HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Penelitian
4.3.2 Pengimplementasian Pendekatan Saintifik
4.3.2.2 Kegiatan Menanya
Setelah kegiatan mengamati selesai, guru menjelaskan materi mengenai bacaan dan gambar yang tadi diamati, kemudian guru melakukan tanya jawab mengenai bacaan atau gambar. Kegiatan kedua dalam pendekatan saintifik yaitu kegiatan menanya. Kegiatan menanya diawali dengan guru memberikan pertanyaan kepada siswa. Kegiatan menanya biasanya dilakukan oleh guru dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bertanya jawab. Saat kegiatan menanya guru membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian siswa tentang suatu topik pembelajaran agar siswa mau bertanya dengan memancing siswa. Hal tersebut dibuktikan dalam kutipan observasi di bawah ini,
“Guru meminta siswa bercerita mengenai berbagai jenis makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari guna membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran (O1,M2,Z1,B18-20)”
“Siswa A bertanya kepada guru mengenai makanan khas sehari-hari seperti apa ya bu? (O1,M2,F1,B21)”
“Guru menanya kepada siswa “apakah isi teks bandeng presto yang kalian dapatkan?” (O2,M2,Z1,B16-B17)”
“Lalu siswa bernama A,B,D menjawab pertanyaan yang diberikan guru, siswa aktif dan antusias menjawab pertanyaan (O2,M2,F1,B17-B18)”
“Guru meminta siswa untuk membaca nyaring dan mengatakan apakah kosakata tersebut merupakan produk teknologi atau bukan, guru menanya siswa satu-persatu (O3,M2,Z1,B17-B18)”
“Siswa membaca bersama-sama teks bacaan dibuku tematik (O3,M2,F1,B19)”
“Guru meminta siswa menanya mengenai bacaan perayaan HUT RI ke-72 (O4,M2,Z1,B13-B14)”
“Siswa menanya kepada guru “Siapakah gambar yang ada dibuku siswa?”, siswa bernama A dan B menanya kepada guru? (O4,M2,F1,B14-B15)”
“Guru menanya kepada siswa mengenai materi percobaan eksperimen melalui berbagai benda (O5,M2,Z1,B13-B14)”
“Siswa bertanya berbagai benda atau wadah dalam berbagai ukuran (O5,M2,F1,B14-B15)”
“Guru menanya siswa “sebutkan apa saja yang kalian makan setiap hari? (O6,M2,Z1,B14-B15)”
“Siswa menjawab bersama-sama “nasi bu guru, tahu tempe bu guru, telur bu guru” (O6,M2,F1,B15-B16)”
“Guru meminta siswa untuk menuliskan dipapan tulis mengenai kata-kata yang sulit dari teks bacaan Urang Kanekes Si Suku Baduy (O1,M2,Z1,B15-B17)”
“Siswa bernama A menanya kepada guru mengenai kata yang belum dipahami siswa, siswa bernama D dan E berbicara dengan temannya (O1,M2,F1,B17-B18)”
“Guru menanya kepada siswa “apakah anak-anak sudah pernah melakukan gerakan tari?” (O2,M2,Z1,B14-B15)”
“Siswa menjawab pertanyaan guru “sudah bu guru, dilatih orang tua dirumah”, siswa bernama B belum pernah menari (O2,M2,F1,B15-B16)”
“Siswa menjawab pertanyaan guru “sudah bu guru, dilatih orang tua dirumah”, siswa bernama B belum pernah menari (O2,M2,F1,B15-B16)”
“Guru menanya kepada siswa mengenai materi rumah adat didaerah tempat tinggal siswa (O4.M2,Z1,B14-B15)”
“Siswa bertanya kepada guru macam-macam rumah adat (O4,M1,F1,B15)”
“Guru menanya siswa “apakah nama yang dipakai dibagian kepala?, apakah yang dipakai dikaki?” (O4,M2,Z1,B13-B14)”
“Siswa bernama A angkat tangan menjawab “blangkon bu guru”, siswa bernama C dan D menjawab “Slop bu guru”
(O4,M2,Z1,B13-B14)”
“Guru menanya siswa “kesenian apa saja yang ada didaerah kita?” (O5,M2,Z1,B14-B15)”
“Siswa bernama A,B,C dan D menjawab pertanyaan yang diberikan guru, siswa terlihat aktif dan antusias menjawab pertanyaan (O5,M2,F1,B15-B17)”
“Guru menanya siswa “sebutkan alat musik tradisional yang ada di daerah kita?” (O6,M2,Z1,B13-B14)”
“Siswa bernama A dan B menjawab “gamelan, lesung bu guru”, siswa terlihat aktif mengikuti pembelajaran (O6,M2,F1,B14-B15)”
Setelah guru membangkitkan rasa ingin tahu,minat dan perhatian tentang topik pembelajaran. Dari kutipan kegiatan menanya dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa, beberapa kali pertemuan dan beberapa kali kesempatan siswa dikelas III dan kelas IV kadang belum ada yang menggunakan kesempatan tersebut. Siswa terlihat belum
berani untuk bertanya kepada guru. Terutama di kelas III, siswa belum berani untuk bertanya, guru harus memancing siswa.
Namun saat kegiatan guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi atau hal-hal yang belum dimengerti selama proses kegiatan pembelajaran, ada beberapa siswa yang menggunakan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai materi atau hal-hal yang belum mereka pahami. Setelah dijelaskan dengan jelas oleh guru, siswa masih diberi kesempatan untuk bertanya, namun ada beberapa siswa yang bertanya. Hal tersebut ditegaskan dalam kutipan observasi di bawah ini,
“Guru menunjukkan berbagai contoh jenis makanan dan menjelaskan bahwa jenis makanan yang diolah guna mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri (O1,M2,Z2,B22-B24)”
“Lalu siswa A,B dan C menunjukkan contoh jenis makanan seperti ketela (O1,M2,F2,B24-B25)”
“Guru menanya kepada siswa “siapa disini yang sudah pernah makan bandeng presto? (O2,M2,Z2,B18-B19)”
“Lalu semua siswa angkat tangan menjawab pertanyaan “saya bu guru”, siswa bertanya kepada bu guru bandeng presto dilaut ya bu guru? (O2,M2,F2,B19-B21)”
“Guru menanya siswa “apakah telepon genggam merupakan produk teknologi?”, “apakah fungsi dari itu?” (O3,M2,Z2,B19-B20)”
“Lalu siswa menjawab termasuk produk teknologi (O3,M2,F2,B21)”
“Guru menanya siswa untuk aktif belajar mengenai perayaan HUT RI ke-72 itu dilakukan seperti apa? (O4,M2,Z2,B15-B16)”
“Lalu siswa bertanya kepada guru “siapakah Bapak Joko Widodo?” (O4,M2,F2,B17)”
“Guru meminta siswa menuangkan hasil pemikiran kelompok dalam bentuk sebuah cerita (O5,M2,Z2,B15-B16)”
“Lalu setiap siswa bernama A dan B menanya kepada guru mengenai percobaan eksperimen melalui berbagai benda (O5,M2,F2,B16-B17)”
“Guru menanya siswa “siapa yang setiap pagi sarapan dengan tahu tempe? (O6,M2,Z2,B16-B17)”
“Lalu siswa bernama A.B,C dan D angkat tangan menjawab pertanyaan “saya bu guru (O6,M2,F2,B17-B18)”
“Guru menanya kepada siswa “apakah anak-anak pernah melihat pegunungan?” (O1,M2,Z2,B18-B19)”
“Lalu semua siswa antusias menjawab pertanyaan “pernah bu guru di dekat rumah sangat bagus (O1,M2,F2,B19-B20)”
“Guru meminta siswa membuat gerakan tari yang pernah dilakukan, guru meminta siswa untuk bercerita (O2,M2,Z2,B16-B17)”
“Lalu setiap siswa membuat gerakan tari dan menanya pada guru apakah sudah sesuai gerakan tari (O2,M2,F2,B18)”
“Guru meminta siswa saling bertanya jawab mengenai rumah adat didaerah tempat tinggal siswa (O4,M1,Z2,B15-B17)”
“Lalu siswa saling bertanya jawab dengan teman satu kelompok, siswa terlihat aktif mengikuti pembelajaran (O4,M1,F2,B17-B18)”
“Guru menanya siswa “pada saat kapan diwajibkan mengemukakan pakaian adat?” (O4,M2,Z2,B15-B16)”
“Lalu seluruh siswa menjawab “pada saat kamis pahing bu guru”, siswa bernama D tidur dikelas (O4,M2,F2,B16-B17)”
“Guru menanya siswa “siapa disini yang suka melihat kesenian jathilan?” (O5,M2,Z2,B17)”
“Lalu siswa bernama B menjawab “saya bu guru didekat rumah”, siswa bernama D berbicara sendiri (O5,M2,F2,B18-B19)”
“Guru menanya siswa “sebutkan alat musik tradisional yang ada di daerah kita?” (O6,M2,Z1,B13-B14)”
“Lalu siswa bernama A dan B menjawab “gamelan, lesung bu guru”, siswa terlihat aktif mrngikuti pembelajaran (O6,M2,F1,B14-B15)”
Dari hasil kutipan kegiatan observasi diatas terlihat bahwa beberapa siswa kelas III dan kelas IV sudah berani untuk bertanya mengenai hal-hal atau materi yang belum dipahami oleh siswa tersebut. Siswa yang ingin bertanya, sebelumnya siswa tersebut mengacungkan tangannya terlebih dahulu, kemudian menyampaikan pertanyaannya. Pertanyaan yang disampaikan siswa berkaitan dengan materi pembelajaran gambar atau bacaan yang diamati. Setelah guru bertanya kepada siswa, kemudian siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru secara bergantian, terlihat aktif dan bersemangat. Guru juga mendengarkan jawaban dari setiap siswa kemudian membenarkan jika ada yang kurang sesuai. Guru menjelaskan materi atau hal-hal tersebut sampai siswa paham dan sudah tidak ada yang ditanyakan lagi. Setelah selesai menjelaskan dan menjawab, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya lagi.
Dalam kegiatan menanya, guru meminta siswa untuk membaca teks bacaan terlebih dahulu, kemudian siswa membaca secara bergantian dengan temannya. Kegiatan tersebut dilakukan guru untuk membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban secara logis,sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hal tersebut ditegaskan oleh kutipan observasi di bawah ini,
“Guru meminta siswa membaca teks teknologi pangan pada buku siswa secara bersama-sama (O1,M2,Z3,B25-B26)”
“Lalu siswa bernama D bersedia membaca teks teknologi pangan pada buku siswa, siswa bernama A dan B rame dikelas menganggu temannya (O1,M2,F3,B26-B28)”
“Guru meminta siswa untuk membaca teks bacaan tiap kalimat, guru memberi pertanyaan pada setiap siswa kemudian membenarkan jika ada yang salah (O2,M2,Z3,B21-B23)”
“Lalu seluruh siswa menyimak dibuku siswa dan membaca setiap siswa, ada siswa yang angkat tangan bertanya kepada guru mengenai kata yang belum dipahami (O2,M2,F3,B23-B25)”
“Guru menanya “produk teknologi apa yang anak-anak gunakan setiap hari?, guru meminta siswa bernama A membaca dibuku siswa (O3,M2,Z3,B21-B23)”
“Lalu siswa bernama A dan B menjawab pertanyaan guru “hp bu guru”, siswa bernama D menjawab pertanyaan “setrika bu guru” (O3,M2,F3,B23-B24)”
“Guru menyiapkan berbagai kartu bertuliskan makanan daerah berbahan dasar singkong dan menunjukkan pada seluruh siswa (O4,M2,F3,B19-B20)”
“Guru bertanya kepada siswa “ apakah perbedaan pada setiap gelas benda A, benda B dan benda C? (O5,M2,Z3,B17-B18)”
“Lalu siswa bernama B dan C melakukan percobaan mengukur volume air minum dengan menggunakan gelas satuan (O5,M2,Z4,B20-B21)”
“Guru meminta siswa untuk membaca teks bacaan setiap siswa, guru memberi pertanyaan kepada siswa mengenai materi teknologi pangan (O6,M2,Z3,B18-B20)”
“Lalu seluruh siswa menyimak di buku siswa dan membaca setiap siswa, siswa bernama C angkat tangan belum paham mengenai materi (O6,M2,F3,B20-B21)”
“Guru meminta siswa bernama A untuk membaca teks bacaan Urang Kanekes Si Suku Baduy, guru menanya siswa “apakah anaka-anak sudah pernah ke pantai?” (O1,M2,Z3,B20-B22)”
“Lalu siswa bernama A dengan bersemangat membaca teks bacaan Urang Kanekes Si Suku Baduy, siswa bernama B dan C
menjawab pertanyaan guru “pernah bu guru ke pantai glagah”
(O1,M2,F3,B22-B24)”
“Guru bertanya kepada siswa “sebutkan macam-macam tarian yang anak-anak ketahui?” (O2,M2,Z3,B19-B20)”
“Lalu setiap siswa menjawab “tari legong,tari samas, tari merak bu guru”, semua siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan (O2,M2,F3,B20-B21)”
“Guru meminta setiap kelompok membaca teks bacaan mengenai “Rumah Adat Suku Manggarai” (O4,M1,Z3,B18-B19)”
“Lalu semua siswa terlihat aktif mengikuti pembelajaran siswa terlihat kompak membaca teks bacaan mengenai “Rumah Adat Suku Manggarai” (O4,M1,F3,B19-B21)”
“Guru meminta siswa untuk membaca teks bacaan keunikan pakaian adat wanita minangkabau (O4,M2,Z3,B17-B19)”
“Lalu seluruh siswa menyimak dibuku siswa dan membaca setiap siswa, siswa bernama B angkat tangan belum paham mengenai materi (O4,M2,F3,B19-B20)”
“Guru meminta siswa untuk membaca teks bacaan tiap kalimat, guru memberi pertanyaan kepada siswa lalu membenarkan jika ada yang salah (O5,M2,Z3,B18-B19)”
“Seluruh siswa menyimak dibuku siswa dan membaca setiap siswa, ada siswa yang angkat tangan bertanya kepada guru mengenai kata yang belum dipahami (O5,M2,F3,B21-B22)”
“Guru menanya siswa “bagaimana cara memainkan alat musik gitar?” (O6,M2,Z2,B15-B16)”
“Siswa menjawab bersama-sama “dipetik bu guru”, siswa dipojok kanan menulis dibuku catatan (O6,M2,F2,B16-B17)”
Kegiatan menanya berdasarkan kutipan dari kegiatan observasi diatas guru sudah memberikan pertanyaan kepada siswa untuk memberikan stimulus kepada siswa untuk bertanya kepada guru. Saat guru memberikan pertanyaan ada beberapa siswa yang menjawab dengan baik namun ada pula yang belum bisa untuk menjawab pertanyaan dari guru. Setelah guru memberikan pertanyaan mengenai teks bacaan dibuku siswa, ada siswa yang aktif menjawab pertanyaan dari guru dengan angkat tangan, ada pula siswa yang mau menjawab ketika hanya ditunjuk guru. Apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru, maka guru akan meminta siswa lain untuk menjawab pertanyaan dari guru tersebut. Apabila jawaban yang siswa berikan belum tepat maka guru memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk memperbaiki jawaban dari temannya. Setelah
mendengar jawaban dari siswa, guru memberikan pujian kepada siswa yang menjawab benar. Dalam memberikan pertanyaan guru juga mengaitkan pertanyaan tersebut dengan materi dipelajari oleh siswa, hal tersebut dilakukan agar pertanyaan dan materi berkesinambungan.
Suasana kelas terlihat tenang dan kondusif pada saat pembelajaran berlangsung.
Dalam kegiatan menanya guru tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa, guru juga mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir dan menarik kesimpulan. Selama peneliti melaksanakan observasi, guru mendorong partisipasi siswa dalam berdiskusi, mengembangkan kemampuan berpikir. Hal tersebut ditegaskan dengan kutipan hasil observasi di bawah ini,
“Guru mengingatkan kembali mengenai hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca teks dengan suara yang keras (O1,M2,Z4,B28-B29)”
“Seluruh siswa menjawab dengan kompak dan suara yang lantang (O1,M2,F4,B30)”
“Guru meminta siswa untuk mewawancarai teman mengenai makanan yang paling disukai agar dapat merasakan keberagaman individu (O2,M2,Z4,B25-B26)”
“Siswa saling mewawancarai teman-temannya mengenai makanan yang paling disukai, siswa bernama A,B, dan D terlihat aktif bersemangat (O2,M2,F4,B26-B28)”
“Guru bertanya kepada siswa “apakah anak-anak sudah pernah makan singkong? (O4,M2,Z4,B20-B21)”
“Siswa menjawab pertanyaan guru dengan antusias “sudah pernah bu guru rasanya enak” (O4,M2,F4,B21-B22)”
“Guru menanya “apa yang terdapat dalam volume air minum gelas?” (O5,M2,Z4,B20-B21)”
“Siswa bernama A,B dan C menjawab volume yang terdapat dalam air minum (O5,M2,F4,B21-B22)”
“Guru menanya kepada siswa “siapa yang bisa bercerita gerakan tari yang kalian ketahui?” (O2,M2,Z4,B21-B22)”
“Siswa bernama A angkat tangan dan bercerita didepan kelas mengenai gerakan tari legong (O2,M2,F4,B22-B23)”
“Guru menunjukkan gambar pada siswa kemudian guru menanya “gambar rumah adat manakah ini?” (O4,M1,Z4,B11-B12)”
“Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru
“Rumah adat jawa bu guru” (O4,M2,F4,B22-B23)”
“Guru mengingatkan siswa mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membaca dengan suara yang keras (O4,M2,Z4,B20-B22)”
“Seluruh siswa menjawab dengan kompak dan suara yang lantang. Pada tahap mengumpulkan informasi (O4,M3,B22-B23)”
“Guru meminta siswa untuk saling berdiskusi dengan teman sebangku mengenai kesenian daerah O5,M3,Z4,B22-B23)”
“Siswa saling berdiskusi bersama temannya mengenai kesenian daerah yang ada didaerah (O5,M3,F4,B24-B25)”
“Guru meminta membaca teks mengenai berbagai macam alat musik dibuku siswa (O6,M2,Z3,B17-B18)”
“Siswa bernama B bersedia membaca, siswa yang lain menyimak dibuku masing-masing, semua siswa tenang mengikuti pembelajaran (O6,M2,F3,B18-B20)”
“Guru meminta siswa saling berdiskusi di kelompok masing-masing bertukar informasi (O6,M2,Z4,B20-B21)”
“Siswa saling berdiskusi dengan teman satu kelompoknya, siswa bernama E tidur dikelas (O6,M2,F4,B21-B22)”
Setelah siswa selesai membaca bacaan, kemudian guru bertanya mengenai bacaan yang tadi dibaca. Dari beberapa kali pertemuan di kelas III dan kelas IV terlihat bahwa, sudah ada siswa yang berani untuk menjawab pertanyaan dari guru. Dalam beberapa kali kesempatan guru meminta siswa saling berdiskusi dengan satu kelompoknya. Namun guru juga menunjuk salah satu siswa untuk menjawab guna mengetahui pemahaman siswa. Setelah siswa menjawab pertanyaan dari guru, dan jawaban dari siswa tersebut tepat, guru memberikan pujian kepada siswa. Apabila siswa yang ditunjuk oleh guru untuk menjawab tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru, guru melempar pertanyaan tersebut kepada siswa lain.
Di kelas III guru juga bertanya mengenai pengalaman dan pengetahuan siswa dalam kegiatan sehari-hari siswa. Biasanya guru memberikan pertanyaan mengenai pengalaman dan kegiatan sehari-hari sebelum masuk ke kegiatan inti, atau setelah membaca bacaan.
Saat memberikan pertanyaan, guru tidak menunjuk hanya pada salah satu siswa, namun diberikan untuk seluruh siswa di kelas III sehingga semua siswa mendapat jatah masing-masing. Setelah mendengar pertanyaan dari guru, siswa kemudian menjawab secara bersamaan
saling berlomba-lomba menjawab .Jawaban dari siswa berbeda-beda sehingga siswa berteriak-teriak menjawab pertanyaan yang mengakibatkan kelas menjadi tidak kondusif, saat menjawab pertanyaan guru kelas III biasanya meminta berdiskusi satu meja untuk menyelesikan persoalan yang diberikan guru. Di kelas IV guru kadang-kadang dalam memberikan pertanyaan kepada siswa, guru hanya terpaku pada gambar-gambar,sehingga pada saat guru menjelaskan materi pembelajaran guru selalu menyiapkan gambar sesuai dengan materi yang diajarkan sebagai media pembelajaran.
Sebelum menutup proses pembelajaran guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi atau hal-hal yang belum siswa pahami. Namun saat guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada guru belum ada siswa yang menggunakan kesempatan tersebut dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan kutipan observasi di bawah ini,
“Sebelum menutup pembelajaran guru bertanya kepada siswa
“apakah ada yang mau ditanyakan”, siswa menjawab secara bersama-sama “tidak ada bu” (O3,M2,F4,B25-B26)”
“Sebelum menutup pembelajaran guru bertanya kepada siswa
“apakah ada yang mau ditanyakan”, siswa menjawab secara bersama-sama “tidak ada bu” (O4,M2,F4,B21-B22)”
“Sebelum menutup pembelajaran guru bertanya kepada siswa
“apakah ada yang mau ditanyakan”, siswa menjawab secara bersama-sama “tidak ada bu” (O5,M2,F4,B21-B22)”
“Sebelum menutup pembelajaran guru bertanya kepada siswa
“apakah ada yang mau ditanyakan”, siswa menjawab secara bersama-sama “tidak ada bu” (O2,M2,F4,B22-B23)”
“Sebelum menutup pembelajaran guru bertanya kepada siswa
“apakah ada yang mau ditanyakan”, siswa menjawab secara bersama-sama “tidak ada bu” (O5,M3,F4,B24-B25)”
“Sebelum menutup pembelajaran guru bertanya kepada siswa
“apakah ada yang mau ditanyakan”, siswa menjawab secara bersama-sama “tidak ada bu” (O5,M3,F4,B24-B25)”
Di kelas III dan kelas IV sebelum menutup proses pembelajaran, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya lagi, namun tidak ada yang bertanya kepada guru. Siswa terlihat ngobrol dengan temannya dan sudah tidak dapat kondusif serta sudah tidak
focus terhadap proses pembelajaran di kelas. Namun dibeberapa kali pembelajaran, guru selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sebelum menutup kegiatan pembelajaran. Kegiatan pemberian kesempatan bertanya di akhir pembelajaran bertujuan untuk siswa bertanya mengenai materi yang belum diketahui siswa dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran.
Selain melaksanakan kegiatan observasi, peneliti juga mengkonfirmasi kegiatan menanya kepada guru melalui proses wawancara. Guru memiliki pemahaman bahwa kegiatan menanya itu ya tergantung materi juga, mungkin menanya juga bisa secara langsung kepada anak misalnya berkaitan dengan hal-hal materi atau berkaitan dengan kehidupan yang pernah ia lakukan mengenai pembelajaran yang mereka yang ada dan kita punya pengalaman belajar apa mereka memberikan pertanyaan kepada anak bisa jawab, jadi pertanyaannya ada yang berstruktur dan saya kaitkan sendiri atau pertanyaannya langsung spontan yang saya ajukan ke siswa terkait mengarah pada materi.. Selain itu guru juga berpemahaman bahwa kegiatan menanya untuk anak-anak ketika ada beberapa objek yang sekiranya mereka belum mengetahui mereka harus memberikan pertanyaan tentang benda. Jadi anak-anak lebih aktif untuk menanya kepada guru selama proses pembelajaran.. Hal tersebut dibuktikan dengan kutipan wawancara di bawah ini,
“Misalnya berkaitan dengan hal-hal materi atau berkaitan dengan kehidupan yang pernah ia lakukan mengenai pembelajaran yang mereka yang ada dan kita punya pengalaman belajar apa mereka memberikan pertanyaan kepada anak bisa jawab, jadi pertanyaannya ada yang berstruktur dan saya kaitkan sendiri atau pertanyaannya langsung spontan yang saya ajukan ke siswa terkait mengarah pada materi (W2:Z18:B24-B21)”
“Proses menanya untuk anak-anak ketika ada beberapa objek yang sekiranya mereka belum mengetahui mereka harus memberikan pertanyaan tentang benda (W3,Z38,B11-B16)”
Dari kegiatan observasi dan telah dikonfirmasi peneliti kepada guru melalui kegiatan wawancara mengenai kegiatan menanya,
peneliti menemukan bahwa pemahaman guru mengenai kegiatan menanya dan kegiatan pembelajaran di kelas terlihat berbeda. Guru berpendapat bahwa kegiatan menanya difokuskan kepada siswa, namun dalam proses pembelajaran beberapa kali siswa tidak ada yang bertanya terutama di kelas III, sehingga kegiatan menanya lebih didominasi oleh guru. Di kelas III dan kelas IV guru sudah memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, namun tidak selalu ada siswa yang mau untuk bertanya. Namun dalam beberapa kesempatan di kelas III dan kelas IV sudah ada beberapa siswa yang memberikan pertanyaan kepada guru mengenai bacaan atau gambar yang sudah diberikan. Beberapa siswa kelas III dan kelas IV sudah terlihat ada siswa yang mengajukan pertanyaan kepada siswa. Setelah siswa selesai memberikan pertanyaan, kemudian guru menjelaskan jawaban dari pertanyaan siswa tersebut. Kegiatan menanya juga diisi dengan guru memberikan pertanyaan kepada siswa. Dalam memberikan pertanyaan, guru juga mengaitkan dengan materi yang dipelajari. Saat guru memberikan pertanyaan kepada siswa, ada beberapa siswa yang sudah menjawab dengan benar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, namun ada pula siswa yang menjawab pertanyaan dari guru kurang tepat. Di kelas III sebelum guru memberikan pertanyaan, guru sudah menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan yang akan dibacakan oleh guru. Apabila jawaban dari siswa tersebut sudah tepat, guru memberikan pujian kepada siswa.
Kegiatan menanya cenderung didominasi oleh guru memberikan kesempatan dan guru yang bertanya kepada siswa. Pertanyaan yang diberikan guru cenderung mendominasi menanya mengenai media gambar dan bacaan.
Kegiatan menanya yang dilaksanakan oleh guru masih kurang sesuai dengan pendapat dari Daryanto. Daryanto berpendapat pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip-prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati,
merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Di kelas III dan kelas IV guru sudah memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Namun ketika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, beberapa kali siswa belum menggunakan kesempatan tersebut. Siswa terlihat belum berani dalam menyampaikan pertanyaan. Namun dalam beberapa kesempatan di kelas III dan kelas IV sudah ada beberapa siswa yang sudah berani untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang dipelajari. Kegiatan menanya yang terjadi di kelas dengan pemahaman guru dan pendapat dari Daryanto, masih belum sesuai. Hal tersebut dibuktikan dengan
merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Di kelas III dan kelas IV guru sudah memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Namun ketika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, beberapa kali siswa belum menggunakan kesempatan tersebut. Siswa terlihat belum berani dalam menyampaikan pertanyaan. Namun dalam beberapa kesempatan di kelas III dan kelas IV sudah ada beberapa siswa yang sudah berani untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang dipelajari. Kegiatan menanya yang terjadi di kelas dengan pemahaman guru dan pendapat dari Daryanto, masih belum sesuai. Hal tersebut dibuktikan dengan