Peneliti ingin melihat kemampuan awal pesera didik pada saat mengerjakan soal cerita terkait operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan dengan menggunakan soal pre test. Soal pre test berupa soal cerita terdiri dari 3 soal operasi perkalian bilangan pecahan dan 2 soal operasi pembagian bilangan pecahan. Lembar jawaban peserta didik dianalisis berdasarkan analisis kesalahan teori Newman. Setelah melakukan analisis kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal terkait materi operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan, maka peneliti dapat mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan peserta didik sesuai dengan teknik analisis kesalahan teori Newman.
Kesalahan-kesalahan yang dilakukan peserta didik pada test pre test dan hasil wawancara dari enam peserta didik berdasarkan teori Newman:
1. Kesalahan membaca
Kesalahan membaca meliputi kesalahan membaca angka pada soal. Seperti yang ditunjukkan peserta didik dalam menyelesaikan soal pre test
kategori jawaban nomer 2c, pada soal tertulis 3
4 lebar pigura namun peserta didik menulis 3
(Terdapat 1 kali kesalahan yang dilakukan peserta didik dari 34 peserta didik yang mengikuti pre test pada soal nomer 2)
2. Kesalahan Memahami
Kesalahan memahami meliputi kesalahan memahami isi soal. Kesalahan memahami soal dapat diketahui setelah melakukan wawancara pada enam peserta didik. Peserta didik yang melakukan kesalahan dalam memahami soal adalah peserta didik subjek 5, subjek 5 mengatakan jika subjek 5 tidak memahami soal dengan baik sehingga subjek 5 tidak dapat mengerjakan soal dengan benar. (Terdapat 3 kali kesalahan yang dilakukan peserta didik dari 34 peserta didik yang mengikuti pre test pada soal nomer 1)
3. Kesalahan transformasi
Kesalahan tranformasi meliputi :
a. Kesalahan dalam transformasi soal ke bentuk perkalian bilangan pecahan. Seperti yang dilakukan peserta didik dalam mengerjakan soal pre test dengan jawaban kategori 1c. Peserta didik menganggap bahwa soal tersebut soal pembagian bilangan pecahan sehingga peserta didik
menuliskan 1
8÷ 2, padahal soal tersebut merupakan soal perkalian bilangan pecahan yang seharusnya 1
8× 2
b. Kesalahan dalam transformasi soal ke bentuk pembagian bilangan pecahan. Seperti yang dilakukan peserta didik dalam mengerjakan soal pre test dengan jawaban kategori 4b. peserta didik menganggap bahwa soal tersebut merupakan soal perkalian bilangan pecahan sehingga
peserta didik menuliskan 51
2× 3, padahal soal tersebut merupakan soal pembagian bilangan pecahan yang seharusnya 51
2÷ 3
(Terdapat 43 kali kesalahan yang dilakukan peserta didik dari 34 peserta didik yang mengikuti pre test pada soal semua nomer)
4. Kesalahan keterampilan proses
Kesalahan keterampilan proses meliputi:
a. Kesalahan dalam proses mengoperasikan perkalian bilangan pecahan. Seperti yang dilakukan peserta didik dalam mengerjakan soal pre test dengan jawaban kategori 2a. Peserta didik melakukan kesalahan pada saat menghitung operasi perkalian bilangan pecahan seperti yang ditulis
peserta didik 3 4×3
2= 12
8 sehingga jawaban yang diperoleh peserta didik salah. Jika peserta didik melakukan proses operasi perkalian bilangan
pecahan dengan benar maka peserta didik akan menuliskan 3 4×3
2 =9 8
b. Kesalahan dalam proses mengoperasikan pembagian bilangan pecahan. Peserta didik. Seperti yang dilakukan peserta didik dalam mengerjakan soal pre test dengan jawaban kategori 4c. Peserta didik melakukan
kesalahan dalam proses penyelesaian yang ditunjukkan yaitu 11 2 ÷ 3 = 11
2 × 3 seharusnya jika peserta didik ingin menggunakan perkalian silang untuk menyelesaikan soal pembagian bilangan pecahan maka
peserta didik seharusnya menuliskan 11
2 ÷ 3 =11 2 ×1
c. Kesalahan dalam mengubah pecahan campuran kedalam pecahan biasa. Seperti yang dilakukan peserta didik dalam mengerjakan soal pre test
dengan jawaban kategori 3a. Peserta didik menuliskan 21
2× 7 =4 2× 7. Dari proses penyelesaian yang ditunjukkan peserta didik
menyederhanakan pecahan campuran 21
2 kedalam bentuk pecahan biasa 4
2, Seharusnya pecahan campuran 21
2 jika diubah pecahan biasa menjadi 5
2.
(Terdapat 1 kali kesalahan yang dilakukan peserta didik dari 34 peserta didik yang mengikuti pre test pada soal nomer 3, 4, dan 5)
5. Kesalahan penulisan jawaban
Kesalahan penulisan jawaban meliputi kesalahan perolehan hasil akhir yang ditulis peserta didik. Kesalahan penulisan jawaban dapat disebabkan karena peserta didik melakukan kesalahan dalam membaca soal, kesalahan memahami soal, kesalahan transformasi, dan kesalahan keterampilan proses. (Terdapat 4kali kesalahan yang dilakukan peserta didik dari 34 peserta didik yang mengikuti pre test pada soal nomer 2 dan 3)
Peserta didik yang melakukan remediasi dipilih dari tiga nilai terendah karena peserta didik yang mendapatkan nilai 3 terendah dianggap peneliti perlu diberikan remediasi. Remediasi dilakukan sesuai dengan RPP yang sudah disusun sebelumnya dan sudah divalidasi oleh dua dosen. Remediasi dirancang disesuaikan dengan jenis kesalahan yang dilakukan peserta didik yang mengikuti remediasi berdasarkan hasil analisis kesalahan yang dilakukan
peneliti. Peneliti menggunakan pendekatan penyembuhan (Curative) karena peneliti ingin mengurangi kesalahan yang dilakukan peserta didik.
Remediasi dilakukan dengan mengajarkan ulang materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan dengan metode yang berbeda yaitu Discovery Learning Setelah melakukan pre test peneliti melakukan remediasi, peserta didik yang mengikuti remediasi adalah tiga peserta didik yang mendapatkan hasil terendah dari menyelesaikan soal pre test. Selesai melakukan remediasi peneliti melakukan test akhir atau post test. Berikut kesalahan yang masih dilakukan peserta didik pada test post test berdasarkan teori Newman:
1. Kesalahan transformasi
Kesalahan tranformasi meliputi:
a. Kesalahan dalam transformasi soal ke bentuk perkalian bilangan pecahan. Salah satu peserta didik yang melakukan kesalahan adalah PS2 peserta didik melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal nomer 1. Dari lembar jawaban PS2 menyelesaikan soal menggunakan operasi
pembagian bilangan pecahan 4
5÷ 4 padahal seharusnya soal tersebut diselesaikan menggunakan operasi perkalian bilangan pecahan 4
5× 4. b. Kesalahan dalam transformasi soal ke bentuk pembagian bilangan
pecahan. Salah satu peserta didik yang melakukan kesalahan adalah PS3 peserta didik melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal nomer 4. Dari lembar jawaban PS4 menyelesaikan soal menggunakan operasi
pembagian bilangan pecahan 21
2× 3 padahal seharusnya PS4 mrnggunakan operasi perkalian bilangan pecahan 21
2÷ 3.
(Terdapat 2 kali kesalahan yang dilakukan peserta didik dari 3 peserta didik yang mengikuti post test pada soal nomer 1 dan 4)
2. Kesalahan keterampilan proses
Kesalahan keterampilan proses meliputi:
a. Kesalahan dalam proses mengoperasikan perkalian bilangan pecahan. Salah satu peserta didik yang melakukan kesalahan adalah PS2 peserta didik melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal nomer 2. Dari
lembar jawaban PS2 dituliskan 1
6× 3 =6
1× 3. PS2 melakukan kesalahan dalam mengoperasikan perkalian bilangan pecahan, seharusnya PS2 melakukan operasi perkalian bilangan peserta didik
seperti 1
6× 3 =1 6×3
1=3 6 dan 3
6 dapat disederhanakan menjadi 1 2.
b. Kesalahan dalam proses mengoperasikan pembagian bilangan pecahan. Salah satu peserta didik yang melakukan kesalahan adalah PS2 peserta didik melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal nomer 5. Dari
lembar jawaban PS2 menuliskan 11 2÷1 6= 3 2×1 6= 2 3×6 1. PS2 melakukan kesalahan dalam mengoperasikan pembagian bilangan
pecahan yang seharusnya seperti 11 2÷1 6= 3 2÷1 6 =3 2×6 1= 18 2 = 9. c. Kesalahan dalam mengubah pecahan campuran kedalam pecahan biasa (Terdapat 5 kali kesalahan yang dilakukan peserta didik dari 3 peserta didik yang mengikuti post test pada soal nomer 2, 3, 4 dan 5)
3. Kesalahan penulisan jawaban
Kesalahan penulisan jawaban meliputi kesalahan perolehan hasil akhir yang ditulis peserta didik. Kesalahan penulisan jawaban dapat disebabkan karena peserta didik melakukan kesalahan dalam membaca soal, kesalahan memahami soal, kesalahan transformasi, dan kesalahan keterampilan proses. (Terdapat 2 kali kesalahan yang dilakukan peserta didik dari 3 peserta didik yang mengikuti post test pada soal nomer 3 dan 4)
Peneliti dapat melihat hasil remediasi dengan melihat perbandingan hasil penyelesaian pesertan didik saat mengerjakan soal pre test dan post test yang mengikuti remediasi. Hasil perbandingan peserta didik yang mengikuti remediasi, PS1 mengalami kemajuan dalam menyelesaikan soal cerita terkait operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan, berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS1 sudah tidak melakukan kesalahan transformasi. Kesalahan yang masih dilakukan PS1 adalah kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban. Kesalahan yang dilakukan PS2 masih sama yaitu kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban. PS3 sudah tidak melakukan kesalahan memahami soal. Kesalahan yang masih dilakukan PS3 adalah kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban.
Peneliti juga melakukan wawancara untuk mengetahui penyebab peserta didik melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal pre test, peserta didik dipilih enam peserta didik. Berikut penyebab peserta didik melakukan
kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal pre test dari hasil wawancara:
1. Tidak teliti dalam mentransformasikan soal
2. Tidak teliti dalam menghitung hasil operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan
3. Tidak fokus dalam mengerjakan soal
4. Tidak dapat mengatur waktu dalam mengerjakan soal
5. Salah persepsi dalam mentransformasikan soal operasi perkalian bilangan pecahan
6. Kurangnya pahaman dalam menyelesaikan soal operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan
Dari pembahasan yang sudah diterangkan diatas, penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang akan melihat jenis-jenis kesalahan yang dilakukan peserta didik saat mengerjakan soal cerita kerkait materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan. Siapapun yang melihat atau membaca penelitian ini juga dapat belajar menyusun program remediasi supaya peserta didik tidak melakukan kesalahan yang sama saat menyelesaikan soal cerita terkait materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan.
I. Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan dalam penelitian yang telah dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Wawancara dilaksanakan setelah post test hanya untuk mengklarifikasi kesalahan yang dilakukan peserta didik dan mengetahui penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik.
2. Pertanyaan yang diajukan kepada peserta didik pada saat wawancara kurang mendalam dalam menentukan penyebab peserta didik melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan.
3. Peserta didik yang melakukan remediasi hanya tiga terendah dari hasil pre test.
144 BAB V PENUTUP