HKUST mendapatkan keuntungan pada tahun-tahun terakhir administrasi kolonial untuk mengembangkan budaya universitas riset Amerika Serikat di dalam sistem pendidikan tinggi kolonial Inggris. Di saat universitas lainnya di Hong Kong terikat dengan warisan dan etos kelembagaan mereka, universitas ini membedakan dirinya dari status quo dengan tinjauan masa depan mengenai potensi peran universitas sains dan teknologi di dalam situasi Hong Kong SAR, Cina, di masa yang akan datang. Mereka meluncurkan beberapa perhitungan yang ternyata dapat dilihat di dalam universitas lainnya. Beberapa perhitungan ini di antaranya meletakkan penelitian dalam posisi yang sama dengan kegiatan belajar-mengajar, mengandalkan pendekatan kewirausahaan untuk
Kebangkitan Universitas-universitas Riset: Hong Kong University of Science and Technology 63
pembangunan, lebih memilih metode menunjuk dibandingkan dengan memilih dekan, dan mensyaratkan para mahasiswa untuk mengambil pendidikan sosial serta kemanusiaan di luar spesialisasi sains dan teknologi mereka.2 Dalam kenyataannya, kebijakan ini muncul sebagai bagian tren umum globalisasi dalam dunia pendidikan tinggi.
Pendirian universitas bertepatan dengan pendirian Dewan Hibah Penelitian Hong Kong yang memberikan pendanaan untuk memperkuat kapasitas penelitian pada kampus dan universitas di Hong Kong (UGC 2000). Saat ini, Dewan Hibah Penelitian tersebut masih merupakan sumber utama dana penelitian yang telah menyikut universitas-universitas tradisional yang terfokus pada kegiatan belajar-mengajar di Hong Kong SAR, Cina, dengan lebih banyaknya penelitian. Belum lagi, HKUST lebih dahulu meluncurkan hal tersebut. Jumlah pendanaan yang diterima secara bertahap meningkatkan level yang dapat dibandingkan dibandingkan dengan universitas lainnya dan saat ini masih merupakan yang tertinggi dalam proporsi kesuksesan pengajuan hibah. Sebagai contoh, pada tahun 2009 rata-rata pengajuan yang sukses mencapai 47 persen, jauh di atas dua universitas riset lainnya yang menerima 36 persen. Jumlah yang diberikan kepada para pengajar hampir dua kali lipat dibandingkan dengan universitas lainnya. Oleh karena itu, dengan didirikannya Dewan Hibah Penelitian (Research Grants Council), waktu pendirian HKUST sebagai universitas riset sangat tepat.
Sebagaimana pendekatan pada tahun 1990-an, empat macan Asia (Hong Kong, Republik Korea, Singapura, dan Cina Taiwan) membanjiri pabrik di negara-negara Asia terdekat dengan biaya produksi yang lebih rendah. Dengan semakin meningkatnya pendidikan penduduk, para macan meningkatkan industri domestik menjadi produksi yang bernilai tambah lebih tinggi. Selama peningkatan industrial ini, pemerintah Singapura; Korea; dan Cina Taiwan, menetapkan arah untuk menuju industri yang berbasis teknologi tinggi intensif. Walaupun industri perburuhan intensif dari Hong Kong mulai berpindah ke daratan Cina, pemerintah menghindari insiatif pendanaan publik dalam teknologi tinggi, lebih memilih untuk mengandalkan pasar ekonomi sebagai kekuatan penggeraknya. Mereka membatasi diri hanya mendukung investasi infrastruktur, termasuk universitas sains dan teknologi yang secara membuat HKUST menjadi pusat simbol peningkatan teknologi tinggi di Hong Kong. Mereka fokus pada sains dan teknologi dalam kebangkitan Asia yang digemakan dengan visi populer tentang transfer ilmu pengetahuan untuk Cina yang modern. Visi tersebut ditingkatkan oleh fakultas bisnis dan manajemen HKUST di kota komersial seperti Hong Kong. Sayangnya, ketergantungan pemerintah terhadap pasar mengakibatkan gagalnya usaha untuk membuat Hong Kong menjadi pusat teknologi tinggi dan selanjutnya membatasi peran penting dari universitas baru tersebut untuk menjadi katalis kebangkitan Hong Kong dalam bidang tersebut. Sektor properti dan real
estat yang kuat dan juga para pegawai negeri tingkat kedua merupakan pihak yang memimpin Hong Kong setelah penyerahannya ke Cina pada tahun 1997 dan mereka sedikit melakukan sesuatu untuk mendukung pengembangan Hong Kong sebagai pusat teknologi tinggi, sehingga mendorong kesempatan tersebut ke arah utara di mana Shanghai menjadi pihak dermawan yang proaktif.3
Kebangkitan cepat HKUST juga dibantu oleh momentum pendiriannya, tidak lama setelah keputusan pemerintah pada November 1989 untuk meningkatkan dua kali lipat penerimaan mahasiswa di pendidikan tinggi. Keputusan ini terjadi pada saat peristiwa Tiananmen Square, bahkan di saat ilmuwan potensial yang mungkin saja akan belajar di universitas ini saat dibuka pada tahun 1991, menjadi ingin belajar ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah mereka. Di saat emigrasi tahunan Hong Kong mulai meningkat pada tahun 1990-an mencapai jumlah 65.000 orang per tahun di mana di dalamnya termasuk penduduk yang berpendidikan tinggi, pemerintah bergerak untuk melipatgandakan pendaftaran universitas. Perluasan dalam penerimaan pendidikan tinggi ini akan semakin sulit tercapai tanpa pendirian universitas pada tahun 1991. Rata-rata migrasi kembali para penduduk Hong Kong meningkat pada pertengahan sampai akhir 1990-an di saat mereka merasa cukup aman untuk kembali, dengan atau tanpa tanda kependudukan asing atau paspor.4
Faktor kesuksesan terpenting HKUST adalah adanya rekrutmen yang memperoleh ilmuwan dan pengajar yang sangat berbakat. Semua staf pengajar memiliki gelar doktor dan 80 persen di antaranya menerima gelar doktor dari atau pernah bekerja di 24 universitas terbaik di dunia. Universitas merekrut staf pengajar dengan kemampuan seperti ini dari generasi ilmuwan diaspora Cina. Generasi ilmuwan Cina yang meninggalkan Cina daratan menuju Cina Taiwan dan kemudian sekolah di luar negeri, biasanya ke Amerika Serikat, mengamati perubahan yang terjadi di Cina selama dekade awal reformasi ekonomi dan keterbukaan dengan dunia luar yang mulai terjadi pada Desember 1978. Jumlah ilmuwan asing Cina di universitas-universitas di Amerika Serikat terus meningkat mencapai titik kritis. HKUST merekrut sebagian besar mereka yang memiliki bakat akademis yang lahir di Cina Taiwan dan Cina daratan kemudian melatih mereka di luar negeri, sebagian besar di universitas-universitas Amerika Serikat, sesuatu yang tidak banyak dilakukan oleh universitas lainnya di Hong Kong.
Woo Chia-Wei, presiden universitas yang pertama, merupakan anggota generasi yang unik dari akademik Cina ini. Selain merupakan seorang fisikawan yang terlatih, Woo juga pernah menjadi presiden di universitas riset terkemuka di Amerika Serikat. Bahkan, beliau adalah orang Cina pertama yang memimpin universitas di Amerika Serikat. Beliau juga merupakan bagian dari jaringan luas peneliti dan ilmuwan Cina di Amerika Serikat. Merupakan hal yang sangat penting bagi HKUST bahwa terdapat satu generasi ilmuwan senior dengan
Kebangkitan Universitas-universitas Riset: Hong Kong University of Science and Technology 65
reputasi internasional di bidangnya, sudah merasa nyaman dalam karier mereka, yang bersedia meninggalkan tempat mapan mereka untuk pindah ke Hong Kong. Perpindahan ini menunjukkan kepercayaan Presiden Woo yang tidak hanya mengawasi pendirian dan pengembangan awal HKUST, tetapi juga berperan penting dalam menyusun fakultas akademik yang berkualitas tinggi dan terkemuka secara internasional. Sebagai presiden pertama HKUST, Woo mempersiapkan langkah bagi dua presiden selanjutnya.
Untuk melanjutkan arah lintasan untuk menjadi universitas sains dan teknologi utama di Asia, HKUST memilih Paul Ching-Wu Chu sebagai presiden kedua. Chu adalah pioner dalam bidang superkonduktif suhu-tinggi. Juga merupakan ketua T.L.L. Ketua Pembina Sains di University of Houston dan direktur pendiri Texas Center for Superconductivity. Beliau juga menjabat sebagai konsultan dan anggota staf tamu di Laboraorium Bell, Laboratorium Nasional Los Alamos, Pusat Penerbangan Angkasa Luar Marshall, Laboratorium Nasional Argonne dan Dupont. Chu memperoleh Medali Sains Nasional 1988, penghargaan tertinggi dalam dunia sains di Amerika Serikat, mendapatkan gelar Peneliti Terbaik di Amerika Serikat oleh U.S. News and World Report tahun 1990, dan ditunjuk oleh Gedung Putih untuk menjadi anggota dalam 12 ilmuwan terhormat untuk mengevaluasi nominasi Medali Sains Nasional. Salah satu sumbangan terbesarnya bagi HKUST adalah pendirian Institut Studi Lanjutan. Menggantikan Paul Ching-Wu Chu yang pensiun pada tahun 2009 adalah Tony Chan yang sebelumnya menjadi asisten direktur Yayasan Sains Nasional Amerika Serikat yang bertanggung jawab pada direktorat matematika dan ilmu fisika. Dalam posisi tersebut, beliau memandu dan mengelola pendanaan penelitian sebesar HK$10 miliar (US$1,29 miliar) dalam satu tahun dalam bidang astronomi, fisika, kimia, ilmu matematika, ilmu bahan, dan kegiatan multidisiplin. Walaupun beliau baru saja menjalani jabatan presiden HKUST, beliau diharapkan mengombinasikan keahliannya sebagai ilmuwan dan pengajar terkemuka sekaligus administrator kelas dunia.
Dasar pemikiran utama dalam potensi merekrut di HKUST pada pertengahan dan akhir tahun 1990-an adalah adanya lonjakan kemakmuran di bidang ekonomi di saat investasi dari Cina mendorong ekonomi mencapai tingkat tertinggi dan memecahkan rekor. Perkembangan ini membantu HKUST memperoleh sejumlah sumber keuangan dari pemerintah, walaupun jumlah tersebut masih kurang mencukupi dibandingkan dengan yang diterima oleh universitas riset terkemuka di Amerika Serikat. Seperti universitas lainnya di Hong Kong, HKUST menerima suntikan dana rutin dalam jangka waktu per tiga tahun dari University Grants Committee dan dana penelitian dari Research Grants Council yang baru saja didirikan. Akan tetapi, tidak seperti universitas lainnya, HKUST tidak memiliki alumni yang dapat mendukung universitas melalui sumbangan pribadi.
Pendapatan para pengajar mencapai tingkat yang sama dengan yang ditawarkan di negara berkembang lainnya, yang membuat keputusan untuk merekrut staf dan merelokasi mereka ke Hong Kong lebih mudah, walaupun pendapatan bukanlah faktor utama dalam jenjang masalah rekrutmen yang ada. Untuk banyak akademisi terkemuka, relokasi berarti pindah dari rumah luas ala Amerika Serikat ke tempat tinggal kecil ala apartemen di Hong Kong ditambah pemisahan dari keluarga atau tempat kerja.
Pendekatan perjanjian retrosesi kedaulatan menghasilkan saat yang menentukan bagi para akademisi Cina yang mengintensifkan keterikatan emosional mereka dengan Cina. Bakat-bakat saintifik yang disimpan oleh Cina Taiwan selama tiga dekade dan yang memimpin kesuksesan ekonomi dengan produksi berteknologi tinggi untuk pertama kalinya terfokus pada pembangunan Hong Kong, khususnya dalam mengembangkan sistem pendidikan tingginya. Untuk akademisi Cina-Amerika, perubahan fokus ini menandakan kesempatan yang penting untuk berkontribusi secara signifikan terhadap hubungan Amerika Serikat dengan Cina.
Secara singkat, ilmuwan dengan keterikatan batin yang kuat dengan Cina merasa senang dengan meningkatnya keterbukaan dan kemajuan ekonomi negara tersebut. Bagi mereka, perkembangan ini memberikian mereka kesempatan untuk ambil bagian dalam kegiatan penting dan memainkan peran dalam modernisasi Cina. Dalam kaitan ini, waktu yang tepat merupakan hal yang sangat krusial dalam merekrut staf pengajar. Jika HKUST telah didirikan satu dekade sebelumnya di saat status kolonialnya belum jelas akan berakhir tahun 1997, maka sebagian besar akademisi Cina di universitas tersebut tidak akan memilih untuk berkeja di Hong Kong. Faktor penting bagi para ilmuwan ini bahwa HKUST menjamin suatu tingkat kebebasan akademis yang belum ada di daratan Cina.
Oleh karena itu, HKUST membuat ceruk yang bernilai, yang diproyeksikan melalui visi kelembagaannya dan didukung dengan merekrut dua generasi ilmuwan Cina berbasis luar negeri. Hal itu merepresentasikan kesempatan sejarah yang unik untuk bekerja dalam ekonomi yang bergerak dinamis dan secara cepat mengembangkan sistem universitas. Mereka juga mendirikan iklim keilmuan yang sehat yang menggabungkan kemunculan secara global dan reformis Cina, beriringan dengan peningkatan sistematik pendanaan penilitian dari publik di universitas-universitas Hong Kong.
Walaupun kecepatan peluncuran universitas riset dapat dipercepat oleh beberapa faktor tersebut, beberapa di antaranya sulit diduplikasi di tempat lain. Faktor-faktor seperti ekonomi yang dinamis, kebebasan akademis, dan kedekatan mereka dengan Cina daratan berkontribusi kepada pengembangan secara umum pada keseluruhan sistem pendidikan tinggi di Hong Kong. Setiap sistem pendidikan tinggi memiliki kondisi-kondisi unik, beberapa di antaranya dapat diubah menjadi kesempatan untuk mendirikan universitas riset. Universitas riset
Kebangkitan Universitas-universitas Riset: Hong Kong University of Science and Technology 67
kelas dunia tidak dapat dibuat dalam ruang hampa. HKUST dikembangkan dalam sebuah sistem yang di dalamnya terdapat ceruk, tetapi mampu memproyeksikan visinya jauh ke melampaui akademi Hong Kong.
Walaupun universitas di Hong Kong SAR, Cina, saat ini dibiayai oleh pemerintah, otonomi mereka dilindungi oleh hukum.5 Pada akhir abad ke 20, kompetisi antara tiga universitas riset terbaik di Hong Kong (Universitas Hong Kong, Universitas Cina Hong Kong, dan HKUST) untuk memperoleh dukungan pendanaan dan status akademis dari pemerintah yang sama juga membuat suatu pendidikan tinggi yang dinamis di Hong Kong SAR, Cina. Untuk beberapa hal, pendekatan ini memberikan sumbangan terhadap kebangkitan ekonomi pada seluruh sistem universitas. Setelah HKUST didirikan, alokasi pendanaan pemerintah diperbesar. Belum lagi, dana-dana ini masih dicairkan dengan dasar daya saing. Dibandingkan dengan menggunakan strategi konvensional yang memusatkan sumber-sumber pada satu atau lebih lembaga unggulan yang telah didirikan, Hong Kong lebih menggunakan dua jalur strategi pengembangan di mana sumber-sumber tidak dipusatkan pada satu lembaga dengan merugikan lembaga lainnya. Mereka menggunakan strategi untuk mendirikan universitas riset, yang setidaknya dalam teori, universitas tersebut saling melengkapi dan memperkuat keseluruhan sistem kapasitas penelitian. University Grants Committee menyatakan pendekatan sistem yang meluas.
Mengembangkan sistem yang saling terkait di mana keseluruhan sektor pendidikan tinggi dilihat sebagai satu kekuatan . . . . bernilai sistem pendidikan tinggi yang kolaboratif secara mendalam dan digerakkan oleh peran . . . . berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya (UGC 2010b).
Perluasan yang akan dicapai oleh pendekatan ini dalam praktiknya tentu saja dapat diperdebatkan. Namun, masih terdapat beberapa pengamat memuji strategi ini, setidaknya pada bagian-bagian tertentu, untuk alasan bahwa empat dari sepuluh universitas di Hong Kong SAR, Cina termasuk dalam 10 terbaik di Asia (Times Higher Education 2008). Sisa bagian ini akan memeriksa kasus HKUST secara lebih detail. Keunikan faktor-faktor dalam pendirian dan pengembangannya menerima perhatian paling besar dan bagian tersebut menyimpulkan dengan penegasan tentang keadaan-keadaan untuk pendirian universitas riset dalam ekonomi yang sedang berkembang.