• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wawancara dilaksanakan pada tanggal 23 September 2019. Wawancara dilaksanakan di ruang rapat SMP Pangudi Luhur Sedayu. Wawancara dilakukan untuk mengetahui penyebab peserta didik melakukan kesalahan dan mengklarifikasi kesalahan peserta didik dalam mengerjakan soal terkait materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan. Peneliti melakukan wawancara secara individu agar peneliti dapat wawancara secara mendalam. Peneliti juga menggunakan pedoman wawancara sebagai pedoman peneliti dalam melakukan wawancara agar wawancara berjalan dengan baik dan lancar. 1. Hasil Wawancara Peserta Didik Membahas Soal Pre Test

Hasil yang diperoleh dari wawancara peserta didik adalah sebagai berikut: a. Subjek 1

P : Haloo, subjek 1 ya? S1 : Benar

P : Untuk nomer 1 coba soal dibaca dulu dalam hati S1 : Iya bu

P : Apakah ada tulisan soal yang tidak bisa di baca? S1 : Tidak ada bu

P : Apakah ada tulisan yang kurang jelas? S1 : Jelas semua bu

P : Baik, dari hasil pekerjaanmu menurut ibu kamu tidak ada kesalahan dalam membaca soal dan apakah kamu mengerti arti dari soal tersebut?

S1 : Saya mengerti bu

P : Apa arti dari soal tersebut?

S1 : Nana membagi kue untuk orang tua dan dan kakeknya, setiap orang mendapat 1

8

bagian. Berapa bagian yang diterima oleh kedua orang tuanya? P : Untuk membedakan yang diketahui dan ditanya sudah tau? S1 : Kalo diketahui dan ditanya udah tau

P : Sekarang proses pengerjaannya. Dinomer 1 itu proses pengerjaanmu 1

8 dibagi 2, dibagi 2?

S1 : Karena dibagi 2 orang tuanya

P : Coba ya misalnya ibu punya 1 bagian roti 1

8 trus kamu punya 1

8. Terus untuk mencari total bagian roti yang kita punya berarti gimana?

S1 : 1

8 dikali 2

P : Nah dikali 2 kenapa dipekerjaanmu di bagi 2? S1 : Yaaa gak tau buu

P : Gak tau itu kenapa? kurang teliti atau emang gak tau ngerjainnya atau keburu-buru ?

S1 : Kurang teliti bu

P : Harusnya berapa berarti kalo 1

8 dibagi 2? S1 : 1

8 dikali 2 itu 10 bu P : 10 dari mana? S1 : 8 tambah 2 dikali 1 bu

P : Kita coba tulis lagi dikertas ya 1

8 dikali 2, nah kalau perkalian bilangan pecahan gimana ngerjainnya?

S1 : Pembilang kali penyebut eh pembilang kali pembilang penyebut kali penyebut P : Nah kalau 2 berarti bentuk pecahannya gimana?

S1 : Gak ada bu

P : Lah kalau gak ada trus gimana? S1 : 2 8 P : Salah harusnya 2 1, terus lanjut 1 8 dikali 2 1 berapa?

S1 : Pembilang kali pembilang brati 2, penyebutnya berarti 8 P : Berarti hasil akhirnya?

S1 : 2

8

Berdasarkan hasil wawancara pada nomer 1 peserta didik belum bisa mentransformasi soal cerita ke dalam bentuk matematika hal ini

ditunjukan pada saat peserta didik menjawab soal tersebut 1 8 ÷ 2 seharusnya 1

8 × 2 sehingga menyebabkan proses dalam pengerjaannya salah dan tidak dapat menentukan jawaban akhir dengan benar. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik tidak teliti dalam mentransformasikan soal.

Gambar 4. 8 Jawaban subjek 1 soal pre test nomer 2

P : Sekarang nomer 2 ya, apakah ada tulisan soal yang tidak bisa di baca? S1 : Tidak ada bu

P : Apakah ada tulisan yang kurang jelas? S1 : Jelas

P : Ini apa yang diketahui dan apa yang ditanya belum ditulis kenapa? S1 : Keburu-buru bu

P : Kenapa bisa keburu-buru?

S1 : Waktunya kurang bu sama kebanyakan melamun P : Besok-besok jangan ngelamun lagi ya

S1 : Iya bu

P : Terus ini proses pekerjaannya kenapa bisa 3

4 × 11

2 ? S1 : Ini kan soalnya 3

4 sama 11

2 P : Kenapa pake operasi perkalian?

S1 : Ini kan menjadi luas bu persegi panjang bu P : Memcari luas persegi panjang tuh gimana? S1 : Panjang kali lebar bu

P : Coba kita liat proses perkaliannya ya, kan 11

2 harus diubah kedalam bentuk pecahan biasa dulu ini dah bener jadi 3

2. Terus gimana? Pembilang kali pembilang berapa?

S1 : 9

8

P : 8 dari mana?

S1 : Itu kan penyebut dikalikan penyebut P : Okee berarti berapa hasil akhirnya? S1 : 9

8

P : Lah ini kenapa kamu nulisnya12

8? S1 : Hehe berarti salah bu

P : Iya salah, salah tuh kenapa? S1 : Salah ngitung bu

Dari nomer 2 yang dikerjakan peserta didik peserta didik tidak teliti dalam menentukan hasil akhir padahal proses pengerjaan yang dilakukan peserta didik sudah benar, namun peserta didik juga tidak menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada soal tersebut. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik tidak fokus dalam mengerjakan soal dan tidak teliti dalam menghitung operasi perkalian bilangan pecahan.

Gambar 4. 9 Jawaban subjek 1 soal pre test Nomer 3

P : Nah nomer 3 ya, soal jelas dan bisa dibaca semua ya? S1 : Jelas bu

P : Ngerti arti soalnya juga kan? S1 : Iya ngerti bu

P : Tahu apa yang diketahui sama yang ditanyakan tidak? S1 : Tahu bu

P : Lah ini kok disoal yang ditanyakan tidak ditulis? S1 : Oiya bu

P : Harusnya yang ditanya apa?

S1 : Berapa liter air yang harus diminum selama seminggu? P : Iya terus gimana menjawabnya?

S1 : 21

2× 7

P : Iya terus gimana lagi? dilembar jawaban masa langsung 2 gitu? coba kerjakan ulang lagi dikertas

S1 : Iya bu

P : Terus pecahan campurannya diubah kebentuk pecahan biasa dulu jadi berapa? S1 : 2 kali 2 ditambah 1 jadinya 5

P : Berarti 5 per brapa? S1 : 5 2 P : Terus 5 2× 7 berapa? S1 : 5 7 1 P : Berapa hasilnya? S1 : 35 2

P : Nah sekarang udah tau kenapa prosesnya bisa kaya gtu di lembar jawabanmu? S1 : Gak sempat ngitung bu

P : Kenapa gk sempat ngitung? S1 : Ya gak sempet aja bu P : Ya sudah

Pada nomer 3 ini peserta didik tidak menuliskan apa yang ditanyakan pada soal. Peserta didik juga salah dalam proses penyelesaiannya padahal hasil transformasi dari soal cerita ke dalam bentuk matematika sudah benar, hal tersebut menyebabkan hasil akhir yang ditentukan pserta didik salah. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik tidak fokus dalam mengerjakan soal.

Gambar 4. 10 Jawaban subjek 1 soal pre test nomer 4

P : Sekarang nomer 4 ya S1 : Iya bu

P : Soal jelas? bisa dibaca semua? S1 : Jelas bu

P : Paham arti atau maksud dari soalnya gak? S1 : Maksud bu ngerti

P : Ini di lembar jawaban diketahuinya itu belum lengkap dan yang ditanyakan juga gak ada. Untuk proses pengerjaannya gimana udah bener belum?

S1 : 51

2÷ 3 P : Nah itu 51

2÷ 3 terus lanjutannya gimana? coba kerjakan dikertas lain dulu S1 : 51

2÷ 3

P : Terus gimana? 51

2 di ubah ke dalam bentuk pecahan biasa dulu S1 : 11

2

P : Terus gimana kali pembagian bilangan pecahan? S1 : 11

2 ÷3

1 berarti dibalik bu biar perkalian P : Dibalik jadi gimana?

S1 : 11

2 ×1

3

P : Trus hasilnya berapa? S1 : 11

6

P : Nahh jangan lupa ya besok pas UTS

Pada nomer 4 ini peserta didik tidak menuliskan apa yang diketahui dengan lengkap dan tidak menuliskan apa yang ditanyakan, namun

peserta didik dapat mentransformasikan soal cerita ke dalam bentuk matematika. Walaupun proses mentransformasi soal sudah benar peserta didik tidak bisa melanjutkan proses penyelesaiannya setelah mentranformasikan sehingga hasil akhir yang ditentukan peserta didik salah. Peserta didik juga tidak menjawab soal nomer 5 dikarenakan tidak sempat menjawab soal tersebut. Penyebab peserta didik melakukan kesalahan adalah peserta didik tidak fokus dalam mengerjakan soal sehingga peserta didik mengerjakan soal dengan terburu-buru dan tidak selesai dalam mengerjakan soal.

b. Subjek 2

Gambar 4. 11 Jawaban subjek 2 soal pre test nomer 1

P : Haloo, Subjek 2? S2 : Iya bener bu

P : Untuk nomer 1 coba baca soalnya terlebih dahulu S2 : Iya bu

P : Apakah kata dalam soal jelas dan bisa dibaca? S2 : Jelas

P : Pada saat mengerjaan apakah ada kesalahan dalam membaca soal? S2 : Tidak

P : Coba kita lihat, yang diketahui dan ditanya apakah sudah benar? S2 : Udah

P : Pada nomer 1 itu penjumlahan atau perkalian bilangan pecahan? S2 : Penjumlahan

P : Penjumlahan bisa perkalian juga bisa, kalau jumlahan memang 1

8+1

8 hasilnya berapa?

S2 : 2

8

P : Bisa tidak diubah ke bentuk perkalian S2 : Bisa

P : Berarti gimana itu? S2 : 1 8× 2 P : Hasilnya berapa? S2 : 2 8

P : Nah berarti ini bener atau salah? S2 : Salah

P : Ini soalnya memang bisa dikerjakan dengan penjumlahan bilangan pecahan tapi yang kita pelajari itu perkalian bilangan pecahan jadi kurang tepat ya

S2 : Iya bu saya gak tau soalnya

Pada nomer 1 peserta didik menggunakan penyelesaian

penjumlahan perkalian bilangan pecahan 1 8+1

8 padahal yang ini diteliti adalah perkalian dan pembagian bilangan pecahan 1

8× 2 sehingga jawaban peserta didik kurang tepat. peserta didik dengan menggunakan penjumlahan bilangan pecahan juga salah karena dalam melanjutkan hasil transformasi yang dituliskan peserta didik kurang tepat karena penjumlahan bilangan pecahan seharusnya penyebutnya disamakan dahulu namun peserta didik langsung menambahkan saja sehingga hasil akhir yang ditentukan peserta didik juga salah. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik salah persepsi dalam mentransformasikan soal perkalian bilangan pecahan.

Gambar 4. 12 Jawaban subjek 2 soal pre test nomer 2

P : Sekarang nomer 2 ya, S2 : Iya

S2 : Tidak bu

P : Disoal ada pigura dengan lebar 3

4 cm dan panjang 11

2 cm. terus kan yang ditanya luas pigura. Pertama yang dilakukan apa

S2 : 3

4× 11

2

P : Setelah itu gimana?

S2 : Mengubah pecahan campuran ke dalam bentuk matematika P : Terus gimana?

S2 : Penyebut dikalikan penyebut pembilang dikalikan pembilang P : Pembilangnya berarti 3 kali 3 terus penyebutnya?

S2 : 8

P : 8 dari mana? S2 : 4 kali 2

P : Berarti hasil akhirnya berapa? S2 : 9

8

P : Berarti ini salah ya dihasil akhirnya kenapa jawabannya 12

8 ? S2 : Ya salah di proses mengalikannya ya?

P : Kenapa kok bisa salah? S2 : Salah ngitung bu gak teliti

Pada nomer 2 peserta didik salah pada hasil akhirnya dikarenakan peserta didik salah pada saat mengalikan pembilangnya padahal peserta didik sudah benar dalam mentranformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik tidak teliti dalam menghitung operasi perkalian bilangan pecahan.

Gambar 4. 13 Jawaban subjek 2 soal pre test nomer 3

P : Sekarang nomer 3 ya S2 : Iya

P : Apakah soal bisa dibaca dan bisa dipahami? S2 : Bisa

P : Ini kamu udah menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dengan benar, proses pengerjaannya ini belum selesai kenapa?

S2 : Waktunya kurang bu P : Coba dikerjain lagi dikertas

S2 : 21

2 × 7

P : Terus diapain lagi? S2 : 5

2× 7

P : Lalu gimana? 7 dijadikan pecahan biasa gimana? S2 : 5 2 ×7 1 P : Trus gimana? S2 : 35 2

P : Bisa gak diubah ke pecahan campuran? S2 : Bisa

P : Jadinya gimana? S2 : 171

2

Dari nomer 3 yang dikerjakan peserta didik peserta didik belum bisa melanjutkan proses penyelesaian dari hasil transformasi soal cerita ke dalam bentuk matematika yang sudah benar sehingga hasil akhir yang ditentukan oleh peserta didik salah. Untuk nomer 4 dan 5 peserta didik tidak mengerjakan dikarenakan waktu yang disediakan kurang. Penyebab peserta didik melakukan kesalahan adalah peserta didik tidak bisa mengatur waktu dengan baik saat mengerjakan soal.

c. Subjek 3

Gambar 4. 14 Jawaban subjek 3 soal pre test nomer 1

P : Haloo, S3 ya? S3 : Iya bu

P : Nomer 1 ya, apakah tulisan dalam soal jelas dan dapat dibaca?

S3 : Jelas

P : Kamu tau apa yang diketahui yang mana dan yang ditanya yang mana gak? S3 : Tau bu

P : Okay disini kamu juga udah nulis ya yang diketahui dan ditanyakan yang mana. Apa kamu sudah bisa mentrasformasi atau mengubah soal cerita kedalam bentuk matematika?

S3 : Belum bu saya masih bingung

P : Coba kita lihat ya nomer 1 itu baca lagi soalnya apa yang diketahui dan apa yang ditanya

S3 : Diketahui setiap orang mendapatkan 1

8 bagian roti, yang ditanya roti yang diberikan orang tuanya berapa?

P : Terus gimana cara menjawabnya? S3 : 1

8÷ 3 =3,1

2,2

P : 3,1 itu dari mana? S3 : 1 × 3

P : Ohh 1 × 3, terus 2,2 itu dari mana? S3 : 8 ÷ 3 sih bu seinget saya

P : Menurut kamu itu jawabannya sudah tepat belum? S3 : Belum

P : Terus yang tepat gimana? S3 : Gak tau bu

P : Coba kita lihat ya, soal nya itu kan 1

8 bagian roti lalu akan dibagikan kepada kedua orang tuanya, berarti akan dibagikan berapa orang?

S3 : 2 orang

P : Terus seharusnya ini 1

8÷ 2 atau 1

8× 2? S3 : 1

8÷ 2

P : Berarti kalau 1

8÷ 2 itu begini (sambil menunjukan kertas yang dimisalkan 1

8

bagian) ini misalnya 1

8 lalu dibagi 2 (saya sobek kertas menjadi 1 bagian) nanti apakah yang dibagikan ini? (menunjuk kerta kecil yang menunjukan hasil 1

8÷ 2) sedangnya kan setiap orangnya mendapat 1

8 bagian. Lalu gimana caranya? kalau menggunakan perkalian bisa gak?

S3 : Bisa bu berarti 1

8 × 2 P : Terus gimana? S3 : 1 × 2 terus 8 × 2

P : Ingat kalau mengerjakan operasi perkalian pada pecahan gimana hayoo S3 : Penyebut dikalikan penyebut, pembilang dikalikan pembilang

P : terus 2 kalau dijadikan pecahan biasa gimana? S3 : 2

1

P : Nah terus berarti gimana? S3 : 2

8

P : Kenapa bisa salah mentranformasikan soalnya? S3 : Gak kepikiran bu sama gak teliti

Pada nomer 1 peserta didik belum dapat mentransformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika sehingga proses selanjutnya dan hasil akhirnya pun salah hal ini disebabkan peserta didik masih bingung dalam membedakan soal cerita yang penyelesaiannya menggunakan operasi perkalian atau pembagian bilangan pecahan. Jika dilihat dari

pekerjaan peserta didik juga belum dapat menunjukan proses pengerjaannya dengan benar. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah tidak teliti dalam mengerjakan soal yang diberikan.

Gambar 4. 15 Jawaban subjek 3 soal pre test nomer 3

P : Sekarang nomer 3 ya, soal dapat dibaca dengan jelas dan bisa dipahami ya? S3 : Iya bu

P : Untuk mentransformasi soal ke bentuk matematikanya sudah benar, lalu selanjutnya coba kita lihat ya itu kan 21

2 × 7 = 5

7

1 terus gimana lagi? S3 : 5 × 3 = 35 terus 2 × 1 = 2

P : Berarti pekerjaanmu salah? salahnya dimana ?

S3 : Iya bu salah disini (menujuk angka 14 pada penyebut hasil akhirnya) P : Harusnya hasil akhirnya berapa?

S3 : 35

2

P : Terus kenapa itu 35

14 ?

S3 : Salah ngitung bu kurang teliti P : Besok yang teliti loh ya

Pada nomer 3 peserta didik salah pada hasil akhirnya padahal peserta didik sudah dapat mentransformasikan soal cerita ke dalam bentuk matematika dan dapat menunjukan proses pengerjaan dengan baik hal ini disebabkan karena peserta didik kurang teliti dalam menghitung hasil akhirnya.

Gambar 4. 16 Jawaban subjek 3 soal pre test nomer 4

P : Sekarang nomer 4 ya, apakah tulisan dalam soal dapat dibaca jelas? S3 : Jelas bu

P : Coba kamu baca yang diketahui dan ditanyakan dilembar jawabanmu? S3 : 51

5 dibagi 3 anak kalau yang ditanya masing-masing anak mendapatkan berapa? P : Okeh coba kamu lihat lagi disoal yang bener 51

2 atau 51

5? S3 : Oiya bu 51

2

P : Nah ini udah salah nih diketahuinya S3 : Iya bu

P : Kalau yang diketahuinya sudah salah berarti proses selanjutnya juga salah dong S3 : Iya bu

P : Kenapa kok bisa keliru kaya gitu? S3 : Gak teliti bu

P : terus kalau yang bener jadinya gimana? S3 : 51

2 ÷ 3 P : Terus gimana? S3 : 51

2 dijadikan pecahan biasa kan? P : Iya terus?

S3 : Jadi 11

2 ÷3

1 = 11 × 3

P : Ingat kalo pembagian bilangan pecahan itu gimana ngerjainnya? S3 : Diubah perkalian terus dibalik

P : Dibalik gimana? S3 : 11

2 ×1

3= 11

6

P : Berarti hasil akhirnya 11

6 ya bisa diubah ke bentuk pecahan campuran gak? S3 : Bisa bu

P : Jadi berapa? S3 : 15

6

P : Ya betul

Pada soal nomer 4 peserta didik melakukan kesalahan pada saat menuliskan apa yang diketahui pada soal hal ini menyebabkan peserta didik salah dalam mentranformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika sehingga proses penyelesaian dan hasil akhir yang

ditentukan peserta didik salah. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah tidak teliti dan terburu-buru membaca soal. d. Subjek 4

Gambar 4. 17 Jawaban subjek 4 soal pre test nomer 1

P : Haloo, S4 ya? S4 : Iya bu

P : Sekarang nomer 1 dulu ya, coba soal dibaca dulu S4 : Iya bu

P : Kalau sudah soal dapat dibaca dengan jelas? tulisannya jelas semua gak ? S4 : Jelas bu

P : Nomer 1 yang diketahui dan ditanyakan yang mana?

S4 : Nana membagikan roti ulang tahun kepada kedua orang tuanya dan kakeknya. Setiap orang mendapatkan 1

8 bagian, yang ditanyakan berapa bagian roti yang diterima kedua orang tuanya?

P : Nah kamu kan udah tau nih apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, bisa gak kamu mengubah soal cerita ini kedalam bentu matematikanya?

S4 : Gak bisa bu, cuma tahu 1

8 bagian tok

P : Gak bisa ya, coba ya itu kan soalnya nana membagikan roti ulang tahun untuk kedua orang tuanya dan kakeknya, setiap orang mendapatkan 1

8 bagian terus yang ditanyakan berapa bagian roti yang diterima kedua orang tuanya? nah kan misalnya ibu punya roti terus ibu potong menjadi 8 bagian sama besar nah kan jadinya satu potong roti nilainya 1

8 bagian roti, terus ibu bagiin kedua orang nah brati roti yang dibagiin jumlahnya berapa?

S4 : Berarti 1

8− 2

P : Kalau dikurang gimana jadinya? S4 : Eh 1

8÷ 2 bu P : Berarti kalau 1

8÷ 2 begini ibu punya 1

8 bagian kue terus dipotong lagi jadi 2 kan rotinya lebih kecil sedangkan soalnya seharusnya setiap orang mendapatkan 1

8

bagian

S4 : Berarti dikali jadi 1

8× 2

P : Terus kalo dikali jadinya gimana? S4 : 1

2

1 berarti penyebut dikali penyebut, pembilang dikali pembilang P : Terus?

S4 : Jadinya 2

8

P : Ya bener, kenapa kok ini bisa salah? S4 : Gak tau bu kalo pake pembagian

Pada nomer 1 peserta didik tidak bisa mentranformasikan soal cerita kedalam bentuk matematika dikarenakan peserta didik tidak tahu mana soal cerita yang menggunakan penyelesaian operasi perkalian pecahan dan mana yang menggunakan penyelesaian operasi pembagian bilangan pecahan. Karena tidak dapat mentransformasi sehingga peserta didik tidak dapat menunjukkan proses penyelesaian dengan benar dan hasil akhir yang ditentukan peserta didik salah. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah tidak mengetahui penyelesaian soal menggunakan operasi perkalian bilangan pecahan.

Gambar 4. 18 Jawaban subjek 4 soal pre test nomer 4

P : Sekarang nomer 4 ya, apakah soal dapat dibaca dengan jelas? S4 : jelas bu

P : apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan sudah tau? S4 : Sudah bu

P : Coba sebutkan

S4 : Ibu Dini memiliki 3 anak. Ibu Dini ingin membagikan kain yang panjangnya 51

2

meter kepada 3 anaknya. Masing-masing memperoleh panjang yang sama. Yang ditanyakan berapa panjang kain yang diperoleh pada setiap anaknya?

P : Nah berarti kamu kan sudah tahu apa yang diketahui, ini kamu mengerjakannya kan 51

2 diubah ke pecahan biasa dulu menjadi 11

2 terus setelahnya kenapa dikalikan 3?

S4 : Bingung bu

P : Kok bingung, bingung kenapa? S4 : Gak tau bu

P : Seharusnya menyelesaikan soalnya gimana? S4 : Harusnya berarti 51

2÷ 3 bu? P : Iya dibagi 3 terus?

S4 : 51

2 diubah ke pecahan biasa jadi 11

2 P : Terus? S4 : 11 2 ÷ 3 = 11 2 ÷3 1

P : Terus gimana kalo pembagian bilangan pecahan? S4 : Dibalik bu P : Dibalik gimana? S4 : 11 2 ×1 3=11 6 P : Iya bener

Pada nomer 4 peserta didik juga belum bisa mentransformasikan soal cerita ke dalam bentuk matematinya, hal tersebut terjadi karena peserta didik tidak tahu penyelesaian soal cerita tersebut menggunakan perkalian bilangan pecahan atau pembagian bilangan pecahan, sehingga membuat proses pengerjaan yang ditunjukan peserta didik salah dan hasil akhir yang diperoleh peserta didik juga salah. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik mengalami kebingungan dalam menyelesaikan soal pembagian bilangan pecahan.

Gambar 4. 19 Jawaban subjek 4 soal pre test nomer 5

P : Okeh sekarang nomer 5 ya S4 : Iya bu

P : Apakah soal dapat dibaca dengan jelas? S4 : Jelas bu

P : Coba mana yang diketahui dan ditanyakan? S4 : Yunia membuat sirup sebanyak 3

4 liter. Segelas memuat 1

4 liter sirup. Yang ditanyakan berapa banyak gelas yang digunakan untuk membuat sirup?

P : Nah kan kamu sudah tahu ya apa yang diketahui dan ditanykan dalam soal, menurutmu ini penyelesaian soal menggunakan perkalian bilangan pecahan atau pembagian bilangan pecahan?

S4 : Pembagian

P : Berarti gimana kalau pembagian? S4 : 3

4 ÷1

P : Nah bener terus gimana? S4 : Dibalik jadi 3

4 ÷4

1

P : Kalau seperti itu berarti pembagiannya diubah ke perkalian bilangan pecahan nah ini kamu masih menggunakan pembagian berarti masih salah ya

S4 : Iya bu P : Harusnya gimana? S4 : 3 4 ×4 1=12 4

P : Bisa disederhanakan lagi tidak? S4 : Bisa bu jadinya 3

P : Nah itu bisa kenapa dilembar kerja bisa salah? S4 : Gak maksud bu kalo pembagian bilangan pecahan P : Gak bisa ngerjain kalo pembagian bilangan pecahan? S4 : Iya bu

Dari soal nomer 5 peserta didik sudah mampu mentranformasikan soal cerita kedalam bentuk matematikanya namun peserta didik tidak mampu menunjukan proses penyelesaian setelah peserta didik melakukan transformasi sehingga hasil yang diperoleh peserta didik salah. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik tidak mengetahui menyelesaikan soal menggunakan operasi pembagian bilangan pecahan.

e. Subjek 5

Gambar 4. 20 Jawaban subjek 5 soal pre test nomer 1

P : Haloo S5 ya? S5 : Iya bu

P : Coba nomer 1 kamu baca dulu soalnya S5 : Iya bu

P : Apakah ada tulisan yang susah dibaca? S5 : Tidak ada bu

S5 : Mengerti bu

P : Apakah kamu paham yang dimaksud soal itu apa? S5 : Gak tau bu

P : Gak tau dimananya?

S5 : Gak tau maksudnya nana kan memberikan kue kepada kedua orang tua dan kakeknya trus masing-masing mendapatkan 1

8 bagian kue maksudnya gimana bu? P : Baik kalau begitu coba apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal

S5 : Nana membagikan roti ulang tahun kepada kedua orang tuanya dan setiap orang mendapatkan 1

8 bagian, berapa bagian roti yang diterima oleh orang tuanya? P : Nah itu tau ya apa yang diketahui dan ditanyakan sekarang maksudnya itu ini

kan nana mau membagikan kepada kedua orang tuanya kan masing-masing 1

8

bagian kan, nah untuk bapaknya nana 1 potong roti nilainya 1

8 bagian dan untuk ibu dapet 1 potong roti nilainya juga 1

8 bagian. Berarti gimana mencari total bagian roti yang nana bagikan ke bapak sama ibunya? sudah mengerti belum?

S5 : Ya sudah bu

P : Nah dilembar jawab kamu ini kan kamu menjawab 8−1

8 =7

8 kok bisa seperti itu? S5 : Kan dikurangi satu untuk kakeknya bu

P : Kita kan belajar tentang materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan kan nah itu bisa gak?

S5 : Bisa bu

P : Kalau bisa jadinya gimana? S5 : Gak tau bu

P : Kita coba ya kan ini mau dibagikan kepada orang tua nana trus masing-masing mendapatkan 1

8 bagian berarti kan 1

8 dikalikan berapa? S5 : Kali 2 bu

P : Iya kali 2 trus jadinya gimana? S5 : 1

8× 2

P : Iya terus gimana? S5 : 1

8× 2 = 2

8

P : Nahh itu benar

S5 : Iya bu tadi gak ngerti maksud soalnya kaya gimana P : Ya sudah tidak apa-apa

Pada nomer 1 ini peserta didik belum dapat memahami isi soal yang diberikan namun peserta didik sudah tahu apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan sehingga peserta didik tidak bisa mentransformasikan soal cerita ke dalam bentuk matematika. Penyebab kesalahan yang dilakukan peserta didik adalah peserta didik tidak memahami soal dengan baik.

Gambar 4. 21 Jawaban subjek 5 soal pre test nomer 2

P : Sekarang nomer 2 ya S5 : Iya bu

P : Kalau nomer 2 ini soalnya bisa dibaca dengan jelas gak?

Dokumen terkait