• Tidak ada hasil yang ditemukan

RAGAM PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS III DAN KELAS IV

Mengamati

Mengamati bacaan yang ada di buku siswa dengan mendengarkan guru

Mengamati gambar-gambar dengan melihat

Mengamati gambar yang ada dibuku paket siswa dan materi

Menanya

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai gambar yang sudah diamati

Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai gambar yang sudah diamati

Guru memberikan pertanyaan mengenai pengalaman dan pengetahuan siswa yang dimiliki

Mengumpulkan Informasi

Guru menjelaskan materi yang dipelajari Siswa mengumpulkan informasi dengan melaksanakan percobaan

Mengumpulkan informasi dari buku (gambar atau bacaan) serta lingkungan sekitar

Menalar

Siswa mengerjakan soal atau lembar kerja siswa mengenai materi yang dipelajari.

Siswa mengerjakan soal yang ada dibuku siswa dan LKS Siswa mengerjakan soal atau tugas mengenai gambar atau bacaan yang diamati

Mengkomunikasikan

Menyimpulkan kegiatan pembelajaran Siswa mempresentasikan hasil pekerjaanya dengan membacakan atau menuliskan didepan temannya

Guru memberikan pembenaran terhadap jawaban dari siswa

Tabel 4.3 Kegiatan Mengamati Yang Cenderung digunakan Oleh Guru

Meng amati

Di kelas III dan kelas IV siswa mengamati bacaan yang ada di buku siswa dengan mendengarkan guru bercerita

Di kelas III siswa mengamati gambar-gambar yang diberikan oleh guru dengan melihat gambar.

Di kelas III dan kelas IV siswa mengamati gambar yang ada di buku paket dan sumber lain. Di kelas III siswa juga mengamati gambar yang ada di power point

Di kelas III siswa mengamati gambar dan benda konkret

Menurut Hosnan (2014:39-75) kegiatan mengamati merupakan kegiatan atau langkah pertama dalam pendekatan saintifik. Kegiatan mengamati ini sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu siswa sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Guru membuka secara luas melalui kesempatan siswa untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca pada proses pembelajaran menggunakan 5 panca indra. Pada tahap mengamati melalui kegiatan observasi ditegaskan dengan kutipan:

“Guru meminta siswa untuk mengamati teks tentang

“pengolahan susu sapi” (O5,M1,Z1,B5-B6)”

“Siswa bernama A membaca mengenai pengolahan susu sapi (O5,M1,F1,B6-B7)”

“Guru meminta siswa membuka dibuku siswa halaman 83 (O5,M1,Z2,B7)”

“Siswa membaca dibuku siswa halaman 83 secara bergantian Guru menunjukkan berbagai benda dalam berbagai ukuran (benda A, benda B dan benda C) (O5,M1,F2,B7-B8)”

Keunggulan metode mengamati adalah siswa senang dan tertantang dan mudah pelaksanaannya. Pada tahap ini lebih khas pada melihat pada buku dan benda-benda yang ada di sekitar lingkungan.

Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu siswa, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi siswa menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru.

Guru kelas III dan guru kelas IV sudah menggunakan objek untuk kegiatan mengamati. Di kelas III guru juga terkadang menyediakan gambar-gambar dan objek konkret untuk diamati oleh siswa. Selain menggunakan bantuan gambar-gambar yang sudah dicetak guru dan benda konkret, kegiatan mengamati di kelas III, siswa juga mengamati bacaan yang ada di buku siswa. Sedangkan di kelas IV guru hanya menggunakan gambar yang ada dibacaan di buku siswa untuk diamati oleh siswa. Selama proses observasi yang dilaksanakan oleh peneliti, guru tidak pernah menggunakan bantuan video pada saat proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara dengan guru mengenai kegiatan mengamati, peneliti mendapatkan data bahwa kegiatan mengamati saat di kelas dengan pemahaman guru mengenai kegiatan mengamati sudah sesuai dan sudah dilaksanakan dengan baik.

Tabel 4.4 Kegiatan Menanya Yang Cenderung Digunakan Oleh Guru

Menanya

Di kelas III siswa bernama A bertanya kepada guru mengenai makanan khas sehari-hari

Di kelas III siswa bernama C bertanya kepada guru, bagaimana proses pembuatan tempe

Di kelas III siswa bernama E bertanya kepada guru, mengapa saya harus memakan tempe sebagai lauk pauk

Di kelas IV guru memberikan pertanyaan mengenai pengalaman dan pengetahuan siswa, serta kegiatan sehari-hari siswa yang sudah pernah dilakukan.

Menurut Daryanto, kegiatan kedua dalam pendekatan saintifik adalah kegiatan menanya. Kegiatan guru dalam hal ini adalah mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa, mengarahkan perhatian siswa pada aspek yang belum diketahuinya, membimbing siswa agar dapat mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan objek, membuka kesempatan secara luas kepada siswa untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat,disimak,dibaca,ketika proses mengamati dilakukan.

Hal ini ditegaskan dengan kutipan observasi:

“Siswa bernama A bertanya kepada guru mengenai makanan khas sehari-hari seperti apa ya bu? (O1,M2,F1,B21)”

“Siswa bernama C bertanya kepada guru, bagaimana proses pembuatan tempe ya bu? (O5,M3,F3,B27)”

“Siswa bernama E bertanya kepada guru, mengapa saya harus memakan tempe sebagai lauk ya bu? ()7,M5,B30)”

Pada tahap ini yang khas yaitu dengan cara apa agar siswa aktif bertanya pada guru pada saat kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan kreatifitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Setelah peneliti mengkonfirmasi kepada guru mengenai kegiatan menanya, ada perbedaan dari pemahaman guru dengan kegiatan yang terjadi di dalam kelas. Guru berpendapat bahwa kegiatan menanya difokuskan kepada siswa untuk bertanya, namun dalam proses pembelajaran di kelas siswa tidak ada yang bertanya terutama di kelas III.

Apa yang terjadi di kelas III dan kelas IV kegiatan menanya kurang sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Daryanto. Hal tersebut dikarenakan, kegiatan menanya didominasi dengan guru yang selalu bertanya kepada siswa, sedangkan siswa terlihat jarang sekali bertanya kepada guru selama proses pembelajaran.

Tabel 4.5 Kegiatan Mengumpulkan Informasi Yang Cenderung Digunakan Oleh Guru

Mengumpulkan Informasi

Di kelas III dan kelas IV kegiatan mengumpulkan infomasi diberikan dengan guru menjelaskan materi yang dipelajari terlebih dahulu serta memberikan petunjuk kepada siswa untuk mendapatkan informasi dari objek yang akan diamati

Di kelas III dan kelas IV siswa mengumpulkan informasi dengan melaksanakan percobaan

Di kelas III dan kelas IV siswa mengumpulkan informasi dari buku (gambar atau bacaan) serta mengamati lingkungan sekitar sekolah.

Menurut Daryanto kegiatan ketiga dalam pendekatan yaitu kegiatan mengumpulkan informasi. Kegiatan mengumpulkan informasi merupakan langkah tindak lanjut dari aktivitas menanya. Kegiatan mengumpulkan informasi ini merupakan kegiatan dimana peserta didik menggali sumber-sumber informasi dari berbagai sumber yang sudah

tersedia dengan berbagai cara. Untuk mengumpulkan informasi-informasi tersebut biasanya dilakukan melalui kegiatan eksperimen, membaca buku, mengamati objek dan berbagai sumber lainnya. Kompetensi yang diharapkan dari kegiatan mengumpulkan informasi yakni dimana peserta didik dapat mengembangkan sikap jujur, teliti, sopan, menghargai pendapat orang lain. Hal ini ditegaskan dengan kutipan observasi:

“Ya, lewat membaca sumber belajar itu ada di buku tematik langsung atau membaca dibuku sumber tambahan dibuku LKS, ketika pengumpulan informasi lewat pengamatan langsung bisa juga mengerjakan di LKS yang dibuat oleh guru saya buat terus nanti hasil dari yang mereka lakukan dipercobaan itu (W3,Z39,B19-B25)”

“Ya, kita banyak melakukan kegiatan, seperti anak-anak diberi waktu untuk mengunjungi ruang perpustakaan mencari buku, mencari ilmu, mencari pengetahuan yang lain yang tidak ada dibuku paket dan LKS (W3,Z39,B19-B25)”

Dalam kegiatan mengumpulkan informasi di kelas III dan kelas IV, guru cenderung untuk menjelaskan materi kepada siswa. Sehingga siswa tidak mencari atau mengumpulkan informasi dari objek atau lingkungan yang ada disekitar sekolah. Selain itu dari hasil observasi yang sudah peneliti lakukan, di kelas III dan kelas IV guru sudah memberikan instruksi kepada siswa untuk mencari informasi mengenai objek yang diamati. Di kelas III dan kelas IV kegiatan mengumpulkan informasi juga diisi dengan kegiatan melakukan percobaan mengenai materi pembelajaran di kelas. Saat proses kegiatan percobaan, guru juga membantu siswa untuk melaksanakan kegiatan percobaan di kelas, guru selalu memantau siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Di kelas III dan kelas IV kegiatan mengumpulkan informasi juga diisi dengan siswa mengumpulkan informasi yang berasal dari buku berupa gambar-gambar atau bacaan, maupun lingkungan sekitar sekolah. Siswa juga diberikan untuk menuliskan atau menyebutkan informasi yang baru didapatkan siswa. Kegiatan mengumpulkan informasi di kelas III dan kelas IV siswa diberikan kesempatan untuk bekerja dalam kelompok.

Tabel 4.6 Kegiatan Menalar Yang Cenderung Digunakan Oleh Guru

Menalar

Di kelas III dan kelas IV siswa mengerjakan soal atau lembar kerja siswa berupa soal uraian singkat mengenai materi yang dipelajari Di kelas III dan kelas IV siswa mengerjakan soal yang ada di buku siswa

Di kelas IV siswa mengerjakan soal atau tugas mengenai gambar-gambar atau bacaan yang baru saja diamati

Menurut Daryanto kegiatan keempat pada pendekatan saintifik yaitu menalar. Menalar adalah kegiatan memproses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan. Dalam hal ini guru juga turut berperan aktif dalam membimbing serta mengarahkan tahapan menalar agar dapat berjalan dengan baik. Guru mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dan merangsang lebih dalam melalui contoh-contoh di LKS beserta pertanyaan. Hal ini ditegaskan dengan kutipan observasi:

“Guru meminta siswa mengerjakan dibuku LKS halaman 31 mengenai soal uraian singkat (O3,M4,Z2,B38)”

“Siswa membuka buku dan mengerjakan di buku LKS masing-masing (O3,M4,F2,B38-B39)”

“Guru meminta siswa mengerjakan dibuku tematik soal uraian halaman 31 mengenai soal uraian singkat (O3,M4,Z2,B38)”

“Siswa membuka buku dan mengerjakan di buku tulis masing-masing (O3,M4,F2,B38-B39)”

“Guru meminta siswa mengerjakan dibuku LKS halaman 31 mengenai soal pilihan ganda (O3,M4,Z2,B38)”

“Siswa membuka buku dan mengerjakan di buku LKS masing-masing (O3,M4,F2,B38-B39)”

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, di kelas III dan kelas IV guru sudah memberikan soal atau lembar kerja kepada siswa untuk dikerjakan. Soal yang diberikan guru kepada siswa berasal dari buku siswa dan LKS. Selain itu di kelas III dan kelas IV guru juga memberikan pertanyaan secara langsung yang berguna untuk membantu kemampuan peserta didik untuk berpikir secara kritis, meskipun dalam proses pembelajaran hal tersebut jarang dilakukan. Dalam kegiatan menalar guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja di dalam kelompok. Di kelas IV guru juga membantu siswa untuk menerapkan daya berpikir siswa dengan memberikan lembar kerja siswa berupa soal uraian

yang berkaitan dengan objek yang diamati siswa guna menambah wawasan dan pengetahuan siswa. Dalam kegiatan ini siswa diharapkan mampu untuk menganalisis hasil pekerjaan mereka dan membandingkan hasil pekerjaan dengan pekerjaan milik temannya.

Tabel 4.7 Kegiatan Mengkomunikasikan Yang Cenderung Digunakan Oleh Guru

Mengkomunikasi kan

Di kelas III dan kelas IV guru membantu siswa untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran

Di kelas III dan kelas IV siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya dengan membacakan atau menuliskan di depan teman-temannya Di kelas III dan kelas IV guru sudah memberikan pembenaran terhadap jawaban dari siswa yang masih kurang tepat.

Menurut Daryanto mengenai kegiatan mengkomunikasikan adalah kegiatan terakhir dari pendekatan sainntifik. Daryanto berpendapat bahwa kegiatan mengkomunikasikan adalah kemampuan menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan baik secara lisan maupun tulisan. Dalam hal ini siswa harus mampu menulis dan berbicara secara komunikatif dan efektif. Guru diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengkomunikasikan hasil atau kegiatan yang sudah mereka pelajari. Selain itu kegiatan mengkomunikasikan ini peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaannya bersama kelompok maupun individu yang sudah disusun secara baik. Hal ini ditegaskan dengan kutipan observasi:

“Iya selama ini kan untuk mengkomunikasikan hasil dari anak bekerja itu kan memang membuat kelompok-kelompok, dari kelompok-kelompok itu terus ada hasil seperti yang sudah dikerjakan terus nanti masing-masing kelompok itu dipresentasikan hasil kerjanya itu kedepan kelas secara bergantian (W2:Z21:B57-B62)”

“Proses mengkomunikasikan dari guru ke siswa saya mengkomunikasikan dengan bahasa yang mungkin kira-kira anak-anak mengetahui yang mudah dipahami siswa (W3, Z43,B66-B71)”

“Proses mengkomunikasikan dari siswa ke siswa saya buat berkelompok berkaitan dengan bertanya,berdiskusi, menjawab pertanyaan saya kira sudah baik (W3,Z44,B71-B75)”

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, di kelas III dan kelas IV siswa sudah diminta untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka di depan teman-temannya. Kegiatan mempresentasikan dilaksanakan dengan membacakan atau

menuliskan kembali hasil pekerjaan mereka di depan teman-temannya.

Sebelumnya guru menunjuk atau meminta siswa sebagai perwakilan kelompok untuk maju ke depan. Di kelas III guru jarang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan diri, mempresentasikan hasil pekerjaan mereka di depan teman-temannya. Di kelas IV guru selalu menunjuk siswa yang sama untuk maju ke depan. Di kelas III guru beberapa kali sudah memberikan kesempatan kepada siswa untuk membacakan hasil pekerjaannya di depan teman-temannya. Setelah seluruh siswa ataupun perwakilan setiap kelompok selesai mempresentasikan hasil pekerjaan mereka, guru memberikan nilai terhadap jawaban siswa, selain itu guru juga memberikan pujian terhadap jawaban dari siswa. Setelah selesai mempresentasikan dan memberikan nilai, guru juga memberikan pembenaran dari jawaban siswa tersebut. Setelah semua perwakilan kelompok selesai mempresentasikan dan guru juga sudah memberikan pembenaran terhadap jawaban siswa, guru kemudian membantu siswa untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari itu.

Berdasarkan hasil dari kegiatan observasi di kelas III dan kelas IV, peneliti mendapatkan data bahwa kegiatan pendekatan saintifik di SD tersebut masih ada yang kurang sesuai. Guru sudah mengimplementasikan pendekatan saintifik saat proses pembelajaran di kelas. Seluruh kegiatan pendekatan saintifik sudah dilaksanakan dengan baik. Namun ada beberapa kegiatan dalam pendekatan saintifik yang belum sesuai untuk dilaksanakan. Kegiatan mengamati di dalam kelas sudah dilaksanakan guru dengan baik. Guru sudah memberikan gambar atau bacaan yang ada di buku siswa untuk diamati dan dibaca. Selain itu di kelas III guru sudah menggunakan bantuan proyektor untuk menampilkan materi dan power point. Dalam kegiatan menanya pertanyaan dari guru cenderung masih mendominasi di kegiatan menanya. Siswa terlihat masih kurang untuk memberikan pertanyaan kepada guru. Selain itu dalam kegiatan mengumpulkan informasi juga masih belum sesuai untuk dilaksanakan. Kegiatan mengumpulkan informasi menurut Daryanto dijelaskan bahwa kegiatan mengumpulkan informasi dilakukan dengan siswa mencari atau mengumpulkan informasi sendiri dengan menggunakan bantuan buku, lingkungan sekitar atau dengan kegiatan eksperimen.

Namun dalam kegiatan mengumpulkan informasi, guru cenderung mengisi

kegiatan ini dengan menjelaskan materi atau benda yang diamati serta menggunakan gambar-gambar. Kegiatan menalar dan kegiatan mengkomunikasikan sudah dilaksanakan guru dengan baik. Namun dalam kegiatan mengkomunikasikan, guru tidak memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengajukan diri untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. Guru selalu menunjuk dan meminta siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. Dari kegiatan pendekatan saintifik di kelas, siswa diharapkan mampu untuk memiliki sikap ilmiah. Sikap ilmiah yang diharapkan muncul dalam diri siswa yaitu sikap ingin tahu terhadap hal-hal baru atau terhadap objek pembelajaran, selain itu siswa juga diharapkan mampu untuk memiliki sikap kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan atau untuk mengumpulkan informasi bersama dengan teman kelompoknya. Selain itu guru juga mengharapkan siswa mampu memiliki rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan mereka. Namun masih ada beberapa siswa di kelas III dan kelas IV yang belum memiliki sikap percaya diri dan berani dalam menyampaikan atau mempresentasikan hasil pekerjaan mereka di teman-temannya.

Pemahaman guru mengenai pendekatan saintifik sudah sesuai dengan pendapat dari beberapa ahli. Namun saat proses pembelajaran di kelas, guru belum maksimal dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik. Pemahaman guru dengan apa yang terjadi di kelas dalam beberapa hal masih kurang sesuai.

Kegiatan dari guru masih cenderung mendominasi proses pembelajaran. Dalam kegiatan menanya, guru masih mendominasi memberikan pertanyaan. Saat diberikan kesempatan untuk bertanya, siswa terlihat belum menggunakan kesempatan tersebut dengan baik. Dalam mengimplementasikan kegiatan mengumpulkan informasi, guru masih kurang sesuai. Siswa terkadang tidak mencari atau mengumpulkan sendiri informasi yang diperlukan mengenai materi atau objek dari buku maupun lingkungan sekitar. Kegiatan mengumpulkan informasi cenderung diisi dengan guru menjelaskan materi, dari pada siswa mencari sendiri informasi mengenai materi. Selain itu, dalam mengimplementasikan kegiatan mengamati, menalar, dan mengkomunikasikan sudah sesuai dengan pemahaman dari guru. Siswa sudah mengamati gambar dan

bacaan dari buku serta materi yang disediakan oleh guru. Guru sudah memberikan lembar kerja atau tugas dan soal yang sesuai dengan materi pembelajaran yang tadi dipelajari. Setelah siswa selesai berdiskusi dan mengerjakan lembar kerja tersebut, kemudian siswa mempresentasikan di depan teman-temannya.

Kegiatan proses pembelajaran pada kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan saintifik, memiliki tujuan agar siswa menjadi generasi yang lebih baik lagi. Siswa diharapkan memiliki kualitas yang baik dalam segi pengetahuan, sikap dan keterampilan. Pendekatan saintifik dimaksudkan agar siswa nengenal dan memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah. Selain itu pendekatan saintifik diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa.

134 BAB V PENUTUP

Dalam bab ini peneliti akan menguraikan mengenai dua hal yaitu (1) Kesimpulan dari hasil-hasil penelitian yang telah dilaksanakan, (2) Keterbatasan penelitian, dan (3) Saran-saran. Ketiga hal tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian berupa ragam implementasi pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 di salah satu SD di Kecamatan Ngesong Kabupaten Kulon Progo, dan didukung dari data hasil observasi, wawancara, dan angket, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kegiatan proses pembelajaran disalah satu SD di Kecamatan Ngesong Kabupaten Kulon Progo sudah dilaksanakan dengan baik, meskipun masih ada beberapa kegiatan dalam pendekatan saintifik yang belum sesuai. Pemahaman guru mengenai pendekatan saintifik juga sudah sesuai dengan pengertian dari beberapa ahli. Saat proses pembelajaran di kelas, sudah ada beberapa aspek atau tahapan yang sudah sesuai dengan pemahaman guru atau pemahaman dari ahli. Namun masih ada juga beberapa aspek atau tahapan yang belum sesuai dengan pemahaman guru atau pemahaman dari ahli. Proses pembelajaran di dalam kelas,guru sudah mengimplementasikan pendekatan saintifik dengan beragam.

Kegiatan mengamati yang dilaksanakan dikelas III dan kelas IV, sudah terlihat sesuai dengan pemahaman guru serta menurut ahli. Dalam kegiatan mengamati, siswa sudah diberikan gambar-gambar atau bacaan yang ada dibuku siswa ataupun gambar yang sudah disediakan oleh guru sebelumnya untuk diamati oleh siswa melalui mendengarkan dan melihat guru. Dikelas III guru juga sudah menggunakan bantuan proyektor untuk menampilkan media dalam bentuk gambar-gambar atau materi power point, untuk diamati oleh siswa.

Kegiatan menanya yang dilaksanakan di kelas III dan kelas IV masih ada yang belum sesuai, namun masih ada beberapa kegiatan yang sudah sesuai

dengan materi pembelajaran. Kegiatan menanya cenderung didominasi oleh guru yang memberikan pertanyaan.

Kegiatan mengkomunikasikan yang dilaksanakan dikelas III dan kelas IV sudah terlihat sesuai dengan pemahaman guru serta menurut ahli. Pada tahap mengkomunikasikan, peneliti melihat siswa terlihat sangat aktif dalam mengerjakan tugas secara berkelompok bersama dengan teman-teman kelompoknya. Pada saat guru meminta siswa perwakilan kelompok untuk maju kedepan mengambil gambar-gambar dipapan tulis, setiap perwakilan kelompok aktif sehingga pada tahap mengkomunikasikan ini terlihat sangat bagus selama melakukan observasi di sekolah dasar.

5.2 Keterbatasan Peneltian

5.2.1 Adanya keterbatasan peneliti dalam pemahaman mengenai Kurikulum 2013 sehingga belum bisa mengungkap secara maksimal masalah yang ada.

5.2.2 Adanya keterbatasan tenaga dan waktu penelitian mengakibatkan peneliti tidak dapat mengambil data secara maksimal baik dalam pengambilan data observasi maupun wawancara

5.3 Saran-saran

Salah satu manfaat dari penelitian adalah untuk memberikan saran perbaikan bagi guru atau sekolah yang mengimplementasikan pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat diberikan peneliti untuk sekolah dan guru selanjutnya adalah:

5.3.1 Guru harus benar-benar mampu memahami langkah-langkah penerapan pendekatan saintifik yang lebih baik lagi, sehingga dapat tercipta situasi belajar yang dapat membuat siswa lebih aktif dan berkonsentrasi.

5.3.2 Peneliti selanjutnya diharapkan untuk lebih mampu memahami kuriklum 2013 sehingga mampu mengungkap masalah yang ada secara maksimal.