• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Karakteristik Responden

Adapun, deskripsi karakteristik dari responden berperan dalam memberikan informasi mengenai responden yang merupakan subjek dalam penelitian ini.

Berikut ini adalah analisis untuk karakteristik responden, adalah sebagai berikut:

1. Usia

Kategori usia responden dapat dikelompokkan pada grafik berikut ini:

Tabel 5.1 Karakteristik Responden Kategori Usia

Sumber: Data Primer yang diolah pada (2020)

Berdasarkan data pada tabel 5.1 di atas menunjukkan bahwa usia tertinggi dari total 132 tanggapan responden adalah sebanyak 20 responden yang berusia 30 tahun dengan persentasenya 15,2% sedangkan usia terendah ialah berjumlah 1 orang pada usia 18 (0,8%), 37 (0,1%), 38 (0,1%) dan 39 (0,8%).

Sementara itu, sebagian besar responden didominasi oleh mereka yang berusia berkisar 20-30, yang berjumlah 99 orang. Ini mengidentifikasikan bahwa mayoritas para karyawan yang bekerja ialah pada usia yang energik dari segi fisik. Artinya, di satu sisi, mereka mampu bekerja mencapai target dengan kondisi tubuh yang prima. Namun di sisi lain, menurut peneliti bahwa dari segi pengalaman kerja, dan kematangan diri untuk kontrol diri karyawan yang masih tergolong labil. Bahkan, peneliti dapat mengatakan bahwa kemampuan mereka dalam manajemen waktu agar mampu menjaga keseimbangan antara hidup pribadi dan pekerjaan masih tergolong rendah.

2. Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dikelompokkan pada tabel berikut ini:

Tabel 5.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total

Jumlah Responden 72 60 132

Persentase 54,5% 45,5% 100%

Sumber: Data Primer yang diolah pada (2020)

Berdasarkan tabel 5.2 menunjukkan bahwa jumlah terbanyak dalam penelitian ini ialah karyawan berjenis kelamin laki-laki berjumlah 72 orang dengan persentasenya 54,5%. Jumlah responden perempuan dalam penelitian ini sebesar 60 orang dengan memiliki persentase 45,5%. Hal ini mengartikan bahwa sebagian besar pegawai yang bekerja didominasi oleh karyawan laki-laki. Meskipun didominasi oleh karyawan laki-laki namun jumlah karyawan wanita hampir sama banyaknya; perbandingannya tidak jauh berbeda. Untuk itu, penulis menyimpulkan bahwa para karyawan wanita juga tidak luput dari perhatian perusahaan dalam memberikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja. Dan, meskipun ini adalah

‘pekerjaan wanita’ namun para pria juga mendapat perhatian dari perusahaan untuk mengambil bagian dalam merajut dan menciptakan desain pakaian. Poin besarnya ialah perusahaan benar-benar menjamin kesetaraan gender. Tidak ada pengkhususan terhadap gender tertentu.

3. Status Perkawinan

Karakteristik responden dalam kategori status perkawinan dapat dikelompokkan pada tabel berikut ini:

Tabel 5.3 Karakteristik Responden berdasarkan Status Perkawinan

Status Perkawinan Menikah Belum Menikah Cerai Total

Jumlah Responden 71 50 11 132

Persentase 53,8% 37,9% 8,3% 100%

Sumber: Data Primer yang diolah pada (2020)

Tabel 5.3 memperlihatkan bahwa dari 132 responden terdapat 71 (53,8%) responden yang sudah menikah, 50 (37,9%) responden yang belum menikah sedangkan 11 (8,3%) responden yang sudah bercerai. Berdasarkan data ini, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden ialah yang sudah menikah ketimbang yang belum menikah. Hal ini menyatakan bahwa mereka yang sudah menikah ingin mencari pekerjaan agar bisa mendapatkan gaji guna bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Itu artinya, tuntutan kebutuhan bagi mereka yang sudah menikah tentu jauh lebih besar dari yang belum menikah atau bahkan yang telah bercerai. Ketimbang dengan yang belum menikah, mereka yang sudah menikah memiliki peran dan tanggung jawab yang cukup berat. Di satu pihak, mereka harus wajib menjalankan peran untuk mencapai target di perusahaan, dan di pihak lain, mereka juga harus melaksanakan peran mereka sebagai bapak atau ibu rumah tangga. Untuk itu, sejauh mereka memahami, mereka harus berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keseimbangan antara hidup berkeluarga dan pekerjaan.

Menurut perspektif peneliti, perusahaan pun memberi ruang bagi mereka yang belum menikah bahkan yang telah bercerai untuk bekerja menghasilkan uang dan memperkaya diri dengan pengalaman di dunia kerja, khususnya di bidang konveksi. Hal ini menandakan bahwa perusahaan peduli terhadap hidup berkeluarga mereka.

4. Pendidikan

Karakteristik responden dalam kategori pendidikan dapat dikelompokkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.3 Karakteristik Responen berdasarkan Pendidikan

Pendidikan SD/SMP SMA/SMK D1-D4 S1 S2 S3 Total Jumlah

Responden

33 91 - 8 - - 132

Persentase 25% 68,9% - 6,1% - - 100%

Sumber: Data Primer yang diolah pada (2020)

Tabel 5.4 memperlihatkan bahwa dari 132 responden terdapat 91 (68,9%) responden yang berlatar belakang pendidikan SMA/SMK sedangkan 33 (25%) responden yang berlatar belakang pendidikan SD/SMP serta yang berpendidikan sebagai sarjana (S1) sebanyak 8 (6,1%) responden. Hal ini menggambarkan bahwa mayoritas pendidikan responden ialah berlatar belakang SMA/SMK. Maka itu, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar tingkat pendidikan responden belum sepenuhnya memiliki jenjang pendidikan yang mumpuni. Namun, menurut peneliti bisa dimaklumi karena sistem kerja pada perusahaan ini, pertama-tama tidak harus

membutuhkan mereka berpendidikan tinggi sebagai sarjana namun lebih diprioritaskan pada niat dan kemauan seseorang untuk bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk dapat bekerja pada perusahaan ini yang dilihat bukan melulu soal pendidikan (gelar) tetapi yang dilihat ialah mereka yang benar-benar mau belajar, ketekunan, keuletan dan kesabaran.

Artinya, sistem kerja pada perusahaan ini tidak hanya melulu soal teori tetapi lebih pada praktek kerja secara langsung.

5. Memiliki Anak

Karakteristik responden dalam kategori memiliki anak dapat dikelompokkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.4 Karakteristik Responden berdasarkan Memiliki Anak

Memiliki Anak Ya Tidak Total

Jumlah Responden 68 64 132

Persentase 51,5% 48,5% 100%

Sumber: Data Primer yang diolah pada (2020)

Tabel 5.5 memperlihatkan bahwa responden terbanyak yang memiliki anak berjumlah 68 responden dengan persentase 51,5% sedangkan yang tidak memiliki anak berjumlah 64 responden dengan persentasenya 48,5%. Hal ini menyatakan bahwa memiliki anak tentu dapat menentukan besarnya kebutuhan hidup berkeluarga. Semakin banyak anak maka semakin banyak juga kebutuhan yang harus dipenuhi. Poin penting yang juga harus diperhatikan oleh perusahaan ialah mereka yang memiliki anak pastinya akan berdampak besar pada tugas dan peran seseorang dalam pekerjaannya.

Pertama, karyawan yang memiliki anak cenderung lebih bersemangat dalam bekerja dengan tujuan untuk mendapatkan gaji yang nantinya bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan sang buah hati. Tetapi yang kedua dan yang sangat penting, mereka yang memiliki anak juga bisa berdampak buruk terhadap kinerja karyawan dalam perusahaan yang bersangkutan. Tabel di atas memperlihatkan bahwa perbandingan antara yang sudah memiliki anak dan yang belum memiliki anak tidak terlalu signifikan.

6. Lama Bekerja

Karakteristik responden dalam kategori lamanya bekerja dapat dikelompokkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.5 Karakteristik Responden berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja < 1 th 1–3 th 4-6 th 7-10

th

>11 Total

Jumlah Responden

8 65 46 13 - 132

Persentase 6,1% 49,2% 34,8% 9,8% - 100%

Sumber: Data Primer yang diolah pada (2020)

Tabel 5.6 memperlihatkan bahwa sebagian besar mereka yang lama dalam bekerja (1-3 tahun) berjumlah 65 responden dengan persentase 49,2%;

diikuti oleh kelompok 4-6 tahun bekerja yang berjumlah 46 (34,8%) responden, lalu kelompok 7-10 tahun yang berjumlah 13 (9,8%) responden dan yang paling sedikit kelompok < 1 tahun yang berjumlah 8 (6,1%) responden. Secara umum, mereka yang bekerja > 1 tahun lebih besar dari yang bekerja < 1 tahun. Hal ini menyatakan bahwa mereka yang telah

bekerja dalam kurun waktu > 1 tahun (1-3, 4-6 dan 7-10 tahun), tentunya mereka yang kemungkinan besar sudah merasa nyaman dengan tempat dan lingkungan kerja, sistem kerja yang berlaku serta iklim dan budaya kerja yang mendukung. Merasa bahwa dihargai dan diterima dalam tempat kerja tersebut.

7. Rata-Rata Waktu Kerja per Hari

Karakteristik responden dalam kategori rata-rata waktu kerja per hari dapat dikelompokkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.6 Karakteristik Responden berdasarkan Rata-Rata Waktu Kerja

Rata-rata Waktu Kerja per Hari

8 Jam > 8 jam Total

Jumlah Responden 11 121 132

Persentase 8,3% 91,7% 100%

Sumber: Data Primer yang diolah pada (2020)

Tabel 5.7 di atas memperlihatkan bahwa sebagian besar terdapat responden yang rata-rata waktu kerja > 8 jam per hari berjumlah 121 responden dengan persentasenya 91,7% sedangkan yang rata-rata waktu kerja 8 jam per hari berjumlah 11 responden dengan persentasenya 8,3%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa yang bekerja 9 jam memiliki intensitas kerja yang sepertinya cukup tinggi di bagian unit tertentu (unit produksi) ketimbang unit lain.

Dokumen terkait