BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Deskripsi Hasil Penelitian
4.3.2 Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian adalah yaitu menetapkan struktur formal daripada
kewenangan dimana pekerjaan dibagi-bagi sedemikian rupa, ditentukan dan
dikoordinasikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Handoko, 2003:11).
Pengorganisasian dapat diartikan penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus
dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada
setiap karyawan, penetapan departemen-departemen (subsistem) serta penentuan
hubungan-hubungan. Organisasi yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Pandeglang dalam mengelola situs batu goong dan komplek makam
“Untuk pengorganisasian untuk mengelola situs batu goong dan komplek makam Syekh Manyur ini bidang kebudayaan mempunyai kasi muskala dan jarahnitra yang dimana kasi ini bertanggungjawab dalam mengelola situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Pandeglang. Selain dari kasi muskala dan jarahnitra kami juga bekerjasama dengan para juru pelihara yang merawat benda cagar budaya itu secara langsung dan juru pelihara ini merupakan utusan langsung dari dinas kami. Dengan adanya juru pelihara ini diharapkan agar pekerjaan-pekerjaan yang sudah ditetapkan sebagaimana mestinya dapat dijalankan dengan baik.” (wawancara dengan Kepala Bidang Kebudayaan, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 11:43 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang)
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi yang
ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang ini sudah
memberikan tugas dan kewenangannya kepada para pihak atau kepada setiap
bagian yang bersangkutan. Dimana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini
memiliki bidang kebudayaan yang di dalamnya ada kasi muskala dan jarahnitra
yang mengelola dan bertanggungjawab dalam hal situs cagar budaya dan
kepurbakalaan. Selain itu, bidang kebudayaan telah menetapkan juru pelihara
yang diutus secara langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten
Pandeglang untuk menjaga, merawat, melestarikan dan juga memelihara situs batu
goong dan komplek makam Syekh Mansyur.
Kemudian hal serupa pula telah disampaikan oleh I1.2 mengenai
pengorganisasian ini sebagai berikut:
“Saya sebagai kasi muskala dan jarahnitra diberikan kewenangan untuk bertanggungjawab dan mengelola situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Pandeglang. Dalam pengelolaan situs batu goong dan komplek makam Syekh Mansyur ini kasi muskala dan jarahnitra mengutus juru pelihara agar dapat bekerjasama untuk ikut merawat situs cagra budaya tersebut. Selain juru pelihara juga kasi muskala dan jarahnitra juga bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar
Budaya (BPCB) Serang yang merupakan pengelola situs batu goong juga.” (wawancara dengan Kasi Muskala dan Jarahnitra, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 12.03 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang)
Dari hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa organisasi ini
melibatkan juru pelihara dan juga Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang
yang merupakan salah satu pengelola situs batu goong. Oleh karena itu, dari hasil
kedua wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa situs batu goong dan komplek
makam Syekh Mansyur ini pengorganisasiannya oleh Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kabupaten Pandeglang yang berada di dalam bidang kebudayaan dan
juga kasi muskala dan jarahnitra dan juga Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)
Serang. Kasi muskala dan jarahnitra ini merupakan yang bertanggungjawab dalam
pengelolaan situs cagar budaya dan juga berurusan langsung dengan juru pelihara.
Sednagkan untuk Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) ini yang turut serta
dalam pengelolaan situs batu goong, karena situs batu goong ini telah mempunyai
surat keputusan dari pemerintah pusat. Maka dari itu situs batu goong ini dikelola
juga oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, namun pengelolaan
yang seutuhnya berada di Dians Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten
Pandeglang. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) ini hanya mengurusi hal
penganggaran dan juru pelihara yang berada di situs batu goong.
Dalam fungsi manajemen dimensi pengorganisasian yang menjelaskan
mengenai penetapan struktur formal ini terdapat indikator yang dimana di
dalamnya menjelaskan mengenai pengelompokkan tugas pegawai sebagai berikut
a. Pengelompokkan tugas-tugas pegawai
Dalam pengorganisasian ini terdapat indikator mengenai pengelompokkan
tugas-tugas pegawai yang dimana mempunyai arti yaitu membagi-bagikan
pekerjaan kepada setiap pegawai. Situs cagar budaya tentunya memiliki struktur
organisasi dan berikut ini adalah pemaparan dari I1.1 selaku kepala Bidang
Kebudayaan:
“Kepengurusan yang terlibat, selain bidang kebudayaan ada juru pelihara dan ada orang-orang yang ahli di bidang benda cagar budaya. Kita juga koordinasi dan kerjasama dengan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Serang.” (wawancara dengan Kepala Bidang Kebudayaan, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 11:43 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang) Dari hasil wawancara di atas dapat disampaikan bahwa yang terlibat dalam
kepengurusan situs cagar budaya ini diantaranya yaitu selain bidang kebudayaan
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang, ada pula juru pelihara
yang diutus langsung untuk menjaga, merawat dan melestarikan situs cagar
budaya, orang-orang yang ahli di bidang benda cagar budaya seperti para arkeolog
dan juga pihak dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang yang ikut
terlibat hanya dalam kepengurusan situs batu goong.
Sedangkan menurut Kasi Muskala dan Jarahnitra I1.2 memaparkan
pendapatnya sebagai berikut: “Untuk di pendaftaran cagar budaya itu melibatkan dari dinas, ahli dan arkeolog.” (wawancara dengan Kasi Muskala dan Jarahnitra, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 12.03 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan
Dari hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa yang terlibat
dalam kepengurusan situs batu goong dan komplek makam Syekh Mansyur ini
melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan para ahli arkeolog.
Maka dari hasil kedua wawancara di atas mengenai kepengurusan
organisasi yang terlibat di dalam pengelolaan situs batu goong dan komplek
makam Syekh Mansyur ini yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten
Pandeglang, Bidang Kebudayaan, Kasi Muskala dan Jarahnitra, Balai Pelestarian
Cagar Budaya (BPCB) Serang, juru pelihara dan juga orang yang ahli di bidang
benda cagar budaya dan arkeolog.
Selanjutnya pemaparan mengenai kepengurusan yang terlibat dalam
pengelolaan situs batu goong ini dijelaskan oleh I1.3 karena situs batu goong juga
ikut dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang sebagai berikut:
“Dari pihak BPCB yang terlibat dalam kepengurusan situs batu goong ini meliputi Kasi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan yang nantinya berkoordinasi dengan juru pelihara di situs batu goong namun pengelolaannya tetap oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang.” (wawancara dengan Kasi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan, hari Rabu, 27 Agustus 2014 pukul 15:55 WIB di Kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang)
Dari hasil wawancara di atas, maka yang terlibat dalam kepengurusan situs
batu goong ini yaitu dari pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)
mengurusi juru pelihara yang terdapat di situs batu goong dan juga dalam hal
penganggaran kerusakan, namun pihaknya tetap bekerja sama dengan pihak Dinas
daerah yang tetap mengelola dan juga memantau segala hal yang berkaitan dengan
situs cagar budaya.
Dari ketiga hasil wawancara di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang
terlibat dalam kepengurusan situs cagar budaya ini adalah Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata yang menjadi pengelola dalam situs cagar budaya dan berada di bawah
Bidang Kebudayaan serta memiliki Kasi Muskala dan Jarahnitra yang mengurusi
segala hal mengenai cagar budaya. Selain itu pula, Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kabupaten Pandeglang bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar
Budaya (BPCB) Serang yang merupakan UPT dari Kementerian Kebudayaan dan
Pariwisata. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang ini mengelola situs
batu goong terutama memantau para juru pelihara dan juga situsnya, akan tetapi
pengelolaan seutuhnya tetap dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Pandeglang.
Selanjutnya mengenai tugas yang diberikan untuk mengelola situs tersbut
sudah dilaksanakan dengan maksimal atau belum. Seperti pemaparan I1.1 berikut
ini:
“Di bidang kebudayaan, jelas tugas-tugas itu sudah berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Di bidang kebudayaan mempunyai bawahan yaitu kasi kesenian dan kasi muskala dan jarahnitra. Sedangkan yang mempunyai uraian tugas atau tupoksi langsung ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) adalah kasi muskala dan jarahnitra. Jadi, mudah-mudahan tugasnya sudah dilaksanakan dengan maksimal.” (wawancara dengan Kepala Bidang Kebudayan, hari Selasa, 24 Juni 2014 pukul 11:43 WIB di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang)
Dari hasil wawancara di atas, maka tugas yang diberikan tersebut sudah
dijalankan sesuai tupoksinya masing-masing. Seperti uraian tugas yang mengelola
situs cagar budaya yaitu dari Kasi Muskala dan Jarahnitra yang berada di bawah
Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwiswata Kabupaten Pandeglang.
Kemudian Kasi Muskala dan Jarahnitra tersebut berhubungan pula dengan Balai
Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, yang dimana ikut berperan juga dalam
mengelola situs batu goong, namun tanggung jawabnya tetap berada di
pemerintah daerah yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwiswata Kabupaten
Pandeglang.
Hal lainnya dipaparkan oleh juru pelihara komplek makam Syekh
Mansyur I2.2 berikut ini:
“Tugas yang diberikan itu sesuai dengan keahlian, disini bisa dikatakan mampu karena banyak pengunjungnya. Jika di tempat-tempat lain seperti di tempat-tempat situsnya kurang mampu secara langsung di kelola, karena disini mah sedikit-sedikit mah ada alakadarnya aja gitu.” (wawancara dengan Juru Pelihara, pada hari Sabtu, 5 Juli 2014 pukul 12:10 di komplek makam Syekh Mansyur)
Dari hasil wawancara di atas mengenai tugas yang diberikan tersebut yaitu
juru pelihara komplek makam Syekh Mansyur ini mengerjakan tugasnya hanya
sesuai dengan kemampuannya. Karena pada perawatan komplek makam Syekh
Mansyir ini sedikit berbeda dengan situs yang lainnya. Pada komplek makam
Syekh Mansyur ini yang bisa merawatnya hanyalah orang terpilih dan sudah
memiliki kemampuan keagamaan yang kuat dan mengerti. Intinya tidak bisa
pengunjung yang datang untuk berjiarah ke makam Syekh Mansyur karena
pemerintah tidak memberikan bantuan secara khusus.
Maka dari hasil kedua wawancara yang berbeda antara Kepala Bidang
Kebudayaan dengan juru pelihara komplek makam Syekh Mansyur ini didapatkan
hasil bahwa tugas tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan tupoksinya
masing-masing. Kasi Muskala dan Jarahnitra bertugas sebagai perencana dari semua
program yang ada untuk cagar budaya, sejarah, kepurbakalaan dan museum yang
berkerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang yang
merupakan bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat
Peninggalan Sejarah dan Purbakala dan Permuseuman yang memiliki wilayah
kerja Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung. Kemudian tugas
yang dilaksanakan oleh juru pelihara ini sesuai dengan kemampuannya
masing-masing dan tidak bisa sembarangan dalam perawatan situs cagar budaya.