• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Sejarah Negara Saudi Arabia

2. Sensor Pasar dalam Novel Bana>t al-Riya>d}

Masalah terbesar dalam distribusi dan produksi karya sastra di Timur Tengah, terutama di Saudi Arabia tidak lepas dari keadaan politik dan sosial secara keseluruhan. UNDP (United Human Nation Development) menyatakan bahwa ada tiga aturan yang mendasar, yaitu; hak berpolitik, hak-hak wanita, dan ilmu pengetahuan. Menurutnya terdapat tiga sumber penting yang menghambat penyebaran karya sastra di wilayah Arab, diantaranya; sensor, pasar, dan tantangan distribusi.79 Sensor merupakan masalah yang sangat penting di Timur Tengah. Dengan adanya sensor ini ditujukan untuk mencegah izin publikasi dan distribusi konten-konten yang dianggap merusak ideologi politik negara yang mencakup moral, agama, dan sesuatu yang bertentangan dengan rezim yang berkuasa.80

Arab Saudi disebut sebagai negara yang paling konservatif untuk urusan penyensoran. Contoh, beberapa penerbit menyerahkan judul buku kepada pemerintah, untuk penyaringan Pameran Buku Internasional Riyadh 2008. Penerbit Saqi Books, menyerahkan 350 judul buku, dengan hampir 90 persen disensor oleh pemerintah. Penerbit El-Rayyes melaporkan 30 judul buku yang dilarang. Buku-buku yang dilarang termasuk Sult}a>na>t Shahshah: Raidat al-Sinima al-Misriyah (Queen of The Screen: Pioneers of Egyptian Cinema), Pemerintah Saudi juga melarang penyair Palestina Mah}mu>d Darwi>s karena kritik publiknya terhadap pemerintah Saudi. Begitu juga dengan Bana>t al-Riya>d{

77https://aliqtisadi.com

78 Klizar Anwar, Majallah Thaqafi>yah Fas}li>yah ‚Bana>t al-Riya>d} Mar’ah Fi> Zamani al-‘Ulamah‛, (25 Juni 2011). https://www.oudnad.net/spip.php?article415 (diakses 5 Februari 2020).

79 Lowell H. Schwartz, Dkk, Barriers to the Broad Dissemination of Creative Works in the Arab World (Santa Monica: Rand Corporations, 2009), h. 4.

80 Lowell H. Schwartz, Dkk, Barriers to the Broad Dissemination of Creative Works in the Arab World, h. 5.

64

karya Raja>‘ ‘Abdullah al-S}a>na‘ juga dilarang, karena menceritakan kisah empat wanita yang intim sehingga dianggap merusak moral masyarakat Arab Saudi.81

Pada tahun 1980-1990, sensor pemerintah terhadap karya-karya yang dianggap liberal mampu melakukan kontrol penuh. Terlepas dari penyensoran yang meluas ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Dengan munculnya Internet generasi baru dari penulis muda dan para pembaca menemukan cara untuk mengatasi hambatan ini. Para penulis muda di Arab Saudi memanfaatkan teknologi digital dan platform media sosial untuk terus menulis dan menerbitkan karyanya.82

Raja> Al-S}a>na‘ merupakan penulis muda yang berusia 23 tahun dan mahasiswa di Universitas Raja Sa‘u>d. Novelnya yang berjudul Bana>t al-Riya>d} ditulis dengan menggunakan email yang dikirim per pekan setiap jum’at. al-S}ana>‘ disebut sebagai wanita pemberontak karena isi novelnya dianggap liberal, yang diungkapkan lewat karakter empat tokoh wanita dalam novelnya. Seperti yang sudah ditulis dalam latar belakang, salah satu dosen di Universitas Raja Sa‘u>d yaitu Khalid bin ‘Abdul al-‘Aziz al-Ba>tali>. Menurutnya Bana>t al-Riya>d} merupakan novel yang berbahasa bagi generasi muda di Arab Saudi, karena isinya yang vulgar dan memfitnah. Dapat merusak moral khususnya generasi muda.

Pada awal penerbitan novel Banat al-Riya>d} yang diterbitkan oleh Da>r al-Sa>qi> di Lebanon tahun 2005. Pemerintah Arab Saudi segera membuat keputusan untuk membatalkan perilisan novel ini serta melarang novel ini beredar di kawasan Arab Saudi dan pengarang dikenakan denda dengan sejumlah besar uang. Namun, novel ini diizinkan untuk tampil di pameran buku Internasional di Riya>d}.83

81 Lowell H. Schwartz, Dkk, Barriers to the Broad Dissemination of Creative Works in the Arab World, h. 5.

82 Naura Al-Gahtani ‚The Impact of Socio-Cultural Konteks on the Reception of Contemporary Saudi Novels,‛ 105.

83 Ah}mad Ghila>b, Al-h}ukm ‘ala> Bana>t al-Riya>d} al-Sabt al-Muqbal, https://www.alyaum.com/articles/419777/مكحلا-ىلع-تانب-ضايرلا-تبسلا-لبقملا

65 BAB IV

UNSUR NARATIF DALAM NOVEL BANA>T AL-RIYA>D} A. Sinopsis Novel Bana>t al-Riya>d}

Novel Bana>t al-Riya>d} sebelum dicetak menjadi sebuah novel, pertama kali muncul dalam bentuk email per-pekan pada tahun 2004. Dan ditulis oleh pengarang menggunakan akun ‚Seerehwenfadha7et‛ dan dikirim kepada akun [email protected]. Dalam versi cetaknya, novel Bana>t al-Riya>d} pertama kali diterbitkan di Lebanon pada tahun 2005. Keberadaan novel ini dilarang beredar di Saudi Arabia oleh pemerintah, karena isinya yang mengundang kontroversial di tengah-tengah masyarakat Saudi Arabia yang konservatif. Empat tokoh dalam novel Bana>t al-Riya>d} diambil dari kisah nyata para sahabatnya.

Novel Bana>t al-Riya>d} menceritakan permasalahan-permasalahan remaja di usia 20 tahun. Empat remaja perempuan yang diceritakan oleh Raja>’ al-S}ana>‘ merupakan mahasiswi di salah satu Universitas di Riyadh, mereka berasal dari keluarga kaya yang tinggal di kota Riyadh. Mereka adalah Qamrah al-Qas}manji>>, Sedi>m al-H}ari>mli>, Lumais Jada>wi>, dan Michelle al-‘Abd al-Rah}ma>n, keempat tokoh ini digambarkan oleh al-S}ana>‘ mewakili sebagian besar permasalahan remaja yang ada di Arab Saudi khususnya di kota Riyadh. Keempat gadis ini mengekspresikan kebebasan lewat tingkah laku mereka sehari-hari, seperti: memakai Jeans, tidak memakai jilbab, bergaul dengan laki-laki yang bukan mahram, party, mengemudi mobil, dan bepergian tanpa mahram. Hal-hal tersebut dilarang keras bagi masyarakat Saudi.

B. Tokoh

Menurut X.J . Kennedy,1 bagian penting dalam sebuah cerita bukan hanya terletak pada tema atau plot karangan saja, melainkan juga pada tokoh dalam cerita tersebut. Dalam hal penokohan strategi yang digunakan pengarang berdampak besar dalam menghidupkan alur cerita. Menghidupkan di sini berimplikasi untuk menampilkan kesan nyata dari sebuah cerita layaknya kisah nyata yang berada di tengah-tengah masyarakat. Untuk menemukan kesan nyata (hidup), pengarang harus bisa menciptakan tokoh yang bukan hanya secara fisik dibuat sama dengan manusia di kehidupan nyata, tetapi juga menampilkan beragam karakter yang mendukung tokoh dalam cerita tersebut hidup selayaknya manusia.2 Menurut laku dan karakternya dalam cerita tokoh dan penokohan secara umum dibagi menjadi dua kelompok; Pertama, tokoh utama (mayor). Kedua, tokoh pembantu (minor). Tokoh mayor atau disebut tokoh utama merupakan tokoh yang disebut hampir di semua plot kejadian dari awal cerita hingga akhir cerita. Sedangkan tokoh minor yaitu tokoh pembantu adalah tokoh yang hanya muncul pada beberapa plot yang

1 Teks asli; Actor is presumably an imagined person who inhabits a story, Lihat. X.J. Kennedy, Literature: An Introduction to Fiction , Poetry and Drama Second Edition

(Toronto: Little Brown Company Limited, 1979), h. 42.

2 Putu Diah Kanserina, ‚ Kekerasan Seksual pada Tokoh Utama Grace Adams dalam Novel m’’Ali>>>>ce Karya Danielle Steel, ‚ LENSA, Vol. 1, No. 2, (2011), h. 145.

66

dialami oleh tokoh mayor saja, karena sebagai pendukung cerita atau hanya membantu menghidupkan karakter tokoh mayor tersebut. Dalam novel Bana>t al-Riya>d} penokohan dikelompokkan terjadi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah tokoh-tokoh liberalis, jenis kedua adalah tokoh-tokoh konservatif.