• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

4.2.1 Deskripsi Modul

Modul merupakan bahan ajar yang dibuat dengan tujuan agar pembelajar dapat belajar secara mandiri tanpa bantuan pendidik. Oleh karena itu, modul harus memuat petunjuk-petunjuk belajar yang akan dicapai bagi pembelajar, yakni isi materi pelajaran, informasi pendukung, latihan soal, petunjuk kerja, evaluasi, dan balikan terhadap hasil evaluasi (Prastowo, 2011:104). Penilaian kualitas modul yang dikembangkan hendaknya mencakup komponen kelayakan isi/materi, komponen kelayakan penyajian, komponen kelayakan bahasa, dan komponen kelayakan kegrafikan (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2008:28). Berikut ini akan dijabarkan deskripsi modul sesuai komponen penilaian kualitas modul. Modul pembelajaran Menulis Artikel Opini disusun berdasarkan empat aspek kelayakan tersebut.

Isi/materi dalam modul menulis artikel opini didasarkan pada cara menulis artikel opini dengan menggunakan logika Toulmin. Modul pembelajaran menulis artikel opini dibagi menjadi tiga materi pokok, yaitu 1) Menulis argumentasi, 2) Artikel opini, dan 3) logika toulmin. Pembelajaran pertama yaitu “menulis

argumentasi” memuat materi tentang hakikat menulis, hakikat argumentasi,

dan logika. Dalam materi tersebut dilengkapi dengan peta konsep dan juga gambar seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.19 Penyajian Peta Konsep dalam Modul

Penggunaan peta konsep dan gambar-gambar dari contoh tersebut dimaksudkan untuk menarik minat siswa mempelajari materi tersebut dan mempermudah pemahaman siswa dalam mempelajari materi tersebut. Selain penggunaan peta konsep dan gambar, pada aspek isi/materi juga dilengkapi dengan soal latihan dan uji formatif yang berguna untuk melatih kemampuan akademik siswa.

Pembelajaran kedua yaitu “Artikel Opini” memuat tentang hakikat opini,

struktur artikel opini, gaya penulisan artikel opini, dan langkah-langkah menulis artikel opini. Sama seperti pembelajaran pertama, pada pembelajaran kedua ini juga disajikan peta konsep dan gambar yang bertujuan untuk menarik minat

peserta didik, serta soal latihan dan uji fomatif yang berguna untuk melatih kemampuan akademik siswa.

Pada pembelajaran ketiga, yakni “Logika Toulmin” memuat tentang model

argumentasi toulmin, elemen-elemen argumentasi menurut Stephen Toulmin, pola argumentasi berdasarkan elemen logika toulmin, dan kadar ketajaman argumen. Sama seperti pembelajaran pertama dan kedua, pada pembelajaran ketiga ini juga disajikan peta konsep dan gambar yang bertujuan untuk menarik minat peserta didik, serta soal latihan dan uji fomatif yang berguna untuk melatih kemampuan akademik siswa.

Aspek penyajian dalam modul pembelajaran menulis artikel opini ini mencakup bagian pendahuluan, isi, penutup. Bagian pendahuluan terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan petunjuk penggunaan modul. Petunjuk penggunaan modul disajikan untuk mempermudah peserta didik dalam menggunakan modul menulis artikel opini tersebut.

Bagian isi terdiri dari tiga pembelajaran, yakni menulis argumentasi, artikel opini, dan logika toulmin. Pada setiap awal pembelajaran, dilengkapi dengan kata-kata mutiara, peta konsep, tujuan pembelajaran, materi pokok, gambar/ilustrasi, contoh beserta penjelasannya, latihan, rangkuman, uji formatif, refleksi. Di setiap akhir pembelajaran, penulis menyajikan uji formatif. Uji formatif dibuat dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengukur dan menilai hasil kerjanya secara mandiri. Selain itu, penulis juga menyertakan reflesi di setiap akhir pembelajaran agar mahasiswa dapat mengingat kembali apa yang sudah

dipelajari dan menuliskannya kembali dalam kolom refleksi yang telah disediakan.

Pada bagian akhir modul terdapat soal evaluasi, kunci jawaban, dan daftar pustaka. Soal evaluasi diberikan agar mahasiswa dapat mengukur tingkat pencapaian kompetensi yang diraih setelah mempelajari modul tersebut secara keseluruhan. Kunci jawaban berisi jawaban atas pertanyaan dari uji formatif yang disediakan pada setiap akhir pembelajaran.

Aspek kebahasaan dalam modul menulis artikel opini ini menggunakan bahasa baku yang bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami informasi yang ada di dalam modul tersebut. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, serta pemakaian istilah yang umum digunakan sengaja diperhatikan oleh penulis agar mahasiswa dapat memahami informasi yang ada di dalam modul tersebut dengan mudah. Bahasa yang digunakan dalam modul menulis artikel opini dapat dilihat pada contoh di bawah ini.

Gambar 4.20 Contoh Penggunaan Bahasa dalam Modul

Berdasarkan contoh di atas, dapat diketahui bahwa bahasa yang digunakan dalam modul menulis artikel opini untuk mahasiswa perguruan tinggi menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif sesuai dengan tingkat pemahaman mahasiswa. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat lebih mudah dalam memahami teori, konsep, dan materi yang disajikan dalam modul. Selain menggunakan bahasa yang sederhana dan komumikatif, penulis juga berusaha menghindari kata-kata yang bermakna ganda agar tidak membingungkan mahasiswa dalam memahami materi yang dipelajari.

Pada aspek kegrafikan, ada tiga indikator yang perlu diperhatikan. Ketiga indikator itu adalah ukuran modul, desain cover modul, dan desain isi modul. Indikator pertama, modul menulis artikel opini ini menggunakan kertas ukuran A4 (21 cm x 29,7 cm). Pada bagian cover modul menggunakan kertas ivory 260 gram, sedangkan pada bagian isi modul menggunakan kertas kuarto 80 gram.

Margin yang digunakan dalam penyusunan modul adalah 4 cm untuk kiri atas dan

3 cm untuk kanan bawah.

Indikator kedua, bagian cover modul menggunakan tiga jenis huruf, yaitu Broadway, Bell MT, dan Bodoni MT. Judul modul menggunakan font Bell MT dan

Broadway dengan kombinasi ukuran font yang berbeda, yaitu ukuran 72 dan

ukuran 80 Selain itu, ukuran huruf judul modul juga dibuat lebih dominan dan proporsional dibandingkan dengan unsur lain yang tercantum dalam cover modul. Pembaca yang dituju dan nama pengarang menggunakan jenis font Bodoni MT ukuran 16, sedangkan deskripsi modul yang terletak pada belakang cover modul menggunakan jenis huruf Calibri ukuran 12. Pewarnaan pada cover modul menggunakan kombinasi warna monochrome, yaitu warna hitam dan putih. Warna judul modul menggunakan kombinasi warna merah dan hitam, dan diberi background berupa kotak berwarna putih supaya judul terlihat mencolok. Pembaca yang dituju menggunakan warna putih dengan background kotak berwarna merah, sedangkan nama penulis menggunakan warna kuning keemasan. Selain unsur jenis huruf, ukuran huruf, dan warna yang ada di dalam cover modul menulis artikel opini, terdapat juga gambar orang yang sedang menulis. Gambar tersebut sesuai dengan judul dan materi yang diajarkan di dalam modul menulis artikel opini tersebut.

Indikator ketiga, bagian isi modul tidak hanya menyajikan materi saja, tetapi juga dilengkapi dengan gambar/ilustrasi yang bertujuan untuk mendukung atau bahkan memudahkan dalam memahami materi. Gambar/ilustrasi disajikan secara proporsional sehingga tidak mengganggu topik/materi utama dalam modul.

Pewarnaan pada halaman judul, subjudul, line/garis, kolom materi, kolom latihan, kolom contoh, rangkuman, dan refleksi menggunakan berbagai paduan warna yang sesuai dengan warna dasar pada tiap-tiap babnya. Hal ini dibuat agar pewarnaan pada isi modul terlihat harmonis dan tidak monoton. Selain dari segi pewarnaan, bagian isi modul juga menyajikan materi dan unsur pendukungnya menggunakan jenis huruf tertentu. Jenis huruf yang digunakan pada bagian isi modul adalah Times New Roman, Cooper Black dan Calibri. Jenis huruf Calibri digunakan pada bagian peta konsep. Sebagian besar isi modul menggunakan jenis huruf Times New Roman berukuran 12 dengan spasi 1,5. Jenis huruf Times New Roman dipilih dengan alasan bahwa jenis huruf tersebut mudah dan menarik

untuk dibaca.

Modul menulis artikel opini ini disusun dengan memberikan keunggulan/daya tarik tersendiri. Keunggulan yang pertama terletak pada bagian sampul. Sampul didesain dengan menerapkan perpaduan warna hitam dan putih (monochrome) dengan memberikan efek soft contour. Selain itu, pemberian background putih dengan efek transparan pada tulisan judul membuat judul menjadi lebih menarik dan lebih mencolok. Pada bagian sampul juga diberikan gambar tangan yang sedang menulis dan diletakkan sebagai background dasar dan pemilihan warna tulisan yang mencolok namun tetap harmonis dan terlihat elegan. Keunggulan yang kedua terletak pada pemilihan gambar/ilustrasi. Setiap bab dalam modul ini tidak hanya berisi tentang materi, namun juga disajikan gambar/ilustrasi yang berfngsi untuk memperjelas dan meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam memahami materi menulis artikel opini. Selain itu, penulis juga

menyajikan tema-tema yang berbeda pada tiap babnya sehingga tidak terkesan monoton dan mahasiswa tidak merasa bosan saat membaca modul menulis artikel opini.

Keunggulan yang ketiga, modul ini dilengkapi dengan unsur pendukung pembelajaran, seperti penyajian deskripsi dan petunjuk penggunaan modul, peta konsep pada setiap bab, tujuan akhir pembelajaran, kata-kata inspiratif, uji formatif, evaluasi, kolom refleksi, kunci jawaban, dan daftar pustaka. Daya tarik lainnya adalah pemilihan jenis huruf dan pencetakan huruf tebal pada istilah-istila yang penting sehingga memudahkan mahasiswa dalam memahami poin penting materi tersebut.