• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.3 Desain Penelitian .1 Perencanaan

Penelitian dilaksanakan di SD kulon progo yang beralamatkan di Ngesong Giripurwo Girimulyo Kulon Progo. SD terletak di desa Ngesong Giripurwo Girimulyo Kulon Progo. SD memiliki letak yang sedikit kurang strategis karena letaknya berada di tengah-tengah pedesaan. Akses menuju ke SD ini sedikit susah ditemukan karena sekolahan ini berada di tengah-tengah pedesaan dimana jalannya yang sedikit kurang nyaman. Kondisi lingkungan sekolah di SD sangatlah bersih dan nyaman, sehingga para siswa dapat belajar dengan tenang dan lancar. Halaman sekolah cukup luas, terdapat dua pohon beringin yang besar yang berada di halaman dan juga terdapat beberapa pohon simalakama yang berada di halaman sekolah sehingga membuat halaman menjadi sejuk dan teduh. Walaupun terdapat pohon besar tetapi halaman tetap terjaga bersih dari daun-daun yang berjatuhan.

Peneliti melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing terkait lokasi penelitian yang telah dipilih. Setelah lokasi tersebut mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, maka peneliti melakukan observasi pada kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas) serta melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas III (kelas bawah) dan pada guru kelas IV (kelas atas).

Hasil observasi menunjukkan bahwa guru kelas sudah menerapkan Kurikulum 2013. Guru kelas sudah membuat RPP dengan mengacu pada buku guru dan buku siswa, namun masih mengalami kesulitan saat proses pembuatan RPP tersebut. Selain itu, Pendekatan Saintifik

juga sudah diterapkan dalam pembelajaran, namun masih mengalami hambatan-hambatan. Berdasarkan wawancara dan observasi tersebut, peneliti memilih melakukan penelitian di kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas) termasuk ke dalam kelas rendah dan masih membutuhkan banyak bimbingan dari guru, sehingga peneliti lebih tertarik untuk melakukan penelitian tersebut. Hal ini membuat peneliti semakin tertarik untuk melakukan penelitian di kelas III (kelas bawah) dan pada kelas IV (kelas atas) SD tahun ajaran 2018/2019.

3.3.2 Penyusunan Instrumen

Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian. Instrumen untuk setiap jenis penelitian berbeda-beda. dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Namun peneliti tetap membutuhkan alat bantu untuk mendukung berlangsungnya kegiatan pengumpulan data. Alat bantu tersebut berhubungan dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Maka alat bantu tersebut berupa pedoman dari teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, studi dokumentasi dan angket.

a. Pedoman observasi perencanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas III (kelas bawah) dan kelas IV (kelas atas) SD Kulon progo. Pedoman observasi ini digunakan untuk mengamati jalannya kegiatan perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, yaitu proses pembuatan RPP. Pedoman observasi ini berisi langkah-langkah penyusunan RPP yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014.

b. Pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas III (kelas bawah) dan kelas IV (kelas atas) di SD. Pedoman observasi ini digunakan untuk membantu peneliti mengumpulkan data selama

proses pelaksanaan pembelajaran. Pedoman observasi ini berisi langkah-langkah pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik seperti yang disebutkan dalam Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014.

c. Pedoman wawancara guru tentang ragam implementasi Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013 di Kelas III (kelas bawah) dan kelas IV (kelas atas) SD. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengetahui tentang ragam implementasi Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Kisi-kisi ini disusun berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 dan Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014.

d. Pedoman wawancara Kepala Sekolah tentang ragam implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Kelas III (kelas bawah) dan pada kelas IV (kelas atas) di SD. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengetahui tentang ragam implementasi Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013.

e. Dokumen penelitian yang peneliti pilih pada pengkajian ini adalah dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), program yang dilaksanakan, deskripsi pembelajaran, dan dokumen lain yang dapat dijadikan sumber acuan dan kaijan yang ada di SD.

3.3.3 Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi (Sugiyono, 2006:224).

a. Observasi

Dari paparan pengertian observasi peneliti lebih cenderung pada penjelasan Sutopo (2006:75), peneliti dapat menyimpulkan bahwa observasi digunakan untuk menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, perilaku, tempat atau lokasi, dan benda serta rekaman gambar. Jadi menurut peneliti pengertian dari penjelasan Sutopo (2006:75) lebih relevan.

Tujuan dari observasi menggambarkan segala sesuatu yang berhubungan dengan objek penelitian, mengambil kesimpulan yang disusun menjadi sebuah laporan yang relevan dan dapat bermanfaat sebagai sebuah bahan pembelajaran atau studi yang lebih relevan (Sutopo,2006:81). Beberapa hal yang dijadikan alasan mengapa sebuah observasi perlu dilakukan adalah untuk mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan objek secara langsung dan jelas tanpa perlu mengira-ngira. Observasi yang dilakukan pada kalangan anak-anak biasa nya hasilnya lebih tepat daripada observasi pada orang dewasa. Hal itu dikarenakan orang dewasa cenderung tanpa sadar membuat-buat jawaban dan tidak apa adanya.

b. Wawancara

Dari paparan pengertian wawancara dari berbagai para ahli peneliti lebih cenderung pada penjelasan Sutopo (2006:68), peneliti dapat menyimpulkan bahwa menyajikan konstruksi saat sekarang dalam suatu konteks mengenai pribadi, peristiwa, aktivitas, organisasi, perasaan, motivasi, tanggapan atau persepsi, tingkat dan bentuk keterlibatan untuk merekonstruksikan beragam hal. Jadi menurut peneliti pengertian dari Sutopo (2006:68) lebih relevan.

Wawancara bertujuan untuk saling menyelami pandangan/pikiran tentang sesuatu yang menjadi objek penelitian.

Peneliti mengadakan kegiatan untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi permasalahan yang menjadi bahan kajiannya. Di

sini terjadi interaksi antara peneliti dengan orang yang diteliti.

Orang yang diteliti juga berhak tahu si peneliti dengan seluruh jati dirinya, mengetahui untuk apa tujuan penelitian, mengetahui kegunaan penelitian. Setelah orang yang diteliti mempercayai peneliti, kemungkinan data yang diperoleh peneliti akan semakin lengkap.

c. Dokumentasi

Dari paparan pengertian dokumentasi peneliti lebih cenderung pada penjelasan Moleong (2007:217), peneliti dapat menyimpulkan bahwa dokumentasi adalah dokumen yang digunakan untuk bahan penelitian sebagai sumber data karena dokumen merupakan sumber data yang stabil, kaya, dan mendorong sebagai bukti untuk suatu pengujian. Dokumen bersifat alamiah, sesuai dengan konteks, lahir dan berada dalam konteks.

Jadi menurut peneliti pengertian dari Moleong (2007:217) lebih relevan.

Tujuan dari dokumentasi dikumpulkan oleh peneliti dipilih dan dipilah untuk diambil mana yang sesuai dengan fokus yang diteliti.

Dokumen yang diambil dijadikan data pendukung penelitian. Agar hasil kajian dan penelitian yang dilakukan dapat disajikan lebih valid dan lebih lengkap, sehingga paparan yang dihasilkan akan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai kajian yang kredibel dan ilmiah.

Dokumen penelitian yang peneliti pilih pada pengkajian ini adalah dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),program yang dilaksanakan, deskripsi pembelajaran, dan dokumen lain yang dapat dijadikan sumber acuan dan kajian yang ada di SD.

d. Angket atau kuesioner

Dari paparan pengertian angket dari berbagai para ahli peneliti lebih cenderung pada penjelasan Sugiyono (2005:162),peneliti dapat menyimpulkan bahwa teknik pengumpulan data yang

dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan dengan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.Jadi menurut peneliti pengertian dari Sugiyono (2005:162) lebih relevan.

Langkah-langkah dalam penyusunan angket adalah (1) merumuskan tujuan yang akan dicapai dalam kuesioner,(2) mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner, (3) menjabarkan setiap variabel menjadi sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal, (4) menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.

3.3.4 Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain (Sugiyono, 2007:224). Aktivitas dalam analisis data yaitu,data reduction, data display, dan conclusion drowing/verification (Sugiyono, 2007:246).

a. Reduksi data

Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.

Dengan demikian data yang akan direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan (Sugiyono, 2007:247).

b. Penyajian data

Miles and Huberman dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar

kategori flowchart dan sejenisnya. Ia mengatakan “yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif” (Sugiyono, 2007:249).

c. Verifikasi data

Verifikasi data dilakukan apabila kesimpulan awal yang dikemukan masih bersifat sementara, dan akan ada perubahan-perubahan bila tidak dibarengi dengan bukti-bukti pendukung yang kuat untuk mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.

Bila kesimpulan yag dikemukan pada tahap awal, didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukan merupakan kesimpulan yang kredibel atau dapat dipercaya (Sugiyono, 2007:252).

3.3.5 Kesimpulan

Dalam penelitian kualitatif, kesimpulan yang di dapat kemugkinan dapat menjawab fokus penelitian yang sudah dirancang sejak awal penelitian. Ada kalanya kesimpulan yang diperoleh tidak dapat digunakan untuk menjawab permasalahan. Hal ini sesuai dengan jenis penelitian kualitatif itu sendiri bahwa bahwa masalah yang timbul dalam penelitian kualitatif sifatnya masih sementara dan dapat berkembang setelah peneliti terjun kelapangan.

Harapan dalam penelitian kualitatif adalah menemukan teori baru.

Temuan itu dapat berupa gambaran suatu objek yang dianggap belum jelas, setelah ada penelitian gambaran yang belum jelas itu bisa dijelaskan dengan teori-teori yang telah ditemukan. Selanjutnya teori yang didapatkan diharapkan bisa menjadi pijakan pada penelitian-penelitian selanjutnya.

Bagan 3.1 Desain Penelitian