• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian

4.3.4 Directing (Pembinaan Kerja)

Pembinaan kerja adalah tugas yang terus menerus di dalam pengambilan

keputusan, yang berwujud suatu perintah khusus/umum dan instruksi-instruksi

dan bertindak sebagai pemimpin dalam suatu badan usaha/organisasi. Selain itu

pula, pembinaan kerja merupakan mengarahkan semua bawahan, agar mau

ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten ini akan dijelaskan oleh I1.1

sebagai berikut:

“Dari dinas sendiri hanya memberikan pembinaan mengenai bagaimana merawat dan menjaga situs batu goong dan komplek makam Syekh Mansyur itu dengan benar. Karena pihak dinas juga bertanggungjawab dalam mengelola secara langsung situs tersebut. Agar tujuan yang telah direncanakan itu dapat tercapai, maka setiap bulannya kita melakukan rapat atau pertemuan untuk mendiskusikan mengenai cara merawat situs cagar budaya agar para pegawai yang ada di dalamnya dapat bekerja sama” (wawancara dengan Kepala Bidang Kebudayaan, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 11:43 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang) Dari hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan

kerja yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten

Pandeglang kepada pegawai yang ada di Bidang Kebudayaan ini mengenai cara

perawatan situs batu gong dan komplek makam Syekh Mansyur. Selain cara

perawatan hal lain yang juga diberikan yaitu cara memelihara, menjaga,

melestarikan dan juga cara memberikan informasi mengenai situs batu goong dan

komplek makam Syekh Mansyur kepada masyarakat.

Agar tugas yang dikerjakan oleh seluruh pegawai yang berada di Bidang

Kebudayaan dapat berjalan sesuai dengan fungsi dan uraian tugasnya, maka setiap

satu bulan diadakan diskusi mengenai uraian tugas di tiap-tiap bidang dan

kasi-kasi yang ada dan juga saling bertukar pikiran. Bidang Kebudayaan memberikan

instruksi kepada Kasi Muskala dan Jarahnitra yang merupakan penanggungjawab

benda cagar budaya yang berada di Kabupaten Pandeglang. Dinas Kebudayaan

dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang selain memberikan pembinaan kerja juga

memberikan pembinaan pegawai dan pelatihan pegawai yang merupakan

a. Pembinaan pegawai

Mengenai pembinaan kerja ini terdapat indikator yaitu pembinaan pegawai

yang dimana artinya adalah suatu hal yang akan membuat seorang pegawai

menjadi lebih baik. Mengenai seperti apa pengarahan dan tugas kerja yang

diberikan oleh atasan kepada pegawai yang ada di Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata Kabupaten Pandeglang, I1.1 menyatakan pendapatnya sebagai berikut: “Kita selalu pembinaan dalam setiap rapat di kantor. Misalnya kita ada rapat sebulan sekali, selalu ada pemaparan dari bidang masing-masing. Seperti bidang kebudayaan, memaparkan uraian tugas diantaranya perawatan dan pemeliharaan tentang seni tradisional dan cagar budaya. Kemudian nantinya ada pembinaan bagaimana cara yang benar untuk merawat situs, seperti itu saja mungkin. Jika untuk pembinaan mengenai situs cagar budaya sendiri sampai saat ini belum ada.” (wawancara dengan Kepala Bidang Kebudayaan, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 11:43 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang)

Dari hasil wawancara di atas, mengenai pembinaan pegawai dalam

mengelola situs cagar budaya ini di dapatkan bahwa pembinaan selalu

disampaikan dalam rapat di kantor setiap satu bulan sekali. Dalam rapat tersebut

tiap-tiap bidang memaparkan setiap uraian tugasnya masing-masing. Seperti pada

bidang kebudayaan di dalamnya terdapat Kasi Musakala dan Jarahnitra yang

dimana mempunyai uraian tugas sebagai pengelola situs cagar budaya, setelah

memaparkan maka akan ada sedikit pembinaan mengenai perawatan situs cagar

budaya.

Hal berbeda dipaparkan oleh Kasi Musakala dan Jarahnitra I1.2 sebagai

berikut: “Untuk pegawai dinas belum ada, hanya ikut sosialisasi. Untuk yang khusus belum ada, mungkin pada saat apel saja diberi tahu.” (wawancara dengan

Kasi Muskala dan Jarahnitra, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 12.03 WIB di

Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang)

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pegawai yang

bekerja di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata belum diberikan pembinaan secara

khusus untuk bagaimana merawat situs cagar budaya. Ia menambahkan pula jika

pembinaan tersebut dilakukan disaat pada apel pagi dan pada saat sosialisasi

mengenai cagar budaya berlangsung.

Dari kedua hasil wawancara di atas, maka dapat disimpulkan mengenai

pembinaan pegawai untuk merawat situs cagar budaya ini belum ada secara

khusus untuk membahas mengenai perawatan situs cagar budaya. Pihak dinas

hanya bertukar pikiran, memberikan masukan dan memberikan kiat-kiat khusus

untuk merawat situs cagar budaya. Namun untuk pembinaan khusus untuk

merawat situs cagar budaya sampai saat ini belum ada. Pembinaan pegawai ini

seharusnya diadakan agar para pegawai yang bekerja menjadi lebih baik dan

mengetahui bagaimana cara merawat situs secara baik dan tidak merubah bentuk

aslinya. Namun yang didapatkan di lapangan saat wawancara pegawai yang

bekerja tersebut tidak mendapatkan pembinaan, sehingga pegawai yang ada

menyerahkan seluruhnya kepada juru pelihara yang seharusnya pegawai yang ada

juga ikut berpartisipasi merawat dan menjaga situs dan memberikan masukan

bagaimana cara memelihara dan merawat situs cagar budaya dengan baik dan

b. Pelatihan pegawai

Dalam dimensi directing (pembinaan kerja) ini terdapat indikator

mengenai pelatihan pegawai yaitu suatu hal untuk melatih kemampuan yang

dimiliki pegawai. Dengan pelatihan pegawai ini sudah ada atau tidak yang

diberikan oleh dinas kepada juru pelihara untuk merawat situs cagar budaya yang

telah disampaikan oleh I1.1 sebagai berikut:

“Pelatihan tidak secara langsung, tetapi sudah dilaksanakan pada tahun 2013, seperti sosialisasi. Juru pelihara itu sosialisasi dengan para camat juga. Bagaimana cara kita merawat, jangan sampai tugasnya merawat tetapi benda cagar budayanya sendiri tidak dirawat.” (wawancara dengan Kepala Bidang Kebudayaan, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 11:43 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang)

Dari hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa juru pelihara

ini tidak diberikan pelatihan secara langsung, akan tetapi sudah melaksanakan

sosialisasi pada tahun 2013. Pelatihan tersebut memberi tahu bagaimana merawat

situs cagar budaya. Setelah diadakannya pelatihan untuk para juru pelihara ini,

maka akan memberikan kemampuan dalam menjaga dan merawat situs dengan

benar dan tidak merubah bentuk asli dari situs tersebut.

Hasil serupa juga telah dijelaskan mengenai pelatihan juru pelihara tentang

situs cagar budaya oleh I1.2 sebagai berikut: “Betul, semua juru pelihara ikut sosialisasi mengenai undang-undang cagar budaya.” (wawancara dengan Kasi Muskala dan Jarahnitra, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 12.03 WIB di Kantor

Dari hasil wawancara di atas bahwa adanya pelatihan untuk juru pelihara

ini, pelatihan tersebut juga sekaligus menjelaskan mengenai Undang-undang No.

11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dengan adanya pelatihan tersebut

diharapkan juru pelihara tidak hanya merawat dan menjaga situs cagara budaya

yang ada, namun juga mengerti dasar hukum yang telah melindungi cagar budaya

yang telah mereka jaga dan rawat.

Maka dari kedua hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa

mengenai pelatihan juru pelihara tentang situs cagar budaya yaitu bahwa semua

juru pelihara diberikan pelatihan pada tahun 2013 mengenai bagaimana merawat,

menjaga dan melestarikan situs cagar budaya tersebut. Pelatihan itu juga sekaligus

sosialisasi mengenai Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Selain juru pelihara, yang ikut sosialisasi mengenai pelatihan ini juga yaitu para

camat agar mengetahui bagaimana cara merawatnya dengan baik dan bisa ikut

melestarikan cagar budaya agar tidak punah.

Selanjutnya dijelaskan oleh juru pelihara batu goong I2.1 sebagai berikut: “Ada, kita hanya diberi tahu untuk menjaga kebersihan, merawat dan juga menjaga situs batu goong itu.” (wawancara dengan Juru Pelihara, hari Sabtu, 5 Juli 2014 pukul 10.45 WIB di sekitaran situs batu goong)

Dari hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan itu

ada dan hanya diberikan arahan untuk menjaga kebersihan, merawat, memelihara

dan melestarikan situs batu goong agar tetap terlihat baik dan juga dapat

Kemudian hal yang serupa juga disampaikan oleh juru pelihara komplek

makam Syekh Mansyur I2.2 sebagai berikut: “Iya diberi arahan-arahan bagaimana merawat situs dengan baik, ada sosialisasi baru ikut. Tergantung ada kegiatan dari dinasnya, jika ada kegiatan baru ikut.” (wawancara dengan Juru Pelihara, hari Sabtu, 5 Juli 2014 pukul 12.10 WIB di komplek maka Syekh

Mansyur)

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pelatihan tersebut

mengenai cara merawat dan menjaga situs cagar budaya dengan baik. Pelatihan

ini tidak secara rutin dilaksanakan sehingga jika ada juru pelihara yang kurang

memahami akan merasa kesulitan. Kemudian, jika dari dinas mengadakan

kegiatan maka juru pelihara ini akan ikut ambil alih atau ikut berpartisipasi untuk

menambah pengetahuan mereka.

Maka dari hasil wawancara di atas mengenai pelatihan juru pelihara

tentang situs cagar budaya maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan tersebut

hanya sekedar arahan-arahan menjaga kebersihan, merawat dan menjaga situs

cagar budaya. Pelatihan tersebut tidak rutin dilaksanakan, karena jika ada kegiatan

dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang saja baru diadakan

pelatihan untuk para juru pelihara.

Hasil dari semua wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak

adanya pelatihan yang secara khusus untuk juru pelihara. Yang dilakukan oleh

pemerintah daerah hanya mengadakan sosialisasi-sosialisasi mengenai

pelaksana memberikan pelatihan atau sekedar memberi tahu bagaiman cara

menjaga, merawat dan membersihkan situs cagar budaya tersebut.

Indikator yang selanjutnya yaitu mengenai diperlukannya pelatihan untuk

juru pelihara yang akan dipaparkan oleh I1.1 sebagai berikut ini:

“Karena agar juru pelihara mengerti dengan uraian tugasnya, bahwa juru pelihara itu adalah orang yang merawat, melestarikan cagar budaya yang ada dan juga harus dekat dengan masyarakat supaya cagar budaya ini tidak punah. Jadi juru pelihara ini perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.” (wawancara dengan Kepala Bidang Kebudayaan, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 11:43 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang) Dari hasil wawancara di atas mengenai diperlukannya pelatihan untuk juru

pelihara ini yaitu agar juru pelihara mengerti dengan uraian tugasnya sebagai

orang yang diberikan mandat secara langsung oleh Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata Kabupaten Pandeglang untuk merawat, melestarikan situs cagar

budaya. Selain itu pula juru pelihara yang ada harus bisa dekat dengan masyarakat

disekitar atau masyarakat yang berkunjung untuk diajak mencintai situs cagar

budaya dan juga ikut melestarikan warisan leluhur pada jaman dahulu agar tidak

punah dan rusak.

Kemudian hal senada juga dipaparkan oleh I1.2 sebagai berikut:

“Dengan adanya pelatihan pembinaan kepada juru pelihara ini agar juru pelihara lebih mengetahui dan mengerti akan tugasnya. Diharapkan agar juru pelihara melestarikan situs cagar budaya dan juga bisa memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakan atau pengunjung yang datang.” (wawancara dengan Kasi Muskala dan Jarahnitra, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 12.03 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang)

Dari hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa

diperlukannya pelatihan pembinaan kepada juru pelihara ini agar mereka

mengetahui dan mengerti tugas mereka dan juga bisa memberikan informasi dan

pengetahuan mengenai situs cagar budaya yang ada dan merupakan peninggalan

jaman dahulu ini.

Maka berdasarkan kedua hasil wawancara di atas dapat disimpulkan

bahwa diperlukannya pelatihan pembinaan terhadap juru pelihara situs cagar

budaya ini yaitu agar juru pelihara mengerti akan uraian tugasnya yang telah

diberikan secara langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten

Pandeglang. tugas tersebut untuk menjaga, merawat dan memelihara istus batu

goong dan komplek makam Syekh Mansyur. Selian itu pula, juru pelihara

diharapkan bisa memberikan informasi dan pengetahuan kepada pengunjung yang

datang.