• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.2 Pengembangan Modul

Setelah tahap pengumpulan informasi dan analisis melalui metode wawancara, angket, observasi, dan tes awal (pre-test) selesai dilakukan, peneliti masuk ke tahap selanjutnya, yakni tahap penyusunan modul pembelajaran. Langkah awal dalam mendesain bahan ajar modul adalah menentukan judul modul pembelajaran. Judul yang diambil oleh peneliti adalah “Modul Pembelajaran Menulis Artikel Opini”. Setelah judul modul pembelajaran sudah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah penentuan tujuan, pemilihan bahan, penyusunan kerangka, dan pengumpulan bahan. Berikut akan dipaparkan tahap-tahap pengembangan modul pembelajaran.

4.1.2.1 Penentuan Tujuan

Tujuan yang dimaksud dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran dalam setiap kompetensi dasar. Tujuan tersebut menggambarkan apa yang diharapkan peneliti setelah mahasiswa belajar dan menguasai isi modul pembelajaran tersebut. Tujuan umum dari pembelajaran dengan menggunakan modul pembelajaran ini adalah mahasiswa mampu menulis artikel opini dengan menerapkan elemen-elemen dalam logika Toulmin dengan tepat. Selain tujuan umum, peneliti menentukan tujuan khusus yang terangkum dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4.2 Penjabaran Tujuan Pembelajaran

Bab Tujuan Pembelajaran

I. Menulis Argumentasi 1. Memahami Hakikat menulis 2. Memahami Hakikat Argumentasi

3. Memahami Hakikat Menulis Argumentasi 4. Memahami Komposisi Argumentasi 5. Memahami Hubungan Argumentasi dan

Logika

II. Opini 1. Memahami hakikat opini 2. Memahami Struktur Opini

3. Memahami Langkah-langkah Menulis Opini 4. Menulis Opini

III. Artikel Opini Menurut Logika Toulmin

1. Mengenal Stephen Toulmin

2. Memahami Elemen-Elemen dalam Artikel Opini menurut Logika Toulmin

3. Menganalisis Struktur Artikel Opini menurut Logika Toulmin

4. Menulis Artikel Opini dengan Pola

Pengembangan Argumen Bersasarkan Logika Toulmin

5. Mengukur Kadar Ketajaman Artikel Opini Berdasarkan Logika Toulmin

4.1.2.2 Pemilihan Bahan

Setelah merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, peneliti mulai memilih bahan-bahan yang akan dimasukkan ke dalam modul pembelajaran. Tujuan dari pemilihan bahan ini adalah untuk menentukan konten dalam modul pembelajaran yang akan dibuat. Pemilihan bahan haruslah relevan dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya. Bahan-bahan yang dipilih dan diseleksi antara lain (1) teori yang relevan, (2) konsep tentang artikel opini, (3) contoh berupa teks bacaan, dan (4) gambar/ilustrasi yang sesuai dengan kompetensi dasar. Pemilihan bahan harus sesuai dengan karakteristik mahasiswa, misalnya dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh mahasiswa, teori disertai dengan contoh-contoh yang faktual dan up to date, penggunaan gambar/ilustrasi yang sesuai dengan topik. Selain itu, masukan dari

dosen pengampu dan analisis kebutuhan mahasiswa juga menjadi pertimbangan peneliti dalam memilih dan memasukkan bahan ke dalam modul pembelajaran.

4.1.2.3 Penyusunan Kerangka

Setelah menetapkan bahan apa saja yang akan dicari dan dimasukkan ke dalam modul pembelajaran, peneliti mulai menyusun kerangka modul. Penyusunan kerangka modul ini dimaksudkan agar bahan ajar modul dapat ditulis secara lebih terstruktur. Penyusunan kerangka modul dimulai dari (1) halaman judul modul, (2) kata pengantar, (3) cara menggunakan modul, (4) daftar isi, (5) judul bab, (6) tujuan akhir pembelajaran, (7) peta konsep, (8) isi yang berupa materi pada tiap bab, (9) latihan, (10) aksi, (11) rangkuman, (12) uji formatif, (13) refleksi, (14) daftar pustaka, (15) kunci jawaban, (16) glosarium, dan (17) indeks.

4.1.2.4 Pengumpulan Bahan

Setelah kerangka bahan ajar modul tersusun, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan yang diperlukan untuk menyusun modul pembelajaran. Bahan yang dimaksud adalah segala informasi yang terkait dengan topic, baik berupa konsep, teori, data, contoh, gambar/ilustrasi, tugas-tugas, dan segala hal yang berkaitan dengan topic tersebut. Bahan-bahan tersebut diperoleh dari berbagai sumber, yakni buku referensi dan internet. Semua bahan yang digunakan akan diseleksi agar konten modul ini benar-benar efektif dan efisien. Semua bahan konten modul dirangkum dalam bentuk naskah melalui program aplikasi Microsoft Word.

Setelah tahap pengumpulan data dan seleksi konten modul sudah selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah desain penyajian modul. Peneliti membuat modul dengan teknik desain flat design. Flat design adalah desain dengan pendekatan minimalis yang menekankan kegunaan, dengan desain tanpa ada bevel, bayangan, tekstur, berfokus pada tipografi, warna-warna cerah, dan ilustrasi dua dimensi (pindex.com). Teknik desain tersebut akan digunakan untuk mendesain tampilan (layout) modul. Untuk mendesai tampilan modul, peneliti menggunakan program aplikasi Canva. Peneliti mengunakan program aplikasi Canva karena aplikasi tersebut menawarkan berbagai layout design grafis yang

menarik secara online gratis.

Setelah tampilan kertas sudah dibuat, peneliti mulai memasukkan konten isi ke dalam latar kertas modul. Konten materi pembelajaran disusun sedemikian rupa agar mampu menarik minat baca mahasiswa dan memudah mahasiswa untuk memahami materi modul. Peneliti juga memberikan ilustrasi, gambar atau contoh yang disesuaikan dengan tiap materinya.

Modul pembelajaran yang peneliti buat memiliki tiga bagian. Bagian pertama berupa penyajian sampul luar, kata pengantar, daftar isi, dan petunjuk penggunaan modul. Bagian sampul luar terdiri dari, jenis bahan ajar berupa modul pembelajaran, judul modul, nama penulis, dan sasaran modul. Jenis bahan ajar yaitu modul pembelajaran; judul modul yaitu Modul Pembelajaran Menulis Artikel Opini;. penulis Hieronimus Dimas; sasaran modul adalah

secara keseluruhan terkait penjelasan isi modul, langkah-langkah pembelajaran, dan tujuan akhir mempelajari materi dalam modul.

Bagian kedua adalah isi/materi pembelajaran. Bagian isi terdiri dari tiga bab. Bab pertama berisi hakikat menulis argumentasi dan hal -hal yang perlu diperhatikan dalam menulis argumentasi. Bab kedua berisi hakikat, struktur, format, contoh, jenis, dan langkah -langkah menulis artikel opini. Terakhir, bab ketiga berisi hakikat, elemen, struktur, pola argumen, dan kadar ketajaman artikel opini menurut logika Toulmin. Setelah penjabaran materi, terdapat bagian latihan, aksi, rangkuman, uji formatif, dan refleksi yang harus dikerjakan oleh pengguna modul untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pada masing-masing bab.

Bagian terakhir modul pembelajaran “Modul Pembelajaran Menulis Artikel Opini” terdiri dari kunci jawaban, daftar pustaka, glosarium, dan indeks. Kunci jawaban digunakan untuk mencocokkan jawaban dari mahasiswa setelah mereka mengerjakan tes uji formatif yang terdapat di tiap-tiap bab. Kunci jawaban berfungsi untuk mengukur tingkat kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi yang ada dalam modul pembelajaran tersebut. Daftar pustaka disajikan untuk mengetahui sumber rujukan dalam penyusunan modul ini. Daftar pustaka juga berfungsi untuk memudahkan mahasiswa untuk mencari rujukan/referensi yang berkaitan dengan pembelajaran artikel opini. Glosarium merupakan kamus kecil yang berisi kata-kata operasional atau kata-kata asing yang mungkin masih belum dipahami oleh mahasiswa. Indeks merupakan istilah penting yang terdapat dalam buku, biasanya terletak di bagian akhir buku tersusun menurut abjad yang

memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan. Indeks bertujuan untuk memberikan informasi letak halaman suatu kata atau istilah tertentu. Selain itu, indeks juga dapat berfungsi sebagai alat membaca memindai.

Pemilihan kualitas cetakan modul juga menjadi perhatian peneliti setelah selesai menyajikan modul pembelajaran menulis artikel opini secara soft copy. Peneliti memilih untuk mencetak bagian isi modul dengan ukuran kertas B5 dengan berat satuan kertas 80 gram. Bagian sampul dicetak menggunakan kertas A4 ivory 260 gram dan dilaminasi.