• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Kompetensi Keislaman Mahasiswa

TINJAUAN TEORI

B. Faktor Kompetensi Keislaman Mahasiswa

Kompetensi keislaman tersebut menjadi perhatian dalam penelitian ini karena

penulis melihat dalam realitanya opini masyarakat menilai bahwa mereka

mahasiswa IAIN Salatiga memiliki kompetensi keislaman memuaskan.

Namun menjadi kerisauan karena dalam faktanya penulis masih banyak

melihat pemandangan yang bisa menjadi nilai bahwa mahasiswa masih

banyak memiliki kompetensi kesilaman kurang.

Michael Zwell mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang

dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang adalah59:

1. Keyakinan dan nilai-nilai

Keyakinan orang tentang dirinya maupun terhadap orang lain akan

sangat mempengaruhi perilaku. Apabila orang percaya bahwa mereka

tidak kreatif dan inovatif, mereka tidak akan berusaha berpikir tentang cara

baru atau berbeda dalam melakukan sesuatu. Untuk itu setiap orang harus

59

Michael Zwell, Creating a Culture of Competence, New York: John Wiley & Sons, Inc, 2000, 56-68.

berpikir positif tentang dirinya, maupun terhadap orang lain dan

menunjukkan ciri orang yang berpikir kedepan.

2. Keterampilan

Dengan memperbaiki ketrampilan, individu akan meningkat

kecakapannya dalam kompetensinya.

3. Pengalaman

Keahlian dari banyak kompetensi memerlukan pengalaman,

pengalaman dalam menyelesaikan masalah, dan sebagainya.

4. Karakteristik kepribadian

Kepribadian bukanlah sesuatu yang tidak dapat berubah.

Kepribadian seseorang dapat berubah sepanjang waktu. Orang merespon

dan berinteraksi dengan kekuatan dan lingkungan sekitar. Walupun

berubah, kepribadian cenderung berubah dengan tidak mudah.

5. Motivasi

Memiliki dorongan, apresiasi, memberikan pengakuan dan

perhatian individual dapat memberikan pengaruh baik pada motifasi.

6. Isu Emosional

Hambatan emosional membatasi penguasaan kompetensi. Misal

takut membuat kesalahan, menjadi malu, merasa tidak disukai atau tidak

7. Kemampuan Intelektual

Kompetensi tergantung pada pemikiran kognitif seperti, pemikiran

analitis, dan pemikiran konseptual.

Kemudian faktor pengaruh kompetensi keislaman mahasiswa IAIN

Salatiga dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern.60

1. Faktor Intern

Faktor intern di sini adalah faktor yang berasal dari dalam diri

individu yang sedang belajar. Faktor intern ini terdiri dari dua yaitu faktor

fisiologis dan faktor psikologis.

a. Faktor Fisiologis (Kesehatan)

Faktor intern berupa kesehatan ini terbagi menjadi dua, yaitu

kesehatan jasmani dan rohani.61 Hal ini dapat dilihat ketika seorang

belajar dengan kondisi fisik yang terganggu, seperti sakit dan lainnya,

mengakibatkan tidak bersemangat melaksanakan proses pembelajaran,

sehingga hasil yang hendak dicapai tidak maksimal. Begitu juga dengan

kesehatan rohani (jiwa). Ketika seorang mengalami gangguan jiwanya,

seperti rasa kecewa, sedih, pikirannya terganggu atau lainnya, maka

semangat belajar berkurang sehingga pembelajaran pun terganggu.

b. Faktor Psikologis

Banyak faktor yang termasuk dalam faktor psikologis yang

dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan belajar (hasil

60

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1997, 144.

61

belajar) siswa. Namun diantara faktor-faktor tersebut yang dipandang

faktor esensial adalah sebagai berikut:

1) Intelegensi

Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental bersifat

umum (general ability) untuk membuat atau mengadakan analisis,

memecahkan masalah, menyesuaikan diri, dan menarik generalisasi,

serta merupakan kesanggupan berfikir seseorang. Adapun tingkat

intlegensi siswa dapat diklasifikasikan sebagai berikut,62

Intelegensi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan

belajar. Apabila seseorang memiliki tingkat intelegensi yang tinggi,

maka seseorang tersebut dapat dengan mudah mempelajari sesuatu

dalam proses pembelajaran. Namun meskipun demikian, intelegensi

tidak mutlak menjadi pengaruh bagi keberhasilan belajar. Terdapat

faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hal tersebut.

2) Bakat

Bakat (aptitude) adalah kemampuan untuk belajar.63 Secara

umum bakat diartikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki

seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan

datang. Dengan demikian, sebetulnya setiap orang pasti memiliki

bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ke

tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing.

62

E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006, 122.

63

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 1997, 57.

Dalam perkembangan selanjutnya, bakat diartikan sebagai

kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak

bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.64

3) Minat

Minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang

tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.65 Minat juga

merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan

mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati oleh

seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa

senang.66 Secara global minat dapat diartikan sebagai keinginan yang

besar terhadap sesuatu.

Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga

datang dari hati sanubari. Minat yang besar terhadap sesuatu

merupakan modal yang besar untuk mencapai hal atau sesuatu atau

juga tujuan yang diminati itu. Minat belajar yang besar cenderung

menghasilkan prestasi yang tinggi, sebaliknya minat yang kurang

akan menghasilkan prestasi yang rendah.67

Terutama bagi mahasiswa dengan jurusan selain PAI dan

PBA dengan konsentrasi pembelajaran lebih pada misi

masing-masing jurusan. Sehingga mayoritas dari jurusan tersebut tersuasana

64

Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, ………, 150.

65

Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, ………, 151. 66

Slameto, Belajar dan faktor-faktor………….57.

67

untuk lebih membangun minat untuk mendalami materi yang

menjadi ajaran utama pada masing jurusan tersebut.

4) Motivasi

Motivasi merupakan daya penggerak atau pendorong untuk

melakukan sesuatu pekerjaan yang bisa berasal dari dalam diri dan

juga dari luar. 68 Melalui motivasi tersebut, pelajaran agama yang

masih kurang memiliki daya tarik ajarannya akan memiliki semangat

tersendiri dalam mengikuti pembelajaran.

5) Cara Belajar

Selain faktor yang telah disebutkan, cara belajar seseorang

juga dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar dan tentunya

berpengaruh terhadap keberhasilan belajar pula. Belajar tanpa

memperhatikan teknik dan faktor fisiologis, hasilnya pun kurang

maksimal.69

2. Faktor Ekstern

Keberhasilan belajar selain dipengaruhi oleh faktor intern yaitu

faktor yang berasal dari dalam individu, juga dipengaruhi oleh faktor yang

berasal dari luar individu yang disebut faktor ekstern. Faktor ekstern

tersebut adalah:

a. Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan sosial yang kecil. Dalam

keluarga biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Keluarga dapat

68

M Dalyono, Psikologi Pendidikan…..57.

69

dikatakan sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar,

karena kondisi yang ada di dalam keluarga seperti tingkat pendidikan

orang tua, besar kecilnya penghasilan serta hubungan diantara anggota

keluarga dapat mempengaruhi kondisi intern individu yang secara tidak

langsung juga berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar.70

Keadaan wawasan agama dan kerohanian keluarga akan

memberikan banyak pengetahuan dan kompetensi keislaman setiap

orang. Karena di lingkungan keluarga, pengetahuan awal yang dibawa

sampai besar di daptkan.

b. Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan tempat berlangsungnya proses

belajar mengajar. Keadaan sekolah tempat belajar, kualitas guru,

metode pembelajaran yang digunakan, kesesuaian kurikulum, dan

hal-hal yang berada di sekolah mempengaruhi keberhasilan belajar.71

Pengaruh sekolah dalam pencapaian keberhasilan pembelajaran

siswa tidak hanya dari sisi terpenuhinya sarana dan prasarana sekolah

saja. Faktor intern yang ada di sekolah juga berpengaruh seperti guru

yang berkualitas baik. Salah satu indikator dari kualitas guru yang baik

adalah selalu membuat perencanaan konkret dan detail yang siap untuk

70

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor……… , 60.

71

dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran72 atau bisa diartikan

menyusun strategi pembelajaran yang baik dan siap dilaksanakan.

Pendidikan di sekolah salah satunya dengan komposisi mata

pelajaran agama sekolah yang sedikit atau yang mayoriotas akan

memberikan bekal pengaruh pengetahuan agama seseorang.

c. Masyarakat

Masyarakat merupakan lingkungan sosial yang luas dan

beragam. Lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap prestasi

belajar yang berujung pada keberhasilan belajar.73 Pengaruh itu terjadi

karena keberadaan siswa dalam masayarakat tersebut.

Pengaruh-pengaruh masyarakat tersebut diantaranya adalah kegiatan siswa dalam

masyarakat, media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.74

Ketika seseorang hidup dalam suatu lingkungan masyarakat

yang tidak perduli terhadap pendidikan agama, maka tidak menutup

kemungkinan dia ikut terpengaruh dengan kondisi tersebut. Sehingga

tidak ada dorongan untuk memiliki wawasan agama, sehingga

kompetensi agama tidak dapat dimiliki dengan baik.

d. Kondisi Lingkungan Sekitar

Keadaan lingkungan tempat tinggal, juga sangat penting dalam

mempengaruhi prestasi belajar. Keadaan lingkungan bangunan rumah,

72

Ramayulis, Profesionalitas Guru Agama Antara Harapan dan Kenyataan, Makalah disampaikan dalam seminar sehari Profesionalitas Guru Agama. Universitas Ahlusunnah Bukittinggi, Nopember 1995, 7.

73

M Dalyono, Psikologi Pendidikan…………., 60.

74

suasana sekitar, keadaan lalu lintas, iklim dan sebagainya.75 Seperti

misal apabila kondisi lingkungan yang memiliki suasana kerohanian

baik, akan membawa pengaruh suasana pada orang dilingkungan

tersebut memiliki kerohanian yang baik pula.

Kompetensi keislaman dalam penelitian ini dominan dipengaruhi dari

faktor seperti dijelaskan di atas:

a. Faktor internal, pengaruh yang dimiliki mahasiswa IAIN Salatiga dominan

dari faktor bakat dan minat mahasiswa. Misalnya pada mahasiswa jurusan

PAI dan PBA, mereka memiliki bakat minat yang baik pada materi-materi

keislaman. Sedangkan untuk jurusan ekonomi, bahasa inggris dan hukum,

mahasiswanya lebih memiliki minat pada pengetahuan tentang konsentrasi

jurusan mereka.

b. Faktor eksternal, pengaruh yang dimiliki mahasiswa IAIN Salatiga

dominan dari sekolah mereka sebelumnya. Mahasiswa dengan kualitas

kompetensi cumlaude dan sangat memuaskan memiliki latar belakang

mayoritas pada sekolahan dengan basis ajaran Islam dan didukung

mengikuti pembelajaran agama di madrasah atau pondok pesantren.

Sedangkan mahasiswa yang memiliki kompetensi keislaman yang

memuaskan dan cukup, mayoritas berasal dari sekolah yang tidak linear

pada agama atau linear sekolah umum yang kurang memberikan waktu

pembelajaran agama. Apalagi lingkungan sekitar dan pola pergaulan

mereka kurang memperhatikan masalah pengetahuan agama.

75

BAB III