• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS BERDASARKAN SKORING

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 148-199)

1. Resiko peningkatan kejadian diare pada balita di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok.

2. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif pada balita dengan diare di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Depok. 3. Resiko penyebaran diare pada balita di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok.

Komunitas

1. Belum terlaksananya tatalaksana diare pada agregat balita di Kelurahan Cisalak Pasar. Tujuan Umum: Program tatalaksana diare balita di Kelurahan Cisalak Pasar berjalan optimal setelah dilakukan pembinaan selama 8 bulan. Tujuan Khusus: 1. Tersedianya pelayanan kesehatan untuk tatalaksana balita diare dalam Kegiatan Posyandu dan difasilitasi oleh kader kesehatan. 2. Tersedianya sarana dan prasarana serta dana untuk menunjang kegiatan Pendidikan

Kesehatan Pelatihan kader Posyandudalam pelaksanaan lima meja dan melakukan penyuluhan kesehatan pada balita dalam kegiatan pencegahan diare.

Afektif Kognitif Afektif Psikomotor - Teridentifikasi peserta pelatihan kader Posyandu yang akan mengikuti pelatihan perwakilan tiap RW. - Peningkatan pengetahuan

tentang pencegahan diare pada balita khususnya kader kesehatan.

- Peningkatan atau perbaikan sikap kader dalam pencegahan diare

Mahasiswa Kader Puskesmas Supervisor

Psikomotor

Psikomotor

menerapkan hidup bersih dan sehat untuk mencegah diare balita. - Melakukan perawatan

dan pencegahan diare di rumah.

- Mampu melakukan rujukan untuk balita yang sudah terjadi dehidrasi. 2 Resiko peningkatan

kejadian diare pada balita di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Tujuan Umum Angka kejadian diare balita menurun setelah dilakukan pembinaan selama 8 bulan. Tujuan Khusus: 1. Meningkatkan pemahaman keluarga tentang penerapan SAKA diare. Pendidikan

Kesehatan 1. Penyuluhan tentang penerapan SAKA diare pada balita di tingkat RW dalam bentuk kegiatan GEISAD “Gerakan Ibu Sayang Anak Diare”.

2. Penyebarluasaan leaflet,

Kognitif

Afektif

- Terjadi peningkatan pengetahuan peserta ibu balita yang mengikuti penyuluhan.

- Peningkatan atau perbaikan sikap ibu

Mahasiswa Kader Supervisor

3. Meningkatkan keterampilan keluarga tentang penerapan SAKA diare. - Mampu melakukan penerapan SAKA diare - Tersebarnya leaflet dan

poster tentang penerapan SAKA diare.

3 Resiko penyebaran diare pada balita di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok Tujuan Umum Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 8 bulan tidak terjadi penyebaran

penyakit diare pada balita di wilayah Cisalak Pasar. Tujuan Khusus Kader dapat berperan aktif dalam menangani masalah diare pada balita dengan adanya Kelompok Pendukung SAKA (KPS).

Proses Kelompok 1. Rekruitmen peserta KPS

(Kelompok Pendukung SAKA). 2. Pelatihan KPS (Kelompok Pendukung SAKA). Afektif Kognitif - Teridentifikasi peserta KPS balita yaitu kader posyandu.

- Peningkatan pengetahuan peserta KPS tentang penerapan SAKA diare

Psikomotor Psikomotor Psikomotor Afektif - Mampu memberikan pendidikan kesehatan pada ibu balita.

- Mampu merubah

perilaku yang

menyebabkan balita diare.

- Mampu mengakses sumber informasi yang tepat dan pelayanan kesehatan untuk penerapan SAKA diare.

- Mampu menjadi

motivator bagi ibu balita dalam penerapan SAKA diare pada balita.

4 Pemeliharaan

kesehatan tidak efektif pada balita dengan diare di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Tujuan Umum Setelah dilakukan tindakan peawatan selama 8 bulan pemeliharaan keseahatan pada

pengetahuan ibu tentang diare balita. 2.Meningkatkan dukungan Puskesmas terhadap program SAKA diare. 3. Meningkatnya kemampuan kader dalam pemantauan terhadap balita yang terkena diare. Pendidikan Kesehatan Partnership Pemberdayaan Proses kelompok

kesehatan kepada balita yang terkena diare.

2. Penerapan SAKA diare.

3. Melakukan skrening balita yang terkena diare melalui kegiatan Posyandu

4. Pembinaan ibu yang balitanya diare

5. Pendampingan kader dalam penerapan SAKA diare pada balita diare.

Psikomotor

Psikomotor

Afektif

Psikomotor

ibu tentang SAKA diare. Meningkatnya kemampuan ibu dalam pelaksanaan SAKA diare.

Teridentifikasi faktor risiko balita yang terkena diare. Terbinanya masalah diare pada balita yang melibatkan peran serta keluarga dalam melakukan penerapan SAKA diare.

Terpantaunya masalah diare pada balita.

Kader Mahasiswa Puskesmas

Pelaksanaan Dana Pelaksanaan

1 Pembentukan kelompok pendukung balita dengan diare (KPS).

- Terbentuknya buku panduan kelompok pendukung (KPS) balita dengan diare termasuk pencatatn dan pelaporan program.

- Terlaksananya program kelompok pendukung bagi ibu balita dengan diare (KPS). Residen Ketua RW Puskesmas Ketua Posyandu Kader Minggu 1 bulan

November 2012 Swadanamasyarakat donatur Rumah Ketua Posyandu RT 05 RW 03 2 Pelaksanaan kegiatan kelompok pendukung (KPS) balita dengan diare.

- Terbentuknya dan terbinanya anggota kelompok pendukung balita dengan diare minimal selama 6 kali pertemuan di RW.

- Anggota kelompok pendukung dapat melakukan pendidikan kesehatan dan penerapan SAKA diare.

- Terjadi perubahan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan anggota kelompok pendukung dalam mengatasi masalah balita dengan diare dengan

Residen Ketua RW Puskesmas Ketua Posyandu Kader Minggu 2 bulan

November 2012 Swadanamasyarakat donatur

Rumah Ketua Posyandu RT 05 RW 03

yang mengalami diare oleh masyarakat yang dilakukan pendampingan oleh ketua Posyandu. 4 Presentasi referat model/bentuk intervensi keperawatan komunitas. - Tergambarnya model/bentuk intervensi keperawatan komunitas yang mendukung

pelaksanaan inovasi SAFE pada balita dengan diare.

Residen Ketua RW Puskesmas Ketua Posyandu Kader Minggu 1 bulan

Desember 2012 Residen Posko Residen

5 Supervisi kegiatan kelompok

pendukung (KPS). - Terevaluasinya kelompok pendukungkegiatan melalui kegiatan supervisi terencana oleh Ketua Posyandu, Puskesmas dan Ketua RW Siaga. - Teridentifikasinya pendukung dan penghambat kegiatan kelompok pendukung (KPS) di RW 03. - Terselesaikannya

permasalahan yang ada di wilayah RW 03 terutama balita dengan diare.

Residen Ketua RW Puskesmas Ketua Posyandu Kader Minggu IV tiap

bulannya Swadanamasyarakat donatur

pendukung ibu balita. - Terdokumentasikan dan

terlaporkan kegiatan kelompok pendukung.

Pelaksanaan Dana Pelaksanaan

1 Identifikasi keluarga dengan balita yang mengalami diare atau riwayat pernah diare 3 bulan terakhir.

- Teridentifikasi lima keluarga binaan dengan balita yang mengalami diare di wilayah Cisalak Pasar.

Residen

Kader Minggu 2 bulanOktober 2012 Residen RW 01 dan RW03

2 Pengkajian keluarga binaan balita yang mempunyai riwayat diare 3 bulan terakhir.

- Terkajinya lima keluarga binaan dengan balita yang mengalami diare dengan pendekatan model Family Center Nursing.

Residen Minggu 1-3 bulan

November 2012 Residen RW 01 dan RW03

3 Perumusan permasalahan keluarga binaan dengan balita yang mempunyai riwayat penyakit diare.

- Terumuskannya diagnosa keperawatan keluarga dengan balita yang mengalami diare pada lima keluarga binaan dengan pendekatan NANDA.

Residen

Kader Minggu 4 bulanNovember 2012 Residen RW 01 dan RW03

4 Penyusunan perencanaan asuhan keperawatan keluarga dengan balita yang mempunyai riwayat diare.

- Tersusunnya perencanaan asuhan keperawatan keluarga dengan balita yang mempunyai riwayat diare.

Residen

Kader Minggu 4 bulanNovember 2012 Residen RW 01 dan RW03

4. Penerapan SAKA diare 6 Evaluasi asuhan keperawatan

keluarga dengan balita yang mempunyai riwayat diare.

Terevaluasinya asuhan keperawatan keluarga dengan balita yang mempunyai riwayat diare melalui tingkat kemandirian keluarga 1 s/d IV

Residen

Kader Minggu XII Residen RW 01 dan RW03

7 Penyusunan laporan akhir

asuhan keperawatan keluarga Terlaporkannya lima asuhankeperawtan keluarga binaan dengan balita yang mempunyai riwayat diare.

Keperawatan

Komunitas Strategi Kegiatan Waktu Kriteria Evaluasi Evaluator

1. Resiko peningkatan kejadian diare pada balita di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok. Tujuan Umum: Program tatalaksana diare balita di Kelurahan Cisalak Pasar berjalan optimal setelah dilakukan pembinaan selama 8 bulan. Tujuan Khusus: 3. Tersedianya pelayanan kesehatan untuk tatalaksana balita diare dalam Kegiatan Posyandu dan difasilitasi oleh kader kesehatan. 4. Tersedianya sarana dan prasarana serta dana untuk menunjang Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Kesehatan Supervisi pelaksanaan kegiatan penerapan SAKA diare yang dilakukan oleh kader dan petugas KPS di RW 01, 03 dan 04 Setiap kegiatan Posyandu di masing-masing RW - Teridentifikasi kader Posyandu yang akan melakukan kegiatan penerapan SAKA diare di RW 01, 03 dan 04. - Peningkatan pengetahuan

tentang penerapan SAKA diare pada balita khususnya kader kesehatan.

- Peningkatan atau perbaikan sikap kader dalam melakukan penerapan SAKA diare.

Mahasiswa Kader Puskesmas Supervisor

menerapkan hidup bersih dan sehat untuk mencegah diare balita. - Melakukan perawatan

dan pencegahan diare di rumah.

- Mampu melakukan rujukan untuk balita yang sudah terjadi dehidrasi. 2 Pemeliharaan

kesehatan tidak efektif pada balita dengan diare di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Depok Tujuan Umum Angka kejadian diare balita menurun setelah dilakukan pembinaan selama 8 bulan. Tujuan Khusus: 4. Meningkatkan pemahaman keluarga tentang penerapan SAKA diare. Pendidikan

Kesehatan 3. Penyuluhan penerapan SAKA diare padatentang balita di Paud “ABATASA” dalam bentuk kegiatan GEISAD “Gerakan Ibu Sayang Anak Diare”. 4. Penyebarluasaan leaflet,

poster penerapan SAKA

Minggu 1

Maret - Terjadi pengetahuan peserta ibupeningkatan balita yang mengikuti penyuluhan.

- Peningkatan atau perbaikan sikap ibu balita terhadap

Mahasiswa Kader Supervisor

6. Meningkatkan keterampilan keluarga tentang penerapan SAKA diare.

- Tersebarnya leaflet dan poster tentang penerapan SAKA diare.

3 Resiko penyebaran diare pada balita di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok Tujuan Umum Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 8 bulan tidak terjadi penyebaran

penyakit diare pada balita di wilayah Cisalak Pasar. Tujuan Khusus Kader dapat berperan aktif dalam menangani masalah diare pada balita dengan adanya Kelompok Pendukung SAKA (KPS).

Proses Kelompok 3. Monitoring evaluasi

kegiatan KPS Minggu IVMaret - Teridentifikasi pesertaKPS yang akan dilakukan evaluasi terhadap kegiatan KPS yang sudah dilakukan - Peningkatan pengetahuan

peserta KPS tentang proses evaluasi tentang pelaksanaan SAKA

dilakukan.

- Mampu memberikan pendidikan kesehatan pada ibu balita.

- Mampu merubah

perilaku yang

menyebabkan balita diare.

- Mampu mengakses sumber informasi yang tepat dan pelayanan kesehatan untuk penerapan SAKA diare.

- Mampu menjadi

motivator bagi ibu balita dalam penerapan SAKA diare pada balita.

balita di wilayah Cisalak Pasar dapat efektif kembali. Tujuan Khusus 1.Meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare balita. 2.Meningkatkan dukungan Puskesmas terhadap program SAKA diare. 3. Meningkatnya kemampuan kader dalam pemantauan terhadap balita yang terkena diare. Pendidikan Kesehatan Partnership Pemberdayaan Proses kelompok 6. Melakukan pendidikan kesehatan kepada balita yang terkena diare di RW 04.

7. Penerapan SAKA diare.

8. Melakukan skrening balita yang terkena diare melalui kegiatan Posyandu

9. Pembinaan ibu yang balitanya diare

10. Pendampingan

pengurus KPS dalam penerapan SAKA diare pada balita diare.

Minggu 1

April Meningkatnya pengetahuanibu tentang SAKA diare. Meningkatnya kemampuan ibu dalam pelaksanaan SAKA diare.

Teridentifikasi faktor risiko balita yang terkena diare. Terbinanya masalah diare pada balita yang melibatkan peran serta keluarga dalam melakukan penerapan SAKA diare.

Terpantaunya masalah diare pada balita.

Supervisor Kader Mahasiswa Puskesmas

1. Belum optimalnya peran kader dalam pelaksanaan program P2D berhubungan dengan keterbatasan sumber daya dan tenaga Setelah dilakukan rencana program P2D selama 3 bulan di wilayah Cisalak Pasar diharapkan dibuatnya perencanaan kegiatan. a. Revitalisasi pelaksanaan Posyandu 5 meja untuk pelayanan P2D. b. Terbentuknya struktur organisasi kelompok pendukung. c. Dibuatnya rencana program kegiatan kelompok pendukung pertahun

1. Pelaksanaan penerapan SAKA diare di Posyandu RW 01, 03 dan 04.

2. Proses pengurusan SK untuk kegiatan KPS yang diakui di tingkat Puskesmas dan Kelurahan.

3. Pembuatan rencana program kegiatan KPS secara kontinu untuk 1 tahun kedepan

1. Terlaksananya penerapan SAKA yang dilakukan kader di Posyandu RW 01, 03 dan 04. 2. Diterbitkan SK kegiatan KPS di Kelurahan Cisalak Pasar. 3. Tersusun rencana

program 1 tahun kedepan untuk kegiatan KPS Puskesmas Kelurahan Supervisor Mahasiswa 2. Belum adanya kerjasama lintas program dan lintas sektoral dalam pengontrolan dan pengembangan Setelah dilakukan rencana program P2D selama 3 bulan diharapkan a. Berjalannya metode inovatif penerapan SAKA diare. b.

Tersosialisa-1. Simulasi cara melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan penerapan SAKA oleh kader di keluarga.

1. Terlaksananya simulasi untuk pelaksanaan pencatatan dan pelaporan kegiatan penerapan SAKA diare. Puskesmas Kelurahan Supervisor Mahasiswa

peloporan kegiatan SAKA diare. d. Berjalannya sistem pengawasan kegiatan. e. Dibuatnya hasil laporan kegiatan.

3. Pelaporan hasil kegiatan ke Kelurahan, Puskesmas, dan Dinkes.

3. Desiminasi kegiatan KPS dan rencana tindak lanjut

3 Belum optimalnya supervisi pelaksanaan program pembinaan kesehatan balita dengan diare berhubungan dengan belum ada pedoman supervisi dan format supervisi yang jelas.

Setelah dilakukan rencana program P2D selama 3 bulan diharapkan adanya komunikasi yang bisa berjalan secara efektif. a.Dilakukan praktek komunikasi efektif antar pengurus KPS. b.Dibuatkan alur jaringan komunikasi yang efektif antara pengurus KPS. c.Pencatatan dan pelaporan yang baik tentang

1. Simulasi antara pengurus KPS tentang pelaksanaan komunikasi efektif.

2. Terbentuk alur komunikasi antara pengurus KPS.

3. Adanya buku yntuk pencatatan dan pelaporan kegiatan KPS

1. Terlaksananya simulasi komunikasi efektif yang dapat berjalan secara optimal dengan penambahan perilaku pengurus KPS dalam melakukan komunikasi efektif. 2. Tersusun bagan

komunikasi efektif antara pengurus KPS.

3. Tersedianya buku laporan dan pencatatan yang

Puskesmas Kelurahan Supervisor Mahasiswa

dan promotif pencegahan dan penanggulangan diare pada balita berhubungan dengan tidak adanya perencanaan spesifik jangka pendek dan jangka panjang untuk program pencegahan dan penanggulangan diare pada balita.

selama 3 bulan koordinasi dapat berjalan secara optimal antara pengurus KPS di tiap RW. b.Proses umpan balik tentang kegiatan KPS. terhadap kegiatan KPS. 2. Proses umpan balik secara

tertulis yang akan mengevaluasi kegiatan KPS.

3. Pemberiaan reward atas kinerja yang sudah dilakukan secara optimal oleh pengurus KPS.

Puskesmas pada kegiatan Posyandu tiap RW. 2. Adanya bukti secara

tertulis evaluasi yang segera akan ditindak lanjuti untuk perbaikan program pelaksanaan KPS. 3. Penggunaan sebagian anggaran di Posyandu untuk kelancaran kegiatan KPS. Mahasiswa

Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran Sifat Masalah : Aktual Kemungkinan Masalah dapat diubah : sebagian Potensi masalah untuk dicegah : cukup Menonjolnya masalah : masalah dirasakan tapi tidak urgen 3/3 x 1 ½ x 2 2/3 x 1 ½ x 1 1 1 2/3 ½

Keluarga mengatakan masalah ini sudah dirasakan oleh An.K walaupun sudah sembuh tetapi masih ada resiko lain yang dapat mengakibatkan An.K bisa terkena diare lagi

Rumah keluarga Bpk.E dekat dengan fasilitas kesehatan, keluarga dari segi ekonomi cukup menjangkau upaya untuk mengatasi masalah kesehatannya, keluarga lebih mementingkan kesehatan anaknya.

Masalah diare pada An.K sudah diketahui oleh bapak E, namun tidah tahu cara pencegahan dan perawatannya.

Keluarga merasakan masalah diare pada An.K sudah diatasi namun menurut keluarga harus tahu bagaimana pencegahannya supaya tidak terulang lagi diare pada An.K

Sifat Masalah : aktual Kemungkinan Masalah dapat diubah : sebagian Potensi masalah utuk dicegah : cukup Menonjolnya masalah : masalah dirasakan tapi urgen 3/3 x 1 1/2 x 2 2/3 x 1 2/2 x 1 1 1 2/3 1

Keluarga mengatakan masalah saat ini sangat dirasakan oleh keluarga khususnya An.K yang sulit makan, ibu M takut anaknya jadi mudah sakit.

Tempat tinggal keluarga dekat dengan fasilitas kesehatan, keluarga dari segi ekonomi cukup menjangkau upaya untuk mengatasi masalah, dan keluarga lebih mementingkan kesehatan anaknya tetapi untuk masalah masak Ibu M malas karena tidak sempat atau repot ngurusi anakanya.

Masalah kurang nutrisi atau gizi dialami oleh An.K sudah lama, lebih suka jajan, jarang makan nasi tetapi kalau dibujuk dan dipaksa makan An.K masih mau makan

Masalah sangat dirasakan dan membuat keluarga khawatir sehingga harus segera diatasi

Resiko tidak segera diatasi akan mempengaruhimasalah kesehatan pada An.K karena kurang perhatian.

Kemungkinan untuk diubah Sebagian

1/2 x 2 = 1 Keluarga mempunyai kemauan untuk menyelesaikan masalah dengan adik iparnya. Tetapi hambatan yang dirasakan saat ini Bpk.E masih berpikir untuk bisa diajak konsultasi dengan perawat.

Potensial dicegah Cukup

2/3 x 1 = 2/3 Masalah keluarga yang dialami masih ringan dan ada usaha yang telah dilakukan Ibu.M dalam berkomunikasi dengan adik ipar sudah baik.

Menonjolnya masalah

Masalah dirasakan tapi tidak urgen

1/2 x 1 = 1/2 Keluarga merasakan masalah tetapi tidak harus segera ditangani, dan meminta pada mahasiswa untuk membantu dalam perawatan masalah yang dialami.

TOTAL SKORE = 2 1/2

Prioritas Diagnosa Keperawatan

1. Resiko pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga Bpk.E khususnya pada An.K.

2. Manajemen terapeutik diare tidak efektif pada keluarga Bpk E khususnya An.K 3. Ketidakefektifan pola komunikasi pada keluarga Bpk. E

N 1 Resiko pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga Bpk.E khususnya pada An.K. Terpenuhi kebutuhan nutrisi pada keluarga bapak E khususnya anak K Setelah 2 x 45 mnt pertemuan keluarga dapat : 1. Mengenal masalah kurang gizi : a. Menyebutkan arti kurang gizi

Respon Verbal

Menyebutkan Arti kurang gizi : kekuranganzat-zat atau bahan-bahan yang dibutuhkan tubuh sehingga terjadi perubahan dalam tubuh misalnya tubuh menjadi kurus

1. Jelaskan pada keluarga arti kurang gizi, yaitu kurang zat-zat atau bahan-bahan yang di butuhkan oleh tubuh sehingga terjadi perubahan dalam tubuh misal: tubuh jadi kurus, lemah dan pucat, contoh: pohon yang di tanam di tanah kurang subur maka pohon itu akan kerdil dan daunya sedikit.

2. Beri kesempatan pada

keluarga untuk

menanyakan hal-hal yang belum dimengerti oleh keluarga.

b. Menyebutkan penyebab kurang gizi c. Menyebutkan tanda-tanda kurang gizi Respon Verbal Menyebutkan dan menunjukkan jenis bahan makanan yang ditanyakan. Respon Verbal Menunjukkan

2 dari 4 penyebab kurang gizi 1. Jumlah makanan yang

dimasukan kurang

2. Jenis bahan makanan tidak seimbang

3. Makan tidak tertur 4. Penyakit

3 dari 6 tanda kurang gizi yaitu 1. Badan kurus

2. Rambut tipis mudah dicabut 3. Lemah/pucat

4. Beri reinforcement positif atas jawaban keluarga dalam bentuk pujian. 1. Jelaskan pada keluarga

penyebab kurang gizi dengan menggunakan lembar balik dan leaflet 2. Berikan kesempatan

kepada keluarga untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti oleh keluarga

3. Tanyakan kembali penyebab kurang gizi menurut pemahaman keluarga

4. Beri reinforcement positif atas jawaban keluarga

1. Jelaskan pada keluarga tanda-tanda kurang gizi dengan menggunakan lembar balik dan leaflet 2. Beri kesempatan pada

keluarga untuk

d. Mengidentifikasi

status gizi anak Respon Verbal Menunjuk aspek yang masih kurang atau perlu diperbaiki. Respon Verbal Komitmen verbal dengan mengutarakan

Ungkapan bahwa An.K kurang gizi

Akibat dari kurang gizi adalah :

1. Pertumbuhan dan

perkembangan anak terganggu

pemahaman keluarga 4. Beri reinforcement positif

atas jawaban keluarga

1. Diskusikan dengan keluarga tentang anggota keluarga yang mempunyai tanda-tanda kurang gizi 2. Fasilitasi keluarga untuk

menyebutkan keluhan-keluhan yang ada pada an. K sesuai dengan tanda-tanda kurang gizi yang sudah dijelaskan

3. Beri kesempatan pada

keluarga untuk

mengungkapkan pendapatnya

4. Beri reinforcement positif atas ungkapan keluarga

1. Jelaskan pada keluarga tentang akibat dari kurang gizi pada anak dengan menggunakan lembar balik

2. Mengambil

keputusan untuk mengatasi masalah kurang gizi pada anak

a. Menyebutkan akibat dari kurang gizi pada anak Respon Verbal Komitmen verbal dengan mengutarakan keinginan

Keputusan keluarga untuk mengurangi kurang gizi pada anak K melalui :

1. Memberi jenis makanan yang seimbang pada anak sehat dan sakit

2. Memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan anak

3. Makan yang teratur

3. Tanyakan kembali akibat kurang gizi pada anak sesuai dengan pamahaman keluarga

4. Beri reinforcement positif atas jawaban keluarga. 1. Motivasi keluarga untuk

memutuskan tentang makanan apa yang dilakukan untuk mengatasi masalahnya,memberikan anak makan sesuai dengan kebutuhan.makan teratur, tatap memberikan makanan pada anak sewaktu anak sehat mau sakit

2. Jika anak sukar makan, berikan dalam porsi sedikit tapi sering

3. Beri kesempatan keluarga untuk mengungkapkan perasaannya

4. Beri reinforcement positif atas keputusan keluarga untuk mengatasi masalah pada anaknya

gizi Menunjukkan contoh bahan makanan Respon psikomotor Menunjukkan contoh bahan makanan

1. Zat tenaga untuk bekerja 2. Zat pembangun untuk

pertumbuhan

3. Zat pengatur untuk melindungi dari penyakit

Bahan-bahan makanan yang mengandung tri gizi yaitu : 1. Zat tenaga seperti : nasi,

roti, ubi, talas

2. Zat pembangun seperti : tempe, tahu, telur, daging 3. Zat pelindung seperti :

sayuran dan buah-buahan

keluarga untuk

menanyakan hal-hal ayng belum dimengerti

3. Tanakan kembali manfaat zat gizi menurut pemahaman keluarga 4. Beri reinforcement positif

atas jawaban keluarga

1. Jelaskan contoh-contoh bahan makanan yang mengandung trigizi pada

keluarga dengan

menggunakan gambar lembar balik

2. Beri kesempatan pada

keluarga untuk

menanyakan hal-hal yang belum dimengerti

3. Tanyakan kembali contoh-contoh bahan-bahan

makanan yang

mengandung tri gizi menurut pemahaman keluarga

gizi :

a. Menyebutkan tri guna zat gizi pada tubuh b. Menyebutkan bahan-bahan makanan yang mengandung tri gizi Respon psikomotor Mengelompok kan bahan makan 1. harganya terjangkau 2. Nilai gizinya baik 3. Tidak busuk 4. Mudah didapat

Keluarga mendemonstrasikan cara memilih bahan makanan yang baik

pada keluarga dengan menggunakan lembar balik, leaflet

2. Beri kesempatan pada

keluarga untuk

menanyakan hal-hal yang belum dimengerti

3. Tanyakan kembali cara memilih bahan makanan yang baik menurut pemahaman keluarga 4. Beri reinforcement positif

atas jawaban keluarga

1. Demonstrasikan cara memilih bahan makanan yang baik

2. Beri kesempatan keluarga untuk mendemonstrasikan cara memilih bahan makanan

3. Beri reinforcement positif ats usaha keluarga

d. Meredemonstrasi kan cara memilih bahan makanan sambil memperagakan Respon psikomotor: Memilih bahan makanan

2. Sayuran dimasak jangan terlalu lama

3. Alat-alat masak bersih 4. Cuci tangan sebelum masak

Keluarga mendemonstrasikan cara memilih mengolah makanan yang baik

2. Beri kesempatan pada

keluarga untuk

menanyakanhal-hal yang belum dimengerti

3. Tanyakan kembali cara mengolah bahan makanan yang benar menurut pemahaman keluarga 4. Beri reinforcement positif

atas jawaban keluarga

1. Demonstrasikan cara mengolah bahan makanan sesuai dengan bahan makanan yang telah dibeli oleh keluarga

2. Beri kesempatan keluarga untuk mendemonstrasikan cara mengolah bahan makanan

3. Beri reinforcement positif atas usaha keluarga

f. Meredemonstrasi kan cara

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 148-199)