• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 4. 5 Peserta didik menyelesaikan soal post test

Test tertulis Post test dilaksanakan pada tanggal 16 September 2019 di ruang rapat SMP Pangudi Luhur Sedayu. Soal post test terdiri dari 3 soal operasi perkalian pecahan dan 2 soal operasi pembagian bilangan pecahan. Soal post test tersebut adalah sebagai berikut:

Post test

Mata Pelajaran : Matematika Kelas : Kelas VII

Waktu : 30 menit

Petunjuk:

1. Berdoalah sebelum mengerjakan soal. 2. Kerjakan soal secara mandiri dan jujur.

3. Selama mengerjakan soal tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, membuka buku, menggunakan handphone, dan berdiskusi dengan teman.

Soal:

1. Ibu menyuruh Niki membuat kue bolu. Untuk membuat satu kue bolu, diperlukan 2

5 kg tepung terigu. Ibu ingin niki membuat 3 kue bolu untuk dibagikan ke tetangganya. Berapa tepung yang dibutuhkan Niki untuk membuat 3 kue bolu tersebut?

2. Joko membeli pizza berukuran besar dan dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Ia akan membagikan pizza yang telah dipotong kepada 5 temannya, masing-masing mendapat satu potong pizza. Berapa total bagian pizza yang dibagikan kepada 5 temannya?

3. Diki memiliki 5 meter kain yang akan dipakai untuk membuat seragam sekolah. Satu seragam sekolah memerperlukan 3

4 meter kain. Berapa seragam yang dapat dibuat oleh Diki?

4. Cika memiliki pita dengan panjang 21

2 meter. Ia ingin membagi pita tersebut kepada Ani, Sunu, dan Dini sama panjang. Berapa panjang pita yang diterima Ani?

5. Sisi memiliki 23

4 batang coklat yang ingin ia bagi-bagikan. Setiap orang mendapat 1

4 batang coklat. Berapa orang yang akan mendapatkan coklat?

Gambar 4. 6 Grafik Banyaknya Mengalami Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Post Test

2 5 2 0 1 2 3 4 5 6 Kesalahan Transformasi Kesalahan Keterampilan Proses Kesalahan Penulisan Jawaban

Tujuan dilakukannya post test, peneliti dapat melihat kesalahan yang masih dilakukan peserta didik dalam mengerjakan soal cerita terkait operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan setelah dilakukan remediasi dan di deskripsikan sebagai berikut:

Tabel 4.2 Analisis Kesalahan Peserta Didik Soal Post Test

No Keterangan Deskripsi

1 PS1

Dari jawaban peserta didik diatas peserta didik sudah dapat membaca dan memahami soal dengan baik sehingga proses penyelesaian yang ditunjukkan serta hasil akhir yang diperoleh peserta didik benar.

PS2

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik melakukan kesalahan dalam mentransformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika, peserta didik menganggap bahwa soal tersebut diselesaikan

menggunakan operasi pembagian bilangan pecahan 4 5÷

4 padahal seharusnya soal tersebut diselesaikan

menggunakan operasi perkalian bilangan pecahan 4 5× 4 sehingga proses penyelesaian yang ditunjukkan peserta

didik juga salah karena seharusnya 4

5× 4 =4 5×4 1 = 4×4 5×1=16 5 . PS3

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik belum dapat mentransformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika sehingga proses penyelesaian yang ditunjukkan tidak jelas dan salah. Peserta didik juga melakukan kesalahan dalam membaca angka dari soal

karena peserta didik menunjukkan 5 ÷4

5. Peserta didik juga belum bisa mentransformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika. Peneliti menduga peserta didik tidak dapat membedakan soal yang diselesaikan menggunakan soal operasi perkalian bilangan pecahan dengan soal yang diselesaikan menggunakan operasi pembagian bilangan pecahan.

2 PS1

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik sudah dapat memahami soal dengan baik sehingga peserta didik dapat mentransformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika dan proses penyelesaian yang ditunjukkan pada lembar jawaban sudah benar sehingga peserta didik memperoleh jawaban akhir yang tepat. PS2

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian yang ditunjukkan pada lembar jawaban padahal peserta didik sudah dapat mentransformasikan soal cerita tersebut kedalam bentuk matematika. Seharusnya peserta didik melakukan operasi perkalian bilangan peserta didik

seperti 1 6× 3 = 1 6×3 1= 3 6 dan 3 6 dapat disederhanakan

menjadi 1

2. Peneliti menduga peserta didik masih belum paham cara menyelesaikan soal operasi perkalian bilangan pecahan.

PS3

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik sudah dapat membaca dan memahami soal dengan baik sehingga peserta didik dapat mentransformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika dengan benar. Proses penyelesaian yang ditunjukkan oleh peserta didik benar dan hasil akhir yang diperoleh peserta didik benar. 3 PS1

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian yang ditunjukkan padahal peserta didik sudah dapat mentransformasikan soal cerita kedalam bentu

matematika. Proses penyelesaian yang harusnya dilakukan adalah 3 4×2 4 =3×2 4×4 bukan 3 4×2 4 =3×2 4

sehingga menyebabkan hasil akhir yang diperoleh peserta didik salah. Peneliti menduga peserta didik belum dapat memahami proses penyelesaian soal perkalian bilangan pecahan.

PS2

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian yang ditunjukkan sehingga hasil yang diperoleh peserta didik salah, seharusnya proses penyelesaian yang harusnya

dilakukan adalah 3 4×2 4= 3×2 4×4 bukan 3 4×2 4=6 4, dengan demikian hasil akhir yang diperoleh peserta didik salah. Peneliti menduga peserta didik belum dapat memahami cara penyelesaian soal operasi perkalian bilangan pecahan.

PS3

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian yang ditunjukkan sehingga hasil yang diperoleh peserta didik salah, seharusnya proses penyelesaian yang harusnya

dilakukan adalah 3 4×2 4= 3×2 4×4 bukan 3 4×2 4=6 4, dengan demikian hasil akhir yang diperoleh peserta didik salah. Peneliti menduga peserta didik belum memahami cara penyelesaian soal operasi perkalian bilangan pecahan. 4 PS1

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik melakukan kesalahan dalam melakukan operasi perkalian bilangan pecahan yang mengakibatkan hasil akhir peserta didik salah, jika peserta didik dapat

mengoperasikan perkalian bilangan pecahan dengan

benar maka hasil akhir yang diperoleh adalah 5

6. Peneliti menduga hal ini terjadi karena peserta didik tidak teliti dalam menghitung operasi perkalian bilangan pecahan. PS2

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian karena peserta didik melakukan kesalahan dalam mengubah pecahan campuran ke dalam bentuk pecahan biasa sehingga peserta didik tidak dapat menyelesaikan soal operasi pembagian bilangan pecahan dengan benar membuat hasil yang diperoleh peserta didik salah.

Mengubah pecahan campuran 21

2 seharusnya menjadi pecahan biasa 5

2. Peneliti menduga peserta didik belum bisa mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa.

PS3

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik salah dalam mentransformasikan soal cerita ke bentuk matematika. Peserta didik tidak mengetahui bahwa soal tersebut diselesaikan menggunakan pembagian bilangan

pecahan 21

2÷ 3 bukan perkalian bilangan pecahan 21 2× 3. Peneliti menduga kesalahan tersebut disebabkan oleh peserta didik yang belum mengetahui bentuk soal yang diselesaikan menggunakan perkalian atau pembagian bilangan pecahan.

5 PS1

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Peneliti menduga karena peserta didik sudah memahami soal dan menunjukan proses penyelesaian soal

pembagian bilangan pecahan dengan benar sehingga jawaban yang diperoleh peserta didik benar.

PS2

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian yang ditunjukkan karena peserta didik salah dalam mengoperasikan soal pembagian bilangan pecahan yang

seharusnya11 2÷1 6 =3 2÷1 6 =3 2×6 1 =18 2 = 9.

Kesalahan dalam melakukan operasi pembagian bilangan pecahan dapat mengakibatkan hasil yang diperoleh peserta didik salah. Peneliti menduka peserta didik tidak mengetahui cara menyelesaikan soal pembagian bilangan pecahan.

PS3

Dari jawaban peserta didik diatas, peserta didik tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita yang diberikan. Peneliti menduga karena peserta didik sudah dapat membaca dan memahami soal dengan baik

sehingga peserta didik dapat menunjukkan proses penyelesaian soal pembagian bilangan pecahan dengan benar dan hasil akhir yang diperoleh peserta didik benar.

Berdasarkan kajian tentang kesalahan-kesalahan peserta didik di atas, dapat diperoleh bahwa kesalahan-kesalahan yang masih dilakukan peserta didik pada test post test dalam penelitian berdasarkan teori Newman adalah sebagai berikut:

1. Kesalahan transformasi

Kesalahan tranformasi meliputi:

a. Kesalahan dalam transformasi soal ke bentuk perkalian bilangan pecahan.

b. Kesalahan dalam transformasi soal ke bentuk pembagian bilangan pecahan.

2. Kesalahan keterampilan proses

Kesalahan keterampilan proses meliputi:

a. Kesalahan dalam proses mengoperasikan perkalian bilangan pecahan

b. Kesalahan dalam proses mengoperasikan pembagian bilangan pecahan

c. Kesalahan dalam mengubah pecahan campuran kedalam pecahan biasa

3. Kesalahan penulisan jawaban

Kesalahan penulisan jawaban meliputi kesalahan perolehan hasil akhir yang ditulis peserta didik.

Dokumen terkait