• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

5.2.1.3 Derajat Perubahan yang Ingin Dicapai

Dengan melihat kondisi dilapangan, peneliti menyarankan agar Pemerintah bersama OPD Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan RS.

Djoelham, Puskesmas-Puskesmas lebih gencar melakukan sosialisasi dan pemahaman teknologi ke masing-masing operator maupun kepada masyarakat.

5.2.1.4 Letak Pengambilan Keputusan

Diperlukan kebijakan/peraturan secara jelas apakah dari Walikota atau OPD lainnya, serta standar operasional prosedur e-Dokter untuk lebih jelas dijalankan, sanksi-sanksi bagi dokter-dokter

yang terlambat, serta keputusan khusus apakah Rumah Sakit swasta ikut terlibat dalam implementasian e-Dokter atau tidak

5.2.1.5 Pelaksana Program

Sarannya untuk Pemerintah lebih memperkuat status pelaksana program, agar dibuatkan surat perintah tugas yang resmi, agar para pelaksana merasa dibebankan tanggung jawab dalam pencapaian keberhasilan e-Dokter. Lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar OPD atau dengan Pemerintah.

5.2.1.6 Sumber-Sumber Daya yang Digunakan

Pemerintah perlu meningkatkan atau menambah sumber daya manusia terutama pada bidang IT dan juga sarana prasarana di masing-masing fasilitas kesehatan agar e-Dokter juga lebih mudah dijalankankan.

5.2.2 Konteks Kebijakan (Context Of Policy)

Dalam pengimplementasian e-Dokter di Kota Binjai, konteks kebijakan juga menjadi hal yang penting mempengaruhi keberhasilan sebuah implementasi, melihat belum maksimalnya e-Dokter dijalankan, peneliti menyarankan beberapa saran untuk pengimplementasian e-Dokter dengan lebih memperhatikan indikator konteks kebijakan yang dijelaskan sebagai berikut:

5.2.2.1 Kekuasaan, Kepentingan-Kepentingan dan Program atau Strategi dari Aktor yang Terlibat

Pemerintah dan OPD terkait harus membuat strategi yang lebih ntuk sosialisasi ke masyarakat agar mau menggunakan e-Dokter, dan

membuat strategi agar dokter-dokter juga lebih bisa tepat waktu untuk melayanai pasien di rawat jalan, serta Rumah Sakit swasta dan puskesmas yang belum menjalankan e-dokter seperti penerapan reward dan punishment.

5.2.2.2 Karakteristik Lembaga dan Rezim yang Berkuasa

Pemerintah lebih meningkatkan perannya dalam mengawasi dan memonitoring pelaksanaan e-Dokter, terutama pada pengawasan para pelaksana yang menjalankan e-Dokter. kemudian meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, Puskesma-Puskesmas serta membuat kesepakatan atau kerjasama dengan Rumah Sakit swasta dalam mendukung program Binjai Smart City.

5.2.2.3 Tingkat Kepatuhan dan Adanya Respon dari Pelaksana Untuk para pelaksana teknis e-Dokter lebih ditingkatkan lagi respon nya tentang e-Dokter, jangan cenderung menunggu untuk ditunjuk. Untuk dokter lebih tepat waktu atau professional dalam membagi waktu di poli.

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Agustino, Leo. 2006. Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

. 2008. Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Ainur Rohman, Ahmad & dkk. 2008. Reformasi Peelayanan Publik.

Malang: Averroes Press.

Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian.

Azwar, Saiffudin. 2004. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, Azrul. 1996. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan.. Jakarta: Sinar Harapan.

Bungin, Burhan. 2011. Penelitian Kualitatif Edisi Kedua (Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya). Jakarta:

Kencana Prenanda Media Group.

Denhardt, Janet V dan Denhardt, Robert B. 2007. The New Public Service.

America: United States.

Gunawan, Cakti Indra. 2015. Sistem Informasi Manajemen dan E-Government. Purwokerto: CV IRDH.

Hamidi. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Malang: Iniversitas Muhammadyah Malang.

Hardiansyah. 2011. Kualitas Pelayanan Publik: Konsep, Dimensi, Indikator dan Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.

Indiahono, Dwiyanto. 2009. Kebijakan Publik Berbasis Dynamic Policy Analysis. Yogyakarta: Gave Media.

Indrajit, Richardus Eko. 2002. Electronic Govenrnment: Strategi Pembangunan dan Pengembangan Sistem Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Digital. Yogyakarta: Andi Offset

Moleong, Lexi. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdyakarya.

Noor, Juliansyah. 2011. Metode Penelitian. Jakarta: Kencana.

Nugroho, Riant. 2006. Kebijakan Publik untuk Negara-Negara Berkembang (Model-Model Perumusan, Implementasi dan Evaluasi). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

. 2014. Public Policy Edisi 5. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Subarsono. 2009. Analisis Kebijakan Publik (Konsep, Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif dan R&D., Bandung, Alfabeta.

. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suryabrata, Sumadi BA. 1994. Metode Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tangkilisan, Hesel Nogi. 2003. Implementasi Kebijakan Publik (Konsep, Strategi, dan Kasus). Yogyakarta: Lukman Offset YPAPI.

Winarno, Budi. 2002. Teori dan Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta:

Media Pressindo.

Wirawan. 2011. Evaluasi (Teori, Model, Standar, Aplikasi, dan Profesi).

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Yusuf, Muri. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Jurnal:

Irawati. 2014. Implementasi E-Government Di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang. jurnal.umrah.ac.id/wp-content/uploads/gravity_forms/1.../Nas-Pub-Irawati.pdf. diakses pada 31 Oktober 2017, pukul 12.25 wib.

Skripsi:

Annisa, Citra. 2011. Implementasi E-Government melalui Bursa Kerja Online Pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Skripsi.

Program Sarjana Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia:

Depok.

Ariyanto, Maulana. 2015. Analisis Pelaksanaan E-Government di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serang (Studi pada Pelayanan e-Registration, E-SPT, dan E-Filling). Skripsi. Program Sarjana Ilmu Administrasi Negara Universitas Sultan Ageng Tirtayasa: Banten.

Rauf, Abdul. 2016. Sistem Perpustakaan Menggunakan Radio Frequency Identification (Rfid) Dengan Pendekatan Smart City (Studi Kasus:

Perpustakaanwilayah Soeman Hs Provinsi Riau). Skripsi. Program Sarjana Teknik Informatika. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim: Riau.

Undang-Undang, Dokumen dan Lembaga:

Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.

Peraturan Walikota Binjai 53 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Binjai Smart City .

Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 Kota Binjai.

Rencana Induk Pengembangan Smart City Kota Binjai Tahun 2016-2021 Berita:

http://www.binjaikota.go.id/artikel-1082-grand-launching-5-aplikasi-dan-peresmian-binjai-command-center.html, diakses pada tanggal 31 Oktober pukul 13.52 wib.

http://www.binjaikota.go.id/artikel-1034-pemko-binjai-soft-launching-binjai-smart-city.html, diakses pada 31 Oktober 2017, pukul 13.02 wib.

https://www.hetanews.com/article/120596/pelayanan-puskesmas-di-binjai-bobrok, diakses pada tanggal 05 Maret 2018 pukul 15.35 wib.

http://health.liputan6.com/read/2924330/aplikasi-e-Dokter-bisa-cek-keberadaan-dokter-di-rs-djoelham, diakses pada tanggal 31 Oktober pukul 14,00 wib

https://www.jelasberita.com/2015/02/03/pelayanan-rs-djoelham-binjai-dinilai-belum-maksimal/, diakses pada tanggal 05 Maret 2018 pukul 15.03 wib

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/04/01/291390/gubsu-apresiasi-launching-binjai-smart-city/, diakses pada tanggal 31 Oktober pukul 13.48 wib.

http://www.rmolsumut.com/read/2017/08/12/49348/Konsep-Binjai-Smart-City-Dinilai-Belum-Beri-Manfaat-Nyata-Untuk-Masyarakat, diakses pada tanggal 31 Oktober pukul 14,00 wib

http://jipp.jatimprov.go.id/?page=database_detail&id=7, diakses pada tanggal 06 Maret 2018 pukul 11.51 wib.

https://en.wikipedia.org/wiki/BookDoc, diakses pada 07 Maret 2018 pukul 20.15 wib.