TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Kompetensi Keislaman 1.Pengertian Kompetensi
Kompetensi memiliki beberapa arti, secara etimologis kompetensi berasal
dari Bahasa Inggris yaitu competence yang artinya well-qualified atau
capabily. Dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan menjadi
berkualifikasi atau mempunyai kualifikasi atau mampu atau mempunyai
kemampuan.38 William D. Powel dalam aplikasi Linguist Version
berpendapat kompetensi berasal dari kata “competency” merupakan kata benda yang diartikan sebagai kecakapan (kemampuan dan kompetensi)
dan wewenang. Kata sifat dari kompetensi adalah competent yang berarti
cakap, mampu dan tangkas.39 Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
kompetensi adalah kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu
hal. Pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan.40
Beberapa ahli berpendapat tentang kompetensi. Seperti halnya
Usman yang dikutip oleh Kusnandar mengatakan bahwa kompetensi
merupakan suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan
38
Frederick C. Mish, Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary, Springfield, MA: Merriam Webster, Inc. 2003, 257.
39
William D. Powel, Linguist Version 1.0, PT. Atlantis Programma Prima, 1997, 142.
40
W. J. S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1999, 405.
seseorang, baik yang kualitatif.41 Susana menyebutkan pengertian
kompetensi adalah pengetahuan ketrampilan dan nilai-nilai yang
direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Suatu kompetensi
dapat berupa pernyataan tentang apa yang dilakukan siswa secara terus
menerus atau menetap dalam suatu rumpun mata pelajaran pada suatu
tingkat tertentu.42
Menurut pendapat Vendien C. Lynn, bahwa “competence my range from recall and understanding of fact and concepts, to advanced motor skill, to teaching behaviours and professional values”. Kompetensi dapat meliputi pengulangan kembali fakta-fakta dan konsep-konsep sampai pada
ketrampilan motor lanjut hingga pada perilaku-perilaku pembelajaran dan
nilai-nilai profesional.43
Asmani juga memberikan pengertian kompetensi adalah
merupakan suatu kesatuan yang utuh yang menggambarkan potensi,
pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dinilai terkait dengan profesi
tertentu berkenaan dengan bagian yang dapat diaktualisasikan dan
diwujudkan dalam bentuk tindakan atau kinerja untuk menjalankan profesi
tertentu.44 Menurut Hall dan Jones, kompetensi adalah pernyataan yang
menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang
41
Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi, 2007, 51.
42
Tjipto Susana, PR dan Pelajaran Sulit Bisa Menyenangkan, Yogyakarta: Kanisius, 2006, 55.
43
C. Lynn Vendien, Physical Education Teacher Education, Newyork: Chichester Brisbone Toronto Singapura, 1985, 33.
44
Asmani, Jamal Ma‟ruf, 7 Kompetensi Guru Menyenangkan dan Profesional,
merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat
diamati dan diukur. Selanjutnya Richards menyebutkan bahwa istilah
kompetensi mengacu kepada perilaku yang dapat diamati, yang diperlukan
untuk menuntaskan kegiatan sehari-hari.45
Spencer dan Spencer dalam Hamzah B. Uno menjelaskan bahwa
kompetensi merupakan karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan
menjadi cara-cara berperilaku dan berfikir dalam segala situasi, dan
berlangsung dalam periode waktu yang lama. Dari pendapat tersebut
dapat dipahami bahwa kompetensi menunjuk pada kinerja seseorang
dalam suatu pekerjaan yang bisa dilihat dari pikiran, sikap, dan perilaku.46
Menurut E. Mulyasa, kompetensi merupakan perpaduan dari
pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam
kebiasaan berpikir dan bertindak. Pada sistem pengajaran, kompetensi
digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan profesional yaitu
kemampuan untuk menunjukkan pengetahuan dan konseptualisasi pada
tingkat yang lebih tinggi. Kompetensi ini dapat diperoleh melalui
pendidikan, pelatihan dan pengalaman lain sesuai tingkat kompetensinya.47
Catano menjelaskan pengertian kompetensi dari berbagai sumber.
Beberapa diantaranya adalah:48
45
Masnur Muslich, KTSPPembelajaran Berbasis Kompetensi dan Konstektual: Panduan Bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara, 2007, 15.
46
Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukuran Analisis di Bidang Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2007, 63.
47
E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004, 37-38.
48
Catano V. M, Competencies: A Review of the Literature and Bibliography. 1998, Diakses Dari: http://imrantululi71.blogspot.co.id/2014/08, [05/09/2015]: 21:33 PM.
a. Boyatzis menjelaskan bahwa kompetensi adalah kombinasi dari motif,
sifat, keterampilan, aspek citra diri seseorang atau peran sosial, atau
suatu bagian dari pengetahuan yang relevan. Dengan katalain,
kompetensi adalah setiap karakteristik individu yang mungkin terkait
dengan kesuksesan kinerja.
b. Linkage menjelaskan bahwa pola karakteristik dan terukur pengetahuan,
keterampilan, perilaku, keyakinan, nilai-nilai, sifat dan motif yang
mendasari, dan kemampuan kerja cepat mengaplikasikan pekerjaan.
c. Manisfield menjelaskan bahwa keterampilan dan sifat-sifat yang
dibutuhkan oleh karyawan untuk menjadi efektif dalam pekerjaan.
d. Mirabile menjelaskan bahwa keterampilan, pengetahuan, kemampuan
dan perilaku yang diperlukan untuk terlaksananya tugas pekerjaan.
e. Miyawaki menjelaskan bahwa perilaku yang diperlukan untuk
meningkatkan kemampuan dasar dan untuk meningkatkan prestasi
kerja lebih tinggi.
f. Spencer & Spencer menjelaskan bahwa kompetensi adalah
karakteristik yang mendasari individu yang kausal berkaitan dengan
kinerja yang efektif dan/atau superior kriteria direferensikan dalam
pekerjaan atau situasi.
Dari beberapa pengertian di atas, kompetensi adalah pengetahuan,
keterampilan dan kemampuan yang diperoleh seseorang untuk dapat
melakukan sesuatu dengan baik. Dengan demikian kompetensi merupakan
keterampilan, maupun nilai dan sikap dorongan untuk untuk mempunyai
prestasi dan keinginan berusaha agar melaksanakan tugas dengan efektif.
Pada dasarnya kompetensi itu muncul dan berkembang melalui proses belajar (learning process) dan melibatkan tiga domain yaitu: domain kognitif, domain afektif, dan domain psikomotor. Kompetensi itu sendiri termasuk dalam domain kognitif.49 Kognitif menurut Nasser dapat diartikan sebagai proses melalui mana informasi yang berasal dari indera manusia ditransformasikan, direduksi, dielaborasi, dikembangkan dan digunakan. Informasi dalam hal ini berarti masukan sensoris (sensory input) yang berasal dari lingkungan yang menginformasikan tentang hal-hal yang sedang terjadi pada Individu.50
Bloom mengemukakan juga bahwa kompetensi sebagai hasil
belajar termasuk ke dalam arah kognitif yang aspeknya terdiri dari:
a. Pengertian, dapat diartikan sebagai kegiatan mengingat:
1) Fakta-fakta dan istilah-istilah,
2) Cara atau alat yang digunakan untuk membuat spesifikasi, dan
3) Melakukan abstraksi melalui pembuatan prinsip-prinsip,
generalisasi, teori, dan struktur.
b. Pemahaman, didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengerti lebih
dalam mengenai materi yang telah dipelajari melalui kegiatan:
1) Menterjemahkan,
2) Menafsirkan,
49
Benjamin Samuel Bloom, Taxonomy of Educational Objective: Handbook 7, New York: Cognative Domain, 2003, 18
50
3) Mengekstrapolasi informasi.
c. Penerapan, merupakan kemampuan untuk menggunakan materi yang
telah dipelajari dalam situasi tertentu.
d. Analisis, didefinisikan sebagai kemampuan merinci materi yang ada ke
dalam bagian-bagian dan membedakan:
1) Elemen-elemennya,
2) Hubungan-hubungannya, dan
3) Prinsip-prinsip organisasinya.
e. Sintesis, didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggabungkan
beberapa bagian menjadi satu kesatuan yang baru dalam bentuk:
1) Komunikasi yang unik,
2) Rencana operasi, dan
3) Seperangkat hubungan-hubungan yang abstrak.51
Dari definisi-definisi tersebut di atas, terdapat tiga hal pokok yang
tercakup dalam pengertian kompetensi, yaitu:
a. Kompetensi merupakan gabungan dari pengetahuan, keterampilan,
sikap, dan karakteristik dasar lainnya dari individu.
b. Kompetensi selalu berkaitan dengan perilaku.
c. Kompetensi merupakan kriteria yang mampu membedakan mereka
yang memiliki kinerja yang unggul dan yang rata-rata.
Jadi kompetensi adalah kemampuan untuk mencapai kompetensi
layak yang harus dimiliki oleh mahasiswa sesuai dengan status
51
pendidikannya. Kompetensi dasar mahasiswa merupakan seperangkat
penguasaan kemampuan, ketrampilan, nilai, dan sikap yang sudah dimiliki,
dihayati, dan dikuasai mahasiswa yang bersumber dari pendidikan,
pelatihan dan pengalamannya sehingga dapat menjalankan kecakapannya
serta lebih mengembangkannya kembali secara profesional.
2. Komponen Kompetensi
Penetapan makna kompetensi dalam Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional No. 232/U/2002 adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh
tanggung jawab, yang dimiliki seseorang sebagai syarat kemampuan untuk
mengerjakan tugas-tugas dibidang pekerjaan tertentu. Dalam Keputusan
Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2002, Seorang yang kompeten
harus dapat memenuhi persyaratan:
a. Landasan kemampuan pengembangan kepribadian,
b. Kemampuan penguasaan dan ketrampilan (know how and know why),
c. Kemampuan berkarya (know to do),
d. Kemampuan mensikapi dan berperilaku dalam berkarya dapat mandiri,
menilai dan mengambil keputusan secara bertanggungjawab (to be),
e. Dapat hidup bermasyarakat dengan bekerjasama, saling menghormati
dan menghargai nilai-nilai pluralisme, dan kedamaian (to live together).
Seseorang akan dikatakan kompeten pada suatu bidang, jika telah
Skill (Ketrampilan/ Psikomotorik), domain Knowledge (Pengetahuan/
Kognitif) serta domain Attitude (Sikap/Afektif).52
Menurut Spencer dan Palan, kompetensi terdiri dari 5 tipe
karakteristik yaitu:
a. Motif (kemauan konsisten sekaligus menjadi sebab dari tindakan),
b. Faktor bawaan (karakter dan respon yang konsisten),
c. Konsep diri (gambaran diri/Self-concept), semua ide, pikiran,
kepercayaan dan pendirian yang diketahui tentang dirinya dan
mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain.
d. Pengetahuan (informasi yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu),
e. Keterampilan (kemampuan melaksanakan tugas fisik atau mental).53
Gordon menjelaskan beberapa aspek atau ranah yang terkandung
dalam konsep kompetensi sebagai berikut:54
a. Pengetahuan (knowledge), yaitu kesadaran dalam bidang kognitif.
b. Pemahaman (understanding), yaitu kedalaman kognitif.
c. Kemampuan (skill), yaitu sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk
melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
d. Nilai (value), yaitu suatu standar perilaku yang diyakini dan secara
psikologis telah menyatu dalam diri seseorang.
52
Sugiyanto, dkk, “Penentuan Kompetensi Mahasiswa Berdasarkan Prestasi Akademik,
Sertifikat Kompetensi, Minat, dan Kegiatan Pendukung”, Jurnal Teknlogi Informasi, Volume 5, Nomor 2, 2009, 768.
53
Ronen Palan, Competence Management-A Practicionser’s Guide (Competency
Management, teknik Mengimplementasikan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi untuk Meningkatkan Daya Saing Organisasi). Terjemahan: Octa Melia Jalal. Jakarta: PPM. 2007.
54
Gordon DB, Kerangka Dasar Sistem informasi Manajemen, Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo, 1988, 109.
e. Sikap (attitude), yaitu perasaan (senang-tidak senang, suka-tidak suka)
atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang dating dari luar.
f. Minat (interest), yaitu kecenderungan seseorang melakukan sesuatu.
Kompetensi terkait dengan segala yang diketahui manusia tentang
dirinya maupun lingkungan. Asumantri berpendapat bahwa kompetensi
merupakan khasanah kekayaan mental langsung atau tidak langsung
dapat memperkaya kehidupan manusia. Kompetensi manusia dapat
memecahkan berbagai macam permasalahan yang dihadapinya sehingga
kompetensi memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan manusia.55
Hal ini relevan dengan pendapat pakar di atas yang mengatakan
bahwa kompetensi sangat penting dalam kehidupan manusia karena
kompetensi pada hakikatnya merupakan produk kegiatan berpikir, artinya
kompetensi yang diwujudkan dalam pikiran manusia merupakan hasil
kegiatan berpikir, tentang informasi yang diterima.56
3. Pengertian Keislaman Mahasiswa
Menurut Kamus Arti Kata, keislaman adalah segala sesuatu yang
bertalian dengan Agama Islam.57 John L. Esposito menyatakan, “While we commonly speak of ‘Islam’, in fact many Islams or interpretations of Islam exist. The images and realities of Islam and of muslims are multiple and
diverse…” Garis besar pernyataan Esposito menggambarkan bahwa
realitas keislaman umat muslim beragam. Keadaan tersebut juga dapat
55
A Sumantri Suri, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Sinar Harapan, 1990, 104.
56
A Sumantri Suri, Filsafat………105.
57
ditemukan dalam realitas keislaman mahasiswa IAIN Salatiga. Dengan
latar kultur keluarga, lingkungan, serta pendidikan yang mereka alami
sebelum menjadi mahasiswa, keragaman keislaman tersebut sangat wajar.
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Muslim dari Umar
bin Khattab RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa risalah yang
diembannya terdiri dari tiga unsur pokok, yaitu: akidah (iman), ibadah
(Islam), dan akhlak (ihsan). Ketiga unsur pokok inilah yang menjadi pilar
keislaman seseorang. Tiga aspek keislaman seseorang (akidah, ibadah dan
akhlak) tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.58
Unsur pokok keislaman mahasiswa dalam penelitian ini lebih
dikonsentrasikan pada profil wawasan ilmu-ilmu Islam yang dimiliki oleh
mahasiswa. Wawasan keislaman tersebut berupa pengalaman ibadah
mahasiswa dalam kesehariannya, seperti penguasaan Al-Qur‟an dan menghafal bacaannya serta gerakan shalat. Karena keislaman mahasiswa
dalam penelitian ini mengikuti hasil uji Komdais berupa pengamalan
ibadah dilihat dari penguasaan Al-Qur‟an (kemampuan baca, tulis) dan Fiqh (praktek ibadah dan aplikasi pengetahuannya) yang menjadi tolak
ukur bekal wawasan keislaman mahasiswa dalam penelitian.
Kemudian yang dimaksud kompetensi keislaman mahasiswa dalam
penelitian ini adalah kemampuan dan kecakapan yang dimiliki mahasiswa
IAIN Salatiga dari modal pengetahuan pendidikan dan pengamalan
ibadahnya dalam keseharian mereka. Penelitian dalam kompetensi dasar
58
keislaman ini difokuskan pada pengamalan ibadah keseharian mahasiswa,
seperti: penguasaan Al-Qur‟an, pengetahuan dan pengamalan ilmu Fiqh dalam keseharian. Dan data bisa penulis dapat dari hasil ujian Komdais
yang diselenggarakan oleh IAIN Salatiga. Kemudian nilai hasil Komdais
tersebut dilihat perkembangannya dari hasil perkuliahan empat mata kuliah
yang mengandung ajaran Al-Qur‟an dan Fiqh.