A. Sejarah Negara Saudi Arabia
6. Wanita dan Perkembangan Pendidikan di Arab Saudi
(remaja). Pada bidang transportasi, pembangunan jalan raja serta saluran udara telah menggantikan alat transportasi tradisional.67
Kebanyakan masyarakat Saudi terus berpakaian dengan cara tradisional. Untuk pria ini terdiri dari kemeja selutut yang dikenal sebagai thawb (atau dishdashah), yang biasanya ditenun dari katun putih. Penutup kepala tradisional adalah kaffiyeh (kadang-kadang dikenal sebagai ghuṭrah), kain lebar yang dilipat dan dipegang oleh tali rambut unta yang dikenal sebagai ʿiqāl. Gaun yang dihormati waktu untuk wanita terdiri dari thawb di bawahnya yang dikenakan sepasang longgar longgar yang dikenal sebagai sirwāl. Namun, di depan umum, wanita diharuskan berjilbab penuh, dan jubah hitam panjang yang dikenal sebagai ʿabāyah dipakai. Jilbab yang disebut ḥijāb menutupi kepala, dan selendang lain yang dikenal sebagai niqab menutupi wajah. Di antara orang Badui, pakaian wanita seringkali cukup berornamen dan secara tradisional terdiri dari persenjataan indah perhiasan perak buatan tangan.68
Populasi Arab Saudi secara tradisional terdiri dari pengembara, penduduk desa, dan penduduk kota. Dalam masyarakat Saudi sistem kekerabatan dengan prinsip patrilineal, yang berpusat pada keluarga besar adalah unit sosial yang terkuat . Hal ini masih berlangsung, dapat dilihat dari sistem organisasi dan administrasi yang berpusat pada keluarga kerajaan. Desa-desa merupakan pusat layanan lokal dan berisi anggota lebih dari satu afiliasi suku. Kota-kota tidak terorganisir secara kesukuan, dan urusan lokal cenderung didominasi dan dikelola oleh beberapa keluarga. Stratifikasi sosial lebih jelas dikembangkan di kota-kota daripada di tempat lain. Sebelum dampak minyak dirasakan pada perekonomian, status sosial merupakan masalah garis keturunan. Dengan pesatnya perkembangan industri minyak, kekayaan dan posisi material telah memperoleh nilai sosial tambahan. Teknologi dan industri baru telah menghasilkan kelompok teknokrat ekonomi yang menghasilkan kelas sosial, terutama pada keluarga yang berkuasa dan penduduk lainnya. Hal ini menyebabkan beberapa kasus dan pecahnya kekuatan sipil.69
6. Wanita dan Perkembangan Pendidikan di Arab Saudi
Setelah kehidupan ekonomi Arab Saudi karena keberhasilan eksplorasi minyak di wilayah, modernisasi mulai terjadi di negara tersebut. Salah satunya di bidang pendidikan. sebelumtahun 1930-an Arab Saudi sebenarnya telah merancang dua jenis model pendidikan, yaitu pendidikan tradisional dan pendidikan formal. Pendidikan tradisional di sini adalah
67 Joshua Teitelbaum, Dkk. Saudi Arabia: Arid, Sparsely Populated Kingdom of the Middle East https://www.britannica.com/place/Saudi-Arabia (diakses 15 Juli 2019).
68 Encyclopedia Britannica, Daily Life and Social Customs,
https://www.britannica.com/place/Saudi-Arabia/Daily-life-and-social-customs (diakses 15 Juli 2019).
69 Lihat, Encyclopedia Britannica, Daily Life and Social Customs, https://www.britannica.com/place/Saudi-Arabia/Daily-life-and-social-customs (diakses 15 Juli 2019).
61
pendidikan yang mengedepankan pada kemampuan menghafal/mengingatkan. Dalam kegiatan belajar mengajar pendidikan ini tidak mengacu pada suatu buku pedoman, tetapi mengedepankan pada tradisi lisan. Mereka yang terdidik pada sistem tradisional ini, memiliki kemampuan menghafal sejarah, al-Quran, dan syair-syair warisan masa lampau. Adapun dalam pendidikan formal, model belajar mengajar terbentuk kursus dan hanya dikhususkan untuk anak-anak. Materi dalam pendidikan formal ini, diantaranya pengetahuan Aritmatika, Agama, dan Bahasa.70
Dan pada tahun tanggal 11 mei 1940, Aramco sebuah perusahaan minyak kerja sama antara pemerintah Arab Saudi dan Amerika Serikat, mendirikan sekolah al-Khabar yang didanai oleh perusahaan tersebut. Materi yang diajarkan disekolah ini diantaranya adalah ilmu hitung, dan bahasa Inggris. Sistem pendidikan ini dibuka untuk umum. Pada tahun 1954, disepakatilah perjanjian antara Aramco dan pemerintah kerajaan yang saat itu dipimpin Raja Sa‘u>d untuk mendirikan sepuluh sekolah negeri di provinsi Timur. Program tersebut dikelola oleh Raja Fahd muda selaku sebagai menteri pendidikan saat itu. Peran Aramco semakin besar bagi pendidikan di Arab Saudi, dan pada tahun 1959 perusahaan tersebut mendirikan pusat pelatihan vokasional di bidang perminyakan. Pada masa selanjutnya dibuatlah kebijakan bagi pegawai lokal yang berprestasi di perusahaan Aramco untuk dikirim belajar ke luar negeri.71
Selanjutnya perkembangan pendidikan bagi kaum wanita. Pada masa ‘Abdul ‘Azi>z bin ‘Abdurrahma>n al-Sa‘u>d keterlibatan wanita dalam perkembangan sosial tidak banyak terlihat karena masih terpaut pada karakteristik sebelum Arab Saudi menjadi negara kerajaan, dimana wanita masih dalam posisi subordinat bagi perkembangan negara. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya sekolah untuk perempuan yang didirikan pada masa ‘Abdul ‘Azi>z bin ‘Abdurrahma>n al-Sa‘u>d. Pada masa setelahnya yaitu masa Sa‘u>d bin ‘Abdul ‘Azi>z al-Sa‘u>d, perkembangan wanita hanya ditekankan pada wanita-wanita dari keluarga kerjaan. Mereka disediakan sekolah di istana-istana keluarga kerajaan dengan disediakan guru wanita. Perkembangan yang signifikan dapat dilihat pada masa Fais}al bin ‘Abdul ‘Azi>z al-Sa‘u>d yang membuka ruang bagi kaum wanita seluas-luasnya untuk mengenyam pendidikan.72
70 Ahmad Musonnif, ‚Kalender Umm al-Qubra: Studi Pergeseran Paradigma Sistem Kalender di Kerajaan Arab Saudi,‛ Ahkam, Vol. 3, No. 2 (November 2015), 169.
http://ejournal.iain-tulungagung.ac.id/index.php/ahkam/article/download/388/320 (diakses 21 Agustus 2019).
71 Ahmad Musonnif, ‚Kalender Umm al-Qubra: Studi Pergeseran Paradigma Sistem Kalender di Kerajaan Arab Saudi,‛ 168.
72 Riyan Hidayat, DKK, ‚Perubahan Sosial Politik di Arab Saudi 1932-1975,‛
Jurnal Middle East and Islamic Studies, Vol. 5, No. 1 (Desember 2017),
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/44524/2/Strategi%20Pengumpula n%20Dana%20Zakat%20Pada%20Badan%20Amil%20Zakat%20Infaq%20Dan%20Shadaq ah%20%28Bazis%29%20Provinsi%20DKI%20Jakarta.pdf (diakses 21 Agustus 2019).
62
Fais}al bin ‘Abdul ‘Azi>z al-Sa‘u>d bersama istrinya yang bernama Iffat al-Thunayan melakukan modernisasi pendidikan formal dengan memasukkan wanita sebagai peserta yang sama dengan kaum laki-laki. Namun kebijakan ini dilakukan dengan tidak meninggalkan ideologi negara, yaitu ajaran Agama Islam untuk tidak bercampur pergaulan antara wanita dengan laki-laki. Pada masa Raja Fais}al ini, didirikanlah sekolah-sekolah khusus bagi wanita mulai dari sekolah tingkat dasar sampai tingkat pergruan tinggi. Raja Fais}al membuat sekolah khusus bagi guru wanita dan bahkan pada tahun 1974, tercatat telah empat wanita yang menerima gelar Ph.D dari luar Arab Saudi karena implikasi proyek pengiriman mahasiswa Arab saudi ke luar negeri selama 1964-1975.73 B. Riwayat Hidup Pengarang dan Karyanya
1. Biografi Raja>‘ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘
Raja>’ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘ dilahirkan di kota Riyadh pada tanggal 11 September 1981 ayahnya adalah seorang yang terpandang yaitu ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘, pada saat ia berumur 8 tahun ayahnya meninggal dunia.74
Raja>’ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘ adalah seorang dokter gigi, yang merupakan lulusan fakultas kedokteran gigi Universitas Raja Sa‘u>d pada tahun 2005.75 Setelah menyelesaikan gelar sarjananya, al-S}a>ni‘ melanjutkan pendidikannya ke Chicago, gelar masternya pada bidang kedokteran mulut didapat pada tahun 2008 dari universitas illinois di chicago di Amerika Serikat. Saat berusia 23 tahun al-S}a>na‘ menuliskan sebuah kisah tentang perempuan Riyadh, dengan menulis kisah dalam bentuk email. Pada dasarnya Raja>‘ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘ bukan seorang novelis atau sastrawan, ia hanya menyukai dunia kesusastraan. Hal ini dibuktikan bahwa Raja>‘ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘ hanya menulis satu novel yaitu Bana>t al-Riya>d}. Di tahun 2006 novel Bana>t al-Riya>d{ mendapatkan kategori buku Best Seller, yang masuk pada jajaran buku terlaris di kawasan negara Arab.76
Jenjang karirnya diperoleh pada tahun 2009, al-S}a>ni‘ memperoleh dewan kanada dari fakultas kedokteran gigi di kanada, pada tahun 2009- 2010, Raja>’ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘ bekerja sebagai asisten profesor di universitas illinois di chicago di Amerika Serikat, sekembalinya ke Riyadh ia bekerja sebagai konsultan untuk pengobatan di rumah sakit dan pusat penelitian spesialis king faisal pada tahun 2011-2012 dan spesialis konsultan imag dental center di Aran Saudi pada tahun 2010-2011, Dia bekerja juga sebagai konsultan untuk
73 Sherifa Zuhur, Saudi Arabia (New York: ABC Clio, 2011), 78.
74 Salwa> al-Lu>ba>ni, Muqa>ranah Baina Ya‘qu>baya>ni wa Bana>t al-Riya>d}
https://www.arabworldbooks.com/Readers2006/articles/riyadh.htm (diakses 13 September 2019).
75 Asad Muh}ammad, Riwayah Bana>t Riya>d} Li Kitabah Raja>’ ‘Abd Alla>h al-S}a>ni‘, https://www.diwanalarab.com/spip.php?article3002 (diakses 6 September 2019).
76 Salwa> al-Lu>ba>ni, Muqa>ranah Baina Ya‘qu>baya>ni wa Bana>t al-Riya>d}
https://www.arabworldbooks.com/Readers2006/articles/riyadh.htm (diakses 13 September 2019).
63
pengobatan dan peneliti sel di rumah sakit dan pusat penelitian king faisal sejak tahun 2012 di Kerajaan Saudi.77
Novel Bana>t al-Riya>d} ditulis oleh al-Sa>ni‘ pada tanggal 13 Februari 2004, dan berakhir pada tanggal 11 Februari 2005. Awal penulisan novel ini berupa tulisan al-S}a>ni‘ yang dimuat di internet lewat e-mail. E-mail yang dikirim oleh seorang gadis tak dikenal setiap Jumat untuk sebagian besar pengguna internet di Arab Saudi. Dia menceritakan kisah dari empat temannya (Qamra, Michelle, Sedi>m, Lumais). E-mail ini telah menciptakan sebuah gelombang revolusi bagi masyarakat Arab Saudi. Tulisan ini menjadi perbincangan yang hangat di tempat –tempat tertentu, di Universitas, sekolah dan lembaga pemerintah. Surat Kabar yang memuat tentang peristiwa tersebut, kemudian menjadi topik yang hangat yang ditayangkan oleh program televisi. Dan semua orang menjelaskan email sesuai dengan pendaptnya masing-masing, setiap orang membuat pernyataan, antara yang pendukung dan ada pula yang menentang.78