A. Praktik Kehidupan Sosial Kaum Muda Pada Abad Ke-XXI 1. Perubahan Pola Komunikasi
1. Emansipasi Wanita
Salah satu mean idea yang dituliskan oleh Raja>’ al-S}ani‘ dalam novel Bana>t al-Riya>d} adalah upaya untuk membebaskan kaum perempuan dari belenggu budaya patriarki, yang melihat perempuan tidak lain hanya makhluk lemah yang berada dibawah kendali para laki-laki. Emansipasi yang dimaksudkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah persamaan hak dalam berbagai sapek kehidupan masyarakat.21 Masalah perempuan merupakan salah satu problem yang dihadapi di dunia Arab modern. Di negara-negara Arab hubungan antara agama, ekonomi dan sistem politik telah membentuk hukum tersendiri di kalangan masyarakat. Faktanya antara laki-laki dan perempuan terdapat kesenjangan sosial yang menghasilkan budaya patriarki. Kita akan melihat bagaimana perempuan di negara-negara Arab menanggapi diskriminasi dan ketidaksetaraan yang berakar kuat dalam tradisi masyarakat. Inilah fakta sosial yang menyerukan reformasi budaya bagi kaum perempuan di negara-negara Arab.22
Salah satu contoh negara Arab yang sangat privat terhadap ruag gerak perempuan adalah Saudi Arabia, hampir semua hak perempuan di Arab Saudi terkungkung dalam budaya konservatisme karena adanya aturan pemaksaan kaum agamawan dan pemerintah Saudi. Perempuan Saudi lebih memilih pasrah dan menerima realitasnya sebagai perempuan. Hal ini seringkali dianggap sebagai alasan bagi mereka (perempuan) bahwa apa yang mereka jalani selama ini adalah suatu bentuk ketaatan serta kepatuhan atas apa yang mereka yakini atas agama dan penguasa. Namun seiring berjalannya waktu dan pembangunan yang meluas akibat pesatnya pertumbuhan ekonomi minyak. Sebagian masyarakat menyadari bahwa hak-hak perempuan yang terampas oleh aturan budaya harus diperjuangkan.
Arab Saudi memiliki ikatan yang kuat dengan ideologi konservatifnya, terutama dalam persoalan hak asasi perempuan. Ini terlihat dari beberapa contoh kasus yang menekankan posisi perempuan masih berada dalam otoritas kaum laki-laki. Ketidaksesimbangan kekuatan antara laki-laki dan perempuan di Arab Saudi merupakan sebuah akibat adanya campur tangan pemerintah dan unsur budaya, buakan dari pernyataan hukum negara. Keterbatasan akses perempuan untuk mencarikan sistem keadilan, semua dipercayakan kepada laki-laki yang memiliki hubungan untuk mewakili mereka. Ketidak seimbangan tersebut berdampak pada pendidikan yang merasa kesulitan untuk memberikan hak suara yang seharusnya ada dalam sistem pendidikan. kegiatan ini berdampak pada apa yang mereka inginkan atau yang mereka kerjakan sangat terbatas.
Sebagaimana kita ketahui bahwa karya sastra menangkap banyak pesan, meyelidiki masalah yang terdalam yang dialami oleh manusia sebagai
21 KBBI, https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/emansipasi (diakses 02 Desember 2019).
22 Ragai N. Makar, ‚ New Voice for Woman in the Middle East,‛ MESA Notes,
Vol. 65, No. 66, (1998), 5. https://www.jstor.org/stable/29785672 (diakses 03 desember 2019).
100
masyarakat dan hal ini tidak dapat dijawab oleh pemerintah. Para penulis Arab, baik pria maupun wanita mereka merupakan para pahlawan yang terus-menerus memperjuangkan hak-hak kemanusiaan. Pada kenyataannya baik itu sebagai masyarakat ataupun tokoh dalam karya sastra para perempuan Arab telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Sehingga dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara kaum laki-laki dan kaum perempuan dalam kehidupan yang mendatang.23
Kaum perempuan Arab menjadikan karya sastra sebagai media untuk mengungkapkan perjuangan kaum perempuan melawan budaya patriarki. Gambaran perempuan Arab yang diungkapkan lewat karya sastra cukup memberikan potret yang penting bagi nasib perempuan di dunia Arab. Dalam hal ini, sastra Arab juga bisa dijadikan sebagai barometer yang menggambarkan perubahan dan transformasi sosial yang terjadi dalam masyarakat.24 Novel Bana>t al-Riya>d} yang ditulis oleh Raja>’ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘ merupakan respon terhadap problem perempuan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Saudi. Problem keterkungkungan perempuan atas tradisi masyarakat Arab yang diungkapkan lewat novel bukanlah sebuah fiksi yang mengada-ada, melainkan fakta sosial yang harus diperjuangkan agar terjadinya sebuah perubahan. Novel Bana>t al-Riya>d} memperjuangkan hak-hak perempuan di ruang publik dan mengajak kaum perempuan Arab untuk keluar dari belenggu budaya patriarki. Hal ini terlihat dalam kutipan teks berikut:
ةاسأمو تياذ ىرأ ،اهيف ىرأ ةدحاو لك ةصقف تياقيدص نع بتكأس
نع تياقيدص نع بتكأس ،تياسأمك
نجسلا
نمزلا نع ،تانيجسلا رامعأ صتيد يذلا
تاديهشلا فا آ ..فا آ نعو ،حتفت ا تيلا باوبلأا نع ،تلالمجا ةدمعأ وتلكأ يذلا
دوقن ،قلغم فحتم لخاد ،نطقلاب ةفوفلم ىمد تياقيدص ،ديلاقتلا ةبرقبم ءاسمأ يرغب نفد
نتخ اهضاوخأ في كاسملأا نم عيمالر ،قفنت ا و ىدته ا ،خيراتلا اهكص
نم ةنيعأو ،ق
مادقأب ةيماد للاغلأا نع تياقيدص نع بتكأس فوخ لاب ،قرزلأا اهشارف تام ،رولبلا
،تادخلدا في نفدت قاوشلأا نع ،تاعرضلا ليل نع ،نايثغلاو ناياذلذا نع تلايملجا
قوس في عابتو ىتًشت نئاىر تياقيدص ،تاهينلذا تولدا نع ،ءيشلالا في نارودلا نع
في ايابس تافارلخا
فوج في !رطفلا لثم ،تنيد ،نشعي ،تاومأ يرغ توم ،قرشلا يمرح
تاوصأ يرغب توتد اهئراغم في رويط تياقيدص ،تاجاجزلا
.
23 Mona Mikhai, ‚ The Role of Women in Arabic Literature,‛ Middle East and Islamic Studies Collection, Vol. 1, No. 7. (1980), Th.
https://middleeast.library.cornell.edu/content/role-women-arabic-literature (diakses Desember 2019).
101 Artinya:
Akan kutulis tentang sahabat-sahabat perempuanku. Sebab cerita tentang masing-masing dari mereka yang kuperhatikan, kulihat diriku, kulihat sebuah tragedi sebagai tragediku. Akan kutulis tentang sahabat-sahabat perempuanku, tentang penjara yang menghisab umur perempuan-perempuan narapidana, tentang zaman yang ditelan kolom-kolom media, tentang pintu-pintu tertutup, tentang keinginan sejak awalnya terpasung, tentang sel-sel penjara utama, tentang tembok-temboknya yang berwarna hitam. Akan kutulis tentang ribuan...ribuan wanita martir yang dikubur tanpa nama. Sahabat-sahabat perempuanku bagaikan boneka-boneka yang diselimuti kain, dalam peti tertutup rapat, bagaikan mata uang-mata uang kuno yang tidak dapat diberikan dan dibelanjakan, bagaikan kumpulan ikan-ikan yang terperangkap dalam akuarium, dalam wadah-wadah kristal yang warna birunya telah pudar. Tanpa takut, akan kutulis tentang sahabat-sahabat perempuanku, tentang belenggu-belenggu yang membuat darah-darah mengalir di kaki para wanita cantik, tentang igauan dan rasa mual, tentang malam pemerahan, tentang kerinduan-kerinduan yang terpendam di bantal, tentang perputaran di ruang kosong, tentang kematian sesaat. Sahabat-sahabat perempuanku bagaikan barang gadaian yang diperjualbelikan di pasar khurafat sebagai tawanan dalam pasar ketimuran, sebagai mayat-mayat tapi tidak mati, mereka hidup, mereka mati, bagaikan seperti anggur yang terkungkung dalam gelas kaca. Sahabat-sahabat perempuanku bagaikan burung-burung dalam sangkarnya, meninggal tanpa suara
.
Kutipan di atas merupakan prolog yang disampaikan oleh pengarang, untuk mengantarkan para pembaca pada ketimpangan sosial yang dialami oleh perempuan di Arab Saudi. Kaum perempuan dalam tradisi masyarakat Saudi diperintah hanya untuk mengurusi urusan rumah tangga, selain itu keterlibatan perempuan diluar rumah dilarang. Teks di atas mengandung kalimat seruan/ajakan bagi para perempuan yang menginjak usia remaja, untuk keluar dan lepas dari balutan budaya patriarki, sehingga hal ini dapat menciptakan sebuah perubahan sosial, mengingat budaya Arab yang masih mewarisi budaya pada zaman Jahiliyah. Ungkapan teks sebagaimana kutipan di bawah:
شيعن انلزامو ،لهج بيأ نم بساور انلخادب تلازامف ،لحولاو نوباصلا نم عيقاقف انتفاقث
راقبلأاك ،داجسلاك نهكلنهو ،لمرلا في نهنفدن ،نطقلاب انءاسن فلن ،لفقلاو حاتفلدا قطنبم
سخم قئاقد للاخ وسرانم ،ليلخاو نايرثلاك يجوزلا انقح سرانم ،ليللا رخآ عجرنو ،لقلحا في
102
قوش لاب
طسو نهكتًنو ،ىتوم اىدعب دقرنو ،لعفلل لعفلا يدؤت تا آك وسرانم ،ليم ا و
!ليلخا ةظاظفل اي ،نهكتًن بردلا فصنب ،لتق لاب تلايتق ،لحولاو ينطلا طسو ،رانلا
25 Artinya:Budaya kami bagaikan busa sabun dan gelembung lumpur. Dalam diri kami masih ada sisa-sisa dari Abu jahal. Kami masih hidup dengan logika kunci dan gembok. Kami tutupi istri-istri kami dengan baju. Kami kubur mereka dalam pasir. Kami hancurkan mereka bagaikan karpet, bagaikan sapi-sapi di ladang kami datangi mereka diujung malam. Kami jalankan hak kami sebagai suami bagaikan lembu dan kuda. Kami jalankan itu selama lima menit tanpa ada perasaan rindu, nikmat dan keinginan. Kami lakukan itu seperti mesin-mesin yang menjalankan tugasnya demi tugas. Setelah itu kami tidur lelap seperti orang mati. Kami biarkan mereka ditengah-tengah api, di kubangan lumpur terkapar tanpa ada tindak pembunuhan. Ditengah jalan kami biarkan mereka, wahai kuda liar! (Nizar Qobbani).
Kutipan di atas merupakan bait puisi Nizar Qobbani yang dikutip oleh Raja>’ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘ untuk menggambarkan budaya patriarki dalam masyarakat Arab Saudi yang masih mewarisi budaya zaman Jahiliyah, terutama dalam memandang hak-hak perempuan. Kaum perempuan bagaikan mesin yang siap diperintah kapanpun, jalinan perkawinan yang dibangun atas cinta dan kerinduan, tetapi bagaikan seekor lembu yang harus tunduk pada perintah tuannya, dan seperti kuda tunggangan yang berada penuh dalam kontrol penunggangnya.
Dalam tradisi masyarakat Arab Saudi, posisi perempuan serba terbatas dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika seorang perempuan ingin bepergian diharuskan adanya mahram yang mendampingi. Bagi perempuan yang belum menikah bapak, saudara laki-laki, dan paman merupakan mahram bagi mereka, bagi mereka yang sudah berumah tangga suami adalah mahram bagi para istri. Seorang perempuan yang mampu keluar dari belenggu budaya patriarki, yang mengharuskan seorang perempuan bepergian ditemani oleh seorang mahram tercermin dalam tokoh Sedi>m. Hal ini diungkapkan lewat kutipan teks dibawah:
...
حتًقا
طصا اهيلع اىدلاو
رفاست نأ ونم تبلط انهأ ا إ ،مامجتسلال ندنل لىإ ابهاح
عم تقولا نم ةتًف يضقت نأ ديرت تناك انهلأ نوتغنزنيك ثواس في امهتقش في يمدقتو اىدحو
نيوانعلاو ماقرلأا ضعبب اىديوزتب ماقو ،ددرت دعب اهبلط ىلع قفاو .اهسفن
ول ءاقدصلأ
وع ةقفرب كانى فيصلا نوضقي
.اهسفن نع ويفتًلا تدارأ نإ مبه يقتلت تىح مهلئا
26 Artinya: 25Raja>’ ‘abd Alla>h al-S}a>ni>‘, Bana>t al-Riya>d{, 13-14.
103
Ayahnya (Sedi>m) menyarankan agar Sedi> dibawa ke London telah rekreasi. Tetapi Sedi>m meminta izin untuk pergi sediri tanpa ayahnya, karena ia ingin mengahabiskan waktu sendiri di apartemen mereka di South Kensington. Dan setelah mengalahkan beberapa keraguan akhirnya ayah Sedi>m meberi izin. Sedim diberikan beberapa nomor telepon dan alamat beberapa teman sejawat ayahnya yang sedang menghabiskan liburan musim panas di sana bersama keluarga mereka untuk bertemu dengan mereka jika mereka ingin menghibur diri.
Penggalan teks di atas merupakan bentuk perlawanan atas tradisi masyarakat Saudi yang mengekang kebebasan bagi kaum perempuan. Peristiwa ini diceritakan bahwa tokoh Sedi>m kecewa atas tindakan tokoh Wali>d yang memutuskan pertunangan mereka secara sepihak. Sikap Sedi>m dan ayahnya ini mencerminkan kehidupan keluarga modern. Dalam kehidupan modern seseorang harus bertindak dan berfikir sesuai dengan tuntutan zaman (kebaruan). Ayah Sedi>m tidak mebiarkan Sedi>m begitu saja pergi tanpa mengkhawatirkannya. Ia membekali Sedi>m dengan beberapa nomor teman sejawatnya yang berlibur ke Inggris, dengan upaya jika Sedi>m membutuhkan bantuan dia dapat menghubungi teman ayahnya.
Berbeda dengan keluarga tokoh Sedi>m, keluarga tokoh Qamrah merupakan cerminan yang mewakili kaum konservatif di Saudi Arabia. Tokoh Qamrah menikah sejak dirinya baru disemester awal perkulihan, ia terpaksa harus merelakan studinya di Universitas karena perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya dengan tokoh Rashi>d. Pernikahannya dengan Rashi>d dan Qamrah ini berujung pada perceraian. Berikut kutipannya:
في امك جورلخا نم اىايإ اهعنمو اهيلع اتهدلاو قييضت نم ىوكشلا نع فقوتت ملف ةرمق امأ
ةقلطم نلآا يهف ،قباسلا
.الذوح تاعاشلإا عشبأ جسنو اتهارثع دايتصا اهيلع ةتبثم ينعلأاو
تام سانلا بقار نم نأب اهعانقإ نع تزجع انهأ ا إ ابه اتهدلاو ةقث نم ةدكأتم ةرمق تناك
ًهم
،موي لك تارلدا تارشع اهعمسم ىلع رركي ؟ةقلطم ستنإ تيسن ،يرصي ام لاوم راص .ا
سنت لم !عيظف لكشب اهتيرح نم ديحو
وشيعت يذلا ملذا اهيفكي ا أ نكلو ،ةقلطم انهأ اموي
اكيرمأ نم اتهدوع ذنم لزنلدا نم جورلخا نم نكمتت لم ؟مهملاكو سانلا مى ويلإ فاضي تىح
كلذ في ا إ عيباسأ ةثلاث لبق
امع كلذ راركتب الذ حمستس اتهدلاو نأ نظت ا و ،مويلا
.بيرق
27 Artinya:Saat ini yang menjadi keluhan utama Qamrah adalah tekanan ibunya yang menghendaki agar dirinya tidak keluar rumah untuk menjaga penilaian negatif orang lain atas statusnya kini menjadi janda. Qamrah
104
sebenarnya setuju dan menangkap maksud baik ibunya itu. Dia hanya heran dan tidak habis pikir dengan perilaku orang yang berusaha mengintai kesalahan orang lain. Orang semacam ini akan mati penasaran. Puluhan kali dalam sehari, Qamrah mengdengar perkataan yang memojokkan dirinya sebagai janda. Puluhan kali dalam sehari, Qamrah diingatkan untuk tidak lupa akan statusnya sebagai janda serta kewajiban baiknya untuk menjaga namabaik keluarga. Kebebasannya telah dirampas dengan kejam. Karenanya, apakah tidak cukup hukuman bsginysadalah pederita perceraia, sehingga tidak harus ditambah lagi dengan cerita mendengar orang dan perampasan hak kebebasannya? Selama tiga bulan sejak kedatangan surat cerai itu, Qamrah dilarang keluarg rumah.kedatanggannya ke rumah ummi> Nuwair kali ini adalah selsilaturahmi yang pertama sekembalinya dari Amerika. Setelah ini, ia tak yakin kalau ibunya akan mengizinkannya kembali bersilaturahmi. Dari kutipan teks di atas Al-S}a>ni‘ ingin mengungkapkan fakta sosial yang selama ini terjadi di tengah-tengah masyarakat Saudi. Praktek perjodohan di Saudi merupakan hak prerogatif orang tua terhadap anak perempuannya. Mereka kaum perempuan tidak diberi kebebasan untuk menentukan jalan hidup mereka. Hal ini didasarkan oleh pemahaman tekstual terhadap syariat Islam tentang kepatuhan yang diwajibkan seorang anak terhadap kedua orangtuanya. Ada streotipe yang hidup dalam masyarakat Saudi terhadap wanita janda yaitu ketika perempuan diceraikan oleh suaminya reputasinya menjadi buruk. Seakan perceraian itu merupakan dosa yang harus ditanggung oleh kaum perempuan, sedangkan laki-laki tidak menanggung aib apa-apa. Padangan sinis terhadap wanita janda seolah menjadi kebenaran yang dilakukan oleh masyarakat sehingga menjadi sebuah ‚Hukum Sosial‛ yang harus ditanggung oleh perempuan yang telah bercerai. Tokoh Qamrah dalam novel Bana>t al-Riya>d ini merupakan simbol wanita Saudi yang menjadi korban budaya patriarki, namun pada akhirnya tokoh Qamrah menyadari hal ini dan melakukan kritikan terhadap budaya Saudi.
Apa yang dialami oleh tokoh Qamrah di atas, terlebih dahulu dialami oleh tokoh Ummi Nuwair. Seorang wanita kwait yang menikah dengan laki-laki Saudi kemudian menjadi janda setelah suaminya mengetahui kelainan kepad anak laki-lakinya. ia harus menghidupi seorang anak yang mengidap kelainan psikologi atau kelainan kejiwanan karena suka memakai pakaian perempuan. Kecaman masyarakat tentang status jandanya dan ditambah lagi kelainan sifat pada anaknya yang diyakini oleh masyarakat Saudi sebagai aib. Namun ketegaran dan kesabarannya menjadikan simbol kekuatan bagi wanita Saudi. hal tersebut diungkapkan lewat kutipan dibawah:
عمتلمجا ةرظن ببسب اديدش ريون مأ يرثأتناك ،رملأا ةيادب في
عم اهنكل ،اتهاسألد ةيحطسلا
رورم
تعا تقولا
وعدت تحبصأ انهأ تىح ،ىضرو برصب ةبعصلا اهفورظ تلبقتو عضولا تدا
105
ةلداظلا عمتلمجا ةرظنب اىراتهتساو اتهوق تابثإ لواتح يىو ادمع ريون مأب سانلا مامأ اهسفن
.الذ
28
Artinya:
Pada mulanya, Ummi Nuwair oleh terpaan fitnah yang dilontarkan dari cara pandang dan berpikir masyarakat yang kejam. Tetapi, perjalanan waktu memberikan kekuatan dan kesabaran kepadanya, sehingga dia rela dan lapang dada menerima segalanya. Bahkan dengan terang-terangan dia menamakan dirinya dengan Ummi Nuwair sebagai simbol kekuatan dan ketegarannya mengahadapi fenomena nakanya dihadapan gunjingan masyarakat yang tajam.
Kutipan di atas merupakan ungkapan yang disampaiakan oleh al-S}ani‘. Kutipan yang menceritakan ketegaran seorang janda yang hidup ditengah-tengah diskriminasi masyarakat Saudi yang keras. Bukan hanya tegar menghadapi cercaan masyarakat tentang dirinya dan anaknya, bahkan ia mampu mendidik anaknya hingga sampai ke perguruan tinggi. Hal ini ia lakukan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa kelainan psikologi yang dialami anaknya bukan merupakan suatu aib yang harus dihindari. Seperti yang dilakukan oleh suaminya, memutuskan untuk menceraikannnya karena kelainan yang dialami oleh Nuwair. Ummi Nuwair menyimpulkan apa yang dialami oleh Nuwair ini merupakan semata-mata gangguan psikologi bukan gangguan fisik. Gejala semacam ini wajar dialami oleh anak-anak pada masa-masa puber, yaitu masa peralihan dari remaja menuju dewasa.
Tokoh Ummi Nuwair ini merupakan simbol wanita yang berkepribadian kuat, modern, dan revolusioner di tengah-tengah kultur saudi yang tertutup. Kemampuannya mengatasi persoalan yang dihadapi oleh anaknya merupakan sebuah potensi istimewa. Keberhasilannya dalam mengatasi persoalan tersebut mampu menjadikan Nuwair tumbuh dewasa dengan baik, dan dapat menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi yang ada di Amerika.
Fakta tentang kekerasan terhadap kaum perempuan di Saudi Arabia cenderung ditutupi-tutupi. Karena persoalan perempuan dianggap tabu untuk diungkapkan diruang publik. hal ini yang mendorongka al-S}a>ni‘ untuk mengungkapkan fakta yang selama ini terpendam lewat karya sastra.
Para
penulis perempuan di Saudi menggunakan novel sebagai sarana untuk
berbicara menentang persoalan yang dianggap tabu dan menentang
marginalisasi terhadap perempuan, terutama kaum muda. membaca
novel-novel Saudi sebagai salah satu saluran pengungkapan opini publik
dan tentang marginalitas yang diderita wanita.
2928
Raja>’ ‘abd Alla>h al-S}a>ni>‘, Bana>t al-Riya>d{, 12.
29 Ahmad Alhazza, ‚Social Marginalisation of Woman in he Saudi Novel after the Gulf War in 1990,‛ International Jounal of Social Social Science and Humanity, Vol. 5, No. 3 (2015), 241. http://www.ijssh.org/papers/461-CH356.pdf (diakses 14 Desember 2019).
106
Pemunculan tokoh-tokoh kontroversial dalam novel Bana>t al-Riya>d} merupakan kritik terhadap tradisi masyarakat, dengan upaya untuk membebaskankaum perempuan dari budaya partriarki. Sehingga akan membawa perubahan sosial dalam masyarakat Saudi. Upaya al-S}a>ni‘ memperjuangkan hak-hak perempuan agar mendapatkan pengakuan ditengah-tengah masyarakat Saudi tercermin pada dua tokoh perempuan yaitu Michelle dan Lumais. Mereka merupakan wujud dari perempuan modern yang mampu keluar dari kungkungan budaya patriarki. Lumais melakukan perlawanan terhadap aturan bahwa kaum perempuan tidak diperbolehkan berintraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Sebagai mana kutipan teks dibawah ini:
عم مويلا كلذ في ويلإ تهجوت يذلا ىفشتشلدا في عوبسأب امهفراعت دعب يلعب سيلد تقتلا
ف
نأ لبق ،عجارلدا ضعب ءارشل ةمطا
كلذ دعب ترثك .ةمداقلا تاونسلا في ويف نمظتنت
تياوللا ةيلكلا في اتهلايمز ةيقبك سورد نم وبعصتست ام الذ حرشيل ىفشتشلدا في امتهاءاقل
تراص ثم باعيتسا او مهفلا ىلع اىدعاسيل ابسانم هارت يذلا بلاطلاب مهنم لك ينعتست
تشلدا جراخ وب يقتلت
دحأ للاخ....ناكم لك في ةرشتنلدا تاهيفاكلا يىاقلا دحأ في ،ىفش
يىاقلدا دحا يلعب سيلد تاءاقل
رملأا ةئيى لاجر نم ةقوج اهيلع تضقنا ،ينثلاثلا عراش في
ينترايس لىإ ةعرسب اهم وداتقاو ةطرشلا نم دارفأب ينطالز ركنلدا نع يهنلاو فورعلداب
س مأ يلجا" سملجا عون نم ينتلصفنم
.ةئيهلل زكرم برقأ ولض امبه اتهجوت "ي
30Artinya:
Seminggu setelah Lumeis berkenalan dengan Ali, Lumais dan Fatimah bertemu Ali lagi di sebuah rumah sakit ketika mereka ingin membeli keperluan praktik kedokteran. Selajutnya pertemuan menjadi lebih sering. Biasanya mereka bertemu di rumah sakit. Masalah yang sering dibicarakan adalah materi kuliah. Ali menjelaskan beberapa hal yang dianggap sulit oleh Lumais. dalam tradisi kampus, para mahasiswi memang senang kepada mahasiswa yang dianggap cocok.kemudian pertemuan berkembang diluar rumah sakit, yaitu di beberapa kedai kopi yang bertebaran disudut kota....Ketika sedang menikmati kopi di sebuah kedai di jalan Stala>sti>n, tiba-tiba mereka berdua didatangi petugas Amar bi al-Ma‘ru>f wa Nah}y ‘an al-Munkar bersama petugas polisi keduanya dibawa ke kantor petugas terdekat dengan dua mobil yang berbeda. Kutipan di atas menceritakan ketika Lumais berkenalan dengan Ali yang merupakan saudara laki-laki Fa>timah. Perkenalan ini membuat interaksi keduanya semakin erat. Pada suatu hari mereka sedang menikmati kopi disebuah kafe, tiba-tiba mereka didatangi oleh polisi syariat. Mereka langsung dibawa ke kantor polisi dan diintrogasi, karena telah melakukan interaksi dengan yang
107
bukan mahram. Prilaku Lumais dan Ali tersebut dinilai melanggar aturan hukum sehingga mereka harus berurusan dengan pihak kepolisian. Di Saudi Arabia hubungan antara perempuan dan laki-laki yang bukan mahram dilarang. Kontrol penuh terhadap perempuan ini merupakan aturan pemerintah yang diterapkan dalam kehidupan sehari-sehari. Kutipan ini menginformasikan kepada pembaca bahwa bagaimana keterlibatan pemerintah terhadap urusan-urusan pribadi.
Sementara itu, bagi Michelle tradisi semacam ini merupakan pengekangan terhadap hak-hak perempuan. Ungkapan Michelle tentang hal ini digambarkan dalam teks berikut:
اهيلع دحأ يليد نأ اهسفنل ىضرت نل .مئاهبلا امك هدارفأ سوسي يذلا دلبلا اذى....
ام
يج
و ولعفت نأ ب
؟ةايلحا ةدئاف امف نذإ !بيج ا ام
31 Artinya:Negara ini mengatur anggotanya seperti binatang. Tidak memberi kebebasan bagi anggotanya untuk mendikte apa yang boleh dikerjakan dan apa yang tidak boleh dikerjakan. Kalau begitu apa faedah kehidupan?
Michelle melihat kuatnya campur tangan pemerintah dalam mengurusi urusan pribadi, merupakan perampasan kemerdekaan terhadap warga dalam masyarakat. Sehingga negara begitu ketat mengekang kehidupan warganya. Kutipan ini merupakan kritikan tokoh Michelle terhadap relasi kuasa yang sengaja dilanggengkan untuk berbagai kepentingan. Dengan adanya polisi syari’at yang bertugas menghukum pelanggaran terhadap nilai-nilai atau kewajiban agama seperti meniggalkan sholat jum’at dan pelaku penyimpangan praktik haji dan sebagainya.
Akhir cerita dalam novel Bana>t al-Riya>d} al-S}a>ni‘ memberi gambaran konsep wanita modern dan maju yang terlepas dari belenggu budaya patriarki. Gambaran wanita dengan konsep tersebut digambarkan dalam karakter tokoh Lumais yang berhasil menikah dengan laki-laki yang dia sayang dan menyayanginya, bukan dari hasil perjodohan, Lumais juga berhasil meraih gelar dokter saat usia kandungannya sudah mencapai lima bulan. Artinya menikah bukan penghalang bagi perempuan untuk mencapai pendidikan yang tinggi.