Penelitian ini bisa dimasukkan dalam kategori penelitian lapangan (field
research) yaitu mengadakan penelitian terhadap objek yang dituju untuk
memperoleh data yang benar dan terpercaya tentang analisis kompetensi
keislaman mahasiswa IAIN Salatiga.
Penelitian yang dilaksanakan di lapangan adalah meneliti
masalah yang sifatnya kualitatif, yakni prosedur data penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari
orang-orang dan perilaku yang diamati.24
Mahasiswa dari perwakilan yang dipilih acak oleh peneliti akan
menjadi objek penelitian. Kompetensi keislaman pada masing mahasiswa
yang dipilih akan dianalisis untuk bisa dijadikan data temuan kondisi
realitas kompetensi keislaman mahasiswa IAIN Salatiga.
23
Pramudi Utomo, Memantapkan Pembinaan Keislaman Mahasiswa Melalui Peran Sivitas Akademika, Yogyakarta: disampaikan pada acara Workshop Pengembangan PAI UNY, 30/11/2008.
24
2. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini memiliki tujuan eksploratif, yaitu berusaha menemukan
masalah-masalah terhadap tingkat kompetensi keislaman mahasiswa
IAIN Salatiga. Misalnya masih banyak ditemukan lulusan yang masih
lemah terhadap penguasaan ilmu keislaman, padahal masyarakat pada
umumnya mengharapkan lulusan IAIN yang unggul.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat
deskriptif analisis yaitu suatu bentuk penelitian yang paling dasar.
Ditujukan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan
fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena-fenomena yang bersifat alamiah ataupun
rekayasa manusia.25 Menurut beberapa ahli, metode deskriptif analitis
dapat diartikan sebagai berikut:
a. Whitney menjelaskan metode deskriptif analitis merupakan metode pengumpulan fakta melalui interprestasi yang tepat. Metode ini ditujukan untuk mempelajari permasalahan yang timbul dalam masyarakat pada situasi tertentu, termasuk di dalamnya hubungan masyarakat, kegiatan, sikap, opini, serta proses tengah berlangsung dan pengaruhnya terhadap fenomena tertentu dalam masyarakat.
b. Soegiyono, menjelaskan metode deskriptif analitis merupakan metode yang bertujuan mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap suatu objek penelitian yang diteliti melalui sampel atau data yang telah terkumpul dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.26
Dalam studi ini peneliti berusaha untuk tidak melakukan
manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap
subjek penelitian, semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apa
25
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008, 72.
26
adanya.27 Dengan sumber penelitian dari pengalaman atau cerita secara
terperinci, pengumpulan data melalui wawancara atau cerita fakta yang
dikumpulkan serta data pendukung fakta di lapangan. Sehingga
penelitian deskriptif ini termasuk dalam jenis studi perkembangan
tahapan dan studi tindak lanjut. Dimana penelitian ini menggunakan
periode waktu dalam tahapan meneliti tingkat kecapaian kompetensi
keislaman mahasiswa IAIN Salatiga.
3. Sumber Data
Maksud dari sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data
diperoleh. Maka yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah
tempat, informan dan pelaku atau subjek penelitian. Sumber data primer
(utama) dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan,
selebihnya adalah data sekunder (tambahan) seperti dokumen dan foto.28
Berhubungan dengan tempat, peneliti melakukan penelitian
langsung pada IAIN Salatiga. Sedangkan informan adalah orang dalam
pada latar penelitian, dan orang yang dimanfaatkan untuk memberikan
informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.29
4. Subjek Penelitian
Subjek penelitian atau responden adalah orang yang diminta
untuk memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat.
27
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode…..…., 18.
28
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007,157.
29
Sebagaimana dijelaskan oleh Arikunto subjek penelitian adalah subjek
yang dituju untuk diteliti oleh peneliti.30
Penentuan subjek penelitian dalam penelitian ini digunakan
untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan secara jelas dan
mendalam. Penentuan subjek penelitian atau responden dalam penelitian
ini dilakukan dengan cara proportionate stratified random sampling,
adalah teknik sampling yang digunakan bila populasi mempunyai
anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional.31
Jadi dari keterangan di atas, subjek penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah cuplikan/sampel dari populasi dengan
mengambil 2 mahasiswa nilai tertinggi pada setiap kelompok kualitas
nilai keislaman masing-masing jurusan.
5. Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpula data pada penelitian kualitatif lebih diintensifkan
dengan wawancara yang lebih mendalam, observasi dan pengumpulan
dokumen (dokumentasi) yang lebih intensif.32
Teknik yang pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara serta dokumentasi.
Analisa data dilakukan dengan menjabarkan dan menganalisa segala
fenomena yang ditentukan di lapangan, mencari informasi dengan
wawancara pihak yang terkait sebagai pendukung informasi penelitian
30
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2006, 145.
31
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: ALFABETA, 2012, 93.
32
sehingga menghasilkan kesimpulan objektif. Selanjutnya menelaah data
dan menyusun dalam satu kesatuan yang terimplementasi data.
Karenanya langkah-langkah yang akan ditempuh penulis sebagai berikut:
a. Mencari dan mengumpulkan data dari penulusuran observasi lapangan
melalui wawancara yang dilakukan secara terpimpin. Oleh karena itu,
peneliti menyiapkan pertanyaan sesuai dengan masalah-masalah yang
ditemukan dalam data.33 Wawancara langsung dengan sumber utama
(para dosen, mahasiswa, serta komponen yang mendukung lainnya)
berkenaan apa saja yang berhubungan dengan kompetensi keislaman
mahasiswa IAIN Salatiga.
Proses wawacara dalam hal ini dilakukan secara semi struktur,
dilakukan agar proses wawancara dapat berlangsung secara tepat, tidak
kaku dan terarah, untuk menggali informasi yang dibutuhkan berkaitan
dengan materi penelitian sesuai dengan kebutuhan. Melalui wawancara
diharapkan untuk mendapatkan data berupa tulisan/dokumen maupun
informasi yang diinginkan berbentuk percakapan.
b. Metode observasi digunakan untuk menggali informasi melalui
pengamatan secara langsung terhadap kondisi obyek penelitian.
Observasi sebagai metode ilmiah yang biasa diartikan suatu
pengamatan dan pencatatan secara sistematis tentang
venomena-venomena yang diselidiki. Observasi sebagai alat pengumpulan data
banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun
33
Sukandarrumidi, Metode Penelitian, Yogyakarta: Gadjah Mada Universiy Press, 2004, 26.
proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati baik dalam situasi
yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan.34
Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi real tentang
keislaman mahasiswa. Dalam observasi diusahakan untuk mengamati
keadaan yang sebenarnya tanpa usaha mempengaruhi, mengatur dan
memanipulasinya. Observasi juga dilakukan bila belum banyak
keterangan dimiliki tentang masalah yang kita selidiki.
c. Dokumentasi merupakan metode untuk mencari data mengenai hal-hal
atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah,
prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.35 Metode dokumentasi
ini penulis gunakan untuk memperoleh data-data yang ada sebagai
pelengkap dan pendukung penelitian.
d. Melakukan sejumlah langkah metodologis terhadap data yang telah
terkumpul, antara lain analisis, komposisi, klasifikasi dan deskripsi
masalah dalam kerangka pembahasan yang telah ditentukan.
e. Melengkapinya dengan beberapa teori yang bisa menjadi pendukung
atau bersangkutan dengan pokok pembahasan.
f. Mencoba memberikan kesimpulan yang diharap bisa menjadi sedikit
sumbangsih saran dalam permasalahan pokok pembahasan.
34
Nana Sudjana, Ibrahim, Penelitian dan Panduan Pendidikan, Bandung: Sinar Baru, 1989, 109.
35
6. Teknik Analisis Data
Proses analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
data kualitatif. Seperti menurut Bodgan & Biklen yang dikutip Lexy J.
Moleong bahwa teknik analisis data kualitatif merupakan upaya yang
dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasi data,
memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensisnya,
mencari dan menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan
memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.36
Proses pengumpulan data dan analisis data pada praktiknya
tidak mutlak dipisahkan. Kegiatan itu kadang-kadang berjalan secara
serempak, artinya hasil pengumpulan data kemudian ditindak lanjuti
dengan menganalisis data, kemudian hasil analisis data ini ditindak
lanjuti dengan pengumpulan data ulang. Proses analisis data dalam
penelitian ini mengandung tiga komponen utama yaitu:37
a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang
menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak
perlu dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga
kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Maka
dalam penelitian ini, data yang diperoleh dari sumber data utama,
yaitu hasil data perolehan nilai tes diagnostik yang digunakan untuk
36
Lexy J. Moloeng, Metodologi ……….248. 37
Matthew B. Milles, A. M. Huberman, Analisis Data Kualitatif, Terjemahan: Roehendi Rohidi, Jakarta: UI Press, 1992, 16.
menentukan tingkat kompetensi keislaman mahsiswa IAIN Salatiga
disusun secara sistematis agar memperoleh gambaran yang sesuai
dengan tujuan penelitian.
Begitupun data yang diperoleh dari hasil wawancara dosen
(yang pernah menjadi kepala unit KOMDAIS) disusun secara
sistematis agar memperoleh gambaran yang sesuai dengan tujuan
penelitian. Diperkuat hasil wawancara dari mahsiswa yang sudah
dipilih untuk menjadi objek penelitian.
b. Penyajian Data (Display Data)
Dalam hal ini, Matthew B. Miles dan A. M. Huberman
membatasi suatu “penyajian” sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan
pengambilan tindakan. Jadi data yang sudah direduksi dan
diklasifikasi berdasarkan kelompok masalah yang diteliti sehingga
memungkinkan adanya penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Data yang sudah disusun secara sistematis pada tahapan
reduksi data, kemudian dikelompokkan berdasarkan pokok
permasalahannya. Hasil tes diagnostik, mentoring yang diberikan
mahasiswa dan hasil wawancara dikumpulkan sehingga peneliti dapat
mengambil kesimpulan terhadap analisis kompetensi keislaman
mahasiswa IAIN Salatiga.
c. Verifikasi (Menarik Kesimpulan)
berdasarkan tema yang diteliti, untuk menemukan makna dari data
yang dikumpulkan. Beberapa data hasil observasi lapangan akan
memberikan gambaran penuh untuk peneliti bisa memberikan
kesimpulan data. Kemudian kesimpulan diverifikasi selama penelitian
berlangsung hingga mencapai kesimpulan yang lebih mendalam.
Ketiga komponen analisa tersebut terlibat dalam proses
observasi lapangan akan saling berkaitan, sehingga menentukan hasil
akhir dari penelitian data yang disajikan secara sistematis berdasarkan
tema-tema yang dirumuskan. Data yang dihasilkan dalam observasi
digunakan untuk interpretasi data. Kemudian kesimpulan ditarik setelah
diadakan cross chek terhadap sumber lain melalui wawancara dan
pengamatan dilapangan tempat penelitian.