Remediasi yang telah dilaksanakan bertujuan supaya peserta didik tidak melakukan kesalahan yang sama pada saat mengerjaan soal cerita pada materi operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan. Berikut perbandingan hasil pre test dan post test peserta didik yang mengikuti remediasi berdasarkan analisis kesalahan teori Newman:
1. PS1
a. Hasil pre test
Gambar 4. 35 Jawaban PS1 soal pre test
Pada lembar jawaban pre test PS1 di atas, PS1 tidak menyelesaikan soal pada nomer 4 dan 5. Berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS1 melakukan kesalahan sebagai berikut:
1) Kesalahan transformasi pada soal nomer 1, PS1 belum mampu mentransformasikan soal nomer 1 ke dalam bentuk perkalian bilangan pecahan.
2) Kesalahan keterampilan proses pada nomer 1 dan 3. PS1 melakukan kesalahan dalam keterampilan proses pada nomer 1 karena belum mampu mentransformasikan soal dalam bentuk perkalian bilangan pecahan. Pada nomer 4, PS1 melakukan kesalahan keterampilan proses dengan tidak menunjukkan proses penyelesaian yang benar.
3) Kesalahan penulisan jawaban pada semua nomer. Pada nomer 1 PS1 melakukan kesalahan dalam keterampilan proses karena belum mampu mentransformasikan soal dalam bentuk perkalian bilangan pecahan sehingga hasil akhir yang diperoleh salah. Pada nomer 2 melakukan kesalahan dalam menghitung operasi perkalian bilangan pecahan yang mengakibatkan hasil akhir yang diperoleh PS1 salah. Pada nomer 3 PS1 tidak mampu menunjukkan proses penyelesaian dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh PS1 salah.
b. Hasil post test
Gambar 4. 37 Lanjutan jawaban PS1 soal post test
Pada lembar jawaban post test PS1 di atas, berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS1 melakukan kesalahan sebagai berikut: 1) Kesalahan keterampilan proses pada nomer 3, PS1 melakukan
kesalahan keterampilan proses karena peserta didik salah dalam mengoperasikan perkalian bilangan pecahan.
2) Kesalahan penulisan jawaban pada nomer 3. PS1 melakukan kesalahan keterampilan proses karena peserta didik salah dalam mengoperasikan perkalian bilangan pecahan sehingga hasil akhir yang diperoleh PS1 salah.
Berdasarkan hasil perbandingan soal pre test dan post test diatas, kesalahan yang dilakukan PS1 berkurang. Kesalahan yang sudah tidak dilakukan PS1 adalah kesalahan transformasi. Kesalahan yang masih dilakukan PS1 adalah kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban.
2. PS2
a. Hasil pre test
Gambar 4. 38 Jawaban PS2 soal pre test
Pada lembar jawaban pre test PS2 di atas, PS2 tidak menyelesaikan soal pada nomer 5. PS2 tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal namun PS2 dapat mentransformasikan dengan baik, PS2 dapat memahami soal dengan baik. Berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS2 melakukan kesalahan sebagai berikut:
1) Kesalahan transformasi pada soal nomer 1, PS2 belum mampu mentransformasikan soal nomer 1 ke dalam bentuk perkalian bilangan pecahan.
2) Kesalahan keterampilan proses pada nomer 1, 3, dan 4. PS2 melakukan kesalahan dalam keterampilan proses pada nomer 1 karena belum mampu mentransformasikan soal dalam bentuk
perkalian bilangan pecahan. Pada nomer 3 dan 4, PS2 melakukan kesalahan keterampilan proses dengan tidak menunjukkan proses penyelesaian yang benar.
3) Kesalahan penulisan jawaban pada semua nomer. Pada nomer 1 PS2 melakukan kesalahan dalam keterampilan proses karena belum mampu mentransformasikan soal dalam bentuk perkalian bilangan pecahan sehingga hasil akhir yang diperoleh salah. Pada nomer 2 melakukan kesalahan dalam menghitung operasi perkalian bilangan pecahan yang mengakibatkan hasil akhir yang diperoleh PS2 salah. Pada nomer 3 dan 4 PS2 tidak mampu menunjukkan proses penyelesaian dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh PS2 salah.
b. Hasil post test
Gambar 4. 40 Lanjutan jawaban PS2 soal post test
Pada lembar jawaban post test PS2 di atas, berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS2 melakukan kesalahan sebagai berikut:
1) Kesalahan transformasi pada soal nomer 1, PS2 belum mampu mentransformasikan soal nomer 1 ke dalam bentuk perkalian bilangan pecahan.
2) Kesalahan keterampilan proses pada semua nomer, Pada nomer 1 PS2 belum mampu mentransformasikan soal nomer 1 ke dalam bentuk perkalian bilangan pecahan sehingga proses yang ditunjukkan PS2 salah. Pada nomer 2 PS2 melakukan kesalahan keterampilan proses karena peserta didik salah dalam mengoperasikan perkalian bilangan pecahan. Pada nomer 3 PS2 melakukan kesalahan tidak menunjukkan proses penyelesaiannya. Pada soal nomer 4 PS2 melakukan kesalahan dalam mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Pada nomer 5 PS2 melakukan kesalahan keterampilan proses
karena peserta didik salah dalam mengoperasikan pembagian bilangan pecahan
3) Kesalahan penulisan jawaban pada semua nomer. PS2 melakukan kesalahan keterampilan proses karena peserta didik salah dalam mengoperasikan perkalian bilangan pecahan sehingga hasil akhir yang diperoleh PS2 salah. Pada nomer 2 PS2 melakukan kesalahan keterampilan proses karena peserta didik salah dalam mengoperasikan perkalian bilangan pecahan sehinggal hasil akhir yang diperoleh peserta didik salah. Pada nomer 3 PS2 melakukan kesalahan tidak menunjukkan proses penyelesaiannya sehingga hasil akhir yang diperoleh salah. Pada soal nomer 4 PS2 melakukan kesalahan dalam mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa sehingga hasil akhir yang diperoleh salah. Pada nomer 5 PS2 melakukan kesalahan keterampilan proses karena peserta didik salah dalam mengoperasikan pembagian bilangan pecahan sehingga hasil akhir yang diperoleh salah.
Berdasarkan hasil perbandingan soal pre test dan post test diatas, PS2 sudah dapat menyesaikan soal secara runtut dengan menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal. Kesalahan yang masih dilakukan PS2 adalah kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban.
3. PS3
a. Hasil pre test
Gambar 4. 41 Jawaban PS3 soal pre test
Pada lembar jawaban pre test PS3 di atas, PS2 tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal secara jelas.. Berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS3 melakukan kesalahan sebagai berikut:
1) Kesalahan memahami soal pada nomer 1, PS3 melakukan kesalahan dalam memahami karena PS3 tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal sehingga peserta didik salah dalam memami pertanyaan pada soal.
2) Kesalahan transformasi pada soal nomer 1 dan 4, PS3 melakukan kesalahan dalam memahami karena PS3 tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal sehingga peserta didik
salah dalam memami pertanyaan pada soal dan salah dalam melakukan transformasi soal cerita kedalam bentuk matematika. PS3 belum mampu mentransformasikan soal nomer 4 kedalam bentuk operasi pembagian bilangan pecahan.
3) Kesalahan keterampilan proses pada nomer 1 dan 4, PS3 melakukan kesalahan dalam memahami karena PS3 tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal membuat PS3 salah dalam memahami pertanyaan pada soal dan salah dalam melakukan transformasi soal cerita kedalam bentuk matematika menyebabkan PS3 tidak menunjukkan proses penyelesaiam dengan benar. PS3 belum mampu mentransformasikan soal nomer 4 kedalam bentuk operasi pembagian bilangan pecahan menyebabkan PS3 tidak menunjukkan proses penyelesaian dengan benar.
4) Kesalahan penulisan jawaban pada nomer 1 dan 4, PS3 melakukan kesalahan dalam memahami karena PS3 tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal membuat PS3 salah dalam memahami pertanyaan pada soal dan salah dalam melakukan transformasi soal cerita kedalam bentuk matematika menyebabkan PS3 tidak menunjukkan proses penyelesaiam dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh peserta didik salah. PS3 belum mampu mentransformasikan soal nomer 4 kedalam bentuk operasi pembagian bilangan pecahan
menyebabkan PS3 tidak menunjukkan proses penyelesaian dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh salah.
b. Hasil post test
Pada lembar jawaban post test PS3 di atas, berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS3 melakukan kesalahan sebagai berikut: 1) Kesalahan transformasi pada nomer 1 dan 4, PS3 melakukan
kesalahan dalam melakukan transformasi soal cerita kedalam bentuk operasi perkalian bilangan pecahan. Pada nomer 4 PS3 belum mampu mentransformasikan soal cerita ke bentuk operasi pembagian bilangan pecahan.
2) Kesalahan keterampilan proses pada nomer 1 dan 4, pada nomer 1 PS3 melakukan kesalahan dalam melakukan transformasi soal cerita kedalam bentuk operasi perkalian bilangan pecahan menyebabkan PS3 tidak menunjukkan proses penyelesaian dengan benar. Pada nomer 4 PS3 belum mampu mentransformasikan soal cerita ke dalam bentuk operasi pembagian bilangan pecahan menyebabkan PS3 tidak menunjukkan proses penyelesaian dengan benar.
3) Kesalahan penulisan jawaban pada nomer 1 dan 4, pada nomer 1 PS3 melakukan kesalahan dalam melakukan transformasi soal cerita kedalam operasi perkalian bilangan pecahan menyebabkan PS3 tidak menunjukkan proses penyelesaian dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh salah. Pada nomer 4 PS3 belum mampu mentransformasikan soal cerita ke dalam bentuk operasi pembagian bilangan pecahan menyebabkan PS3 tidak
menunjukkan proses penyelesaian dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh salah.
Berdasarkan hasil perbandingan soal pre test dan post test diatas, PS3 mengalami kemajuan dalam menyelesaikan soal cerita terkait operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan, berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS3 sudah tidak melakukan kesalahan memahami soal. Kesalahan yang masih dilakukan PS3 adalah kesalahan tranformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban.
Hasil perbandingan peserta didik yang mengikuti remediasi, PS1 mengalami kemajuan dalam menyelesaikan soal cerita terkait operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan, berdasarkan analisis kesalahan teori Newman PS1 sudah tidak melakukan kesalahan transformasi. Kesalahan yang masih dilakukan PS1 adalah kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban. Kesalahan yang dilakukan PS2 masih sama yaitu kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban. PS3 sudah tidak melakukan kesalahan memahami soal. Kesalahan yang masih dilakukan PS3 adalah kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban.
Peserta didik yang mengikuti remediasi masih melakukan beberapa kesalahan, namun terdapat peserta didik yang sudah tidak melakukan kesalahan yang sama pada saat menyelesaikan soal operasi perkalian dan pembagian
bilangan pecahan. Peneliti memberikan saran kepada guru supaya melakukan remediasi kepada peserta didik yang membutuhkan bantuan supaya peserta didik tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam mengerjakan soal.