. menyusun berbagai instrument yang dibutuhkan dalam pelatihan tersebut c. mengumpulkan dan menganalisa data yang berkaitan dengan pelatihan
untuk keperluan pengkajian. Pastikan bahwa dalam pelaksanaan ini anda tetap menggunakan metode dan tehnik yang tepat.
d. menyusun laporan kegiatan analisa kebutuhan pelatihan. B. Metode analisis
Beberapa metode analisis kebutuhan pelatihan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis :
1. Analisis User
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
Analisis ini merupakan salah satu cara melakukan analisa kebutuhan bimbingan organisasi, bimbingan teknis dan pelatihan yang berfokus pada potensi infrastruktur (prasarana) pelatihan serta peserta pelatihan yang berhubungan didalamnya. Ada beberapa pertanyaan penting yang harus dijawab oleh analis jika ingin mempergunakan metode yang satu ini seperti siapa pelatih yang akan melakukan pelatihan, tingkat jabatan calon peserta pelatihan, keahlian apa saja yang dibutuhkan oleh calon peserta pelatihan, gaya belajar seperti apa yang digemari oleh peserta pelatihan, dan lain sebagainya.
Jadi seluruh potensi calon peserta beserta insfrastruktur penunjang akan dikaji dan diteliti sehingga analis bisa merancang sebuah program diklat yang efektif dan bermanfaat maksimal bagi pesertanya.
2. Analisis organisasi
Analisis organisasi "meneliti di mana pelatihan diperlukan dan dalam kondisi apa pelatihan akan dilakukan. Analisis ini mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang diperlukan anggota dan atau pengurus untuk masa depan, sebagai organisasi agar berkembang atau berubah" Melalui analisis organisasi keluhan internal, atau masalah kinerja. Data-data ini kemudian dievaluasi untuk diidentifikasi sehingga pelatihan dapat meningkatkan kinerja. Tahap analisis organisasi juga harus merencanakan perubahan di tempat tugas, seperti kebutuhan masa depan, demografi petugas, dan peraturan perundang-undangan.
Keterampilan yang akan datang memahami bagaimana suatu organisasi dapat berubah dapat mengungkapkan kebutuhan keterampilan di masa depan. Demografi anggota dan atau pengurus. Perubahan ekonomi dan penyesuaian biaya hidup juga mungkin memerlukan perubahan di tempat tugas, Memahami potensi perubahan akan membantu organisasi mulai mengakomodasi memenuhi kebutuhan organisasi.
Hukum dan peraturan. Perubahan lingkungan, peraturan yang berlaku serta undang-undang baru dapat menentukan bahwa suatu organisasi memberikan pelatihan di daerah tertentu.
3. Analisis Operasi / Analisis Tugas
Analisis operasi/ tugas dengan cara membandingkan pengetahuan dan keterampilan yang dipersyaratkan setiap penugasan spesifik dengan pengetahuan dan keterampilan aktual anggota/ pengurus. Kesenjangan ini mengungkapkan kebutuhan pelatihan.
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
RAPAT KERJA NASIONAL VII
Sumber data termasuk deskripsi penugasan, prosedur operasi standar, standar kinerja, tinjauan literatur dan praktek terbaik, dan pengamatan di tempat dan mempertanyakan.
Sebuah analisis tugas yang efektif mengidentifikasi "tugas-tugas yang harus dilakukan, kondisi di mana tugas-tugas yang harus dilakukan, seberapa sering dan ketika tugas dilakukan, kuantitas dan kualitas kinerja yang diperlukan, keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas dan di mana dan bagaimana ini keterampilan terbaik diperoleh." 4.. Analisis individual
Analisis individu melihat individu anggota dan pengurus dan bagaimana mereka melaksanakan. Pengurus dan anggota dapat diwawancarai, diamati atau diuji untuk menentukan tingkat masing-masing keterampilan atau pengetahuan. Data juga dapat dikumpulkan dari tinjauan kinerja mereka. Selain itu, masalah kinerja dapat diidentifikasi dengan faktor-faktor seperti produktivitas, absensi, keterlambatan, keluhan, keluhan anggota, perbaikan peralatan yang dibutuhkan.
5. Analisis Konten
Analisis yang satu ini memiliki tujuan untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar keahlian, pengetahuan, dan informasi apa saja yang akan dibutuhkan oleh pengurus dan atau anggota.
jika mereka menempati posisi tertentu. Analisis konten akan meneliti dengan cermat segala jenis prosedur, dokumen, hukum dan segala jenis informasi yang penting mengenai sebuah posisi di penugasan.
Nantinya dari hasil penelitian akan bisa diketahui materi penelitian apa saja yang paling sesuai dengan sebuah posisi tertentu. Dalam metode analisis yang satu ini seorang anggota dan atau pengurus yang sudah ahli dan berpengalaman di posisinya dapat diikutsertakan sebagai konsultan dalam menentukan konten diklat yang sesuai.
6. Analisis Biaya Manfaat
Metode atau cara melakukan analisa kebutuhan diklat ini merupakan salah satu jenis analisa yang paling penting dan merupakan sebuah investasi yang harus menghasilkan di masa yang akan datang.
Analisis Biaya Manfaat akan meneliti dengan cermat mengenai segala macam biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan sebuah diklat serta meneliti apakah dengan jumlah uang yang harus dikeluarkan tersebut sudah efektif dan bermanfaat bagi perusahaan.
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
C. Data
1. Macam-macam data
Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
2. Metode Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data merupakan faktor penting dan mempengaruhi analisis dan hasil analisis. Oleh karena itu diperlukan data yang akurat dan terkini.
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan I nstrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
a. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Prinsip Penulisan angket berhubungan dengan beberapa faktor antara lain :
I si dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah- istilah bahasa I nggris pada responden yang tidak mengerti bahasa I nggris, dsb.PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
RAPAT KERJA NASIONAL VII
Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau tertutup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.b. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Participant ObservationDalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Para peneliti bisa melakukan monitor penggunaan RoI P, VHF dan HF terutama yang berhubungan dengan pemahaman dan penerapan Ten Code (Kode seputuh), tatacara komunikasi radio, mengamati pada acara-acara resmi RAPI . Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, recorder. c. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur :
Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
d. Studi Dokumentasi
Studi Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam , tidak hanya dokumen resmi.
Dokumen dapat dibedakan antara 2 yaitu : dokumen primer dan sekunder. Dokumen primer merupakan dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa (contoh: otobiografi). Dan dokumen sekunder merupakan dokumen yang ditulis orang lain yang selanjutnya ditulis oleh orang ini (contoh: biografi).
e. Tehnik Sampling
Tehnik sampling adalah bagian dari metodologi statistika yang berhubungan dengan pengambilan sebagian dari populasi. Jika sampling dilakukan dengan metode yang tepat, analisis statistik dari suatu sampel dapat digunakan untuk menggeneralisasikan keseluruhan populasi. Metode sampling banyak menggunakan teori probabilitas dan teori statistika.
Langkah-langkah atau tahapan yang perlu diperhatikan dalam melakukan sampling adalah sebagai berikut :
menetapkan populasi penelitian yang relevan dengan tujuan penelitian
menentukan variabel-variabel yang akan diamati dan diukur
menentukan kerangka sampel (sampling frame) yang akan digunakan
menentukan teknik sampling yang relevan dengan tujuan penelitian
menentukan jumlah sampel yang akan digunakan
menyesuaikan dan mempertimbangkan biaya yang harus disediakan f. Penelitian PendapatMelalui pengamatan penulis sebenamya sudah dapat mengambil suatu kesimpulan atau pendapat. Namun proses pengamatan itu dapat tetjadi berulang-ulang, sehingga dapat timbul bermacam- macam pendapat atau kesimpulan sesuai dengan jumiah pengamatan atas peristiwa yang sama itu, tetapi yang masing- masingnya mempunyai ciri-ciri yang khusus.
Sebab itu semua bahan itu harus diolah kembali, semua pendapat yang pernah diambilnya harus digarap sekali lagi untuk menarik kesimpulan- kesimpulan baru. Kesimpulan ini merupakan reaksi-reaksi penulis terhadap bahan-bahan observasi secara menyeluruh.
Biasanya penggarapan kembali ini berbentuk penggabungan atau mencari hubungan antar berbagai macam hal, mengadakan klasifikasi, dan sebagainya. Proses menemukan hubungan-hubungan ini dapat berbentuk analisa atau sintese. Analisa merupakan suatu proses memecahkan sesuatu ke dalam bagian-bagian yang saling berhubungan; sebaliknya sintese
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
RAPAT KERJA NASIONAL VII
adalah proses menggabungkan beberapa bagian atau unsur-unsur yang berdiri sendiri ke dalam suatu kesatuan.
3. Etika dalam Pengumpulan Data
Beberapa hal yang harus diperhatikan dan tidak dilanggar, ketika mengumpulkan data antara lain :
a. memegang prinsip kerahasiaan dan menjaga pribadi responden merupakan salah satu tanggung jawab peneliti.
b. Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada subjek. Dengan demikian, peneliti harus menyampaikan tujuan dari penelitian kepada subjek dengan jelas.
c. I nformasi pribadi atau yang terlihat mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan, dan jika hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian, maka penyampaiannya harus diungkapkan dengan kepekaan yang tinggi kepada responden, dan memberikan alasan spesifik mengapa informasi tersebut dibutuhkan untuk kepentingan penelitian.
d. Apapun sifat metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh dilanggar.
e. Tidak boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan responden yang tidak mau berpartisipasi tetap harus dihormati.
f. Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka, baik secara fisik maupun mental.
g. Tidak boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang dikumpulkan selama studi.
Bab I I I
Format Modul Bimbingan Organisasi, Bimbingan Teknis dan Pelatihan A.. Urutan Lembar Dan Bab Dalam Modul
1. Lembar Sampul Luar, termasuk warnanya 2. Lembar Sampul Dalam
3. Lembar Tahun Terbit dan Penerbit dan Hak Cipta (bila perlu) 4. Lembar Kata Pengantar dari Kepala I nstansi
5. Lembar Daftar I si
6. Lembar Bab I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Deskripsi Singkat C. Manfaat Modul D. Tujuan Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar 2. I ndikator Keberhasilan
E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok F. Petunjuk Belajar
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
7. Lembar Bab I I dan seterusnya sampai dengan Bab terakhir sebelum Bab Penutup (merupakan materi subatansial) :
A. Sub-pokok bahasan (bisa lebih dari satu)
B. Rangkuman (letak poin menyesuaikan jumlah sub materi pokok) C. Latihan/ Evaluasi
D. Kunci Jawaban Pertanyaan/ Penugasan 8. Lembar Bab Penutup
A. Rangkuman B. Evaluasi
9. Lembar Daftar Pustaka 10. Lembar Lampiran (Bila ada)
11. Lembar Biodata Penulis (beserta photo ukuran 3 x 4 cm berwarna) B. Format Pengetikan/ Penulisan Modul
1. Jenis huruf : Arial atau Times New Roman 2. Besar/ ukuran huruf atau font: 12 pt 3. Spasi : 1 spasi atau 1½ spasi
4. Paragraf tidak indent tetapi ada jarak 1 spasi antar paragraf. 5. Margin
Batas/ Margin Halaman Judul Halaman I si
1 2 3
Atas ( Top ) 3,0 cm 2,5 cm Bawah ( Botom ) 3,0 cm 2,0 cm Kiri ( Left ) 2,5 cm 2,5 cm Kanan ( Right ) 2,5 cm 2,0 cm
6. Ukuran kertas : 15 x 21,5 cm (½ folio) atau kuarto, tergantung pada jumlah halaman.
jumlah halaman diatas 100 (seratus) halaman ukuran yang dipakai kertas kuarto
jika halaman berkisar 40 s/ d 100 menggunakan kertas ukuran 15 x 21,5 cm (½ folio).7. Nomor halaman
8. Kata Pengantar dan Daftar I si, Daftar Gambar, Daftar Tabel dan Daftar Lampiran (bila ada), menggunakan angka Romawi kecil
9. Halaman dalam Bab menggunakan angka Arab mulai dari nomor 1 dan seterusnya.
10. Letak nomor halaman
pada nomor halaman ganjil, terletak di kanan bawah
pada nomor halaman genap, terletak di kiri bawah C. Sampul depan modul materiPATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
RAPAT KERJA NASIONAL VII
Pada sampul depan tercantum: 1. Kop RAPI Nasional
2. Nama diklat
3. Judul mata pelajaran dan kodenya (bila ada) 4. Nama penyusun
5. I nstansi penyelenggara diklat 6. Tempat dan tahun penerbitan
Bab I V
Jadwal dan Persiapan administrasi A. Jadwal pelatihan
1. disusun oleh bagian penyelenggara pelatihan di setiap lembaga pelatihan dan dikoordinasikan dengan tenaga pelatih.
2. Jadwal dipergunakan sebagai pegangan bagi tenaga pelatih , penyelenggara, dan peserta pelatihan untuk mengetahui tahapan selama latihan berlangsung sesuai dengan program latihan
B. Menyiapkan Administrasi Pelatihan a. Daftar hadir peserta.
b. Daftar hadir tenaga pelatih.
c. Tanda terima perlengkapan peserta. d. Tata tertib pelatihan.
e. Sertifikat pelatihan.
f. Formulir-formulir penilaian dan evaluasi pelaksanaan. Bab V
Sertifikat BO, BI MTEK dan Pelatihan A. Ukuran dan I si Sertifikat
1. Ukuran A4 ( 21 cm x 29,7 cm), 2. Posisi portrait,
3. I si data sertifikat dengan urutan terdiri dari : a. Penyelenggara dan logo penyelenggara, b. Judul sertifikat
c. Nomor,
d. Nama yang mengikuti BO/ BI MTEK/ Pelatihan ..., e. NI A, callsign/ 10 28,
f. Asal jenjang organisasi g. Sebagai Peserta
h. Ditulis “ Pada kegiatan BO/ BI MTEK/ Pelatihan ...tingkat Nasional/ Daerah yang dilaksanakan di . . . .pada tanggal ...s.d ...bulan, tahun”
i. ditulis tempat pengeluaran sertifikat/ pelaksanaan dan tanggal dikeluarkan sertifikat,
PATRA JASA BEACH RESORT, Jl. RAYA KARANG BOLONG, ANYER BANTEN, 11 – 13 NOVEMBER 2016
j. yang mengeluarkan sertifikat (Nama jabatan, nama yang menanda tangani dilengkapi dengan NI A dan Callsign/ 10 28).
B. Keterangan
1. Design sertifikat diserangkan pada Pengnas RAPI untuk membuat master atau contoh.
2. Apabila penyelenggaranya RAPI NAS/ RAPI DA bersama pemerintah, maka A.3.j diatas ditulis juga penyelenggara dari pemerintah.
3. Apabila penyelenggara hanya RAPI NAS/ RAPI DA dan dipandang perlu serta telah ada kesepakatan dengan pejabat pemerintah yang berhubungan dengan, maka sertifikat diketahui dan ditanda tangani juga oleh pejabat dimaksud.
Dibuat di : Banten
Pada Tanggal : 12 November 2016
PI MPI NAN SI DANG KOMI SI C - RAPAT KERJA NASI ONAL VI I TAHUN 2016
RADI O ANTAR PENDUDUK I NDONESI A
Jabatan Nama 10-28 NI A Tandatangan
1 2 3 4 5
Ketua BUDI SETI YONO JZ30HOT 30.08.15.030423
Wakil Ketua SYAHRUM AGUNG
JZ10GA 10.25. .00702