• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fasilitas Pelengkap Jalan

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Tahun 2016 (Halaman 35-40)

Fasilitas pelengkap jalan yang dipaparkan pada bagian ini terdiri dari zebra cross, lampu penerangan jalan dan tempat parkir.

1. Zebra cross

Zebra cross merupakan jalur pejalan kaki kelanjutan trotoar yang disediakan bagi para penyeberang jalan. Zebra cross ditempatkan pada jalur jalan yang padat lalu lintas, dan sekitar persimpangan jalan.

LAPORAN AKHIR 1 - 28 a. Masalah :

Sejauh ini tidak ada masalah dengan penyediaan zebra cross di koridor perencanaan, kecuali warnanya yang pudar.

b. Kondisi faktual :

Lokasi zebra cross di koridor Jalan J.A. Suparpto - Jalan Residen Pamuji - Jalan Empu Nala terdapat pada beberapa spot persimpangan jalan. Lebar trotoar bervariasi antara 1,20 sampai 2,00 meter. Kondisi zebra cross mulai pudar.

c. Persyaratan :

Persyaratan utama zebra cross adalah fungsional, elevasi rata, lebar mencukupi (menurut Standar Bina Marga untuk Jalan Perkotaan Tahun 1987, lebar minimum zebra cross adalah 2,50 meter), warna tidak pudar, dilengkapi rambu tempat menyeberang, mudah dilihat pada siang maupun malam hari, aman bagi penyeberang.

d. Pembahasan :

Berdasarkan observasi lapangan, kondisi zebra cross di koridor perencanaan telah mulai pudar; jumlah zebra cross di persimpangan jalan masih kurang lengkap. Lebar zebra cross sudah memenuhi syarat fungsional.

 Zebra cross yang mulai pudar tidak terlihat jelas, dan berpotensi

membahayakan keselamatan pengendara kendaraan maupun pejalan kaki.

 Jumlah zebra cross di Koridor Jalan J.A. Suparpto - Jalan Residen Pamuji -

Jalan Empu Nala tersedia beberapa zebra cross di berbagai persimpangan. Untuk memenuhi persyaratan fungsional di persimpangan jalan, setiap ruas jalan di pertigaan harus dilengkapi satu zebra cross.

e. Arahan :

 Jumlah zebra cross di perempatan Koridor Jalan J.A. Suparpto - Jalan Residen

Pamuji - Jalan Empu Nala perlu ditambah.

 Jumlah dan lebar zebra cross perlu ditambah, yaitu di setiap persimpangan jalan

pada koridor perencanaan.

Perpindahan trotoar ke zebra cross perlu memperhitungkan perbedaan ketinggian peil agar tidak membahayakan pengguna jalan; perbedaan tinggi peil agar tidak melebihi 15 cm. Jika lebih dari 15 cm, maka perlu dibuatkan ramp dengan kemiringan maksimum 7° agar pengguna jalan tidak mudah tersandung.

LAPORAN AKHIR 1 - 29 2. Lampu Jalan

Lampu jalan umum ditujukan untuk menerangi permukaan jalan pada malam hari atau pada saat cuaca gelap. Idealnya seluruh permukaan jalan bisa diterangi cahaya lampu jalan dan tidak ada bagian yang terlewatkan. Lampu jalan perlu disediakan tersendiri dan tidak mengandalkan penerangan yang berasal dari bangunan di dalam kaveling. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar lampu jalan tetap menyala walaupun lampu di dalam kaveling mengalami pemadaman listrik.

a. Kondisi faktual :

Jenis lampu jalan di koridor perencanaan, adalah lampu penerangan berlengan tunggal, tiang terbuat dari besi berwarna silver yang bagian tengahnya dicat dengan warna jingga, tinggi tiang sekitar 6 meter, dipasang pada setiap jarak 25 meter. Koridor Jalan J.A. Suparpto - Jalan Residen Pamuji - Jalan Empu Nala telah dilengkapi lampu jalan.

b. Persyaratan :

Persyaratan penyediaan lampu jalan adalah :

 Ditempatkan pada jarak maksimum 40 meter (Peraturan Umum Instalasi Listrik

Indonesia; 1987).

 Tiang lampu dilarang untuk menempatkan reklame, selebaran, spanduk, yang

sifatnya merusak keindahan lampu dan lingkungan.

 Tidak ditempatkan berdekatan dengan pepohonan agar cahayanya tidak

terhalang oleh kerimbunan pohon.

 Sumber tenaga listrik lampu jalan dipisahkan dengan lampu persil.  Tinggi tiang lampu antara 6 sampai 7,5 meter.

 Jenis dan tinggi tiang, serta jenis lampu dan cahaya lampu, seragam.

c. Analisis :

Analisis lampu jalan di wilayah perencanaan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 1.6 Analisis Penyediaan Lampu Jalan

No Kondisi Faktual Kriteria Evaluasi

a Jarak antar tiang lampu jalan sekitar 25-30 meter.

Jarak antar tiang lampu jalan pada jalan umum maksimum 40 meter

 Koridor Jalan J.A. Suparpto - Jalan

Residen Pamuji - Jalan Empu Nala sebelah Selatan; jarak tiang sudah

LAPORAN AKHIR 1 - 30

No Kondisi Faktual Kriteria Evaluasi

memenuhi krietria. b Tidak ada reklame yang

menempel pada tiang lampu.

Tiang tidak digunakan untuk menempatkan reklame.

Kondisi yang ada sudah sesuai dengan kriteria.

c Ada beberapa tiang lampu yang berada di dalam kerimbunan pohon.

Cahaya lampu tidak tertutup kerimbunan pepohonan

 Sebagian besar cahaya lampu jalan

tidak terhalang kerimbunan pohon.

 Tetapi ada sebagain yang cahaya

lampunya terhalang kerimbunan pepohonan. Karena itu bagian pohon yang menghalangi cahaya lampu harus dipangkas.

d Sumber tenaga listrik lampu jalan tidak berasal dari lampu persil.

Sumber tenaga listrik lampu jalan terpisah dengan sumber tenaga listrik lampu persil.

Kondisi yang ada sudah sesuai dengan kriteria.

e Tinggi tiang lampu jalan 6 meter.

Tinggi tiang lampu listrik antara 6-7,50 meter.

Kondisi yang ada sudah sesuai dengan kriteria.

f Berwujud tiang

berlengan tunggal dan lampu berbentuk oval. Tiang terbuat dari besi dengan warna silver dan warna jingga di bagian tengah.

Keseragaman : jenis tiang dan lampu.

Bentuk tiang dan lampu pada semua koridor seragam. Ini Menunjukkan bahwa bentuk tiang dan lampu sudah sesuai dengan kriteria.

Sumber : Hasil Analisis 2016

Evaluasi pada tabel 1.6 diatas menunjukkan bahwa eksistensi lampu jalan yang sudah sesuai dengan kriteria adalah : tiang tidak digunakan untuk menempelkan reklame, sumber tenaga listrik terpisah dengan sumber tenaga yang berasal dari kaveling, bentuk tiang dan lampu seragam. Yang belum sesuai adalah masih ada yang belum dilengkapi lampu berlengan tunggal; masih adanya lampu jalan yang cahaya lampunya terhalang kerimbunan pohon.

LAPORAN AKHIR 1 - 31 e. Arahan :

 Lampu penerangan jalan yang ada di Koridor Jalan J.A. Suparpto - Jalan

Residen Pamuji - Jalan Empu Nala, tetap digunakan.

 Untuk mengatasi masalah lampu jalan yang cahayanya terhalang kerimbunan

pohon dan menjaga agar lampu jalan dapat menerangi permukaan jalan dengan baik, maka bagian pohon yang menghalangi cahaya lampu harus dipangkas sedemikian rupa agar bentuk mahkota pohonnya masih indah.

 Faktor lain yang perlu diperhatikan : idealnya lampu jalan mampu menerangi

seluruh permukaan jalan, jangan sampai terdapat permukaan jalan yang tidak terjangkau penerangan lampu jalan.

1.1.2.3 Sarana dan Prasarana Lingkungan A. Sarana fasilitas umum atau sarana lingkungan

Analisis penyediaan sarana atau fasilitas umum dilakukan dengan mengevaluasi arahan RTRW Kota Mojokerto, RDTR dan Zoning Regulation SPK A DAN SPK C terhadap kondisi faktual di lapangan.

1. Masalah

Pada ranah urban design, arahan rencana tata ruang belum menyebutkan penempatan lokasi sarana lingkungan atau fasilitas umum secara spasial.

2. Analisis

 RTRW Kota Mojokerto, menyebutkan perlunya penyediaan fasilitas umum, tetapi

tidak menetapkan lokasinya secara spasial di koridor perencanaan.

 RDTR dan Zoning Regulation SPK A DAN SPK C, menyebutkan bahwa pusat

pelayanan sosial yang terdiri dari kesehatan; pendidikan dasar dan menengah, peribadatan, ruang terbuka hijau, olah raga, serta pelayanan umum; lokasinya disebar pada masing-masing Unit Lingkungan. Sedangkan RTH, lapangan olah raga dan makam dipertahankan di lokasi yang sudah ada.

Tetapi RDTR tidak menetapkan lokasi penempatan yang dapat diidentifikasikan secara spasial pada lingkup koridor perencanaan.

 Berkaitan dengan hal tersebut, RTBL ini mengusulkan eksistensi fasilitas umum

LAPORAN AKHIR 1 - 32 - Fasilitas pendidikan yang terdiri dari TK Bina Putra, SDN Kedundung I, SDN

Kedundung II dan III, SDN Balongsari V, VI, X, SMP Taman Siswa, SMK Paramitha.;

- Fasilitas kantor pemerintah yang terdiri dari Kantor Kecamatan Magersari, Kantor Kelurahan Kedundung, Kantor Koramil, Kantor Telkom, KUD, Kantor BPJS, Kantor Notaris, dan kantor lainnya.

- Fasilitas tempat peribadatan yang terdiri dari : Masjis, Mushola, dan Klenteng.

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Tahun 2016 (Halaman 35-40)