• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian 1.Jenis Penelitian

Penelitian ini bisa dimasukkan dalam kategori penelitian lapangan (field

research) yaitu mengadakan penelitian terhadap objek yang dituju untuk

memperoleh data yang benar dan terpercaya tentang analisis kompetensi

keislaman mahasiswa IAIN Salatiga.

Penelitian yang dilaksanakan di lapangan adalah meneliti

masalah yang sifatnya kualitatif, yakni prosedur data penelitian yang

menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari

orang-orang dan perilaku yang diamati.24

Mahasiswa dari perwakilan yang dipilih acak oleh peneliti akan

menjadi objek penelitian. Kompetensi keislaman pada masing mahasiswa

yang dipilih akan dianalisis untuk bisa dijadikan data temuan kondisi

realitas kompetensi keislaman mahasiswa IAIN Salatiga.

23

Pramudi Utomo, Memantapkan Pembinaan Keislaman Mahasiswa Melalui Peran Sivitas Akademika, Yogyakarta: disampaikan pada acara Workshop Pengembangan PAI UNY, 30/11/2008.

24

2. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini memiliki tujuan eksploratif, yaitu berusaha menemukan

masalah-masalah terhadap tingkat kompetensi keislaman mahasiswa

IAIN Salatiga. Misalnya masih banyak ditemukan lulusan yang masih

lemah terhadap penguasaan ilmu keislaman, padahal masyarakat pada

umumnya mengharapkan lulusan IAIN yang unggul.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat

deskriptif analisis yaitu suatu bentuk penelitian yang paling dasar.

Ditujukan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan

fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena-fenomena yang bersifat alamiah ataupun

rekayasa manusia.25 Menurut beberapa ahli, metode deskriptif analitis

dapat diartikan sebagai berikut:

a. Whitney menjelaskan metode deskriptif analitis merupakan metode pengumpulan fakta melalui interprestasi yang tepat. Metode ini ditujukan untuk mempelajari permasalahan yang timbul dalam masyarakat pada situasi tertentu, termasuk di dalamnya hubungan masyarakat, kegiatan, sikap, opini, serta proses tengah berlangsung dan pengaruhnya terhadap fenomena tertentu dalam masyarakat.

b. Soegiyono, menjelaskan metode deskriptif analitis merupakan metode yang bertujuan mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap suatu objek penelitian yang diteliti melalui sampel atau data yang telah terkumpul dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.26

Dalam studi ini peneliti berusaha untuk tidak melakukan

manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap

subjek penelitian, semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apa

25

Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008, 72.

26

adanya.27 Dengan sumber penelitian dari pengalaman atau cerita secara

terperinci, pengumpulan data melalui wawancara atau cerita fakta yang

dikumpulkan serta data pendukung fakta di lapangan. Sehingga

penelitian deskriptif ini termasuk dalam jenis studi perkembangan

tahapan dan studi tindak lanjut. Dimana penelitian ini menggunakan

periode waktu dalam tahapan meneliti tingkat kecapaian kompetensi

keislaman mahasiswa IAIN Salatiga.

3. Sumber Data

Maksud dari sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data

diperoleh. Maka yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah

tempat, informan dan pelaku atau subjek penelitian. Sumber data primer

(utama) dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan,

selebihnya adalah data sekunder (tambahan) seperti dokumen dan foto.28

Berhubungan dengan tempat, peneliti melakukan penelitian

langsung pada IAIN Salatiga. Sedangkan informan adalah orang dalam

pada latar penelitian, dan orang yang dimanfaatkan untuk memberikan

informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.29

4. Subjek Penelitian

Subjek penelitian atau responden adalah orang yang diminta

untuk memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat.

27

Nana Syaodih Sukmadinata, Metode…..…., 18.

28

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007,157.

29

Sebagaimana dijelaskan oleh Arikunto subjek penelitian adalah subjek

yang dituju untuk diteliti oleh peneliti.30

Penentuan subjek penelitian dalam penelitian ini digunakan

untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan secara jelas dan

mendalam. Penentuan subjek penelitian atau responden dalam penelitian

ini dilakukan dengan cara proportionate stratified random sampling,

adalah teknik sampling yang digunakan bila populasi mempunyai

anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional.31

Jadi dari keterangan di atas, subjek penelitian yang digunakan

dalam penelitian ini adalah cuplikan/sampel dari populasi dengan

mengambil 2 mahasiswa nilai tertinggi pada setiap kelompok kualitas

nilai keislaman masing-masing jurusan.

5. Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpula data pada penelitian kualitatif lebih diintensifkan

dengan wawancara yang lebih mendalam, observasi dan pengumpulan

dokumen (dokumentasi) yang lebih intensif.32

Teknik yang pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara serta dokumentasi.

Analisa data dilakukan dengan menjabarkan dan menganalisa segala

fenomena yang ditentukan di lapangan, mencari informasi dengan

wawancara pihak yang terkait sebagai pendukung informasi penelitian

30

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2006, 145.

31

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: ALFABETA, 2012, 93.

32

sehingga menghasilkan kesimpulan objektif. Selanjutnya menelaah data

dan menyusun dalam satu kesatuan yang terimplementasi data.

Karenanya langkah-langkah yang akan ditempuh penulis sebagai berikut:

a. Mencari dan mengumpulkan data dari penulusuran observasi lapangan

melalui wawancara yang dilakukan secara terpimpin. Oleh karena itu,

peneliti menyiapkan pertanyaan sesuai dengan masalah-masalah yang

ditemukan dalam data.33 Wawancara langsung dengan sumber utama

(para dosen, mahasiswa, serta komponen yang mendukung lainnya)

berkenaan apa saja yang berhubungan dengan kompetensi keislaman

mahasiswa IAIN Salatiga.

Proses wawacara dalam hal ini dilakukan secara semi struktur,

dilakukan agar proses wawancara dapat berlangsung secara tepat, tidak

kaku dan terarah, untuk menggali informasi yang dibutuhkan berkaitan

dengan materi penelitian sesuai dengan kebutuhan. Melalui wawancara

diharapkan untuk mendapatkan data berupa tulisan/dokumen maupun

informasi yang diinginkan berbentuk percakapan.

b. Metode observasi digunakan untuk menggali informasi melalui

pengamatan secara langsung terhadap kondisi obyek penelitian.

Observasi sebagai metode ilmiah yang biasa diartikan suatu

pengamatan dan pencatatan secara sistematis tentang

venomena-venomena yang diselidiki. Observasi sebagai alat pengumpulan data

banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun

33

Sukandarrumidi, Metode Penelitian, Yogyakarta: Gadjah Mada Universiy Press, 2004, 26.

proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati baik dalam situasi

yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan.34

Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi real tentang

keislaman mahasiswa. Dalam observasi diusahakan untuk mengamati

keadaan yang sebenarnya tanpa usaha mempengaruhi, mengatur dan

memanipulasinya. Observasi juga dilakukan bila belum banyak

keterangan dimiliki tentang masalah yang kita selidiki.

c. Dokumentasi merupakan metode untuk mencari data mengenai hal-hal

atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah,

prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.35 Metode dokumentasi

ini penulis gunakan untuk memperoleh data-data yang ada sebagai

pelengkap dan pendukung penelitian.

d. Melakukan sejumlah langkah metodologis terhadap data yang telah

terkumpul, antara lain analisis, komposisi, klasifikasi dan deskripsi

masalah dalam kerangka pembahasan yang telah ditentukan.

e. Melengkapinya dengan beberapa teori yang bisa menjadi pendukung

atau bersangkutan dengan pokok pembahasan.

f. Mencoba memberikan kesimpulan yang diharap bisa menjadi sedikit

sumbangsih saran dalam permasalahan pokok pembahasan.

34

Nana Sudjana, Ibrahim, Penelitian dan Panduan Pendidikan, Bandung: Sinar Baru, 1989, 109.

35

6. Teknik Analisis Data

Proses analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

data kualitatif. Seperti menurut Bodgan & Biklen yang dikutip Lexy J.

Moleong bahwa teknik analisis data kualitatif merupakan upaya yang

dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasi data,

memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensisnya,

mencari dan menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan

memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.36

Proses pengumpulan data dan analisis data pada praktiknya

tidak mutlak dipisahkan. Kegiatan itu kadang-kadang berjalan secara

serempak, artinya hasil pengumpulan data kemudian ditindak lanjuti

dengan menganalisis data, kemudian hasil analisis data ini ditindak

lanjuti dengan pengumpulan data ulang. Proses analisis data dalam

penelitian ini mengandung tiga komponen utama yaitu:37

a. Reduksi Data

Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang

menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak

perlu dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga

kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Maka

dalam penelitian ini, data yang diperoleh dari sumber data utama,

yaitu hasil data perolehan nilai tes diagnostik yang digunakan untuk

36

Lexy J. Moloeng, Metodologi ……….248. 37

Matthew B. Milles, A. M. Huberman, Analisis Data Kualitatif, Terjemahan: Roehendi Rohidi, Jakarta: UI Press, 1992, 16.

menentukan tingkat kompetensi keislaman mahsiswa IAIN Salatiga

disusun secara sistematis agar memperoleh gambaran yang sesuai

dengan tujuan penelitian.

Begitupun data yang diperoleh dari hasil wawancara dosen

(yang pernah menjadi kepala unit KOMDAIS) disusun secara

sistematis agar memperoleh gambaran yang sesuai dengan tujuan

penelitian. Diperkuat hasil wawancara dari mahsiswa yang sudah

dipilih untuk menjadi objek penelitian.

b. Penyajian Data (Display Data)

Dalam hal ini, Matthew B. Miles dan A. M. Huberman

membatasi suatu “penyajian” sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan

pengambilan tindakan. Jadi data yang sudah direduksi dan

diklasifikasi berdasarkan kelompok masalah yang diteliti sehingga

memungkinkan adanya penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Data yang sudah disusun secara sistematis pada tahapan

reduksi data, kemudian dikelompokkan berdasarkan pokok

permasalahannya. Hasil tes diagnostik, mentoring yang diberikan

mahasiswa dan hasil wawancara dikumpulkan sehingga peneliti dapat

mengambil kesimpulan terhadap analisis kompetensi keislaman

mahasiswa IAIN Salatiga.

c. Verifikasi (Menarik Kesimpulan)

berdasarkan tema yang diteliti, untuk menemukan makna dari data

yang dikumpulkan. Beberapa data hasil observasi lapangan akan

memberikan gambaran penuh untuk peneliti bisa memberikan

kesimpulan data. Kemudian kesimpulan diverifikasi selama penelitian

berlangsung hingga mencapai kesimpulan yang lebih mendalam.

Ketiga komponen analisa tersebut terlibat dalam proses

observasi lapangan akan saling berkaitan, sehingga menentukan hasil

akhir dari penelitian data yang disajikan secara sistematis berdasarkan

tema-tema yang dirumuskan. Data yang dihasilkan dalam observasi

digunakan untuk interpretasi data. Kemudian kesimpulan ditarik setelah

diadakan cross chek terhadap sumber lain melalui wawancara dan

pengamatan dilapangan tempat penelitian.