METODE PENELITIAN
3.2 Setting Penelitian
Pada uji coba terbatas ini membahas empat hal yaitu tempat penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, lokasi penelitian, waktu penelitian.
1. Tempat penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Kulon progo yang beralamatkan di Ngesong Giripurwo Girimulyo Kulon Progo. SD terletak di desa Ngesong Giripurwo Girimulyo Kulon Progo. SD memiliki letak yang sedikit kurang strategis karena letaknya berada di tengah-tengah pedesaan. Akses menuju ke SD ini sedikit susah ditemukan karena sekolahan ini berada di tengah-tengah pedesaan dimana jalannya yang sedikit kurang nyaman. Kondisi lingkungan sekolah di SD sangatlah bersih dan nyaman, sehingga para siswa dapat belajar dengan tenang dan lancar. Halaman sekolah cukup luas, terdapat dua pohon beringin yang besar yang berada di halaman dan juga terdapat beberapa pohon simalakama yang berada di halaman sekolah sehingga membuat halaman menjadi sejuk dan teduh. Walaupun terdapat pohon besar tetapi halaman tetap terjaga bersih dari daun-daun yang berjatuhan.
Halaman sekolah disterilkan dari kendaraan yang parkir sehingga tidak mengganggu siswa ketika belajar dan memberikan keleluasaan siswa ketika bermain saat istirahat dan menjaga keselamatan siswa. Meskipun di depan sekolah banyak kendaraan yang berlalu lalang dan sangat ramai, namun suasana di kompleks sekolah ini sangat nyaman, rindang dan bersih. Banyak pepohonan yang ditanam di pinggir halaman sekolah dan di kelas-kelas di sehinggan didepan kelas menjadi indah dengan tenaman hias dan pohon-pohon yang ditanam dapat menghasilkan oksigen yang cukup banyak.
SD terdiri dari 3 gedung yaitu gedung utama sebagai kelas untuk melakukan proses pembelajaran, gedung perpustakaan, dan gedung kantor guru. Gedung utama menghadap ke selatan untuk kelas 1-4 dan dan gedung kelas 5-6 menghadap ke barat berdampingan dengan ruang guru dan ruang kepala sekolah. Letak gedung perpustakaan berada di sebelah
barat dan beradapan dengan ruang kelas 5 dan 6. Ruang UKS menghadap keselatan berdampingan dengan ruang kelas 4, kantin dan parkiran mnghadap ketimur berdampingan dengan perpustakaan. Mushola berada di samping selatan ruang perpustakan dan Dapur berada di belakang mushola.
Pada gedung utama yaitu sebagai kelas untuk melakukan proses pembelajaran yaitu gedung yang menghadap ke selatan yaitu ruang kelas I, II, III, IV, dan gedung yang menghadap ke barat yaitu ruang kelas V dan V1. ruang kepala sekolah, dan ruang guru ini saling berdampingan. Ruang kepala sekolah dan ruang guru ini terletak diantara kelas I dan V. Kamar mandi siswa berjumlah 2 ruang yang letaknya berderatan, sedangkan kamar mandi guru hanya berjumlah satu ruang. Lekat kamar mandi siswa dan kamar mandi guru ini berdampingan yaitu di belakang kelas V dan VI.
Tempat parkir siswa terletak di belakang kelas V dan VI yang berada di selatan kamar mandi siswa dan guru. Di sebelah barat halaman sekolah terdapat ruang perpustakaan, serta tempat parkir guru dan karyawan dan kantin. UKS di samping kelas IV dan berada di utara parkiran guru dan karyawan.
2. Subjek penelitian
Prestasi belajar merupakan tindak lanjut dari proses belajar mengajar, untuk mendapatkan gambaran secara konkrit mengenai prestasi belajar dapat diperoleh dengan jalan melakukan penilaian. Ada 2 cara penilaian yang digunakan untuk mengukur prestasi balajar, yakni penilaian proses dan penilaian hasil.
Berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari, siswa kelas III (kelas bawah) dan siswa kelas IV (kelas atas) SD selalu ada yang datang terlambat. Alasan keterlambatan tersebut dipengaruhi oleh sarana yang digunakan untuk menempuh jarak ke sekolah, umumnya sarana yang digunakan siswa kelas III (kelas bawah) dan siswa kelas IV (kelas atas) untuk menempuh jarak ke sekolah menggunakan sepeda,jalan kaki dan diantar orangtua. Jika sarana merupakan kendala bagi daya tempuh jarak, berarti jarak tempat tinggal dapat menggangu proses belajar siswa.
Dengan demikian jauh dekatnya jarak dapat berpengaruh terhadap kondisi siswa terutama dalam meraih prestasi belajar.
Kondisi prestasi belajar siswa kelas III (kelas bawah) dan siswa kelas IV (kelas atas) berdasarkan data yang ada sangat bervariasi. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar tersebut. Secara garis besar ada 2 faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Untuk mengetahui lebih lanjut uraian dari masing-masing faktor tersebut akan dijelaskan melalui paparan berikut:
a. Faktor internal
Faktor utama untuk dapat mencapai prestasi belajar adalah faktor internal karena faktor tersebut sangat terkait erat dengan individu pembelajaran. Yang termasuk faktor tersebut diantaranya adalah (1) tingkat kecerdasan, (2) psikologi, (3) minat, (4) bakat. Keempat faktor itulah yang pada akhirnya menentukan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar menyangkut nilai kognitif, afiktif, dan psikomotorik.
b. Faktor eksternal
Selain faktor internal sebagai faktor utama dalam meraih prestasi belajar juga terdapat faktor pendukung prestasi belajar yang disebut faktor eksternal. Meskipun faktor tersebut tidak langsung pada diri pembelajar, namun juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan prestasi belajar siswa. Faktor eksternal meliputi (1) tingkat pendidikan orang tua, (2) strata ekonomi, (3) jarak tempat tinggal, (4) kondisi sekolah, (5) lingkungan masyarakat. Yang jelas, faktor eksternal dapat juga mempengaruhi nilai-nilai yang berkaitan dengan kognitif, afektif, psikomotorik.
Subjek penelitian adalah orang yang akan dimanfaatkan untuk memberikan informasi/data terkait penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas III SD (Kelas bawah) dan guru kelas IV SD (Kelas atas). Hal ini dikarenakan guru kelas dan siswa merupakan pihak yang terlibat/mengalami langsung dan saling mendukung terlaksananya proses pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik
dalam Kurikulum 2013 pada kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas) tahun pelajaran 2018/2019.
3. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah informasi/data yang diperoleh dari subjek penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah kegiatan-kegiatan yang merupakan bentuk dari implementasi Pendekatan Saintifik pada kurikulum 2013 pada kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas) serta berbagai bentuk dukungan yang diberikan untuk memperlancar kegiatan tersebut. Berbagai kegiatan dan dukungan tersebut dialami oleh guru kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas).
Kegiatan-kegiatan yang merupakan bentuk implementasi Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013 pada kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas) adalah sebagai berikut.
a. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013 di SD tahun ajaran 2018/2019.
4. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD yang beralamatkan di Ngesong, Giripurwo Girimulyo Kulon Progo. Peneliti mengambil spesifikasi kelas yang digunakan untuk penelitian ini adalah kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas). Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian tersebut antara lain sebagai berikut.
a. SD merupakan satuan pendidikan tingkat sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester yaitu sejak tahun pelajaran 2013/2014.
b. Kurikulum 2013 menggunakan Pendekatan Saintifik dalam proses kegiatan pembelajaran. Kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas) termasuk ke dalam kelas rendah yang masih memerlukan banyak bantuan dari guru. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian atau mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana implementasi Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013 tahun ajaran 2018/2019.
c. SD, khususnya kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas) belum pernah digunakan sebagai lokasi penelitian tentang Implementasi Pendekatan Saintifik pada Kurikulum 2013 tahun ajaran 2018/2019.
d. Prosedur dalam memasuki lapangan pada penelitian ini diawali dengan memilih lokasi dengan melihat data yang diterbitkan oleh Kemdikbud.
Dari data-data tersebut, peneliti menentukan salah satu SD di Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Kulon Progo yaitu SD. SD dinyatakan oleh Kemdikbud sebagai salah satu SD yang terpilih untuk menerapkan Kurikulum 2013 sejak awal diterapkannya Kurikulum 2013 yaitu sejak tahun pelajaran 2013/2014. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut selain karena sudah menerapkan Kurikulum 2013 sejak tahun pelajaran 2013/2014 adalah karena berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah SD, sekolah tersebut belum pernah dilakukan penelitian tentang “Ragam Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran Kurikulum 2013 di SD Tahun Ajaran 2018/2019”.
Selanjutnya, peneliti melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing terkait lokasi penelitian yang telah dipilih. Setelah lokasi tersebut mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, maka peneliti melakukan observasi pada kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (Kelas atas) serta melakukan wawancara dengan kepala sekolah SD dan guru kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas).
Hasil observasi menunjukkan bahwa guru kelas sudah menerapkan Kurikulum 2013. Guru kelas sudah membuat RPP dengan mengacu pada buku guru dan buku siswa, namun masih mengalami kesulitan saat proses pembuatan RPP tersebut. Selain itu, Pendekatan Saintifik juga sudah diterapkan dalam pembelajaran, namun masih mengalami hambatan-hambatan. Berdasarkan wawancara dan observasi tersebut, peneliti memilih melakukan penelitian di kelas III SD (kelas bawah) dan pada kelas IV SD (kelas atas) termasuk ke dalam kelas rendah dan masih membutuhkan banyak bimbingan dari guru, sehingga peneliti lebih tertarik
untuk melakukan penelitian tersebut. Hal ini membuat peneliti semakin tertarik untuk melakukan penelitian di kelas III (kelas bawah) dan pada kelas IV (kelas atas) SD tahun ajaran 2018/2019.
5. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 Februari 2019 sampai tanggal 26 Februari 2019, setelah peneliti mendapatkan izin untuk mengumpulkan data di lapangan.
3.3 Desain Penelitian